Aug 04, 2022

5 Hal yang Harus Dipelajari Anak Sejak Usia Dini

5 Hal yang Harus Dipelajari Anak Sejak Usia Dini image

Penuh dengan rasa ingin tahu dan perkembangan yang cepat, otak anak-anak anda seperti spons ketika mereka masih kecil, dan mereka mampu belajar banyak hal dengan cepat. Di masa ini, banyak keterampilan hidup penting mulai terlatih, meskipun mereka belum sepenuhnya mahir menangani situasi kehidupan nyata yang kompleks sampai di usia remajanya.

Oleh karena itu, orang tua dan wali harus mengawasi, memfasilitasi, dan meberikan struktur untuk sesi belajar anak-anak, guna menumbuhkan dasar pengembangan keterampilan hidup mereka.

Tetapi keterampilan apa yang perlu diperhatikan orang tua ketika ingin melatih keterampilan anak-anak mereka?

Mari kita diskusikan!

  

Keterampilan Sosial

Apakah anda ingin anak-anak anda mudah bergaul dengan orang lain? Kembangkan keterampilan sosial mereka!

Anak-anak dengan keterampilan sosial yang baik dapat bekerja dengan baik dengan teman sebayanya dan sopan kepada anggota masyarakat lainnya. Mereka juga cenderung menjadi pemecah masalah yang baik yang juga mahir dalam hal resolusi konflik.

 Keterampilan sosial dapat dipupuk selama waktu bermain, jam sekolah, atau bahkan di rumah!

 

Berbagi Menandakan Kepedulian

Anak-anak anda mencontoh apa pun yang dilakukan manusia di sekitar mereka. Ketika anak-anak anda dikelilingi oleh orang-orang yang menunjukkan sikap berbagi dan peduli, mereka memiliki panutan yang baik untuk ditiru.

Anak-anak juga perlu sering berada dalam situasi yang memungkinkan mereka belajar tentang berbagi melalui pengalaman praktis di kehidupan nyata. Cara untuk memfasilitasinya:

– Anak-anak belajar banyak dari meilhat apa yang dilakukan orang tua mereka. Ketika anda memberikan teladan selalu rela berbagi dalam keluarga, itu memberi anak-anak anda contoh yang bagus untuk diikuti.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat anak anda nyaman berbagi dalam situasi sehari-hari:

– Ajaklah anak-anak anda untuk memahami mengapa berbagi itu baik. Berikan contoh melalui tindakan anda sendiri: Berbagi makanan anda dengan anggota keluarga lainnya, menonton acara di smartphone bersama – semua dilakukan dengan tujuan membuat pengalaman “menyenangkan” untuk semua orang. Anda juga dapat secara lisan menyarankan anak anda untuk berbagi mainan mereka dengan anak-anak lain.

– Puji dan teguhkan perilaku berbagi yang positif. Ini membuat anak-anak anda merasa tervalidasi dan mereka akan cenderung untuk mengulangi tindakan itu di masa depan. Pujian dan peneguhan dapat dilakukan tidak hanya ketika mereka sendiri melakukan tindakan berbagi, tetapi ketika orang lain juga melakukannya. Misalnya, ketika sepupu mereka berbagi mainan mereka dengan anak-anak anda, validasi tindakan itu dengan memuji perbuatan baiknya. Biarkan anak-anak anda melihatnya dan berharap mereka ingin meniru tindakan tersebut.

– Persiapkan anak-anak anda sebelum mereka bersosialisasi – baik itu sebelum sekolah, selama sesi bermain, atau selama bermain di taman. Persiapan ini akan membantu mereka untuk siap secara mental ketika situasi mengharuskan mereka untuk berbagi, dan semua latihan yang mereka lakukan di rumah akan sangat membantu.

Kesehatan

Semua orang tua yang baik ingin anak-anak mereka tumbuh sehat dan bahagia!

Anak yang sehat biasanya selalu bahagia, meskipun anak yang bahagia tidak selalu bersih. Tidak apa-apa. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua dan wali untuk memastikan bahwa mereka dipersiapkan dengan keterampilan yang akan membuat mereka tetap sehat dan bahagia seumur hidup.

