Oct 06, 2025

5 Rahasia Hebat Metode Project Based Learning dalam Pembelajaran Coding Anak

<strong>5 Rahasia Hebat Metode Project Based Learning dalam Pembelajaran Coding Anak</strong> image

Dalam dunia pendidikan modern, metode pembelajaran mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa adalah metode project based learning. Metode ini menekankan pada proses belajar melalui pengalaman langsung dan penerapan konsep secara nyata dalam bentuk proyek.

Di era digital seperti sekarang, kemampuan coding menjadi keterampilan penting yang perlu dikuasai sejak dini. Namun, belajar coding tidak hanya tentang menghafal sintaks atau mengikuti instruksi, tetapi juga memahami cara berpikir logis, kreatif, dan solutif. Di sinilah metode project based learning berperan penting untuk membantu anak belajar dengan lebih bermakna.

Mengapa Metode Project Based Learning Efektif untuk Coding?

Anak-anak cenderung lebih tertarik belajar ketika mereka dapat melihat hasil nyata dari apa yang mereka kerjakan. Dalam metode project based learning, mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pembuatan proyek seperti game sederhana, aplikasi interaktif, atau animasi digital.

Dengan pendekatan ini, anak belajar melalui eksplorasi, kolaborasi, dan eksperimen. Mereka akan belajar bagaimana menyusun ide, merancang solusi, hingga menyelesaikan masalah nyata menggunakan logika pemrograman. Proses tersebut membuat pengalaman belajar menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

Kelebihan Metode Project Based Learning dalam Pembelajaran Coding

metode project based learning
  1. Meningkatkan Motivasi Belajar
    Ketika anak melihat hasil karya mereka sendiri, muncul rasa bangga dan kepuasan tersendiri. Melalui metode project based learning, mereka akan merasa bahwa setiap langkah belajar memiliki tujuan dan makna. Hal ini meningkatkan motivasi intrinsik untuk terus mencoba hal baru.
  2. Mengembangkan Keterampilan Problem Solving
    Dalam setiap proyek, anak dihadapkan pada tantangan yang harus dipecahkan. Proses berpikir ini membantu mereka belajar berpikir kritis dan mencari solusi kreatif. Metode project based learning melatih anak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
  3. Mendorong Kolaborasi dan Komunikasi
    Salah satu aspek penting dari metode project based learning adalah kerja sama tim. Anak belajar berbagi ide, mendengarkan pendapat orang lain, dan menggabungkan kemampuan masing-masing anggota untuk mencapai hasil terbaik. Keterampilan sosial ini sangat berguna untuk masa depan mereka.
  4. Meningkatkan Pemahaman Konsep Teknologi
    Dengan menerapkan langsung apa yang dipelajari, anak memahami konsep teknologi secara mendalam. Mereka tidak hanya tahu bagaimana menulis kode, tetapi juga memahami bagaimana logika pemrograman bekerja untuk menciptakan solusi nyata.

Implementasi di Timedoor Academy

Timedoor Academy memahami pentingnya pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Karena itu, kelas coding di Timedoor menggunakan metode project based learning agar siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan.

Setiap modul pembelajaran dirancang agar anak mampu mengerjakan proyek nyata sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Misalnya, siswa pemula akan membuat animasi interaktif, sementara siswa tingkat lanjut dapat mengembangkan game atau website sederhana.

Selain itu, pengajar di Timedoor Academy tidak hanya memberikan materi, tetapi juga berperan sebagai mentor yang membimbing anak memahami proses berpikir kreatif di balik setiap proyek. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menghasilkan produk digital, tetapi juga menumbuhkan pola pikir problem solver.

Dampak Positif untuk Perkembangan Anak

metode project based learning

Anak-anak yang mengikuti kelas dengan metode project based learning menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek. Mereka menjadi lebih percaya diri karena mampu menyelesaikan proyek nyata. Selain itu, kemampuan berpikir kritis dan manajemen waktu mereka juga meningkat.

