Jul 18, 2022

Apa Itu Pendidikan STEM?

Apa Itu Pendidikan STEM? image

Dunia selalu berkembang dan maju seiring perkembangan zaman. Ini adalah sebuah fakta yang tidak dapat dielakkan.

 

Setiap hari ada saja hal-hal baru yang diciptakan dan diperbaiki, dan ketakutan untuk mengikuti perubahan dan kemajuan yang membuat segalanya menjadi lebih rumit adalah sifat yang berbahaya. Satu-satunya cara untuk menjadi tidak tertinggal adalah dengan mengerti bagaimana dunia kita bekerja sekarang dan di masa depan.

 

Untuk memastikan supaya generasi muda kita bisa bisa mengikuti perkembangan zaman, pemahaman yang kuat tentang hal-hal yang mendorong dan mempengaruhi perkembangan adalah sebuah prioritas. Hal-hal tersebut meliputi: Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik Insinyur), and Mathematics (Matematika) — sering disingkat menjadi STEM. Cara untuk menumbuhkan ketertarikan mereka dalam disiplin-disiplin ini adalah faktor penting, karena,

 

Bagaimana seseorang bisa menjadi mumpuni dalam suatu hal jika mereka tidak tertarik?

 

Nah, mari kita lihat apa itu STEM education, bagaimana prinsip STEM diajarkan, dan kenapa disiplin ini penting!

 

Apa Itu STEM Education?

Akhir-akhir ini banyak orang tua yang tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan STEM. Mereka mendiskusikannya, mempertimbangkan STEM sebagai faktor penting, atau malah sudah menyekolahkan anak-anak mereka ke institusi akademis yang menawarkan program STEM. Tapi sebenarnya,

 

Apa itu STEM education? Apa bedanya dengan mata pelajaran yang selama ini sedang diajarkan di sekolah? Kenapa semakin banyak orang tua yang menjadikan STEM education sebagai prioritas ketika memilih sekolah?

 

STEM education adalah sebuah program yang mendidik para pelajarnya dalam empat disiplin yang sudah disebut diatas dengan cara keseluruhan dan praktis. Dengan kata lain, STEM education adalah metode interdisipliner yang menitikberatkan praktek dan melatih kemampuan berpikir kritis.

 

STEM education juga mengajak para orangtua untuk bekerja sama dengan para guru/pendidik dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ini adalah metode pendekatan yang baik, karena anak-anak hanya menghabiskan beberapa jam saja untuk belajar di sekolah formal, jadi orangtua juga dihimbau untuk mengambil peran sebagai fasilitator/pengajar di rumah.

 

Bagaimana STEM Education Berbeda Dari Cara Mengajar Sains dan Matematika Pada Umumnya?

Lazimnya, mata pelajaran sains, teknologi, teknik insinyur, dan matematika diajarkan secara terpisah dengan sedikit penekanan bahwa keempat disiplin tersebut sebenarnya saling berubungan. STEM education adalah metode pengajaran baru yang menggabungkan dan memberi fokus pada hubungan keempatnya.

Dapat dibilang juga bahwa STEM education memiliki fokus untuk memupuk kemampuan untuk menemukan solusi dari masalah dunia nyata, sehingga para pelajar dibekali dengan kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Banyak dari sekolah yang menawarkan program STEM dengan cara memadukan prinsip sains dan matematika di setiap sesi belajarnya.

 

Contoh Praktek STEM Education

Beberapa contoh dari cara belajar STEM education:

– Pesawat terbang kertas

Pesawat terbang yang dirancang dan dibuat dengan baik dapat bertahan dengan cara melayang di udara lebih lama daripada secarik kertas yang digumpal. Dalam praktik ini, pelajar didorong untuk menguji hukum aerodinamika dengan membuat pesawat terbang kertas yang mampu terbang jauh dan jatuh dengan perlahan. Praktik ini menggabungkan prinsip fisika dan teknik insinyur.

 

– Listrik Statis Dengan Sisir Plastik

Dalam eksperimen ini, pelajar dapat menghasilkan dan menguji keberadaan listrik statis hanya dengan menggunakan tiga barang, yaitu sisir plastik, secarik kertas, dan rambut yang ada di kepala. Sisir plastik tidak akan mampu menarik sobekan kertas dengan sendirinya, kecuali ada sebuah aksi yang dilakukan untuk menghasilkan listrik statis. Untuk menarik sobekan kertas, pelajar dapat menyisir rambutnya dengan sisir plastik berkali-kali dan kemudian mendekatkan sisir tersebut ke sobekan kertas yang tersedia. Saksikan sobekan-sobekan tersebut “melaju” untuk menempel ke ujung-ujung sisir plastik.

 

– Coding Dengan Lego Bricks 

Pelajar dibimbing untuk memahami prinsip dasar coding — yaitu aspek pemrograman komputer yang sedang digemari saat ini dan akan semakin populer di masa depan. Untuk berpartisipasi dalam eksperimen ini, pengajar akan merancang sebuah labirin yang terbuat dari Lego Bricks dengan jalur “masuk” dan “keluar”, mencetak perintah coding, dan menyediakan barang kecil/token untuk dijadikan titik referensi. Pelajar kemudian diarahkan untuk bekerja sama dalam memberikan “arahan” dengan menggunakan perintah coding untuk membantu token supaya bisa “keluar” dari labirinnya. Eksperimen ini sangat menyenangkan dan dapat membantu melatih kemampuan spasial para pelajar.