 

Diet Sehat

Pola makan yang sehat merupakan dasar dari hidup sehat, namun bagaimana cara menanamkan minat dan kebiasaan pola makan yang sehat pada anak?

Menyembunyikan sayuran dalam makanan yang digoreng bukanlah sebuah solusi– siapa yang kita bodohi di sini? Gorengan bukanlah yang terbaik untuk kesehatan.

Anak-anak menjadi lebih rela mencoba dan memperluas plihan makanan mereka ketika mereka menjadi bagian dari proses memasak di dapur. Anak-anak anda mungkin akan mulai memakan sayuran mereka jika mereka melihat bagaimana hidangan itu disiapkan. Ini memberi mereka rasa memiliki.

Jadi, bila memungkinkan, libatkan anak anda dalam persiapan makan. Suruh mereka mengocok, membantu merendam daging, merobek sayuran, atau menguleni adonan – apa pun yang akan membuat tangan mereka menyentuh makanan yang akan mereka makan. Ingatlah untuk menjaga suasana tetap bahagia. Anak-anak yang bahagia menyerap pengetahuan dengan sangat cepat!

 

Olahraga

 Cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah dengan mencegahnya, dan olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk melakukannya.

Anak-anak yang terbiasa melakukan aktivitas fisik memiliki kesehatan jantung yang lebih kuat, tidur lebih nyenyak, lebih energik, dan mampu fokus lebih baik saat belajar.

Olahraga juga memiliki banyak manfaat psikologis bagi anak. Anak-anak yang bugar tumbuh menjadi lebih percaya diri, terhindar dari depresi, dan lebih tangguh secara mental.

Nah, bagaimana cara menumbuhkan minat berolahraga pada anak?

Mulailah dengan membuat sesi fisik semenyenangkan mungkin, dan jangan memaksa mereka melakukannya. Gunakan istilah yang berbeda untuk berolahraga sehingga mereka mengasosiasikan aktivitas dengan yang positif dan menyenangkan. Cobalah gunakan istilah “bermain” daripada berolahraga saat mendorong anak-anak anda berolahraga.

 

Kebersihan

Tidak ada usia yang terlalu muda untuk mulai mengembangkan kebiasaan baik untuk kebersihan.

Kebanyakan orang tua menjadwalkan waktu anak-anak mandi, mencuci tangan, mengganti pakaian, dan menyikat gigi tanpa memberi tahu mereka secara eksplisit alasan di baliknya.

Jujur dengan anak-anak anda mungkin adalah cara terbaik untuk membuat mereka mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Komunikasikan alasan di balik setiap tindakan pemeliharaan kebersihan secara efektif dan awasi mereka saat mereka melakukan tindakan tersebut.

Seberapa berat pengawasan yang anda berikan pada anak-anak anda dapat bervariasi tergantung pada berapa usia anak-anak anda, tetapi tujuan akhirnya adalah membuat mereka melakukannya bahkan ketika anda tidak memaksanya.

Seperti halnya berolahraga, menjaga kebersihan juga harus selalu menyenangkan bagi anak. Jika memungkinkan, jangan meninggikan suara anda atau melakukan apa pun yang membuat anak anda trauma dengan tindakan yang akan mereka ambil. Sabar. Bagaimanapun, mereka adalah anak-anak!

 

Keterampilan Emosional

Perasaan anak-anak anda penting.

Kemampuan mereka untuk memahami perasaan mereka dan perasaan orang-orang di sekitar mereka bergantung pada kesehatan emosional mereka.

 

Regulasi Emosi

Tidak ada manusia yang baru saja keluar dari rahim dengan emosi yang stabil. 

Anak-anak, terutama yang masih kecil, dapat mengalami perubahan suasana hati yang sangat sulit diantisipasi. Mencari tahu pemicunya juga seringkali terbukti sulit. Oleh karena itu, membantu mereka untuk mengatur keadaan emosi mereka adalah salah satu tugas inti anda sebagai orang tua.

