Jul 26, 2022

Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak Anda

Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak Anda image

Urusan memilih sekolah untuk anak itu membingungkan ya?

Memilih sekolah di mana anak akan menghabiskan waktu setiap harinya untuk mengenyam pendidikan adalah sebuah fase penting dalam hidup orang tua. Banyak hal yang harus dipikirkan, sedangkan waktu sangat terbatas.

Orang tua zaman dulu mungkin tidak terlalu khawatir perihal memilih sekolah untuk anaknya. Mereka mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah terdekat yang uang sekolahnya masuk akal, dan mereka cenderung percaya akan kemampuan para guru untuk mendidik. Kurikulum yang ada pada masa itu sudah distandarisasi dan semua siswa diajarkan hal-hal yang kurang lebih sama, dengan metode mengajar yang mirip. Siswa di era itu diharapkan untuk berkembang dengan baik di bawah naungan satu sistem, dan ketika mereka mengalami kesulitan, mereka selalu disalahkan – kurang belajar sih! Main terus!

Dasar anak bodoh!

Semoga orangtua hari ini sudah tidak seperti itu ya.

Dengan informasi yang kita punya sekarang, kita paham bahwa anak-anak terlahir dengan segala keunikannya masing-masing. Ada anak yang mungkin terlahir cocok dengan sistem yang baku, tetapi ada juga anak yang akan sulit berkembang dalam sistem itu. 

Sebuah quote terkenal yang mengatakan “Kalau kemampuan seekor ikan dinilai dari kemampuannya memanjat pohon, maka dia akan percaya bahwa dia bodoh seumur hidupnya.” sering salah diatribusikan ke Albert Einstein, tapi kesalahan tersebut tidak mengurangi kebenaran dari quote tersebut – tidak semua anak terlahir dengan kemampuan yang sama.

Anak-anak anda adalah insan yang unik dan mereka butuh disekolahkan di tempat yang dapat memunculkan potensi terbaiknya. Ini makanya proses memilih sekolah yang tepat untuk anak anda adalah sebuah perjalanan yang penting, dan mengetahui informasi yang tepat tentang sekolah yang baik adalah separuh dari perjalanan itu.

Mari kita simak faktor apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin memilih sekolah!

Tipe Sekolah

Seperti anak-anak yang terlahir dengan segala keunikannya masing-masing, sekolahpun juga hadir dalam bentuk yang beragam. Tipe sekolah yang tersedia tergantung pada daerah tempat tinggal anda atau lokasi sekolah di mana anda berencana untuk mendaftarkan anak anda. Beberapa contoh dari tipe-tipe sekolah itu adalah sebagai berikut:

 

Sekolah Negeri

Setiap negara memiliki istilahnya sendiri untuk sekolah negeri seperti state school atau government school, tetapi mereka memiliki satu kesamaan – mereka didanai oleh pemerintah menggunakan pajak yang diperuntukkan bagi tujuan pendidikan.

Sebuah sekolah negeri biasanya memiliki jumlah siswa yang relatif banyak dalam kelasnya, seringkali lebih dari 20 siswa dengan jam belajar dan jadwal yang baku. Sekolah negeri juga diregulasi oleh badan pendidikan yang bekerja di bawah naungan kementrian pendidikan di setiap negara.

Biasanya, sekolah negeri tidak memungut biaya yang mahal atau malah gratis. Makanan juga biasanya disediakan untuk para siswa dengan harga murah atau tanpa dipungut biaya. Di banyak negara, pendaftaran sekolah negeri juga seringkali dijatah menurut alamat domisili sang siswa. 

Sekolah negeri melayani pendidikan siswa dari usia PAUD sampai sekolah menengah atas (SMA).

Jika anak anda menjadi siswa sekolah negeri, maka dia akan menerima pendidikan yang sudah dikurasi oleh badan pendidikan negara, bertemu dengan banyak siswa lainnya yang datang dari latar belakang yang beragam, dan anda sebagai orang tua hanyak akan mengeluarkan biaya sedikit atau gratis.

 

Sekolah Swasta

Sekolah swasta biasanya mendapatkan pendanaan dari uang sekolah yang dibayarkan oleh para orang tua atau oleh organisasi yang terkait dengan sekolah tersebut. Lazimya, sekolah swasta tidak mendapatkan pendaan dari pemerintah, jadi bersekolah di sekolah swasta membutuhkan biaya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan sekolah negeri.

