May 05, 2025

Cara Menggunakan Figma untuk Anak: Panduan Terbaru 2025

Cara Menggunakan Figma untuk Anak: Panduan Terbaru 2025 image

Di era digital seperti sekarang, keterampilan desain grafis menjadi salah satu keahlian yang semakin penting untuk dimiliki, bahkan sejak usia dini. Tidak hanya berguna untuk membuat gambar atau ilustrasi, desain juga membantu anak mengembangkan kreativitas, logika visual, dan kemampuan berpikir sistematis. Salah satu tools desain yang populer dan bisa dikenalkan sejak awal adalah Figma. Artikel ini akan membahas cara menggunakan Figma untuk anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Figma dikenal sebagai platform desain berbasis web yang banyak digunakan oleh profesional UI/UX dan desainer grafis. Namun, karena tampilannya intuitif dan mendukung kolaborasi langsung, Figma juga cocok digunakan sebagai media belajar desain untuk anak-anak, terutama yang mulai tertarik membuat desain digital seperti poster, undangan, layout aplikasi, atau game sederhana.

Mengapa Anak Perlu Belajar Desain Digital?

Desain digital bukan hanya soal estetika, tapi juga soal komunikasi. Anak-anak yang belajar desain akan lebih terbiasa menyampaikan ide secara visual, memahami struktur informasi, serta berani bereksperimen. Desain juga membuka pintu ke berbagai bidang teknologi dan seni, mulai dari ilustrasi, pengembangan aplikasi, animasi, hingga branding.

Dengan cara menggunakan Figma untuk anak, proses belajar desain jadi lebih menyenangkan karena anak dapat langsung mencoba, mengatur ulang, dan mengeksplorasi elemen desain dengan cepat tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Persiapan Sebelum Menggunakan Figma

Sebelum mulai, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:

  • Akun Figma: Buat akun gratis di figma.com. Gunakan akun orang tua atau dampingi anak saat mendaftar.
  • Perangkat yang Mendukung: Figma berjalan lancar di laptop atau komputer dengan koneksi internet stabil.
  • Tema Desain Sederhana: Tentukan proyek awal yang mudah, misalnya membuat kartu ucapan atau desain karakter favorit.

Manfaat Menggunakan Figma untuk Anak

Berikut beberapa manfaat menggunakan Figma untuk anak sebagai media belajar:

  • Melatih kreativitas dan estetika visual
  • Meningkatkan kemampuan logika melalui pengaturan layout
  • Mengembangkan kepercayaan diri lewat hasil desainnya sendiri
  • Belajar kolaborasi jika digunakan bersama teman atau dalam kelas online

Langkah Sederhana Menggunakan Figma untuk Anak

Berikut ini adalah langkah-langkah konkrit untuk mulai cara menggunakan Figma untuk anak, lengkap dengan fitur dan panduan penggunaannya:

1. Kenalkan Tampilan Dasar dan Navigasi

cara menggunakan figma untuk anak

Setelah login ke akun Figma, bantu anak mengenal elemen utama di dalam workspace:

  • Canvas: area kosong tempat membuat desain
  • Toolbar atas: alat-alat seperti Move, Frame, Shape, Text
  • Panel kiri: menampilkan struktur objek (layer)
  • Panel kanan: untuk mengatur warna, ukuran, posisi, dan efek

Ajak anak bermain-main dulu, seperti menggambar bentuk lingkaran, kotak, dan mengganti warnanya. Ini membantu mereka mengenal fitur dasar tanpa tekanan. Panduan ini juga berguna sebagai cara menggunakan Figma untuk anak yang bisa diterapkan secara bertahap.

2. Membuat Proyek Baru

Klik New Design File, beri nama file yang menarik agar anak semangat. Lalu:

  • Buat Frame berukuran A4 atau layar ponsel
  • Tambahkan bentuk dari menu Shape, lalu ubah warna di panel kanan
  • Tambahkan tulisan dengan Text Tool, ganti ukuran, font, dan posisi

Cara menggunakan Figma untuk anak di tahap ini terasa seperti menggambar bebas di atas kertas digital. Panduan ini juga berguna untuk mempermudah proses belajar anak secara mandiri.