Namun, ada beberapa anak yang dilahirkan dengan kecenderungan alami untuk memahami bagaimana mengatur emosi mereka (anak-anak itu akan tetap mengalami tantrum yang tidak jelas juntrungannya) tetapi jangan berkecil hati jika anak kecil anda tampaknya tidak semahir anak lain. Ketika berbicara tentang bakat vs asuh, pola asuh hampir selalu lebih berpengaruh.

Memberikan anak-anak anda lingkungan yang stabil, penuh kasih, dan menyenangkan untuk tumbuh adalah sangat penting. Ketika diberikan lingkungan yang kondusif, perjalanan anak dalam belajar regulasi emosi akan jauh lebih mudah.

Sebuah panti asuhan di Romania pernah menjadi subjek penelitian tentang pentingnya pengasuhan dalam hal regulasi emosional anak-anak. Selama penelitian, anak-anak yang secara acak dititipkan kepada keluarga asuh yang mengasihi dan penuh kehangatan menunjukkan regulasi emosional yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tetap tinggal di panti asuhan.

 

Empati 

Ini adalah keterampilan inti yang masih menjadi pergumulan banyak orang dewasa saat ini. 

Empati adalah kemampuan untuk merasakan bagaimana perasaan manusia lain dalam suatu situasi dan kemudian merespon secara positif dengan kasih sayang. Keterampilan ini membutuhkan waktu dan konsistensi untuk berkembang.

Bagaimana kita memfasilitasi perkembangan empati anak kita?

Mulailah dengan menunjukkan empati dengan diri anda sendiri:

– Ajukan pertanyaan yang memvalidasi perasaan mereka – misalnya, “Apakah kamu merasa takut ketika aku mematikan lampu sebelum kamu tidur? Tidak masalah. Aku tahu mungkin menakutkan karena tidak bisa melihat apa-apa, jadi aku akan menemanimu sampai kamu tertidur!”

– Diskusikan dengan anak anda perasaan orang lain – misalnya, “Kamu tahu, Loni merasa sedih setiap kali kamu menarik rambutnya di taman bermain. Menarik rambut menyakiti Loni. Tidak enak rasanya jika seseorang menarik rambutmu, kan? Jadi, tolong jangan lakukan itu saat kamu bermain dengan Loni.”

– Ajari mereka untuk melakukan tindakan empati – misalnya, “Ayo beli hadiah Natal untuk anak-anak di panti asuhan! Kemudian kita bisa bahagia bersama mereka, dan mereka akan memiliki sesuatu yang menyenangkan di hari Natal!”

 

Linguistik

Hidup akan lebih mudah bagi anak-anak anda jika mereka mampu memahami dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Keterampilan linguistik yang hebat juga dapat memperluas wawasan mereka – kemampuan penting dalam masyarakat yang semakin global.

 

Komunikasi yang Efektif

Ini adalah keterampilan hidup inti yang harus dikembangkan sejak anak-anak anda masih sangat kecil.

Anak yang mampu menyampaikan perasaan dan pikirannya di masyarakat cenderung berprestasi di sekolah dan disukai banyak orang. Mereka juga lebih cenderung menjalin hubungan yang baik dan sehat dengan teman sebayanya karena mereka mampu berkomunikasi secara efektif sehingga orang lain dapat memahami maksud mereka tanpa salah mengartikan.

 

Menjadi Pendengar yang Baik

Seorang komunikator yang efektif adalah seseorang yang mendengarkan dengan baik.

Sama seperti semua keterampilan lain yang telah kami sebutkan sebelumnya, menanamkan keterampilan ini dimulai dengan orang tua dan wali mencontohkan tindakan ini di depan anak-anak mereka. Sekali lagi, contoh adalah guru terbaik.

Setiap kali anak anda mengatakan sesuatu kepada anda, coba ulangi kembali apa pun yang mereka katakan kepada mereka untuk menunjukkan bahwa anda memahami apa pun yang mereka katakan. Tindak lanjuti dengan pertanyaan terbuka – misalnya, “Tadi senang nggak main di rumah James? Cerita yuk gimana senangnya!”