Sekolah swasta beroperasi dengan cara yang berbeda dari negara ke negara. Di beberapa negara, sekolah swasta memiliki kurikulum yang bertautan dengan standar badan pendidikan negaranya dan sekolah tersebut juga memiliki sedikit kebebasan untuk memodifikasi strukturnya. Dapat juga ditemukan sekolah swasta di negara lain yang beroperasi secara independen dan memiliki kewenangan untuk mengatur kurikulum, keuangan, dan cara pengoperasiannya.

Sekolah agama (sekolah Katolik, madrasah, dan lain-lain) biasanya bersifat swasta di beberapa jurisdiksi. Sekolah agama dapat bersifat sebagai sekolah negeri di beberapa negara dengan agama sebagai landasan konstitusinya.

 

Charter School

Charter school merupakan “pernikahan” antara sekolah negeri dan sekolah swasta, di mana sekolah tersebut menerima pendaan dari pemerintah, namun bebas untuk menentukan arahan dan cara beroperasinya.

Meskipun charter school memiliki kebebasan tersebut, sekolah tersebut tetap dituntut untuk bertanggung jawab terhadap kemaslahatan dan pencapaian akademis para siswanya kepada badan pendidikan.

 

Kurikulum

Orang seringkali mengukur kesuksesan sebuah sekolah dari jenis kurikulum yang ditawarkan. Itu masuk akal, karena kurikulum menentukan pengalaman holistik para siswa dalam kehidupan belajarnya. Sebagai orang tua, tugas anda adalah untuk mengerti kebutuhan dan kesukaan unik setiap anak, dan mempertimbangkannya ketika berencana untuk mendaftarkan anak ke suatu sekolah.

Berikut adalah 2 contoh kurikulum berstandar internasional yang banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah di seluruh dunia:

 

Cambridge Assessment International Education

Dirancang oleh universitas Cambridge di Britania Raya, kurikulum ini diakui kualitasnya oleh banyak negara. Kurikulum Cambridge yang sudah teruji reputasinya ini, mendidik para siswa dalam 4 disiplin secara menyeluruh – Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Pengetahuan Budaya, dan Bahasa. Sudah ada sekitar 10,000+ sekolah yang menerapkan kurkulum Cambridge di seluruh dunia.

Kurikulum ini melatih kemampuan siswa untuk berpikir kritis, melakukan riset, dan menganalisa. Ijazah Cambridge (A-Level) sesuai untuk para siswa yang tahu apa yang dia inginkan ketika melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Mereka juga memiliki sedikit kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang akan ditekuninya, menurut kecenderungan dan ketertarikan masing-masing.

Siswa-siswa yang dididik dengan kurikulum Cambridge tentu memiliki keuntungan tersendiri yang membedakan mereka dari rekan-rekannya yang dididik dengan kurikulum yang cenderung bersifat lokal.

 

International Baccalaureate (IB)

Rangka pendidikan ini dirumuskan di Swiss dan sudah diadopsi oleh lebih dari 4,500 negara di dunia. Siswa yang belajar dalam program IB lebih bebas dalam merancang perjalanan pendidikannya jika dibandingkan dengan kurikulum Cambridge.

Selain dari mata pelajaran akademis, siswa juga didorong untuk menjadi pemikir mandiri dengan cara memilih project-project yang disenangi sambil dibimbing oleh para guru.

Ijazah IB diakui oleh para institusi pendidikan internasional, jadi para siswa IB dapat bersaing dengan baik secara global.

Metode pendidikan STEM juga dapat menjadi suatu pertimbangan ketika memilih sekolah, karena pendidikan STEM bersifat progresif, relevan dengan masa kini, dan banyak dibutuhkan di dunia yang bersifat digital. Sekolah-sekolah di berbagai negara mulai mengimbuhkan disiplin metodologi STEM di kelas IPA dan matematikanya.

Orang tua juga wajib untuk memperhatikan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler yang ditawarkan calon sekolah anak. Ketersediaan aktivitas ekstra kurikuler yang beragam dapat memperkaya pengalaman anak dalam belajar di sekolah dan akan menunjang pendidikannya secara keseluruhan. Jika memungkinkan, pilih sekolah yang menawarkan program STEM, olahraga, dan kegiatan kesenian yang dapat mengakomodir ketertarikan anak.

Populasi Kelas & Keberagaman

Populasi kelas dan keberagaman di sekolah adalah 2 faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas kegiatan belajar. Para pendidik dan sekolah-sekolah di seluruh dunia kini semakin sadar akan efek positif yang dapat ditimbulkan ketika memprioritaskan kedua faktor ini.