 

Ada banyak aktivitas STEM yang menarik untuk dijalankan, guna memupuk kesenangan dan semangat para pelajar untuk mendalami prinsip-prinsip STEM. Kebanyakan dari aktivitas-aktivitas STEM dapat dilakukan di rumah. Untuk ide-ide aktivitas STEM, klik tautan ini.

 

Bagaimana Cara Supaya Anak Tetap Semangat Belajar STEM

Pada dasarnya, setiap anak adalah individu yang selalu penasaran. Mereka selalu ingin menjelajah dan menemukan hal-hal baru yang belum dimengerti. Untuk mengarahkan, membimbing, dan memupuk ketertarikan mereka adalah tanggung jawab para orang tua dan guru.

 

Pengajar dan Orang Tua Harus Paham Hal yang Diajarkan

Suatu kegiatan belajar-mengajar tidak akan efektif jika para pengajarnya kurang paham dalam hal yang ingin diajarkan. Kualitas pengetahuan yang akan diberikan ke para pelajar sepenuhnya bergantung kepada pemahaman para pengajar.

 

Sisihkan waktu dan tenaga untuk meriset hal-hal dan eksperimen yang akan diajarkan ke anak-anak, dan pahami dengan baik bagaimana beberapa aspek STEM dapat diperkenalkan melalui materi yang disiapkan.

 

Karena pada akhirnya, pelajar yang baik adalah hasil dari pengajar yang baik, dan pengajar yang baik adalah dia yang memiliki persiapan matang.

 

Jadikan Sesi Belajar-Mengajar Menyenangkan

Sesi belajar-mengajar hanya dapat menjadi efektif ketika para pelajar merasakan bahwa hal-hal yang dipelajari itu menyenangkan dan berhubungan dengan sesuatu yang disukainya. Kalau para pelajar tidak merasa bahwa yang dipelajari tidak berhubungan dengan kesehariannya, membosankan, atau terlalu serius, maka mereka akan kurang tertarik untuk mendalaminya. Pelajar yang tidak tertarik tidak akan menyerap informasi secara optimal.

 

Eksperimen praktis pada dasarnya adalah aktivitas yang menyenangkan melalui hal-hal kreatif. Selain dari contoh aktivitas yang sudah diberikan, para orang tua dan pengajar juga diharapkan untuk paham akan kecenderungan dan kebutuhan unik setiap anak, dan merancang kurikulum yang sesuai.

 

Contohnya, seorang anak yang cenderung berbakat dalam mejelajah dan teka-teki dapat diarahkan untuk bereksperimen dengan coding dengan Lego Bricks. Untuk anak yang memiliki kecenderungan untuk suka dengan pesawat terbang dapat diarahkan untuk bermain dengan eksperimen pesawat terbang kertas.

 

Berikan Contoh Sosok yang Sukses di Industri STEM (Fiksi atau Non-Fiksi)

Untuk membangun semangat seorang pelajar, para pengajar dapat memberikan contoh tentang sosok-sosok yang sukses di bidang yang sedang dipelajari.

 

Sosok-sosok ini bisa merupakan karakter fiksi atau individu nyata, dan siapa yang akan dijadikan contoh bergantung pada kesukaan pelajar dan hubungannya pada materi yang akan diajarkan. 

 

Anak-anak yang suka akan sosok superhero dapat merespon baik ketika sesi belajar dihubungkan dengan karakter seperti Tony Stark/Ironman dari Marvel atau Bruce Wayne/Batman dari DC.

 

Libatkan Pengasuh/Orang Tua

Seperti yang sudah disebutkan, pelajar hanya akan mengahbiskan separuh dari waktu produktifnya di sekolah. Sisa dari waktunya akan dijalani di luar sekolah, dimana hal-hal yang dipelajari juga dapat mendukung kesuksesan akademis mereka.

 

Sebuah riset yang dilakukan oleh National Coalition for Parent Involvement in Education menunjukkan bahwa orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak-anaknya, cenderung menghasilkan para pelajar yang berprestasi, lebih disiplin, berperilaku lebih baik, dan dapat menempatkan diri di masyarakat dengan pantas.

 

Untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal dan menyeluruh, guru dan para orang tua perlu bekerja sama untuk memahami kebutuhan dan kegemaran khas setiap anak, dan menemukan metode unik yang dapat membantu mereka dengan baik. Dapat diingat lagi bahwa contoh aktivitas yang sudah diberikan di atas bisa dilaksanakan di rumah di bawah pengawasan orang tua.

 

Para pengajar juga dianjurkan untuk menggunakan afirmasi positif, kata-kata membangun, pertanyaan open-ended, dan lebih ceria dalam mengajar. Klik tautan ini untuk mempelajari lebih dalam apa saja yang dianggap praktik baik dalam mengajar.