Keterampilan mendengarkan juga mengajarkan anak-anak untuk rela menunggu giliran selama percakapan. Teknik yang biasa digunakan dalam terapi adalah mengambil bantal atau boneka dan menyuruh orang yang memiliki objek berbicara, sementara yang lain mendengarkan. Kemudian anak anda harus mengoper benda itu kepada orang lain ketika mereka selesai berbicara.

 

Jadilah Pembicara yang Hebat

Seorang pembicara yang hebat selalu bisa bergaul dengan orang-orang yang datang dari berbagai latar belakang. Ini adalah keterampilan penting ketika anak-anak anda tumbuh dan siap untuk berjejaring.

 Tanamkan semangat membaca dan riset yang efektif untuk memperluas pengetahuan anak-anak anda, sehingga mereka dapat menghubungkan dan beresonansi setiap kali mereka terlibat dalam berbagai topik percakapan. Dorong mereka untuk menemukan humor dalam berbagai hal, bila situasinya layak. Orang lucu selalu mendapatkan teman di mana-mana.

 

Bahasa Asing

 Dalam masyarakat yang semakin global, tidak lagi menjadi pilihan bagi orang untuk setidaknya menjadi bilingual – itu suatu keharusan.

Penelitian mengatakan bahwa dimulainya pendidikan bahasa kedua dalam kehidupan seorang anak di usia dini itu penting – karena lebih mudah bagi mereka ketika otak mereka masih dalam masa keemasan pertumbuhan pesat. Mereka tentunya bisa mempelajarinya di kemudian hari, tetapi itu akan jauh lebih sulit bagi mereka.

Jadi, bagaimana kita membuat anak-anak kita mulai belajar bahasa kedua sejak dini?

Salah satu caranya adalah dengan menugaskan seorang pendamping dewasa untuk berbicara dalam satu bahasa, dan orang dewasa lainnya berbicara dalam bahasa lain. Anak-anak anda akan mengasosiasikan orang dewasa mana yang berbicara bahasa mana, dan mereka cenderung dapat beralih ke bahasa lain dengan lebih lancar.

Juga, jangan lupa untuk membuat pengalaman belajar menjadi menyenangkan! Ingat, mereka masih anak-anak.

Libatkan lagu atau buku cerita bergambar yang ditulis dalam bahasa yang sedang mereka pelajari, dan konsistenlah. Jangan lupa istirahat ya, karena walaupun pengalamannya seru, belajar itu melelahkan. Anda tidak ingin anak-anak anda kelelahan dan mengaitkan pembelajaran bahasa dengan pengalaman yang tidak menyenangkan.

Keterampilan Kognitif

Dunia berjalan dengan ide-ide yang kompleks, dan anak-anak anda merupakan generasi yang akan mewarisi bumi dan kemajuannya. 

Mengembangkan kemampuan kognitif mereka memungkinkan mereka untuk memproses ide-ide yang kompleks, menjadi tegas, dan dapat memecahkan masalah. Jangan pernah mengecilkan hati anak-anak anda ketika mereka sedang bereksplorasi, berkreasi, atau bertanya – semua itu sangat penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir yang efektif.

 

Berpikir Kritis

Banyak orang dewasa masih berjuang dengan keterampilan memecahkan masalah. Mungkin karena generasi mereka tidak didorong untuk berpikir kritis dan dipaksa untuk menyesuaikan diri. Jangan lakukan itu pada anak-anakmu!

Sekarang, mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak-anak anda dapat menjadi tantangan, karena memerlukan beberapa bentuk pengelolaan emosi, ketahanan, dan situasi yang kondusif untuk melakukan proses belajar – pada dasarnya, keempat faktor yang sebelumnya di atas (kesehatan fisik- komunikasi yang efektif, kesehatan yang baik dan istirahat yang cukup, dan lingkungan sosial yang baik) harus dioptimalkan agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan.

Sebagai orang tua, sangat penting untuk melatih kesabaran saat membimbing dan memfasilitasi pembelajaran berpikir kritis, melakukan banyak penelitian, dan menjawab pertanyaan anak-anak anda dengan baik, tidak peduli betapa konyolnya mereka menurut anda!

 

Pendidikan STEM

Kami tidak dapat memiliki kemajuan jika kami tidak berpengalaman dalam STEM!

STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) adalah cabang disiplin yang pasti tidak ingin dilewatkan oleh anak-anak anda. Ketika dunia terus berkembang dan menjadi lebih kompleks, mereka yang tertinggal adalah mereka yang tidak mengerti bagaimana teknologi bekerja.

Pendidikan STEM menggabungkan empat disiplin secara harmonis dalam satu sesi pembelajaran – dan ternyata lebih efektif daripada memisahkan mereka dalam sesi terpisah.

Anak-anak yang dididik STEM sejak dini ternyata lebih baik dalam berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif.

Juga tidak ada ruginya ketika pada faktanya, pekerjaan terkait STEM diminati dan akan tetap diminati di masa depan, jadi persiapkan anak-anak anda untuk prospek karir yang baik dengan mendidik mereka sejak dini!

Akhir-akhir ini, mulai banyak sekolah yang mengintegrasi sesi kelas dengan metode STEM, tapi seringkalinya, sekolah-sekolah ini swasta dan mahal!

Namun jangan khawatir – kami di Timedoor dapat melayani kebutuhan STEM anak-anak anda melalui kelas coding kami yang cocok untuk usia 8 tahun ke atas. Kelas kami berukuran kecil, sehingga setiap anak akan mendapat perhatian optimal dari instruktur kami.

Coding adalah pintu gerbang untuk pengejaran STEM lebih lanjut, jadi ini benar-benar akan membantu anak-anak anda dengan baik untuk memulainya dalam coding.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang Timedoor Coding Academy, silakan kunjungi tautan ini.