 

Populasi Kelas

Sebuah studi yang dilakukan di penghujung dekade 1980 mengenai pengurangan jumlah murid dalam suatu kelas di Tennessee yang dinamakan Student Teacher Achievement Ratio (STAR) menunjukkan korelasi langsung antara jumlah populasi kelas yang kecil dan pencapaian siswa.

Studi tersebut membandingkan efektivitas sesi belajar antara dua kelas dengan jumlah siswa berbeda. Satu kelas diisi oleh 15 siswa dan kelas lainnya diisi oleh 22 siswa, dan tenaga pengajar mengisi kedua kelas tersebut secara acak. Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa kelas dengan jumlah siswa yang lebih sedikit memiliki performa yang relatif lebih baik dibandingkan kelas dengan jumlah siswa yang banyak. Secara kuantitatif, pencapaian akademis kelas kecil tersebut dapat dibandingkan dengan siswa-siswa yang mendapatkan pembelajaran ekstra selama 3 bulan di sekolah.

Hasil tersebut masuk akal, karena ukuran kelas yang lebih kecil membuat tenaga pengajar untuk lebih bisa fokus ke setiap siswanya di jam belajar. Ukuran kelas yang lebih kecil juga dapat mengurangi gangguan yang berpotensi terjadi di setiap sesi belajar.

 

Keberagaman

Populasi dunia yang semakin fasih akan teknologi digital memperbolehkan setiap individunya untuk saling terhubung, dan fakta ini berarti setiap anak yang memiliki akses ke teknologi tersebut akan banyak terekspos ke berbagai macam budaya dan fitur etnis. Keberagaman tidak hanya meliputi etnis, ras, dan warna kulit, tetapi juga kepercayaan, status sosio-ekonomi, dan bahasa ibu.

Siswa yang merasa “terwakili” oleh para teman sekolah dan gurunya akan merasa nyaman berada di sekolah. Rasa kebersamaan antara para siswa dan tenaga pengajar dapat menghasilkan pengalaman yang baik untuk para pelajar, dan hal itu akan memotivasi mereka untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang berharga.

 

Tenaga Pengajar & Fasilitas Sekolah

Kelengkapan fasilitas sekolah dan kualitas tenaga pengajar dapat menunjang situasi belajar yang kondusif. Faktor-faktor ini penting ketika anda sedang dalam proses memilih sekolah untuk anak anda. 

 

Tenaga Pengajar Berkualitas

Seorang guru yang berkualitas adalah seseorang yang sabar, baik hati, penuh pengetahuan, dan dapat berkomunkasi secara efektif. Kualitas-kualitas tersebut juga diharapkan untuk “menurun” ke setiap pelajar yang belajar dibawah naungan guru tersebut. Ingat, otak anak-anak anda di usia sekolah bersifat selayaknya “spons”, di mana otak akan menyerap banyak informasi dan stimulus yang ada di sekelilingnya.

Sebagai orang tua, adalah sebuah kewajiban untuk mengunjungi setiap sekolah yang dianggap sebagai prospek, bertemu dengan para kepala sekolah dan tenaga pengajarnya, dan banyak bertanya.

Apa saja kualifikasi formal para guru di sini? Bagaimana cara mereka menyelesaikan konflik antar pelajar? Bagaimana caranya jika ingin berkomunikasi dengan para guru? Bagaimana setiap mata pelajaran diajarkan?

Seorang guru yang baik akan menunjukkan antusiasme dan semangat mengajar. Mereka juga harus bisa menenagkan segala kekhawatiran yang dimiliki setiap orang tua. Ingat, komunikasikan kekhawatiran anda dan ajukan banyak pertanyaan.

Yang terakhir, cari sekolah yang dilengkapi dengan tenaga pengajar yang paham prosedur-prosedur penolongan pertama seperti CPR dan Heimlich Maneuver untuk keadaan darurat, serta paham akan alergi-alergi lazim dan cara menanggulanginya.

 

Fasilitas Sekolah

Tergantung dari domisili dan status sosio-ekonomi anda, kebutuhan fasilitas sekolah untuk anak anda mungkin akan beragam.

Untuk anda yang tinggal di daerah tropis, mungkin sesuatu yang sesederhana kipas angin di dalam kelas sudah mencukupi. Namun untuk anda yang tinggal di negara empat musim, mungkin sekolah tersebut membutuhkan pemanas ruangan.

Patut diperhatikan juga bahwa di dunia yang semakin bersifat digital ini, sekolah-sekolah juga perlu memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang pendidikan IT. Komputer-komputer dengan fitur terkini, koneksi WiFi, dan tablet elektronik dapat dianggap sebagai kebutuhan dasar di beberapa situasi.

