Apr 24, 2025

10 Aplikasi JavaScript Untuk Anak Belajar Coding Terbaik di 2025

10 Aplikasi JavaScript Untuk Anak Belajar Coding Terbaik di 2025 image

Memasuki tahun 2025, belajar coding bukan lagi sesuatu yang hanya dilakukan oleh orang dewasa. Kini, anak-anak pun mulai belajar pemrograman melalui berbagai aplikasi menarik yang sesuai dengan usia dan minat mereka. Salah satu cara terbaik untuk memulainya adalah dengan menggunakan aplikasi JavaScript untuk anak. Aplikasi-aplikasi ini menawarkan pendekatan belajar yang menyenangkan sekaligus terstruktur, sambil membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah.

Baik anak yang baru mulai mengenal dunia teknologi maupun yang sudah menunjukkan minat tinggi, daftar aplikasi JavaScript untuk anak tahun 2025 ini menyajikan pilihan terbaik untuk mendukung perjalanan belajar mereka.

10 Aplikasi JavaScript Terbaik untuk Anak Belajar Coding di 2025

1. CodeCombat

JavaScript Apps for Kids

Best for: Ages 10 to 15
CodeCombat mengajarkan JavaScript melalui petualangan berbasis game. Anak-anak menulis kode asli untuk mengendalikan karakter, memecahkan teka-teki, dan menyelesaikan level. Sangat cocok untuk anak yang suka bermain game dan ingin belajar sambil beraksi.

Keunggulan: Kode nyata dipadukan dengan misi seru yang bikin anak tetap semangat.

2. Tynker

python apps for kids

Best for: Ages 7 to 14
Tynker menawarkan pelajaran yang tumbuh bersama anak. Dimulai dari coding blok visual dan secara bertahap mengenalkan JavaScript dan Python. Proyeknya kreatif seperti modifikasi Minecraft, penceritaan interaktif, dan tantangan luar angkasa.

Keunggulan: Transisi mulus dari pemula ke coding nyata untuk perkembangan jangka panjang.

3. Grasshopper

aplikasi javascript terbaik untuk anak

Best for: Ages 10 to 16
Dikembangkan oleh Google, Grasshopper adalah aplikasi mobile dengan pelajaran singkat dan interaktif untuk mengajarkan JavaScript. Cocok buat anak yang siap naik level.

Keunggulan: Desain bersih, target harian, dan penggunaan kode nyata membangun kepercayaan diri.

4. Kodable

aplikasi javascript untuk anak

Best for: Ages 5 to 10
Kodable mulai dengan konsep coding blok sederhana lalu mengenalkan JavaScript. Fokus pada logika awal dan pemikiran komputasional lewat game berwarna-warni.

Keunggulan: Tersedia dasbor untuk orang tua memantau perkembangan anak.

5. Code.org’s App Lab

aplikasi javascript untuk anak

Best for: Ages 11 to 16
App Lab memberi kebebasan anak membuat aplikasi sendiri menggunakan JavaScript. Cocok untuk siswa yang siap menerapkan keterampilan melalui proyek nyata.

Keunggulan: Kombinasi alat desain dan coding untuk latih kreativitas dan kemampuan teknis.

6. Bitsbox

Best for: Ages 8 to 14
Bitsbox mengirim proyek coding ke rumah yang mengajarkan anak cara membangun aplikasi menggunakan JavaScript. Cocok untuk pembelajar yang suka kombinasi materi fisik dan latihan digital.

Keunggulan: Anak bisa langsung uji hasil coding mereka di ponsel atau tablet.

7. Hopscotch

Best for: Ages 9 to 13
Hopscotch adalah aplikasi coding visual yang juga mendorong anak menjelajahi JavaScript lewat proyek komunitas dan tutorial. Menarik untuk anak yang senang seni dan suka menyesuaikan hasil kerja.

Keunggulan: Kombinasi seni dan kode membantu anak mengekspresikan kreativitas.

8. CodeMonkey’s Game Builder

Best for: Ages 8 to 12
CodeMonkey memperkenalkan konsep pemrograman melalui bahasa mirip JavaScript dan pembelajaran berbasis game. Tahapan lanjutan mencakup pemrograman JavaScript sesungguhnya.

Keunggulan: Banyak materi bantuan tersedia untuk anak dan pengajar.