 

Ingat, prinsip-prinsipl utama yang perlu dilibatkan dalam proses belajar-mengajar adalah struktur yang jelas, kesabaran, dan kebaikan.

 

Kenapa STEM Education?

Manfaat dari STEM education adalah:

– Kemampuan berpikir kritis

– Kemampuan memecahkan masalah

– Kreativitas

– Kolaborasi/kemampuan bekerja sama yang terasah

– Kemampuan berkomunikasi secara efektif

Manfaat-manfaat diatas juga merupakan sifat dan kualitas yang dicari industri-industri ketika sedang mencari pekerja.

 

Besarnya Angka Kebutuhan Tenaga Kerja STEM

Amerika Serikat kini sedang mengalami krisis kekurangan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan industri STEM seperti yang dilaporkan di sini dan di sini. Pada tahun 2025 nanti, akan ada sekitar 3.5 juta lowongan pekerjaan yang tersedia di Amerika Serikat dan mayoritas dari angka lowongan tersebut merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan STEM.

 

Isu yang sama juga dialami secara global. Organisasi Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa di tahun 2030, akan ada sekitar 85 juta lowongan pekerjaan di bidang teknologi yang akan sangat sulit dipenuhi, menurut data yang diberikan oleh perusahaan konsultasi manajemen, Korn Ferry. Dapat disimpulkan dari data tersebut bahwa meskipun industri STEM akan berkembang dengan pesat, universitas tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan permintaan tersebut karena rendahnya angka lulusan jurusan STEM.

 

Penting untuk diketahui juga bahwa pekerja STEM cenderung digaji lebih tinggi dibandingkan pekerja industri non-STEM. Seringkali, gaji para pekerja STEM bisa lebih dari dua kali lipat pekerja industri lainnya.

 

STEM Berguna untuk Industri Lain

Seseorang yang mumpuni dalam bidang STEM tidak selalu harus bekerja di industri STEM.

 

Sebagai individu dengan kemampuan memecahkan masalah dengan baik, memiliki kemampuan berpikir kritis, dan merupakan seorang komunikator yang efektif, dia adalah seseorang yang akan selalu dapat menemukan pekerjaan di industri apapun. Contohnya, ada banyak kebutuhan di bidang profesi hukum untuk para lulusan STEM dan tenaga kerja dengan sifat dan kualitas STEM.

 

Beberapa contoh orang-orang yang terlatih di bidang STEM, namun bekerja di industri non-STEM:

– Angela Merkel, mantan kanselir Jerman yang merupakan lulusan jurusan ilmu fisika dan kimia yang kemudian masuk ke dunia politik. Angela Merkel merupakan mantan kepala pemerintahan Jerman.

 

– Mayim Bialik, Doktor Neurosains yang berkecimpung di dunia entertainment dan berlaga di acara The Big Bang Theory. Mayim dipekerjakan karena keahliannya di bidang Neurosains, di mana karakternya di acara tersebut adalah seorang ilmuwan saraf. Dengan pengetahuannya, Mayim dapat membantu para penulis acara tersebut untuk merancang karakternya. Mayim digaji sebesar $450,000 atau hampir Rp. 6,500,000,000 (USD 1 = Rp. 14,367) per episodenya.

 

Siapa Saja Yang Bisa Mendalami STEM?

Semuanya bisa. Semua orang mampu untuk menjadi mahir dan sukses di bidang STEM, tanpa terkecuali.

 

Seringkali, orangtua dan pengajar memiliki pemahaman bahwa pelajar dibagi menjadi dua kelompok: sang dominan otak kiri dan otak kanan. Pelajar yang dianggap dominan otak kirinya sering diarahkan untuk menekuni bidang STEM, sedangkan pelajar “berotak kanan” sering dianjurkan untuk menekuni bidang non-STEM.

 

Pemahaman tersebut merupakan sebuah mitos yang sudah disanggah oleh para ilmuwan ternama. Sekelompok ilmuwan di Utah, AS, pernah melakukan studi yang melibatkan 1,000 peserta di mana aktivitas otak mereka dipantau ketika melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda seperti membaca atau berbaring. Temuan dari studi tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa suatu aktivitas akan mengaktifkan sisi kanan atau kiri di otak manusia.

 

TED-Talk berikut membahas dengan detil bahwa setiap anak terlepas dari bakat naluriahnya dapat berjaya dalam menekuni bidang STEM.

Getting to the Roots of STEM Education | Melissa & Lavanya Jawaharlal | TEDxCPP

 

Kapan Boleh Memulai Pendidikan STEM?

Opini mengenai kapan baiknya seorang anak diperkenalkan dengan prinsip STEM cukup beragam, namun satu opini mengemukakan bahwa pendidikan STEM dapat dimulai dari umur dua tahun.