Penting juga untuk diperhatikan untuk para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus atau menyandang status disabilitas, untuk memilih sekolah yang dilengkapi infrastruktur yang dapat mengakomodir kebutuhan-kebutuhan tersebut. Lerengan, pegangan tangga, huruf Braille, dan fitur aksesibilitas umum menjadi hal-hal yang dianggap kebutuhan dasar setiap sekolah masa kini.

Sekolah swasta dengan biaya mahal lazimnya memilik fasilitas lebih lengkap, seperti pendingin dan penghangat ruangan. Sekolah-sekolah dengan tipe tersebut juga dapat dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti gym yang lengkap, kolam renang, trek berlari, dan lapangan multi-fungsi.

Bersekolah di sekolah seperti itu memang nyaman, tetapi jangan sampai keadaan ekonomi anda terkompromi hanya karena ingin menyekolahkan anak-anak anda di tempat seperti itu. Ingat, jika kebutuhan dasar jasmani dan rohani anak-anak anda sudah terpenuhi, maka mereka dapat bertumbuh kembang dengan baik di sekolah yang layak. 

 

Budget

Faktor keuangan adalah salah satu faktor terpenting untuk para orang tua yang sedang memilih sekolah untuk anaknya.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, sekolah negeri biasanya memungut biaya yang kecil (atau seringkali gratis), sedangkan sekolah swasta cenderung membanderol dirinya dengan harga tinggi – seperti sekolah Collège Alpin Beau Soleil, Switzerland yang memungut biaya lebih dari Rp. 2,000,000,000 (dua miliar rupiah) untuk uang sekolah tahunannya.

Maka dari itu, perencanaan keuangan yang baik merupakan hal yang penting ketika anda ingin mendaftarkan anak anda ke sekolah-sekolah swasta, karena uang sekolahnya saja dapat menghabiskan separuh dari pendapatan keluarga setiap bulannya. 

Orang tua murid mungkin dapat menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk ditabung atau membeli asuransi pendidikan. Dana yang ditabung mungkin tidak akan berbunga banyak dalam waktu dekat dibandingkan dengan dana yang diinvestasikan dalam skema asuransi pendidikan. Namun, asuransi pendidikan bukan tanpa resikonya karena dana yang tersebut akan dikelola oleh badan keuangan sebagai dana investasi.

Apapun yang anda pilih untuk mempersiapkan diri secara finansial, ingat bahwa biaya sekolah anak jangan sampai terlalu membebani keuangan keluarga sampai keadaan di rumah menjadi kurang nyaman. Patut diperhatikan bahwa anak-anak akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dibandingkan di sekolah, jadi kebutuhan dasarnya (sandang, pangan, papan) dan anggota keluarga lain di rumah harus tetap menjadi prioritas utama. 

 

Lokasi

Di manapun anak anda akan bersekolah nantinya, lokasi adalah sebuah faktor besar yang akan mempengaruhi keputusan anda. Lokasi mempengaruhi jarak dan waktu tempuh, aksesibilitas, dan kenyamanan anak-anak anda. Alamat domisili anda juga seringkali menjadi sebuah faktor yang mempengaruhi lokasi sekolah-sekolah yang bisa menerima anak anda sebagai siswa, seperti yang diatur oleh peraturan-peraturan negara masing-masing. Lazimnya, sekolah swasta dan charter school dapat menerima siswa-siswa dari manapun, terlepas dari kode posnya.

Jika anda memiliki kendaraan pribadi, maka lokasi sekolah anak anda mungkin tidak akan menjadi sebuah isu. Tetapi jika anak anda harus mengandalkan transportasi publik untuk bersekolah, maka sekolah tersebut harus berada di lokasi yang baik – seperti dekat dengan layanan kesehatan publik, kantor polisi, dan stasiun pemadam kebakaran.

 

Kesimpulan

Banyak faktor yang patut dipertimbangkan ketika berencana memiih sekolah untuk para buah hati, dan seringkali hal itu membingungkan. Ada baiknya jika anda dapat menyisihkan waktu untuk membuat daftar prioritas berdasarkan faktor-faktor di atas, dan jangan lupa untuk menjadikan sifat, kecenderungan, bakat, dan ketertarikan anak anda sebagai prioritas utama.