3. Menambahkan Gambar dan Ilustrasi

Agar desain lebih hidup, anak bisa menambahkan gambar dengan:

  • Klik File > Place Image, lalu pilih dari komputer
  • Drag gambar ke canvas
  • Gunakan plugin seperti Unsplash untuk mencari gambar gratis

Anak bisa membuat kolase atau kartu ucapan digital dengan foto atau karakter favorit mereka. Ini juga merupakan salah satu praktik dari cara menggunakan Figma untuk anak dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mendesain Layout Aplikasi atau Game Sederhana

Untuk anak yang lebih besar, ajarkan membuat layout aplikasi dasar:

  • Buat Frame dengan ukuran iPhone 14 atau Android
  • Tambahkan judul, ikon, dan tombol
  • Gunakan fitur Components agar bisa menduplikasi elemen
  • Simulasikan perpindahan antar layar dengan Prototype Mode

Ini bisa jadi latihan awal untuk memahami alur aplikasi dan logika visual. Pendekatan ini merupakan bagian dari cara menggunakan Figma untuk anak yang sudah mulai tertarik dengan UI/UX.

5. Kolaborasi dan Presentasi

Figma memungkinkan kolaborasi langsung. Anak bisa:

  • Klik Share dan masukkan email orang tua atau teman
  • Melihat desain dalam Presentation Mode
  • Menerima komentar langsung di canvas, belajar memberi dan menerima masukan

Fitur ini sangat bermanfaat jika anak mengikuti kelas online atau ingin menunjukkan hasil karyanya ke guru. Cara menggunakan Figma untuk anak bisa dikembangkan lebih lanjut melalui kerja tim dan feedback.

Gabungkan dengan Kelas Desain Online

Agar proses belajar lebih terarah, anak bisa mengikuti kelas desain online khusus anak. Timedoor Academy menawarkan program belajar desain digital berbasis proyek yang disesuaikan dengan usia dan gaya belajar anak. Belajar cara menggunakan Figma untuk anak akan lebih mudah jika didampingi mentor yang sabar dan berpengalaman.

Tips Orang Tua dalam Mendampingi

Agar pengalaman anak lebih positif, orang tua bisa:

  • Mendampingi di awal, lalu beri ruang eksplorasi
  • Bertanya tentang desain yang dibuat agar anak merasa dihargai
  • Tidak menuntut hasil yang sempurna
  • Mengajak anak untuk mencoba bersama sesekali

Siap Membuka Dunia Desain untuk Anak?

Mengembangkan kreativitas digital anak bisa dimulai dengan tools sederhana seperti Figma. Dengan pendekatan yang ringan dan menyenangkan, cara menggunakan Figma untuk anak dapat menjadi aktivitas yang mengasah logika, melatih estetika, sekaligus memperkenalkan mereka pada dunia teknologi.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Timedoor Academy siap menjadi partner Anda dalam mengenalkan dunia desain digital kepada anak. Melalui kelas online yang interaktif dan instruktur yang ramah, anak-anak bisa belajar mendesain dengan percaya diri. Coba kelas gratisnya sekarang dan temukan potensi desain si kecil sejak dini!