Artikel Lainnya

Cara Membantu Anak Anda Semangat Belajar
Cara Membantu Anak Anda Semangat Belajar
Sebagai orang tua, apakah Anda sering merasa kesulitan untuk membuat anak Anda tetap tertarik untuk belajar? Tidak heran karena anak-anak dikelilingi dengan gangguan dalam bentuk permainan, aplikasi media sosial, dan banyak gangguan lain yang mungkin membuat mereka menjauh dari belajar. Hilangnya minat belajar mereka dapat dikaitkan dengan banyak hal, termasuk tekanan tinggi dari orang tua, rutinitas belajar yang membosankan, kesulitan mengikuti teman sebaya, distraksi digital yang berlebihan, dan perasaan putus asa dalam mencapai kesuksesan akademik. Sebenarnya kita tahu bahwa tidak ada yang menyukai perasaan tertinggal di kelas, terutama ketika anak-anak sering dibandingkan dengan teman sekelasnya oleh orang tua mereka sendiri atau bahkan guru. Tidak heran, hal ini cukup sering terjadi di sekolah dan akhirnya mengakibatkan rasa tidak nyaman dari siswa dari segala usia. Tentu saja, menyita semua hal menyenangkan dari anak Anda bukanlah solusi karena hal tersebut akan meningkatkan kebencian terhadap belajar, akan tetapi bagaimanakah caranya Anda dapat menetapkan batasan dengan mereka dan memastikan keberhasilan akademis untuk masa depan anak-anak Anda? Dalam artikel ini, kita akan melihat mengapa dan bagaimana cara mengatasi penurunan minat belajar untuk anak-anak Anda agar mereka bisa termotivasi untuk tahun ajaran berikutnya.   Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum memberikan bantuan kepada buah hati Anda, sangat penting untuk mengetahui alasan di balik kurangnya keterlibatan mereka dan menyusun strategi belajar yang optimal untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, hilangnya minat anak-anak Anda dalam belajar dapat disebabkan oleh beberapa alasan, dan sebagai orang tua, penting untuk mulai mengenali tanda-tanda ini untuk menerapkan solusi logis bagi buah hati Anda.     Rutinitas Belajar yang Membosankan Dalam hal rutinitas belajar, biasanya kebiasaan anak-anak adalah sebagai berikut: menghadiri kelas, melakukan sesi tatap muka dengan tutor, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengerjakan PR, dan ulang lagi. Siklus ini dapat membuat anak-anak anda bosan, belum lagi adanya tambahan tekanan untuk prestasi akademik dan persaingan dengan teman sebaya yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelelahan. Anak-anak adalah makhluk yang ingin tahu yang dipenuhi dengan pertanyaan tanpa akhir, jadi kita tahu rasa ingin tahu mereka itu ada. Tinggal bagaimana kita bisa menumbuhkan dan menyalakan kembali keinginan mereka untuk belajar.  Serius, coba tanyakan berapa kali orang tua ditanyai dengan kata "mengapa" dalam sehari oleh anak-anaknya - jawabannya adalah, banyak. Cara lain untuk melihat ini dari perspektif yang berbeda adalah dengan memikirkan bagaimana kita saja yang orang dewasa sering merasa bosan dengan rutinitas kerja yang berulang-ulang. Email, panggilan, rapat, dan kemudian kembali ke bilik pada hari berikutnya. (Jika Anda memerlukan referensi visual, lihatlah adegan dari Spongebob di mana Squidward mengulangi rezim yang sama setiap hari). Walaupun mungkin beberapa orang dapat menikmati stabilitas ini, siklus ini sering menyebabkan kurangnya rasa semangat yang mengakibatkan burnout. Prinsip yang sama berlaku untuk anak-anak seperti halnya untuk orang dewasa.   Tekanan untuk Keberhasilan Akademik Pada umumnya, memang benar ada beberapa orang yang menikmati persaingan, akan tetapi banyak orang lain juga yang berpikir sebaliknya. Namun, sebagian besar dapat setuju bahwa tidak ada yang suka berada dalam posisi tertekan secara terus-menerus sehingga Anda mulai membandingkan diri Anda dengan orang lain. Sebagai orang tua, wajar saja apabila Anda menginginkan anak-anak Anda berjuang untuk kesuksesan akademis. Namun, berhati-hatilah dalam menetapkan standar yang tidak dapat dicapai dan terus-menerus membandingkan buah hati Anda dengan teman sekelas mereka. Walaupun banyak orang tua yang memilih metode pendisiplinan seperti ini untuk anak-anak mereka, hal tersebut malah sering menjadi bumerang dan merendahkan kinerja anak di kelas. Saat menetapkan target nilai untuk anak-anak Anda, wajib diingat bahwa setiap orang dapat meresap ilmu dengan kecepatan yang berbeda. Dan hal tersebut bukanlah hal yang buruk! Sebagai contoh, mungkin murid A hanya memerlukan dua sesi pelajaran untuk menguasai topik matematika yang mencakup pecahan dasar, sedangkan beberapa murid yang lain mungkin memerlukan waktu lebih lama dari itu, dan hal tersebut sangatlah normal! Dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan sang buah hati, Anda juga dapat menyesuaikan metode pembelajaran khusus yang sesuai dengan kebutuhan mereka berdasarkan informasi ini.   