Artikel Lainnya

Cara Membantu Anak Anda Semangat Belajar
Cara Membantu Anak Anda Semangat Belajar
Sebagai orang tua, apakah Anda sering merasa kesulitan untuk membuat anak Anda tetap tertarik untuk belajar? Tidak heran karena anak-anak dikelilingi dengan gangguan dalam bentuk permainan, aplikasi media sosial, dan banyak gangguan lain yang mungkin membuat mereka menjauh dari belajar. Hilangnya minat belajar mereka dapat dikaitkan dengan banyak hal, termasuk tekanan tinggi dari orang tua, rutinitas belajar yang membosankan, kesulitan mengikuti teman sebaya, distraksi digital yang berlebihan, dan perasaan putus asa dalam mencapai kesuksesan akademik. Sebenarnya kita tahu bahwa tidak ada yang menyukai perasaan tertinggal di kelas, terutama ketika anak-anak sering dibandingkan dengan teman sekelasnya oleh orang tua mereka sendiri atau bahkan guru. Tidak heran, hal ini cukup sering terjadi di sekolah dan akhirnya mengakibatkan rasa tidak nyaman dari siswa dari segala usia. Tentu saja, menyita semua hal menyenangkan dari anak Anda bukanlah solusi karena hal tersebut akan meningkatkan kebencian terhadap belajar, akan tetapi bagaimanakah caranya Anda dapat menetapkan batasan dengan mereka dan memastikan keberhasilan akademis untuk masa depan anak-anak Anda? Dalam artikel ini, kita akan melihat mengapa dan bagaimana cara mengatasi penurunan minat belajar untuk anak-anak Anda agar mereka bisa termotivasi untuk tahun ajaran berikutnya.   Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum memberikan bantuan kepada buah hati Anda, sangat penting untuk mengetahui alasan di balik kurangnya keterlibatan mereka dan menyusun strategi belajar yang optimal untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, hilangnya minat anak-anak Anda dalam belajar dapat disebabkan oleh beberapa alasan, dan sebagai orang tua, penting untuk mulai mengenali tanda-tanda ini untuk menerapkan solusi logis bagi buah hati Anda.     Rutinitas Belajar yang Membosankan Dalam hal rutinitas belajar, biasanya kebiasaan anak-anak adalah sebagai berikut: menghadiri kelas, melakukan sesi tatap muka dengan tutor, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengerjakan PR, dan ulang lagi. Siklus ini dapat membuat anak-anak anda bosan, belum lagi adanya tambahan tekanan untuk prestasi akademik dan persaingan dengan teman sebaya yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelelahan. Anak-anak adalah makhluk yang ingin tahu yang dipenuhi dengan pertanyaan tanpa akhir, jadi kita tahu rasa ingin tahu mereka itu ada. Tinggal bagaimana kita bisa menumbuhkan dan menyalakan kembali keinginan mereka untuk belajar.  Serius, coba tanyakan berapa kali orang tua ditanyai dengan kata "mengapa" dalam sehari oleh anak-anaknya - jawabannya adalah, banyak. Cara lain untuk melihat ini dari perspektif yang berbeda adalah dengan memikirkan bagaimana kita saja yang orang dewasa sering merasa bosan dengan rutinitas kerja yang berulang-ulang. Email, panggilan, rapat, dan kemudian kembali ke bilik pada hari berikutnya. (Jika Anda memerlukan referensi visual, lihatlah adegan dari Spongebob di mana Squidward mengulangi rezim yang sama setiap hari). Walaupun mungkin beberapa orang dapat menikmati stabilitas ini, siklus ini sering menyebabkan kurangnya rasa semangat yang mengakibatkan burnout. Prinsip yang sama berlaku untuk anak-anak seperti halnya untuk orang dewasa.   Tekanan untuk Keberhasilan Akademik Pada umumnya, memang benar ada beberapa orang yang menikmati persaingan, akan tetapi banyak orang lain juga yang berpikir sebaliknya. Namun, sebagian besar dapat setuju bahwa tidak ada yang suka berada dalam posisi tertekan secara terus-menerus sehingga Anda mulai membandingkan diri Anda dengan orang lain. Sebagai orang tua, wajar saja apabila Anda menginginkan anak-anak Anda berjuang untuk kesuksesan akademis. Namun, berhati-hatilah dalam menetapkan standar yang tidak dapat dicapai dan terus-menerus membandingkan buah hati Anda dengan teman sekelas mereka. Walaupun banyak orang tua yang memilih metode pendisiplinan seperti ini untuk anak-anak mereka, hal tersebut malah sering menjadi bumerang dan merendahkan kinerja anak di kelas. Saat menetapkan target nilai untuk anak-anak Anda, wajib diingat bahwa setiap orang dapat meresap ilmu dengan kecepatan yang berbeda. Dan hal tersebut bukanlah hal yang buruk! Sebagai contoh, mungkin murid A hanya memerlukan dua sesi pelajaran untuk menguasai topik matematika yang mencakup pecahan dasar, sedangkan beberapa murid yang lain mungkin memerlukan waktu lebih lama dari itu, dan hal tersebut sangatlah normal! Dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan sang buah hati, Anda juga dapat menyesuaikan metode pembelajaran khusus yang sesuai dengan kebutuhan mereka berdasarkan informasi ini.   