Artikel Lainnya

<strong>7 Top Bahaya Game Roblox untuk Anak di 2025</strong>
7 Top Bahaya Game Roblox untuk Anak di 2025
Game Roblox saat ini menjadi salah satu permainan online yang sangat populer di kalangan anak-anak. Dengan konsep open-world dan kemampuan untuk membuat serta memainkan berbagai jenis game di dalam satu platform, Roblox menawarkan pengalaman bermain yang menyenangkan dan penuh imajinasi. Namun, di balik daya tariknya yang luar biasa, orang tua perlu waspada terhadap bahaya game Roblox untuk anak yang sering kali tersembunyi dan tidak disadari. Sebagai game yang sangat terbuka, Roblox memberikan kebebasan kepada pemain untuk berinteraksi, membuat konten, dan menjelajah dunia virtual yang luas. Sayangnya, kebebasan ini juga membuka celah terhadap berbagai risiko yang bisa berdampak pada perkembangan mental, emosional, hingga sosial anak. Artikel ini akan membahas tujuh bahaya game Roblox untuk anak yang wajib diketahui agar orang tua bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. 1. Konten Tidak Sesuai Usia Meskipun Roblox memiliki sistem rating dan kontrol orang tua, banyak game di dalamnya dibuat oleh pengguna dan tidak melalui proses moderasi yang ketat. Ini membuat anak berpotensi terpapar konten kekerasan, bahasa kasar, atau tema-tema yang belum sesuai dengan usianya. Bahaya game Roblox untuk anak pada poin ini cukup serius, karena dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka jika tidak diawasi. 2. Fitur Chat yang Rentan Roblox memungkinkan pemain untuk berkomunikasi melalui fitur chat. Jika tidak dibatasi, anak bisa berinteraksi dengan orang asing yang tidak dikenal. Dalam beberapa kasus, chat ini digunakan untuk tindakan perundungan, pelecehan verbal, bahkan eksploitasi. Bahaya game Roblox untuk anak dari sisi ini adalah meningkatnya risiko terpapar interaksi yang tidak sehat di dunia maya. 3. Potensi Kecanduan Game Roblox sangat adiktif karena menghadirkan beragam jenis permainan yang terus diperbarui. Anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam bermain tanpa jeda, yang berdampak pada waktu belajar, tidur, dan interaksi sosial mereka. Bahaya game Roblox untuk anak dalam jangka panjang adalah menurunnya produktivitas dan kurangnya keseimbangan dalam rutinitas harian. 4. Risiko Transaksi Digital Meskipun Roblox dapat dimainkan secara gratis, terdapat fitur pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) menggunakan mata uang virtual bernama Robux. Anak-anak yang belum memahami konsep uang bisa secara tidak sengaja melakukan pembelian, bahkan menggunakan kartu orang tua tanpa izin. Bahaya game Roblox untuk anak dalam hal ini adalah potensi penyalahgunaan keuangan yang tidak disadari. 5. Paparan Terhadap Predator Online Beberapa pelaku kejahatan siber memanfaatkan platform seperti Roblox untuk mendekati anak-anak dengan menyamar sebagai teman bermain. Mereka bisa membangun kedekatan dan mencoba mengakses informasi pribadi. Ini adalah salah satu bahaya game Roblox untuk anak yang sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian utama bagi setiap orang tua. 6. Menurunnya Aktivitas Fisik dan Sosial Ketika anak terlalu fokus pada dunia virtual, mereka bisa kehilangan minat untuk bermain di luar, bersosialisasi secara langsung, atau mengikuti kegiatan fisik. Akibatnya, keseimbangan perkembangan fisik dan sosial anak terganggu. Bahaya game Roblox untuk anak dalam konteks ini adalah berkurangnya interaksi nyata yang penting untuk keterampilan hidup mereka. 7. Terganggunya Konsentrasi dan Fokus Belajar Bermain Roblox secara berlebihan dapat memengaruhi kemampuan anak untuk fokus saat belajar. Anak cenderung ingin segera kembali bermain, sulit duduk tenang, dan cepat bosan terhadap aktivitas yang membutuhkan konsentrasi. Bahaya game Roblox untuk anak di sini adalah turunnya prestasi akademik serta menurunnya minat terhadap kegiatan belajar. Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua? Daripada melarang total, pendekatan yang paling efektif adalah mendampingi anak dalam menggunakan teknologi. Orang tua bisa menetapkan batas waktu bermain, mengaktifkan parental control, serta berdiskusi terbuka tentang bahaya game Roblox untuk anak. Penting juga untuk menawarkan alternatif kegiatan digital yang tetap menarik namun edukatif. Salah satu pilihan terbaik adalah mengenalkan anak pada dunia teknologi secara sehat melalui belajar coding. Di sini, anak tidak hanya bermain, tapi juga memahami bagaimana game dan aplikasi dibuat. Ini bisa menjadi cara menyenangkan untuk menyalurkan minat anak terhadap teknologi sekaligus membangun keterampilan berpikir logis, kreatif, dan bertanggung jawab. Coba Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy Timedoor Academy menyediakan kelas coding gratis untuk anak usia 5 hingga 18 tahun. Dengan pendekatan belajar berbasis proyek dan kurikulum yang disesuaikan dengan usia, anak-anak diajak membuat game, animasi, dan proyek digital lainnya secara positif dan menyenangkan. Didampingi oleh mentor profesional, anak akan belajar berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan memahami teknologi bukan hanya sebagai hiburan, tapi sebagai alat untuk berkarya. Yuk, jadikan dunia digital sebagai tempat belajar yang aman dan bermanfaat. Daftarkan anak Anda sekarang dan coba kelas coding gratis dari Timedoor Academy!