 

Lonjakan pertumbuhan pertama di otak seorang anak terjadi ketika dia berumur sekitar dua tahun, kemudian melambat seiring bertumbuhnya anak tersebut dan lonjakan pun diperkirakan berhenti di umur tujuh sampai delapan tahun. Di masa kritis ini, otak seorang anak dapat diumpamakan sebagai sebuah spons – semua stimulus, pengetahuan, dan informasi dengan mudah dapat diserap.

 

Pendidikan STEM dapat dilaksanakan dalam beragam konsep dan dapat disesuaikan dengan umur anak. Untuk contoh aktivitas STEM yang sesuai dengan umur dan fase belajar anak, kunjungi tautan ini.

 

Bagaimana jika seorang anak memiliki umur diatas masa lonjakan pertumbuhan?

 

Tidak perlu khawatir, karena otak manusia akan tetap berkembang sampai sekitar umur 25 tahun, jadi tidak ada kata terlambat. Namun, ada baiknya jika pendidikan STEM untuk seorang anak dimulai dari usia sedini mungkin untuk meraih hasil yang maksimal.

 

Kami di Timedoor menawarkan kelas coding (salah satu materi yang berhubungan dengan STEM!) yang cocok untuk anak berumur delapan tahun ke atas. Kelas coding timedoor berukuran kecil (6-8 pelajar) sehingga para pengajar dapat memfasilitasi sesi belajar-mengajar dengan optimal, dan setiap anak akan mendapatkan perhatian maksimal. 

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kelas coding Timedoor, klik tautan ini.

 

Ingat, ilmu dan disiplin STEM dapat digunakan di bidang lainnya seperti mata pelajaran lain di sekolah, jadi jangan heran jika anak-anak anda yang sudah berpartisipasi dalam kelas coding Timedoor akan berprestasi di bidang akademis!

 

Kami tunggu pendaftarannya ya!