Disaat Anak tidak Melihat Manfaat Belajar Sebagai orang dewasa, ketika kita menyelesaikan tugas-tugas tertentu, apakah sering bertanya pada diri sendiri "mengapa saya repot-repot mengerjakan ini ya?" Artinya, proses decision-making kita biasanya didasarkan pada prioritas kepentingan task tersebut. Dengan kata lain, pekerjaan tersebut sebenarnya bermanfaat atau tidak sih? Demikian pula, anak-anak juga memiliki pola pikir yang sama dimana mereka akan menempatkan kegiatan yang mereka anggap tidak berguna pada prioritas terendah. Tentu saja, sebagai orang dewasa kita menyadari pentingnya belajar dan pencapaian akademis untuk masa depan dan jenjang karir di masa depan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para orang tua untuk memberi tahu anak-anak nilai pendidikan sangat berkontribusi pada kehidupan kita. Jadi Anda mungkin berpikir, bagaimana saya bisa membuat mereka memahami pentingnya mencapai nilai tinggi? Nah, caranya adalah dengan menjelaskan dengan cara yang cukup sederhana untuk mereka pahami. Daripada memaksa mereka untuk belajar sehingga mereka bisa mendapatkan nilai A+, dorong mereka untuk melihat arti dalam setiap materi pembelajaran. Jelaskan kepada mereka bagaimana matematika dapat digunakan dalam membantu mereka membuat keputusan kehidupan nyata ketika mencoba memilih penawaran terbaik saat sedang berbelanja di toko. Atau bagaimana biologi dapat digunakan untuk memahami tubuh mereka dan cara merawatnya. Dengan menekankan penerapan pelajaran-pelajaran ini dalam skenario kehidupan nyata, anak-anak Anda akan menyadari bahwa kegiatan belajar sebenarnya lebih dari sekadar mendapatkan nilai bagus.   Apa Saja Aktivitas Belajar yang Dapat Dilakukan? Nah, setelah kita memiliki beberapa gagasan tentang mengapa proses pembelajaran bisa melambat di kalangan anak-anak, mari kita beralih ke bagaimana cara meningkatkan minat belajar anak-anak Anda. Anak-anak adalah makhluk yang aktif dan pada umumnya memang lebih suka melakukan kegiatan belajar interaktif daripada hanya duduk di meja dan mendengarkan pelajaran. Aktivitas bonding yang baik bagi orang tua dan anak-anak adalah untuk mengeksplorasi kegiatan yang menyenangkan yang dapat memicu minat belajar mereka!  Berikut adalah beberapa kegiatan belajar menyenangkan yang bisa Anda terapkan:   Game Edukasi Permainan edukatif adalah sebuah opsi yang bagus ketika metode tradisional dengan kertas dan pensil tidak cukup untuk membuat si buah hati tertarik dalam materi pembelajaran. Selain itu, permainan online merupakan alat yang baik ketika sedang mencoba mengajari anak-anak tentang logika, cara berpikir kritis, dan keterampilan lainnya. Sebuah metode populer yang telah diterapkan oleh banyak guru-guru adalah kuis Kahoot. Dengan menggunakan platform ini, murid-murid dapat berpartisipasi melalui gadget mereka dan mereka tidak perlu merasa malu apabila memberikan jawaban yang salah karena setiap siswa dapat bergabung menggunakan nama panggilan yang tidak memberikan identitas. Alhasil, semua peserta kuis tersebut tidak merasa takut atau segan untuk memberikan jawaban saat ikut serta dalam game Kahoot. Selain itu, ada banyak pilihan aplikasi dan situs web yang bagus untuk mendidik anak tentang matematika, sains, sejarah, kesehatan, geografi, dan banyak lagi. Biasanya, alur permainan tersebut mengarahkan pemain untuk memecahkan rumus matematika atau menjawab trivia sejarah untuk melanjutkan ke babak berikutnya atau naik level.  Ini adalah metode yang bagus untuk membuat anak-anak tetap terlibat dalam proses belajar karena mereka sebenarnya semangat untuk bermain game, tidak menyadari bahwa di sepanjang jalan mereka sedang memperoleh keterampilan yang berguna.   