9. LightBot: Code Hour

Best for: Ages 6 to 11
LightBot mengajarkan logika dasar pemrograman melalui teka-teki. Cocok dikombinasikan dengan ekstensi JavaScript ketika anak sudah siap naik tingkat.

Keunggulan: Bisa dimainkan secara offline dan fokus pada tantangan berbasis logika.

10. ScriptKit Junior

aplikasi javascript untuk anak

Best for: Ages 10 to 14
ScriptKit Junior adalah aplikasi coding ringan untuk iPad yang memungkinkan anak membuat aplikasi dasar dengan JavaScript yang disederhanakan. Cocok untuk anak yang tertarik dengan pengembangan aplikasi tanpa kompleksitas tinggi.

Keunggulan: Interaksi sentuh dan coding digabungkan untuk pembelajaran yang intuitif.

Mengapa Menggunakan Aplikasi JavaScript untuk Anak?

Aplikasi JavaScript untuk anak membantu mereka memahami pemrograman sungguhan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses. Ini menjadi fondasi untuk pembelajaran teknologi, rekayasa, hingga seni kreatif di masa depan.

Manfaat utamanya:

  • Mengembangkan logika dan fokus
  • Meningkatkan kreativitas lewat proyek
  • Mempersiapkan anak menghadapi karier teknologi
  • Menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah

Cara Memilih Aplikasi JavaScript untuk Anak

Agar manfaatnya maksimal, pilih aplikasi yang sesuai dengan usia, minat, dan tujuan belajar anak. Beberapa tips penting:

  • Uji aplikasi terlebih dahulu untuk memastikan aman dan bebas iklan
  • Pilih yang memiliki jalur belajar terstruktur
  • Batasi waktu layar dan selingi dengan aktivitas fisik atau kreatif
  • Libatkan anak dalam aktivitas kelompok atau proyek nyata

Dukung Belajar Aplikasi JavaScript Untuk Anak di Timedoor Academy

Di Timedoor Academy, kami menyediakan kelas online dan offline yang mengenalkan anak pada dunia pemrograman melalui JavaScript, Python, robotika, dan lainnya. Program kami disusun untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan teknis anak dalam suasana belajar yang menyenangkan dan terarah.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Coba kelas gratis di Timedoor Academy dan temukan cara kami menjadikan coding mudah dipahami dan bermakna bagi anak segala usia. Kunjungi situs kami sekarang dan mulai perjalanan teknologi cerdas anak Anda hari ini.