Disaat Anak tidak Melihat Manfaat Belajar Sebagai orang dewasa, ketika kita menyelesaikan tugas-tugas tertentu, apakah sering bertanya pada diri sendiri "mengapa saya repot-repot mengerjakan ini ya?" Artinya, proses decision-making kita biasanya didasarkan pada prioritas kepentingan task tersebut. Dengan kata lain, pekerjaan tersebut sebenarnya bermanfaat atau tidak sih? Demikian pula, anak-anak juga memiliki pola pikir yang sama dimana mereka akan menempatkan kegiatan yang mereka anggap tidak berguna pada prioritas terendah. Tentu saja, sebagai orang dewasa kita menyadari pentingnya belajar dan pencapaian akademis untuk masa depan dan jenjang karir di masa depan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para orang tua untuk memberi tahu anak-anak nilai pendidikan sangat berkontribusi pada kehidupan kita. Jadi Anda mungkin berpikir, bagaimana saya bisa membuat mereka memahami pentingnya mencapai nilai tinggi? Nah, caranya adalah dengan menjelaskan dengan cara yang cukup sederhana untuk mereka pahami. Daripada memaksa mereka untuk belajar sehingga mereka bisa mendapatkan nilai A+, dorong mereka untuk melihat arti dalam setiap materi pembelajaran. Jelaskan kepada mereka bagaimana matematika dapat digunakan dalam membantu mereka membuat keputusan kehidupan nyata ketika mencoba memilih penawaran terbaik saat sedang berbelanja di toko. Atau bagaimana biologi dapat digunakan untuk memahami tubuh mereka dan cara merawatnya. Dengan menekankan penerapan pelajaran-pelajaran ini dalam skenario kehidupan nyata, anak-anak Anda akan menyadari bahwa kegiatan belajar sebenarnya lebih dari sekadar mendapatkan nilai bagus.   Apa Saja Aktivitas Belajar yang Dapat Dilakukan? Nah, setelah kita memiliki beberapa gagasan tentang mengapa proses pembelajaran bisa melambat di kalangan anak-anak, mari kita beralih ke bagaimana cara meningkatkan minat belajar anak-anak Anda. Anak-anak adalah makhluk yang aktif dan pada umumnya memang lebih suka melakukan kegiatan belajar interaktif daripada hanya duduk di meja dan mendengarkan pelajaran. Aktivitas bonding yang baik bagi orang tua dan anak-anak adalah untuk mengeksplorasi kegiatan yang menyenangkan yang dapat memicu minat belajar mereka!  Berikut adalah beberapa kegiatan belajar menyenangkan yang bisa Anda terapkan:   Game Edukasi Permainan edukatif adalah sebuah opsi yang bagus ketika metode tradisional dengan kertas dan pensil tidak cukup untuk membuat si buah hati tertarik dalam materi pembelajaran. Selain itu, permainan online merupakan alat yang baik ketika sedang mencoba mengajari anak-anak tentang logika, cara berpikir kritis, dan keterampilan lainnya. Sebuah metode populer yang telah diterapkan oleh banyak guru-guru adalah kuis Kahoot. Dengan menggunakan platform ini, murid-murid dapat berpartisipasi melalui gadget mereka dan mereka tidak perlu merasa malu apabila memberikan jawaban yang salah karena setiap siswa dapat bergabung menggunakan nama panggilan yang tidak memberikan identitas. Alhasil, semua peserta kuis tersebut tidak merasa takut atau segan untuk memberikan jawaban saat ikut serta dalam game Kahoot. Selain itu, ada banyak pilihan aplikasi dan situs web yang bagus untuk mendidik anak tentang matematika, sains, sejarah, kesehatan, geografi, dan banyak lagi. Biasanya, alur permainan tersebut mengarahkan pemain untuk memecahkan rumus matematika atau menjawab trivia sejarah untuk melanjutkan ke babak berikutnya atau naik level.  Ini adalah metode yang bagus untuk membuat anak-anak tetap terlibat dalam proses belajar karena mereka sebenarnya semangat untuk bermain game, tidak menyadari bahwa di sepanjang jalan mereka sedang memperoleh keterampilan yang berguna.   