Artikel Lainnya

Kelas Pemrograman Gratis untuk Anak-anak di Panti Asuhan
Kelas Pemrograman Gratis untuk Anak-anak di Panti Asuhan
Pendahuluan Timedoor Academy dengan bangga telah meluncurkan inisiatif pendidikan gratis yang dikhususkan untuk anak-anak di panti asuhan "Rumah Impian". Sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pengembangan keterampilan di komunitas yang kurang mendapat layanan, kami menawarkan kelas pemrograman secara komprehensif tanpa biaya. Selain itu, untuk mendukung pembelajaran ini, kami menyediakan komputer untuk mereka. Upaya ini bertujuan untuk membekali anak-anak ini dengan keterampilan digital yang berharga, membuka jalan untuk peluang kerja yang lebih luas di masa depan mereka. Latar Belakang Anak-anak di panti asuhan tidak memiliki orang tua dan menjalani kehidupan yang sederhana dan terbatas. Mereka seringkali menghadapi keterbatasan dana dan peluang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, mereka mungkin menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan yang memuaskan karena kurangnya keterampilan khusus, pengetahuan, dan latar belakang pendidikan. Pesan dari CEO CEO kami, Yutaka, menekankan pentingnya pemrograman di dunia saat ini. Ia menyebutkan, "Pemrograman ada di mana-mana, di game Anda, aplikasi seluler, dll. Ini adalah alat untuk inovasi dan kreativitas." Yutaka membayangkan anak-anak ini tidak hanya sebagai pengguna platform digital tetapi sebagai pencipta, membentuk nasib mereka sendiri. Dia percaya keterampilan ini akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di masa depan.   Apa yang Kami Ajarkan Anak-anak dan remaja, mulai dari usia 6 hingga 19 tahun, semuanya diterima di program kami. Kami memiliki pelajaran pemrograman yang disesuaikan untuk setiap kelompok usia. Yang lebih muda mungkin mulai dengan konsep pemrograman dasar melalui aktivitas game yang menarik, sementara peserta yang lebih tua menjelajahi tugas yang lebih maju seperti pengembangan game pemrograman teks. Antusiasme dan kemajuan cepat dari para siswa ini sungguh menginspirasi. Apa Selanjutnya? Komitmen kami terhadap tujuan ini tidak berhenti hanya dengan beberapa pelajaran. Kami berniat untuk terus mengajar dan membimbing anak-anak ini setiap minggu. Dengan menanamkan pengetahuan pemrograman sekarang, kami optimis tentang memperluas prospek pekerjaan mereka di masa depan. Melalui inisiatif ini, Timedoor Academy bertujuan untuk memberdayakan anak-anak ini, memastikan mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menjelajahi masa depan digital yang akan datang.   Ini adalah bagian dari Proyek CSR kami “Tech for Leap”. Jika Anda tertarik untuk mendukung proyek kami, silakan hubungi kami. https://timedooracademy.com/csr
Pengumuman Penghargaan Coding Camp Desember 2022
Pengumuman Penghargaan Coding Camp Desember 2022
Timedoor Academy Coding Camp 2022 Batch 1 dan Batch 2 telah dilaksanakan dari tanggal 12-23 Desember 2022. Dengan 200++ peserta dari Kelas Online dan Offline kami di beberapa daerah antara lain Jakarta, Surabaya dan Bali. Kami juga meluncurkan program baru kami, Comic Camp, yang diselenggarakan secara online. Timedoor Academy menawarkan 5 hari kelas coding dan comic dengan beragam program yang dapat dipilih siswa sesuai dengan minatnya. Coding Camp menawarkan banyak program, antara lain: Pengembangan Game, Pengembangan Situs Web, Pengembangan Aplikasi, Roblox, dan Python. Untuk Comic Camp, program pembelajarannya berfokus pada kreatifitas anak dalam membuat karakter, mengembangkan cerita, membuat sketsa, hingga menjadi komik yang utuh. Timedoor Academy menetapkan tujuan bagi siswa untuk menjadi programmer dan komikus dalam 5 hari dengan membuat project menggunakan platform pilihan dan menantang mereka untuk menjadi digital expert! Hari ini kami mengumumkan 2 penerima penghargaan terbaik dari masing-masing kategori. Penerima penghargaan terdiri dari Karya Terbaik dan Peserta Terbaik. Untuk daftar nama penerima penghargaan dapat dilihat di bawah ini. JUNIOR SCRATCH KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Nathan Asmoro Best Participant Made Arya Markandeya Shankara Kepakisan JUNIOR KODU KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Made Ngurah Ararya Daneswara Best Participant Charise Davlyn Solim KIDS CONSTRUCT BEGINNER + WEB KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Nicholas Keane Rahardja Best Participant Muhammad Jafarishadiq Radoslaw KIDS CONSTRUCT ADVANCE KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Made Nadira Averina Pragitya Best Participant I Dewa Made Khrisna Adi Permana KIDS ROBLOX BEGINNER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Ida Bagus Pradnyana Wedhanta Steve Raffael Jerome Djayadi Best Participant Cakradara Hosana Kastara Gea Nicholas Caleb KIDS PYTHON KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Kezia M Shallom Best Participant Abizar TEENS PHASER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project IGA. Ngurah Devasya Maha Putra Best Participant Lionel Edric TEENS ROBLOX BEGINNER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Danish Irham Aulia Best Participant Fay Jetavana TEENS WEB DEVELOPER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Sherlyn Julita Davila Best Participant Naufarrel TEENS PYTHON KATEGORI NAMA PESERTA Best Project I Gusti Ayu Isyana Shanti Best Participant Marvel Kristian TEENS APP DEVELOPER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Karen Abigail Tambunan Best Participant Aimar Nazzal Al Firmansyah COMIC CAMP KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Kevia Rava Zhafira Best Participant Riley Oviya A. Semua penerima penghargaan akan mendapatkan medali, T-shirt ekslusif dan merchandise dari Timedoor Academy. Kirimkan alamat anda kepada Admin Timedoor Academy untuk proses pengiriman.
Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak Anda
Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak Anda
Urusan memilih sekolah untuk anak itu membingungkan ya? Memilih sekolah di mana anak akan menghabiskan waktu setiap harinya untuk mengenyam pendidikan adalah sebuah fase penting dalam hidup orang tua. Banyak hal yang harus dipikirkan, sedangkan waktu sangat terbatas. Orang tua zaman dulu mungkin tidak terlalu khawatir perihal memilih sekolah untuk anaknya. Mereka mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah terdekat yang uang sekolahnya masuk akal, dan mereka cenderung percaya akan kemampuan para guru untuk mendidik. Kurikulum yang ada pada masa itu sudah distandarisasi dan semua siswa diajarkan hal-hal yang kurang lebih sama, dengan metode mengajar yang mirip. Siswa di era itu diharapkan untuk berkembang dengan baik di bawah naungan satu sistem, dan ketika mereka mengalami kesulitan, mereka selalu disalahkan – kurang belajar sih! Main terus! Dasar anak bodoh! Semoga orangtua hari ini sudah tidak seperti itu ya. Dengan informasi yang kita punya sekarang, kita paham bahwa anak-anak terlahir dengan segala keunikannya masing-masing. Ada anak yang mungkin terlahir cocok dengan sistem yang baku, tetapi ada juga anak yang akan sulit berkembang dalam sistem itu.  Sebuah quote terkenal yang mengatakan “Kalau kemampuan seekor ikan dinilai dari kemampuannya memanjat pohon, maka dia akan percaya bahwa dia bodoh seumur hidupnya.” sering salah diatribusikan ke Albert Einstein, tapi kesalahan tersebut tidak mengurangi kebenaran dari quote tersebut – tidak semua anak terlahir dengan kemampuan yang sama. Anak-anak anda adalah insan yang unik dan mereka butuh disekolahkan di tempat yang dapat memunculkan potensi terbaiknya. Ini makanya proses memilih sekolah yang tepat untuk anak anda adalah sebuah perjalanan yang penting, dan mengetahui informasi yang tepat tentang sekolah yang baik adalah separuh dari perjalanan itu. Mari kita simak faktor apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin memilih sekolah! Tipe Sekolah Seperti anak-anak yang terlahir dengan segala keunikannya masing-masing, sekolahpun juga hadir dalam bentuk yang beragam. Tipe sekolah yang tersedia tergantung pada daerah tempat tinggal anda atau lokasi sekolah di mana anda berencana untuk mendaftarkan anak anda. Beberapa contoh dari tipe-tipe sekolah itu adalah sebagai berikut:   Sekolah Negeri Setiap negara memiliki istilahnya sendiri untuk sekolah negeri seperti state school atau government school, tetapi mereka memiliki satu kesamaan – mereka didanai oleh pemerintah menggunakan pajak yang diperuntukkan bagi tujuan pendidikan. Sebuah sekolah negeri biasanya memiliki jumlah siswa yang relatif banyak dalam kelasnya, seringkali lebih dari 20 siswa dengan jam belajar dan jadwal yang baku. Sekolah negeri juga diregulasi oleh badan pendidikan yang bekerja di bawah naungan kementrian pendidikan di setiap negara. Biasanya, sekolah negeri tidak memungut biaya yang mahal atau malah gratis. Makanan juga biasanya disediakan untuk para siswa dengan harga murah atau tanpa dipungut biaya. Di banyak negara, pendaftaran sekolah negeri juga seringkali dijatah menurut alamat domisili sang siswa.  Sekolah negeri melayani pendidikan siswa dari usia PAUD sampai sekolah menengah atas (SMA). Jika anak anda menjadi siswa sekolah negeri, maka dia akan menerima pendidikan yang sudah dikurasi oleh badan pendidikan negara, bertemu dengan banyak siswa lainnya yang datang dari latar belakang yang beragam, dan anda sebagai orang tua hanyak akan mengeluarkan biaya sedikit atau gratis.   Sekolah Swasta Sekolah swasta biasanya mendapatkan pendanaan dari uang sekolah yang dibayarkan oleh para orang tua atau oleh organisasi yang terkait dengan sekolah tersebut. Lazimya, sekolah swasta tidak mendapatkan pendaan dari pemerintah, jadi bersekolah di sekolah swasta membutuhkan biaya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan sekolah negeri. Sekolah swasta beroperasi dengan cara yang berbeda dari negara ke negara. Di beberapa negara, sekolah swasta memiliki kurikulum yang bertautan dengan standar badan pendidikan negaranya dan sekolah tersebut juga memiliki sedikit kebebasan untuk memodifikasi strukturnya. Dapat juga ditemukan sekolah swasta di negara lain yang beroperasi secara independen dan memiliki kewenangan untuk mengatur kurikulum, keuangan, dan cara pengoperasiannya. Sekolah agama (sekolah Katolik, madrasah, dan lain-lain) biasanya bersifat swasta di beberapa jurisdiksi. Sekolah agama dapat bersifat sebagai sekolah negeri di beberapa negara dengan agama sebagai landasan konstitusinya.   Charter School Charter school merupakan “pernikahan” antara sekolah negeri dan sekolah swasta, di mana sekolah tersebut menerima pendaan dari pemerintah, namun bebas untuk menentukan arahan dan cara beroperasinya. Meskipun charter school memiliki kebebasan tersebut, sekolah tersebut tetap dituntut untuk bertanggung jawab terhadap kemaslahatan dan pencapaian akademis para siswanya kepada badan pendidikan.   