Artikel Lainnya

Fun Coding Activities Kids Can Do to Boost Creativity in 2025
Aktivitas Coding Seru yang Bisa Dilakukan Anak untuk Asah Kreativitas di 2025
Di zaman digital seperti sekarang, coding untuk anak bukan lagi hal yang asing. Banyak orang tua mulai menyadari pentingnya mengenalkan coding sejak dini sebagai salah satu keterampilan abad ke-21. Selain membantu anak memahami teknologi, belajar coding juga bisa jadi sarana yang seru untuk mengasah kreativitas mereka. Artikel ini akan membahas beberapa hal coding seru yang bisa dilakukan anak agar mereka semakin tertarik dan kreatif dalam belajar pemrograman. Mengapa Coding untuk Anak Penting? Belajar coding sejak dini memiliki banyak manfaat penting bagi perkembangan anak, antara lain: Melatih Berpikir Sistematis: Anak belajar memecah masalah kompleks menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah diselesaikan. Mengasah Kreativitas dan Inovasi: Coding mendorong anak untuk berimajinasi dan menciptakan solusi atau karya baru seperti game dan animasi. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving: Anak terbiasa menghadapi tantangan dan mencari cara efektif untuk menyelesaikannya. Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi: Banyak proyek coding mengajarkan anak bekerja sama dalam tim dan berkomunikasi secara jelas. Mempersiapkan Masa Depan Digital: Keterampilan coding menjadi modal penting untuk menghadapi dunia yang semakin bergantung pada teknologi. Aktivitas Coding Seru yang Bisa Dilakukan Anak 1. Membuat Game Sederhana Salah satu aktivitas coding untuk anak yang paling menyenangkan adalah membuat game sederhana. Dengan bantuan platform seperti Scratch atau Code.org, anak bisa belajar logika dasar sambil berkreasi. Misalnya, mereka bisa membuat game teka-teki, petualangan, atau permainan kuis yang interaktif. Proses pembuatan game ini membantu anak belajar step by step dan merasakan kepuasan saat karya mereka bisa dimainkan sendiri atau oleh teman. 2. Membuat Animasi dan Cerita Interaktif Selain game, anak juga bisa mencoba membuat animasi atau cerita interaktif dengan coding. Ini mengasah kemampuan mereka dalam bercerita sekaligus kreativitas visual. Platform seperti Tynker atau Scratch memungkinkan anak menggabungkan gambar, suara, dan gerakan untuk membuat cerita yang hidup. 3. Tantangan Coding Harian Memberikan tantangan coding harian yang sederhana dapat memicu rasa penasaran dan semangat belajar anak. Misalnya, membuat robot virtual berjalan, mengubah warna latar belakang, atau memprogram karakter untuk bergerak ke arah tertentu. Tantangan seperti ini bisa diadaptasi sesuai usia dan kemampuan anak. 4. Membuat Aplikasi Sederhana Untuk anak yang lebih besar atau sudah mengenal dasar-dasar coding, membuat aplikasi sederhana seperti kalkulator, to-do list, atau aplikasi kuis bisa jadi aktivitas seru. Ini mengajarkan mereka bagaimana fungsi dan antarmuka aplikasi bekerja. 5. Eksperimen dengan Robotik dan IoT Menggabungkan coding dengan robotik atau Internet of Things (IoT) juga sangat seru untuk anak. Mereka bisa belajar memprogram robot untuk melakukan tugas tertentu atau mengendalikan perangkat melalui aplikasi yang mereka buat sendiri. Aktivitas ini menggabungkan konsep coding dengan dunia nyata sehingga makin menarik. Tips Agar Coding untuk Anak Jadi Lebih Menyenangkan Pilih Platform yang Ramah Anak: Gunakan platform coding yang mudah dipahami dan interaktif. Scratch, Tynker, dan Code.org adalah pilihan populer. Berikan Pendampingan: Dampingi anak selama belajar coding, terutama saat mereka mulai mengenal konsep baru. Buat Proyek yang Sesuai Minat: Sesuaikan proyek coding dengan hobi dan minat anak agar lebih semangat. Berikan Pujian dan Dorongan: Apresiasi setiap usaha dan hasil karya anak untuk menjaga motivasi mereka. Gabungkan Coding dengan Aktivitas Lain: Coding bisa dipadukan dengan seni, matematika, atau sains agar lebih menyeluruh. Mendukung Kreativitas Anak Lewat Coding yang Seru dan Menyenangkan Belajar coding untuk anak bukan hanya soal mempelajari bahasa pemrograman, tapi juga mengasah kreativitas, logika, dan kemampuan problem solving mereka. Dengan berbagai hal coding seru seperti membuat game, animasi, tantangan harian, aplikasi sederhana, dan robotik, anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Orang tua bisa mendukung dengan memilih platform yang tepat, mendampingi proses belajar, dan membuat coding untuk anak menjadi aktivitas yang sesuai dengan minat anak. Salah satu pilihan program belajar coding yang direkomendasikan adalah Timedoor Academy, yang menyediakan metode pembelajaran ramah anak dan mudah diikuti. Timedoor Academy juga menawarkan free trial class sehingga orang tua dan anak dapat mencoba belajar coding secara gratis tanpa tekanan sebelum memutuskan bergabung.