Tidak hanya itu, pendekatan ini membantu anak memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Saat proyek tidak berjalan sesuai rencana, mereka belajar memperbaiki dan mencoba lagi. Pola pikir seperti ini sangat penting dalam dunia teknologi yang selalu berkembang.

Menghubungkan Teori dengan Dunia Nyata

Salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran coding adalah membuat siswa memahami relevansi antara teori dan praktik. Melalui metode project based learning, anak belajar bahwa setiap baris kode memiliki fungsi dan tujuan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, mereka bisa membuat aplikasi sederhana yang membantu mengatur jadwal belajar atau membuat game edukatif untuk teman-teman mereka. Ketika anak memahami bahwa keterampilan coding dapat digunakan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat, semangat belajar mereka meningkat secara alami.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran

metode project based learning

Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung anak belajar menggunakan metode project based learning. Dukungan dan apresiasi terhadap hasil karya anak akan memperkuat rasa percaya diri mereka.

Selain itu, memberikan ruang bagi anak untuk bereksperimen dan mencoba hal baru juga membantu mereka mengasah kemampuan berpikir mandiri. Orang tua dapat membantu dengan menanyakan proses belajar anak, bukan hanya hasil akhirnya.

Belajar Aktif, Kreatif, dan Bermakna

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Pembelajaran coding dengan metode project based learning bukan hanya sekadar mengajarkan anak menulis kode, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir yang analitis, kreatif, dan solutif. Melalui pendekatan ini, anak belajar menghadapi tantangan dengan sikap positif serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan masa depan.Jika Anda ingin anak Anda belajar coding dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, daftarkan mereka di Free Trial Class Timedoor Academy. Biarkan mereka merasakan pengalaman belajar yang memotivasi, penuh kreativitas, dan menginspirasi masa depan mereka.