Pembelajaran di Luar Ruangan Ketika harus duduk di ruangan selama berjam-jam sambil mencoba menyerap informasi baru, tentunya hal tersebut dapat membuat kita cepat bosan, terutama pada anak-anak. Hal ini dapat menurunkan semangat mereka untuk belajar dan sejujurnya, ​​dapatkah kita menyalahkan mereka? Banyak sekolah saat ini yang menerapkan pembelajaran diluar kelas dimana guru dan siswa membahas materi pembelajaran di lingkungan luar. Dengan mengimplementasikan sedikit perubahan pemandangan, siswa dapat merasa lebih segar dan tidak lesu dalam mencerna materi pembelajaran baru. Cobalah melakukan hal yang sama dengan anak-anak Anda dan ikuti sesi les di halaman belakang atau taman umum untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak Anda. Contoh yang bagus adalah dengan pergi ke luar untuk mengajari anak-anak Anda tentang berbagai jenis batu dan tanah untuk belajar geologi. Jika Anda beruntung dan tinggal di dekat laut dengan keanekaragaman flora dan fauna, luangkanlah waktu untuk mempelajari topik sains di luar kelas dan pelajari berbagai jenis kehidupan laut seperti anemon, kumpulan ikan, kerang, dan banyak lagi.   Karya Wisata Serupa dengan poin sebelumnya, menjadwalkan field trip dengan anak Anda dapat meningkatkan minat belajar karena dapat menghilangkan rasa kebosanan. Cocok untuk pelajaran sejarah, melakukan perjalanan museum dapat memicu minat untuk mempelajari peristiwa masa lalu, monumen penting, artefak, lukisan, dan lain-lain. Hal ini sangat bermanfaat terutama pada anak-anak yang telah menunjukkan minat di bidang seni, sastra, dan sejarah. Meskipun tidak ideal untuk melaksanakan karya wisata setiap hari untuk anak-anak, penting untuk diingat bahwa hal tersebut bagus untuk diadakan sesekali. Anggap saja sebagai orang dewasa, kita seringkali bosan dengan suasana kantor yang sama dan rutinitas yang berulang. Perjalanan bisnis atau konferensi kerja yang dapat menambah wawasan untuk meningkatkan pengetahuan kita bisa menjadi suguhan yang menyenangkan di tengah rutinitas kerja yang monoton. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak, dan dapat membantu menyalakan kembali rasa keinginan belajar mereka.   Bahan Materi yang Mudah Dicerna Mengejar prestasi akademik bisa menjadi sebuah proses yang menakutkan, terutama ketika anak-anak melihat banyaknya materi yang harus mereka kuasai dalam rentang waktu satu semester. Cara meminimalkan rasa kecemasan mereka dapat dilakukan dengan memecah-mecahkan materi pembelajaran menjadi beberapa bagian yang akan lebih mudah untuk dikelola. Misalnya, ketika belajar matematika, daripada menekankan pada seluruh sistem penghitungan, cicilkan materi - materi pembelajaran agar mereka dapat benar-benar fokus memahami setiap mata pelajaran dalam bentuk potongan-potongan kecil. Pastikan juga untuk memasukkan permainan menyenangkan yang terkait dengan topik pembelajaran seperti teka-teki, perburuan harta karun, dan variasi lainnya untuk menghindari kebosanan dan kehilangan motivasi. Ingat seperti yang disebutkan sebelumnya, anak-anak sangat senang bermain game, sehingga mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka mendapatkan pengetahuan dalam prosesnya. Gunakan semua alat ini secara strategis agar anak-anak Anda tetap terlibat dan fokus pada materi yang ada.   Hal-hal yang Perlu Diingat Sekarang, setelah Anda memiliki semua informasi ini, pastikan untuk menggunakannya agar bisa meningkatkan efisiensi belajar dan menghindari hilangnya motivasi selama proses pembelajaran. Sebagai orang tua, membuat anak Anda duduk dan belajar bisa menjadi tugas yang sulit, namun, dengan menerapkan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan aktivitas yang interaktif, ini dapat membantu mereka dan mengurangi kurangnya minat untuk belajar. Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa ada banyak percobaan dan kesalahan yang datang dengan menemukan rutinitas belajar yang tepat untuk anak-anak Anda. Oleh karena itu, penting untuk bersabar tidak hanya dengan anak-anak Anda, tetapi juga dengan diri sendiri saat Anda melalui perjalanan ini. Bagaimanapun, menemukan rencana studi yang berhasil adalah momen pembelajaran dalam sendirinya. Terakhir, hargai waktu untuk istirahat dari belajar dan carilah hobi lain yang dimiliki oleh anak Anda. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah sedikit istirahat dari buku untuk mencegah kelelahan dari belajar. Sebagai orang tua, ini akan menjadi kesempatan bagus untuk mengeksplorasi minat mereka di luar kelas yang bisa jadi dibidang olahraga, musik, memasak, dan lain-lain.  Di Timedoor Academy, kami menawarkan berbagai macam pelajaran seputar coding yang bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak-anak Anda. Kurikulum kami tersedia untuk siswa yang ingin mempelajari dasar-dasar ilmu komputer dan menyelesaikan proyek yang menyenangkan seperti membuat game, situs web, dan aplikasi seluler mereka sendiri.   Apabila ingin bertanya mengenai Timedoor Academy, kunjungi halaman ini dan guru kami akan membantu Anda dan si kecil memulai penjelajahan ke dunia coding.