5 Dangerous Games for Kids Parents Should Watch Out For in 2025
5 Daftar Game yang Berbahaya untuk Anak: Waspadai Sebelum Terlambat!
Perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, termasuk untuk dunia pendidikan. Namun di sisi lain, kemudahan akses ke dunia digital juga membuka celah munculnya game yang berbahaya untuk anak. Banyak orang tua mungkin mengira semua game adalah hiburan biasa, padahal ada sejumlah game yang memiliki dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Dalam artikel ini, kita akan membahas daftar game yang berbahaya untuk anak, apa saja bahayanya, dan bagaimana orang tua bisa mengarahkan anak ke aktivitas digital yang lebih bermanfaat. Mengapa Game Bisa Berbahaya untuk Anak? Sebelum masuk ke daftar game yang berbahaya untuk anak, penting untuk memahami dulu apa saja bahaya game untuk anak. Beberapa efek negatif yang sering terjadi antara lain: Kecanduan BermainGame dengan sistem reward cepat atau endless play membuat anak sulit berhenti bermain, mengganggu waktu belajar dan istirahat. Konten Kekerasan dan AgresifGame bergenre tembak-menembak atau perkelahian bisa mempengaruhi emosi anak, membuat mereka lebih mudah marah dan meniru perilaku agresif. Interaksi Sosial yang NegatifGame online memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing tanpa filter, yang bisa mengarah ke cyberbullying atau paparan kata-kata kasar. Mengabaikan Aktivitas FisikTerlalu lama bermain game membuat anak malas bergerak, berdampak pada kesehatan fisik seperti obesitas atau gangguan postur tubuh. Paparan Iklan dan Transaksi MikroTanpa disadari, anak sering terjebak dalam pembelian item berbayar atau terpapar iklan yang tidak sesuai usianya. Daftar Game yang Berbahaya untuk Anak Berikut beberapa contoh game yang berbahaya untuk anak dan alasan mengapa sebaiknya dihindari atau diawasi ketat. 1. Free Fire Game battle royale ini dikenal dengan gameplay cepat dan visual kekerasan yang cukup intens. Meskipun populer, bahaya game untuk anak dari Free Fire adalah risiko kecanduan dan pengaruh agresivitas. 2. PUBG Mobile Sama seperti Free Fire, PUBG Mobile menampilkan adegan tembak-menembak yang kurang cocok untuk anak-anak. Game ini juga memicu kompetisi berlebihan yang bisa berdampak pada kesehatan mental anak. 3. Call of Duty Mobile Game ini mengandung konten kekerasan dengan level realistis yang lebih tinggi. Anak-anak rentan terpengaruh karena intensitas visual dan suara tembakannya. 4. Grand Theft Auto (GTA) Series GTA dikenal sebagai game dengan konten dewasa, kekerasan ekstrem, dan unsur kriminal. Sangat tidak disarankan untuk dimainkan anak-anak. 5. Roblox (Tanpa Pengawasan) Meskipun secara umum Roblox dianggap aman, namun banyak mini-game di dalamnya yang dibuat oleh pengguna tanpa filter konten ketat. Ini bisa membuka celah anak terpapar game dengan tema kekerasan atau perilaku negatif. Bahaya Game untuk Anak Jika Tidak Diawasi Tanpa pengawasan, bahaya game untuk anak bisa semakin luas. Tidak hanya soal waktu bermain, namun juga pola pikir, kebiasaan buruk, bahkan risiko keamanan data pribadi. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk terlibat aktif, bukan hanya dengan melarang, tapi mengarahkan. Alih-alih hanya melarang bermain, orang tua bisa mengenalkan aktivitas digital yang lebih positif dan terarah. Arahkan ke Kegiatan Digital yang Mendidik Salah satu cara untuk mengalihkan perhatian anak dari game yang berbahaya untuk anak adalah dengan mengenalkan mereka pada aktivitas digital yang lebih bermanfaat, seperti coding. Belajar coding tidak hanya menyenangkan, tapi juga melatih logika, fokus, dan kesabaran. Kegiatan ini mengajarkan anak untuk berpikir runtut, memecahkan masalah, dan menciptakan sesuatu dari ide mereka sendiri. Dengan pendekatan yang fun dan interaktif, anak tetap bisa menikmati dunia digital tanpa terjebak dalam konten negatif. Tips Orang Tua dalam Menghadapi Bahaya Game untuk Anak Agar anak tidak terjebak dalam game yang berbahaya untuk anak, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan: Awasi jenis game yang dimainkan anak, cek rating usia dan ulasan dari sumber terpercaya. Batasi durasi bermain game dengan aturan yang konsisten. Libatkan anak dalam diskusi tentang bahaya game untuk anak, bukan hanya melarang sepihak. Arahkan anak ke aktivitas digital yang lebih produktif, seperti coding, desain, atau animasi. Jadwalkan aktivitas fisik dan waktu berkualitas di luar layar untuk menjaga keseimbangan. Bijak dalam Menghadapi Dunia Digital Tidak semua game