Artikel Lainnya

<strong>6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga</strong>
6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga
Mendaki gunung kini bukan hanya menjadi aktivitas untuk petualang dewasa, tetapi juga menjadi pilihan liburan keluarga yang edukatif dan menyenangkan. Di Indonesia, sudah banyak orang tua yang mulai mengenalkan alam dan aktivitas outdoor kepada anak-anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak mendaki gunung ramah anak, yaitu gunung yang memiliki jalur pendakian mudah, suasana aman, dan fasilitas yang memadai untuk keluarga. Memilih gunung ramah anak tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi si kecil, tetapi juga dapat mempererat ikatan keluarga, menumbuhkan rasa cinta alam, dan melatih ketahanan fisik serta mental anak. Selain itu, kegiatan mendaki bisa melatih kemandirian, kerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Tidak heran jika akhir-akhir ini semakin banyak keluarga yang mencari destinasi gunung ramah anak sebagai alternatif liburan. Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, penting untuk memilih gunung ramah anak dengan jalur landai, tidak terlalu panjang, serta memiliki pemandangan menarik yang membuat anak semakin antusias. Berikut ini adalah 6 rekomendasi gunung ramah anak di Indonesia yang cocok untuk liburan keluarga. 1. Gunung Papandayan, Garut Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, adalah salah satu gunung ramah anak paling populer di Indonesia. Jalurnya relatif landai dan mudah diakses oleh anak-anak maupun pendaki pemula. Perjalanan menuju area camping ground dapat ditempuh sekitar 1-2 jam saja dengan pemandangan kawah, padang edelweis, serta hutan mati yang unik. Fasilitas di sekitar area basecamp juga sangat lengkap, mulai dari toilet, warung makan, hingga area parkir yang luas. Tak heran jika Gunung Papandayan menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu khawatir jalur berat. 2. Gunung Andong, Magelang Gunung ramah anak yang satu ini berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Andong hanya memiliki ketinggian 1.726 mdpl, namun menawarkan panorama luar biasa indah. Jalur pendakian relatif singkat dan cocok untuk anak usia 6 tahun ke atas yang sudah terbiasa hiking ringan. Selain puncak yang luas untuk berkemah, udara sejuk dan suasana persawahan di sekitar kaki gunung menambah keunikan destinasi ini. Banyak keluarga dan komunitas pecinta alam yang merekomendasikan Andong sebagai gunung ramah anak terbaik di Jawa Tengah. 3. Gunung Prau, Dieng Dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia, Gunung Prau di kawasan Dieng juga masuk dalam daftar gunung ramah anak. Ketinggiannya yang hanya 2.565 mdpl dan jalur menanjak landai membuatnya aman untuk pendaki pemula maupun anak-anak. Waktu tempuh ke puncak rata-rata hanya 2-3 jam, sehingga tidak membuat anak cepat lelah. Di puncak Prau, anak-anak bisa menikmati lautan awan dan padang savana yang memesona. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan hangat karena suhu di puncak cukup dingin, terutama saat pagi hari. 4. Gunung Bromo, Jawa Timur Bromo sudah terkenal sebagai destinasi wisata keluarga, dan juga termasuk gunung ramah anak. Akses menuju kawah dan lautan pasir Bromo sangat mudah, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda dari area parkir. Anak-anak akan sangat menikmati pengalaman menyaksikan matahari terbit di Penanjakan, bermain pasir, serta belajar tentang kebudayaan Suku Tengger. Fasilitas wisata di kawasan Bromo sangat memadai, termasuk penginapan, toilet umum, serta banyak pilihan makanan khas setempat. 5. Gunung Penanggungan, Mojokerto Gunung ramah anak berikutnya adalah Gunung Penanggungan yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun ketinggiannya mencapai 1.653 mdpl, jalur pendakiannya cukup landai dan bisa ditempuh dalam 2-3 jam. Sepanjang perjalanan, anak-anak akan diajak melewati situs-situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang membuat perjalanan semakin edukatif. Area camping ground yang luas dan pemandangan sunrise yang indah menjadikan Gunung Penanggungan pilihan tepat untuk petualangan keluarga. 