Kurikulum Orang seringkali mengukur kesuksesan sebuah sekolah dari jenis kurikulum yang ditawarkan. Itu masuk akal, karena kurikulum menentukan pengalaman holistik para siswa dalam kehidupan belajarnya. Sebagai orang tua, tugas anda adalah untuk mengerti kebutuhan dan kesukaan unik setiap anak, dan mempertimbangkannya ketika berencana untuk mendaftarkan anak ke suatu sekolah. Berikut adalah 2 contoh kurikulum berstandar internasional yang banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah di seluruh dunia:   Cambridge Assessment International Education Dirancang oleh universitas Cambridge di Britania Raya, kurikulum ini diakui kualitasnya oleh banyak negara. Kurikulum Cambridge yang sudah teruji reputasinya ini, mendidik para siswa dalam 4 disiplin secara menyeluruh – Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Pengetahuan Budaya, dan Bahasa. Sudah ada sekitar 10,000+ sekolah yang menerapkan kurkulum Cambridge di seluruh dunia. Kurikulum ini melatih kemampuan siswa untuk berpikir kritis, melakukan riset, dan menganalisa. Ijazah Cambridge (A-Level) sesuai untuk para siswa yang tahu apa yang dia inginkan ketika melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Mereka juga memiliki sedikit kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang akan ditekuninya, menurut kecenderungan dan ketertarikan masing-masing. Siswa-siswa yang dididik dengan kurikulum Cambridge tentu memiliki keuntungan tersendiri yang membedakan mereka dari rekan-rekannya yang dididik dengan kurikulum yang cenderung bersifat lokal.   International Baccalaureate (IB) Rangka pendidikan ini dirumuskan di Swiss dan sudah diadopsi oleh lebih dari 4,500 negara di dunia. Siswa yang belajar dalam program IB lebih bebas dalam merancang perjalanan pendidikannya jika dibandingkan dengan kurikulum Cambridge. Selain dari mata pelajaran akademis, siswa juga didorong untuk menjadi pemikir mandiri dengan cara memilih project-project yang disenangi sambil dibimbing oleh para guru. Ijazah IB diakui oleh para institusi pendidikan internasional, jadi para siswa IB dapat bersaing dengan baik secara global. Metode pendidikan STEM juga dapat menjadi suatu pertimbangan ketika memilih sekolah, karena pendidikan STEM bersifat progresif, relevan dengan masa kini, dan banyak dibutuhkan di dunia yang bersifat digital. Sekolah-sekolah di berbagai negara mulai mengimbuhkan disiplin metodologi STEM di kelas IPA dan matematikanya. Orang tua juga wajib untuk memperhatikan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler yang ditawarkan calon sekolah anak. Ketersediaan aktivitas ekstra kurikuler yang beragam dapat memperkaya pengalaman anak dalam belajar di sekolah dan akan menunjang pendidikannya secara keseluruhan. Jika memungkinkan, pilih sekolah yang menawarkan program STEM, olahraga, dan kegiatan kesenian yang dapat mengakomodir ketertarikan anak. Populasi Kelas & Keberagaman Populasi kelas dan keberagaman di sekolah adalah 2 faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas kegiatan belajar. Para pendidik dan sekolah-sekolah di seluruh dunia kini semakin sadar akan efek positif yang dapat ditimbulkan ketika memprioritaskan kedua faktor ini.   Populasi Kelas Sebuah studi yang dilakukan di penghujung dekade 1980 mengenai pengurangan jumlah murid dalam suatu kelas di Tennessee yang dinamakan Student Teacher Achievement Ratio (STAR) menunjukkan korelasi langsung antara jumlah populasi kelas yang kecil dan pencapaian siswa. Studi tersebut membandingkan efektivitas sesi belajar antara dua kelas dengan jumlah siswa berbeda. Satu kelas diisi oleh 15 siswa dan kelas lainnya diisi oleh 22 siswa, dan tenaga pengajar mengisi kedua kelas tersebut secara acak. Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa kelas dengan jumlah siswa yang lebih sedikit memiliki performa yang relatif lebih baik dibandingkan kelas dengan jumlah siswa yang banyak. Secara kuantitatif, pencapaian akademis kelas kecil tersebut dapat dibandingkan dengan siswa-siswa yang mendapatkan pembelajaran ekstra selama 3 bulan di sekolah. Hasil tersebut masuk akal, karena ukuran kelas yang lebih kecil membuat tenaga pengajar untuk lebih bisa fokus ke setiap siswanya di jam belajar. Ukuran kelas yang lebih kecil juga dapat mengurangi gangguan yang berpotensi terjadi di setiap sesi belajar.   Keberagaman Populasi dunia yang semakin fasih akan teknologi digital memperbolehkan setiap individunya untuk saling terhubung, dan fakta ini berarti setiap anak yang memiliki akses ke teknologi tersebut akan banyak terekspos ke berbagai macam budaya dan fitur etnis. Keberagaman tidak hanya meliputi etnis, ras, dan warna kulit, tetapi juga kepercayaan, status sosio-ekonomi, dan bahasa ibu. Siswa yang merasa “terwakili” oleh para teman sekolah dan gurunya akan merasa nyaman berada di sekolah. Rasa kebersamaan antara para siswa dan tenaga pengajar dapat menghasilkan pengalaman yang baik untuk para pelajar, dan hal itu akan memotivasi mereka untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang berharga.   Tenaga Pengajar & Fasilitas Sekolah Kelengkapan fasilitas sekolah dan kualitas tenaga pengajar dapat menunjang situasi belajar yang kondusif. Faktor-faktor ini penting ketika anda sedang dalam proses memilih sekolah untuk anak anda.    