itu buruk, namun penting bagi orang tua untuk bisa membedakan mana game yang berbahaya untuk anak dan mana yang masih dalam batas aman. Kuncinya bukan hanya soal membatasi, tapi juga mengarahkan anak agar dunia digital menjadi sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Mengenalkan anak pada coding bisa menjadi langkah awal yang bagus. Coding tidak hanya melatih pola pikir, tapi juga membuka peluang bagi anak untuk memahami dunia digital dari sisi positif dan kreatif. Daftar Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy Timedoor Academy menyediakan program kelas coding gratis untuk anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Ini bisa menjadi alternatif menarik agar anak tetap produktif di dunia digital. Klik di sini untuk mendaftar dan kenalkan anak pada aktivitas digital yang bermanfaat: Daftar Kelas Gratis Timedoor Academy
5000 Siswa SD di Badung Mulai Belajar Coding dan AI dengan LMS Timedoor Academy
5000 Siswa SD di Badung Mulai Belajar Coding dan AI dengan LMS Timedoor Academy
Belajar coding dan AI di SD Badung kini jadi kenyataan. Sebanyak 5000 siswa sekolah dasar di Kabupaten Badung akan mempelajari koding dan kecerdasan buatan (AI) melalui program yang dijalankan Timedoor Academy. Program ini dimulai setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Timedoor Academy, Setyo Purwaningsih, dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Rai Twistyanti Raharja, pada Senin (8/9). Melalui kerja sama ini, 50 sekolah dasar di Badung akan menggunakan Learning Management System (LMS) dari Timedoor Academy sebagai media pembelajaran. LMS tersebut berisi modul siap pakai untuk siswa kelas 5 dan 6, sesuai dengan naskah akademik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Direktur Timedoor Academy, Setyo Purwaningsih, menyampaikan bahwa pihaknya ingin berbagi pengalaman setelah lebih dari lima tahun mengajarkan coding di Indonesia. “Sementara Timedoor sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun mengajarkan coding di 50 cabang di Indonesia, dengan 25000 siswa lebih dan banyak yang mendapatkan prestasi internasional, sehingga kami ingin membagikan praktik baik ini untuk bisa disebarkan ke lebih banyak siswa di Indonesia, dimulai dari Badung,” ujar Setyo yang akrab disapa Miss Tyo. Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Rai Twistyanti Raharja, mengatakan pemilihan LMS Timedoor dilatarbelakangi kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya. “Kami sudah lebih dari 3 tahun bekerja sama dengan Timedoor melalui Badung Education Fair, pengajaran guru dan juga pelatihan siswa untuk coding. Sejauh ini dampaknya positif terutama di project yang bisa dibuat oleh siswa,” jelasnya. Selain menyediakan LMS, Timedoor juga akan mendampingi guru selama pelaksanaan pembelajaran. Tim kurikulum Timedoor siap memberikan bantuan teknis, termasuk jika guru menghadapi kendala di kelas. “Misal ada bug pada project siswa, guru bisa selalu reach out ke tim kami. Kami siap mendukung agar implementasi di sekolah berjalan lancar,” tambah Miss Tyo. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Rai Twistyanti Raharja, berharap program ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa menghadapi era digital. “Harapan saya anak-anak di Badung bisa siap menghadapi kebutuhan digital dan siap jadi innovator muda,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Timedoor Academy menegaskan visi jangka panjang lembaganya: “Visi Timedoor Academy adalah menyediakan akses pendidikan IT berkualitas di seluruh Indonesia. Harapan kami, inisiatif di Badung ini bisa menjadi model yang disebarkan ke daerah-daerah lain melalui kerja sama dengan pemerintah lokal dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.” Timedoor Academy menegaskan visi jangka panjangnya adalah menghadirkan akses pendidikan IT berkualitas ke seluruh Indonesia. Program di Badung ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa diperluas ke daerah lain melalui kerja sama dengan pemerintah lokal maupun sekolah. Daftar Sekarang! Melalui langkah besar ini, Timedoor Academy kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan teknologi yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Tidak hanya untuk sekolah di Badung, Timedoor Academy juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mulai belajar coding dan AI sejak dini. Untuk orang tua maupun sekolah yang penasaran, tersedia program free trial yang bisa diikuti agar siswa merasakan langsung pengalaman belajar interaktif dengan kurikulum yang sudah teruji. Dengan begitu, setiap anak dapat memulai perjalanan digitalnya bersama Timedoor Academy tanpa hambatan.
float button