6. Gunung Puntang, Bandung Gunung Puntang yang terletak di Bandung Selatan menjadi destinasi gunung ramah anak selanjutnya. Jalurnya tidak terlalu terjal, banyak sumber air, dan terdapat area camping ground yang aman untuk anak-anak. Selain mendaki, keluarga juga bisa berkemah, bersepeda, atau sekadar piknik menikmati suasana hutan pinus yang sejuk. Gunung Puntang cocok untuk mengenalkan anak pada kegiatan luar ruang secara aman dan menyenangkan. Tips Aman Mendaki Gunung Ramah Anak Agar pengalaman mendaki lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan keluarga: Pilih gunung ramah anak dengan jalur pendek, landai, dan fasilitas yang memadai. Siapkan perlengkapan mendaki yang sesuai usia anak (jaket, sepatu, topi, makanan ringan, dan air minum). Selalu dampingi anak saat mendaki, jangan biarkan berjalan sendiri jauh dari rombongan. Buat perjalanan menyenangkan dengan mengajak anak mengenal flora dan fauna di sekitar jalur. Jangan lupa dokumentasikan momen seru keluarga selama pendakian. Menyeimbangkan Aktivitas Outdoor dan Digital untuk Anak Mengenalkan anak pada petualangan di gunung ramah anak sangat penting untuk menanamkan cinta alam dan keberanian. Namun, jangan lupa juga untuk membekali anak dengan keterampilan abad 21 seperti coding dan literasi digital. Keseimbangan antara pengalaman outdoor dan penguasaan teknologi akan membuat anak semakin siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Jika Anda ingin anak mengenal coding secara seru dan interaktif, cobalah daftarkan anak Anda ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Biarkan mereka tumbuh menjadi generasi petualang yang cinta alam sekaligus cakap teknologi!
Jumbo 2025 Movie Poster
Jumbo dan Anak: 3 Pelajaran Inspiratif Tentang Imajinasi & Teknologi 
Di sebuah film berjudul Jumbo, kita diajak masuk ke dunia seorang anak perempuan bernama Jo. Ia menciptakan robot raksasa dari barang-barang rongsokan, memberinya nama “Jumbo”, dan menjadikannya teman bermain sekaligus pelindung. Apa yang tampak seperti kisah imajinasi belaka, sebenarnya mencerminkan kemampuan alami anak-anak untuk berkreasi, berimajinasi, dan mengekspresikan diri melalui teknologi. Sebagai orang tua, kita tentu ingin memahami dunia anak yang sering kali tampak “tidak masuk akal”—penuh fantasi, tapi juga penuh potensi. Di era digital saat ini, dunia imajinasi itu bukan hanya bisa diwujudkan lewat gambar atau tulisan tangan, tapi juga melalui media digital seperti coding, animasi, hingga game development. Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari kisah Jumbo tentang anak dan teknologi? 1. Jumbo: Imajinasi Anak Adalah Aset Terbesar Mereka Jo tidak menciptakan Jumbo karena disuruh, tapi karena ia merasa sendiri dan ingin teman. Anak-anak punya dunia batin yang kaya, dan imajinasi sering kali menjadi jembatan untuk mengekspresikan emosi atau menjelajahi ide-ide baru. Sayangnya, dalam sistem pendidikan yang terlalu fokus pada nilai akademis, imajinasi anak bisa terlupakan. Padahal, dalam dunia teknologi, kreativitas adalah kekuatan utama. Banyak inovasi besar lahir bukan dari pengetahuan, tapi dari keberanian untuk membayangkan hal-hal yang belum ada. Sebagai orang tua, kita bisa mulai dengan bertanya: “Kalau kamu bisa membuat robot seperti Jumbo, dia akan seperti apa? Bisa apa saja?” Dari situ, anak belajar berpikir kreatif dan menuangkan ide secara konkret. 2. Jumbo: Teknologi Bukan Musuh, Tapi Alat Ekspresi Dalam film Jumbo, teknologi hadir sebagai medium ekspresi—bukan sekadar alat hiburan. Sama seperti Jo yang membangun Jumbo dari barang bekas, anak-anak zaman sekarang juga bisa menciptakan sesuatu dari apa yang mereka miliki: laptop, tablet, dan koneksi internet. Namun, penggunaan teknologi harus diarahkan. Gadget tidak melulu buruk. Jika digunakan dengan tujuan yang jelas, ia bisa menjadi sarana anak belajar berpikir logis, berinovasi, bahkan menyampaikan perasaan mereka. Alih-alih melarang anak bermain gadget, kita bisa bertanya: “Apa yang bisa kamu buat dengan itu?” “Mau coba bikin game atau animasi sendiri?” Dari sinilah teknologi berubah fungsi: dari konsumsi pasif menjadi proses penciptaan aktif. 