Pengumuman Penghargaan Coding Camp Juli 2023
Pengumuman Penghargaan Coding Camp Juli 2023
Timedoor Academy Coding Camp 2023 Batch 1 dan Batch 2 telah dilaksanakan dari tanggal 26 juni - 7 Juli 2023. Dengan 300++ peserta dari Kelas Online dan Offline kami di beberapa daerah antara lain Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Surabaya dan Bali. Kami juga meluncurkan program baru kami, Design Camp dan Artificial Intelligence yang diselenggarakan secara online dan offline di beberapa daerah. Timedoor Academy menawarkan 5 hari kelas coding dan design dengan beragam program yang dapat dipilih siswa sesuai dengan minatnya. Coding Camp menawarkan banyak program, antara lain: Pengembangan Game, Pengembangan Situs Website, Pengembangan Aplikasi, Roblox, Python bahkan pengembangan Artificial Intelligence. Untuk Design camp, program pembelajarannya berfokus pada kreatifitas anak yang terbagi menjadi 3 program yaitu pembuatan animasi, pembuatan design branding produk dan pembuatan komik. Timedoor Academy menetapkan tujuan bagi siswa untuk menjadi programmer, designer dan komikus dalam 5 hari dengan membuat project menggunakan platform pilihan dan menantang mereka untuk menjadi digital expert! Hari ini kami mengumumkan 2 penerima penghargaan terbaik dari masing-masing kategori. Penerima penghargaan terdiri dari Karya Terbaik dan Peserta Terbaik. Untuk daftar nama penerima penghargaan dapat dilihat di bawah ini. JUNIOR SCRATCH KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Akhtar Kamal Priandi Best Participant  Kevin Hansel Wibowo JUNIOR CONSTRUCT KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Made Bagasditya Prabawa Mahaputra Best Participant  Nararsatya JUNIOR KODU KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Gian Best Participant  Shanette Areille Setiawan KIDS CONSTRUCT BEGINNER + WEB KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Atiqah Faiza Tobing Best Participant  Sheera KIDS ROBLOX KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Bradley Aritonang Best Participant  Muhammad Ibrahim Alkais KIDS PYTHON KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Alvaro Gavriel Barlianta Best Participant  Khairunnisa KIDS ARTIFICIAL INTELLIGENCE KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  M. Fathan Ghani Zaidan Best Participant  Benzema Malik Asyam TEENS PHASER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Caisar Islamy Abelardo Hermanto Best Participant  I Gede Raditya Putra TEENS WEB DEVELOPER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Dewa Bagas Best Participant  Mikha TEENS ROBLOX BEGINNER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Melvern Best Participant  Levi William Greatly TEENS PYTHON KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Michelle Lucky Karunia Best Participant  Regina Charlene Martiana Sentosa TEENS APP DEVELOPER KATEGORI NAMA PESERTA Best Project Ngakan Putu Satria Dewangga Best Participant Putu Dylan Pryana TEENS ARTIFICIAL INTELLIGENCE KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Gabriel Marcel Danandjaja Best Participant  M. Faza Al Banna COMIC CAMP KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Made Sambu Gunaswara Best Participant  Dominic Owen Manuel  DESIGN BRANDING KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Muhammad Haidar Alfarezel Best Participant  Hiromi DESIGN ANIMATION KATEGORI NAMA PESERTA Best Project  Laurencia Clio Setiadi Best Participant  I Gustu Putu Darma Pradnya Semua penerima penghargaan akan mendapatkan Medali, T-shirt Eksklusif dan Merchandise dari Timedoor Academy. Kirimkan alamat anda kepada Admin Timedoor Academy untuk proses pengiriman.
float button