Tenaga Pengajar Berkualitas Seorang guru yang berkualitas adalah seseorang yang sabar, baik hati, penuh pengetahuan, dan dapat berkomunkasi secara efektif. Kualitas-kualitas tersebut juga diharapkan untuk “menurun” ke setiap pelajar yang belajar dibawah naungan guru tersebut. Ingat, otak anak-anak anda di usia sekolah bersifat selayaknya “spons”, di mana otak akan menyerap banyak informasi dan stimulus yang ada di sekelilingnya. Sebagai orang tua, adalah sebuah kewajiban untuk mengunjungi setiap sekolah yang dianggap sebagai prospek, bertemu dengan para kepala sekolah dan tenaga pengajarnya, dan banyak bertanya. Apa saja kualifikasi formal para guru di sini? Bagaimana cara mereka menyelesaikan konflik antar pelajar? Bagaimana caranya jika ingin berkomunikasi dengan para guru? Bagaimana setiap mata pelajaran diajarkan? Seorang guru yang baik akan menunjukkan antusiasme dan semangat mengajar. Mereka juga harus bisa menenagkan segala kekhawatiran yang dimiliki setiap orang tua. Ingat, komunikasikan kekhawatiran anda dan ajukan banyak pertanyaan. Yang terakhir, cari sekolah yang dilengkapi dengan tenaga pengajar yang paham prosedur-prosedur penolongan pertama seperti CPR dan Heimlich Maneuver untuk keadaan darurat, serta paham akan alergi-alergi lazim dan cara menanggulanginya.   Fasilitas Sekolah Tergantung dari domisili dan status sosio-ekonomi anda, kebutuhan fasilitas sekolah untuk anak anda mungkin akan beragam. Untuk anda yang tinggal di daerah tropis, mungkin sesuatu yang sesederhana kipas angin di dalam kelas sudah mencukupi. Namun untuk anda yang tinggal di negara empat musim, mungkin sekolah tersebut membutuhkan pemanas ruangan. Patut diperhatikan juga bahwa di dunia yang semakin bersifat digital ini, sekolah-sekolah juga perlu memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang pendidikan IT. Komputer-komputer dengan fitur terkini, koneksi WiFi, dan tablet elektronik dapat dianggap sebagai kebutuhan dasar di beberapa situasi. Penting juga untuk diperhatikan untuk para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus atau menyandang status disabilitas, untuk memilih sekolah yang dilengkapi infrastruktur yang dapat mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut. Lerengan, pegangan tangga, huruf Braille, dan fitur aksesibilitas umum menjadi hal-hal yang dianggap kebutuhan dasar setiap sekolah masa kini. Sekolah swasta dengan biaya mahal lazimnya memilik fasilitas lebih lengkap, seperti pendingin dan penghangat ruangan. Sekolah-sekolah dengan tipe tersebut juga dapat dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti gym yang lengkap, kolam renang, trek berlari, dan lapangan multi-fungsi. Bersekolah di sekolah seperti itu memang nyaman, tetapi jangan sampai keadaan ekonomi anda terkompromi hanya karena ingin menyekolahkan anak-anak anda di tempat seperti itu. Ingat, jika kebutuhan dasar jasmani dan rohani anak-anak anda sudah terpenuhi, maka mereka dapat bertumbuh kembang dengan baik di sekolah yang layak.    Budget Faktor keuangan adalah salah satu faktor terpenting untuk para orang tua yang sedang memilih sekolah untuk anaknya. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, sekolah negeri biasanya memungut biaya yang kecil (atau seringkali gratis), sedangkan sekolah swasta cenderung membanderol dirinya dengan harga tinggi – seperti sekolah Collège Alpin Beau Soleil, Switzerland yang memungut biaya lebih dari Rp. 2,000,000,000 (dua miliar rupiah) untuk uang sekolah tahunannya. Maka dari itu, perencanaan keuangan yang baik merupakan hal yang penting ketika anda ingin mendaftarkan anak anda ke sekolah-sekolah swasta, karena uang sekolahnya saja dapat menghabiskan separuh dari pendapatan keluarga setiap bulannya.  Orang tua murid mungkin dapat menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk ditabung atau membeli asuransi pendidikan. Dana yang ditabung mungkin tidak akan berbunga banyak dalam waktu dekat dibandingkan dengan dana yang diinvestasikan dalam skema asuransi pendidikan. Namun, asuransi pendidikan bukan tanpa resikonya karena dana yang tersebut akan dikelola oleh badan keuangan sebagai dana investasi. Apapun yang anda pilih untuk mempersiapkan diri secara finansial, ingat bahwa biaya sekolah anak jangan sampai terlalu membebani keuangan keluarga sampai keadaan di rumah menjadi kurang nyaman. Patut diperhatikan bahwa anak-anak akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dibandingkan di sekolah, jadi kebutuhan dasarnya (sandang, pangan, papan) dan anggota keluarga lain di rumah harus tetap menjadi prioritas utama.    Lokasi Di manapun anak anda akan bersekolah nantinya, lokasi adalah sebuah faktor besar yang akan mempengaruhi keputusan anda. Lokasi mempengaruhi jarak dan waktu tempuh, aksesibilitas, dan kenyamanan anak-anak anda. Alamat domisili anda juga seringkali menjadi sebuah faktor yang mempengaruhi lokasi sekolah-sekolah yang bisa menerima anak anda sebagai siswa, seperti yang diatur oleh peraturan-peraturan negara masing-masing. Lazimnya, sekolah swasta dan charter school dapat menerima siswa-siswa dari manapun, terlepas dari kode posnya. Jika anda memiliki kendaraan pribadi, maka lokasi sekolah anak anda mungkin tidak akan menjadi sebuah isu. Tetapi jika anak anda harus mengandalkan transportasi publik untuk bersekolah, maka sekolah tersebut harus berada di lokasi yang baik – seperti dekat dengan layanan kesehatan publik, kantor polisi, dan stasiun pemadam kebakaran.   Kesimpulan Banyak faktor yang patut dipertimbangkan ketika berencana memiih sekolah untuk para buah hati, dan seringkali hal itu membingungkan. Ada baiknya jika anda dapat menyisihkan waktu untuk membuat daftar prioritas berdasarkan faktor-faktor di atas, dan jangan lupa untuk menjadikan sifat, kecenderungan, bakat, dan ketertarikan anak anda sebagai prioritas utama.
float button