3. Jumbo: Setiap Anak Bisa Menjadi Pencipta, Bukan Hanya Pengguna Film Jumbo memberi kita satu pesan penting: anak-anak punya kapasitas untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa, asal mereka diberi kesempatan. Tidak semua anak harus jadi ilmuwan atau insinyur, tapi semua anak bisa menjadi creator—mereka hanya butuh wadah yang tepat. Saat ini, belajar teknologi seperti coding atau animasi sudah bisa dimulai sejak usia SD. Anak-anak tidak perlu langsung membuat robot, tapi mereka bisa mulai dengan membuat karakter, mengatur alur cerita, atau menciptakan permainan kecil. Proses ini melatih banyak hal: dari berpikir sistematis, pemecahan masalah, hingga kerja sama. Dan yang paling penting? mereka belajar percaya pada ide mereka sendiri. Jumbo: Siapkah Kita Memberi Anak Ruang untuk Berkarya? Sebagai orang tua, kita punya peran penting untuk mendampingi dan memfasilitasi eksplorasi anak—bukan mengarahkannya secara kaku. Imajinasi anak, seperti Jo dalam film Jumbo, sering kali menjadi fondasi awal dari keterampilan abad ke-21: kreativitas, empati, literasi teknologi, dan inovasi. Memberi ruang untuk bermain dan berimajinasi dengan teknologi bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak kita. Bantu Anak Anda Mewujudkan Ide Liar Mereka Bersama Timedoor Academy Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan dan bukan sekadar mengikuti. Melalui program seperti coding, animasi, dan desain digital, anak-anak diajak untuk mengasah imajinasi mereka dan menuangkannya ke dalam bentuk yang nyata: mulai dari game interaktif, karakter animasi, hingga proyek digital personal yang mencerminkan ide dan perasaan mereka. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan terstruktur, kami membantu anak memahami bahwa teknologi bukan sekadar konsumsi, tetapi juga ruang eksplorasi. Kelas-kelas kami bersifat online dan interaktif, dipandu oleh mentor profesional dari Indonesia dan Jepang, serta dirancang untuk anak usia 5 hingga 18 tahun dari berbagai latar belakang. Jadi jika anak Anda memiliki dunia imajinasi sebesar robot Jumbo, mungkin mereka hanya perlu satu hal: lingkungan yang tepat untuk mewujudkannya. Join kelas uji coba gratis kami sekarang juga!
Mempersiapkan Anak untuk Karier Masa Depan dengan Kursus Coding Anak di 2025
Mempersiapkan Anak untuk Karier Masa Depan dengan Kursus Coding Anak di 2025
Dunia berkembang sangat cepat, didorong oleh kemajuan teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan. Meski kita tidak bisa memprediksi secara pasti bagaimana kondisi pasar kerja 10 atau 20 tahun mendatang, satu hal sudah pasti: keterampilan digital akan menjadi kunci utama. Karena itulah semakin banyak orang tua yang mulai melirik manfaat kursus coding anak. Belajar coding bukan hanya tentang menjadi programmer. Lebih dari itu, coding mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya juang anak. Artikel ini akan membahas mengapa kursus coding anak adalah salah satu investasi terbaik bagi masa depan anak Anda, serta bagaimana pelatihan ini bisa membentuk generasi baru yang melek teknologi dan inovatif. Teknologi Bukan Lagi Pilihan Anak-anak zaman sekarang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan teknologi. Mulai dari smartphone, smart TV, tablet, hingga video game—semua menjadi bagian dari keseharian mereka. Namun, menjadi pengguna pasif berbeda dengan benar-benar memahami cara kerja teknologi. Kursus coding anak mengubah mereka dari sekadar pengguna menjadi pencipta. Mereka tidak hanya bermain game atau menggunakan aplikasi, tapi juga belajar bagaimana membangunnya sendiri. Pemahaman dasar tentang konsep pemrograman memberikan rasa percaya diri sekaligus membuka wawasan anak tentang peluang karier di dunia teknologi. Teknologi bukan lagi sesuatu yang misterius dan menakutkan, melainkan alat untuk memecahkan masalah dan mengekspresikan diri secara kreatif. Mengasah Keterampilan Esensial Abad ke-21 Salah satu aspek coding yang sering diremehkan adalah banyaknya