Pembelajaran di Luar Ruangan Ketika harus duduk di ruangan selama berjam-jam sambil mencoba menyerap informasi baru, tentunya hal tersebut dapat membuat kita cepat bosan, terutama pada anak-anak. Hal ini dapat menurunkan semangat mereka untuk belajar dan sejujurnya, ​​dapatkah kita menyalahkan mereka? Banyak sekolah saat ini yang menerapkan pembelajaran diluar kelas dimana guru dan siswa membahas materi pembelajaran di lingkungan luar. Dengan mengimplementasikan sedikit perubahan pemandangan, siswa dapat merasa lebih segar dan tidak lesu dalam mencerna materi pembelajaran baru. Cobalah melakukan hal yang sama dengan anak-anak Anda dan ikuti sesi les di halaman belakang atau taman umum untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak Anda. Contoh yang bagus adalah dengan pergi ke luar untuk mengajari anak-anak Anda tentang berbagai jenis batu dan tanah untuk belajar geologi. Jika Anda beruntung dan tinggal di dekat laut dengan keanekaragaman flora dan fauna, luangkanlah waktu untuk mempelajari topik sains di luar kelas dan pelajari berbagai jenis kehidupan laut seperti anemon, kumpulan ikan, kerang, dan banyak lagi.   Karya Wisata Serupa dengan poin sebelumnya, menjadwalkan field trip dengan anak Anda dapat meningkatkan minat belajar karena dapat menghilangkan rasa kebosanan. Cocok untuk pelajaran sejarah, melakukan perjalanan museum dapat memicu minat untuk mempelajari peristiwa masa lalu, monumen penting, artefak, lukisan, dan lain-lain. Hal ini sangat bermanfaat terutama pada anak-anak yang telah menunjukkan minat di bidang seni, sastra, dan sejarah. Meskipun tidak ideal untuk melaksanakan karya wisata setiap hari untuk anak-anak, penting untuk diingat bahwa hal tersebut bagus untuk diadakan sesekali. Anggap saja sebagai orang dewasa, kita seringkali bosan dengan suasana kantor yang sama dan rutinitas yang berulang. Perjalanan bisnis atau konferensi kerja yang dapat menambah wawasan untuk meningkatkan pengetahuan kita bisa menjadi suguhan yang menyenangkan di tengah rutinitas kerja yang monoton. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak, dan dapat membantu menyalakan kembali rasa keinginan belajar mereka.   Bahan Materi yang Mudah Dicerna Mengejar prestasi akademik bisa menjadi sebuah proses yang menakutkan, terutama ketika anak-anak melihat banyaknya materi yang harus mereka kuasai dalam rentang waktu satu semester. Cara meminimalkan rasa kecemasan mereka dapat dilakukan dengan memecah-mecahkan materi pembelajaran menjadi beberapa bagian yang akan lebih mudah untuk dikelola. Misalnya, ketika belajar matematika, daripada menekankan pada seluruh sistem penghitungan, cicilkan materi - materi pembelajaran agar mereka dapat benar-benar fokus memahami setiap mata pelajaran dalam bentuk potongan-potongan kecil. Pastikan juga untuk memasukkan permainan menyenangkan yang terkait dengan topik pembelajaran seperti teka-teki, perburuan harta karun, dan variasi lainnya untuk menghindari kebosanan dan kehilangan motivasi. Ingat seperti yang disebutkan sebelumnya, anak-anak sangat senang bermain game, sehingga mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka mendapatkan pengetahuan dalam prosesnya. Gunakan semua alat ini secara strategis agar anak-anak Anda tetap terlibat dan fokus pada materi yang ada.   Hal-hal yang Perlu Diingat Sekarang, setelah Anda memiliki semua informasi ini, pastikan untuk menggunakannya agar bisa meningkatkan efisiensi belajar dan menghindari hilangnya motivasi selama proses pembelajaran. Sebagai orang tua, membuat anak Anda duduk dan belajar bisa menjadi tugas yang sulit, namun, dengan menerapkan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan aktivitas yang interaktif, ini dapat membantu mereka dan mengurangi kurangnya minat untuk belajar. Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa ada banyak percobaan dan kesalahan yang datang dengan menemukan rutinitas belajar yang tepat untuk anak-anak Anda. Oleh karena itu, penting untuk bersabar tidak hanya dengan anak-anak Anda, tetapi juga dengan diri sendiri saat Anda melalui perjalanan ini. Bagaimanapun, menemukan rencana studi yang berhasil adalah momen pembelajaran dalam sendirinya. Terakhir, hargai waktu untuk istirahat dari belajar dan carilah hobi lain yang dimiliki oleh anak Anda. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah sedikit istirahat dari buku untuk mencegah kelelahan dari belajar. Sebagai orang tua, ini akan menjadi kesempatan bagus untuk mengeksplorasi minat mereka di luar kelas yang bisa jadi dibidang olahraga, musik, memasak, dan lain-lain.  Di Timedoor Academy, kami menawarkan berbagai macam pelajaran seputar coding yang bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak Anda. Kurikulum kami tersedia untuk siswa yang ingin mempelajari dasar-dasar ilmu komputer dan menyelesaikan proyek yang menyenangkan seperti membuat game, situs web, dan aplikasi seluler mereka sendiri.   Apabila ingin bertanya mengenai Timedoor Academy, kunjungi halaman ini dan guru kami akan membantu Anda dan si kecil memulai penjelajahan ke dunia coding.
float button