keterampilan hidup yang bisa diasah lewat belajar coding. Kursus coding anak yang baik tidak hanya mengajarkan sintaks atau penggunaan platform tertentu, tapi juga membentuk cara berpikir yang terstruktur dan logis. Anak belajar memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil, menguji solusi, dan memperbaiki ide lewat proses coba-coba. Coding juga melatih ketekunan. Ketika kode tidak berjalan, anak belajar mencari kesalahan dan mencoba lagi. Pola pikir ini membentuk daya juang yang bermanfaat di sekolah maupun dalam menghadapi tantangan pribadi. Tak kalah penting, coding juga mengajarkan kerja sama. Banyak program coding anak saat ini dirancang agar mereka bekerja berpasangan atau dalam tim, saling berbagi kode, membantu memperbaiki bug, dan mempresentasikan hasil karya mereka. Pengalaman ini mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi. Membuka Peluang Karier di Masa Depan Berdasarkan berbagai studi pasar tenaga kerja, karier di bidang teknologi diperkirakan akan terus diminati dalam beberapa dekade ke depan. Profesi seperti pengembang perangkat lunak, analis data, desainer UX, dan pakar keamanan siber tumbuh dengan cepat. Bahkan di industri non-teknologi, literasi digital kini menjadi kebutuhan mendasar. Dengan mengikuti kursus coding anak, mereka membangun fondasi kuat sejak dini. Anak tidak perlu langsung memutuskan ingin menjadi pengembang perangkat lunak. Yang terpenting, mereka memahami logika di balik teknologi dan merasa nyaman untuk mengeksplorasinya. Paparan awal ini bisa memicu minat di bidang STEM dan menjadi bekal belajar di jenjang sekolah selanjutnya. Coding Mengasah Kreativitas dan Percaya Diri Bertolak belakang dengan anggapan bahwa coding adalah aktivitas kaku dan teknis, kenyataannya coding justru merupakan proses kreatif. Anak bisa mendesain cerita interaktif, membuat game sederhana, menghidupkan karakter animasi, bahkan membangun situs web. Setiap proyek coding menjadi media untuk menuangkan ide dan imajinasi. Kursus coding anak yang terstruktur dengan baik memberi ruang untuk bereksperimen dan berinovasi. Ketika anak melihat hasil nyata dari kode yang mereka buat di layar, rasa percaya diri mereka meningkat. Ada kepuasan tersendiri ketika karya mereka berhasil, yang mendorong mereka untuk terus belajar. Bagi anak-anak yang kurang menonjol di pelajaran konvensional, coding bisa menjadi cara alternatif untuk bersinar. Di sini, mereka tidak dituntut menghafal rumus atau fakta, tapi diajak membangun sesuatu dengan tangan dan pikiran sendiri. Belajar Coding Sejak Dini Membuat Teknologi Tak Lagi Menakutkan Manfaat besar lain dari kursus coding untuk anak adalah membantu mereka lebih akrab dengan teknologi sejak dini. Banyak orang dewasa merasa kewalahan dengan perkembangan digital yang begitu cepat. Dengan belajar coding di usia muda, anak tumbuh dengan sudut pandang bahwa teknologi adalah sesuatu yang bisa mereka pahami dan kendalikan. Cara pandang ini membuat anak lebih percaya diri dan siap menghadapi masa depan di mana kemampuan digital bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat dasar. Apapun profesi yang mereka pilih nanti, mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan alat, sistem, dan lingkungan digital baru. Daftar Kursus Coding Anak Gratis di Timedoor Academy Jika Anda ingin mempersiapkan anak menghadapi masa depan berbasis teknologi, Timedoor Academy siap membantu. Kami menyediakan kursus coding anak yang terstruktur, menyenangkan, dan sesuai dengan usia, dengan fokus pada pengembangan keterampilan nyata melalui pelajaran interaktif. Kursus ini dirancang untuk anak usia 6 tahun ke atas dan dipandu oleh mentor berpengalaman yang tahu cara membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat belajar anak. Anak-anak belajar dengan tempo yang sesuai, sambil mengasah kepercayaan diri dalam coding, kreativitas, dan komunikasi. Daftarkan anak Anda untuk kelas percobaan gratis dan biarkan mereka merasakan serunya belajar coding. Timedoor Academy berkomitmen membantu anak Anda menjadi pemikir masa depan yang siap menghadapi dunia teknologi.
float button