<strong>7 Top Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak di 2025</strong>
7 Top Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak di 2025
Di Indonesia, susu kental manis masih sering dianggap sebagai pengganti susu atau minuman bergizi untuk anak. Rasanya yang manis, harga terjangkau, dan kemasan menarik membuat banyak orang tua menganggapnya sebagai pilihan praktis. Padahal, bahaya susu kental manis untuk anak sangat serius dan kerap tidak disadari. Susu kental manis bukanlah susu murni, melainkan produk olahan yang tinggi gula dan sangat minim kandungan protein maupun kalsium. Produk ini lebih tepat disebut sebagai minuman manis berperisa susu. Sayangnya, kurangnya edukasi membuat bahaya susu kental manis untuk anak terus terulang, terutama di keluarga dengan akses informasi terbatas. Artikel ini akan membahas tujuh bahaya susu kental manis untuk anak yang wajib diketahui agar orang tua dapat mengambil langkah bijak dalam memberikan nutrisi yang tepat. 1. Kadar Gula Tinggi Satu porsi susu kental manis bisa mengandung lebih dari 40 persen gula. Anak-anak yang rutin mengonsumsinya berisiko tinggi mengalami kelebihan asupan gula. Ini merupakan bahaya susu kental manis untuk anak yang paling utama, karena bisa memicu obesitas, gigi berlubang, dan gangguan metabolisme sejak usia dini. 2. Risiko Diabetes Anak Asupan gula berlebihan dari susu kental manis dapat membebani kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Jika terjadi terus-menerus, anak berisiko mengalami gangguan pengaturan gula darah. Bahaya susu kental manis untuk anak pada aspek ini sangat mengkhawatirkan, karena diabetes tipe 2 kini mulai ditemukan pada anak usia sekolah. 3. Tidak Memberikan Nutrisi yang Dibutuhkan Meski tampilannya menyerupai susu, kandungan gizi susu kental manis jauh lebih rendah dibandingkan susu UHT atau susu formula. Anak-anak membutuhkan protein, lemak sehat, dan kalsium yang tidak tersedia cukup dalam produk ini. Bahaya susu kental manis untuk anak adalah anak terlihat kenyang, padahal tidak mendapat gizi yang cukup untuk tumbuh optimal. 4. Menyebabkan Kecanduan Rasa Manis Kebiasaan minum susu kental manis bisa menanamkan preferensi rasa manis pada anak. Mereka menjadi enggan makan sayur atau makanan sehat karena terbiasa dengan rasa gula yang kuat. Bahaya susu kental manis untuk anak di sini adalah terbentuknya pola makan yang tidak seimbang dan sulit dikoreksi saat dewasa. 5. Mengganggu Sistem Pencernaan Beberapa anak mengalami diare atau konstipasi setelah mengonsumsi susu kental manis, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kandungan gula dan lemak olahan dapat mengganggu flora usus yang masih berkembang. Ini merupakan bahaya susu kental manis untuk anak yang kerap dianggap sepele namun bisa mengganggu aktivitas harian anak. 6. Menyebabkan Gigi Berlubang Susu kental manis sangat lengket dan mudah menempel pada gigi anak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, sisa gula ini akan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab karies. Bahaya susu kental manis untuk anak yang satu ini sangat cepat terasa, apalagi jika anak jarang sikat gigi atau masih minum menggunakan botol. 7. Menurunkan Kualitas Pola Makan Keluarga Banyak keluarga menjadikan susu kental manis sebagai minuman utama sehari-hari. Ini bisa menurunkan standar kualitas nutrisi di rumah dan membuat anak kehilangan kesempatan mendapatkan asupan yang benar. Bahaya susu kental manis untuk anak tidak hanya dirasakan secara individu, tapi juga memengaruhi pola konsumsi seluruh keluarga. Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua? Langkah pertama adalah memahami bahwa tidak semua produk yang tampak seperti susu benar-benar baik untuk anak. Membaca label, mencari informasi terpercaya, dan berkonsultasi dengan ahli gizi bisa membantu memilih produk yang lebih sehat. Selain itu, orang tua bisa menggantikan minuman manis dengan air putih, susu segar, atau jus buah alami tanpa tambahan gula. Arahkan Anak pada Aktivitas Positif Selain memperhatikan asupan nutrisi, orang tua juga bisa mendampingi anak dalam memilih aktivitas yang membangun. Salah satunya adalah belajar coding. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga melatih konsentrasi, logika, dan kreativitas anak sejak dini. Coba Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy Timedoor Academy menyediakan kelas coding gratis untuk anak usia 5 hingga 18 tahun. Anak akan belajar membuat game, animasi, dan proyek digital sesuai usia mereka. Dengan pendekatan belajar berbasis proyek dan mentor profesional, anak akan terlibat aktif dalam proses berpikir dan mencipta, bukan hanya pasif sebagai penonton layar. Ajak anak Anda mencoba kelas coding gratis di Timedoor Academy sekarang. Mari bantu anak membangun masa depan yang sehat, cerdas, dan penuh kreativitas!
How to Introduce AI to Kids: Tips and Trick 2025
Cara Mengenalkan AI pada Anak: Tips dan Trik 2025
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. AI sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari asisten suara di ponsel hingga rekomendasi video di YouTube. Karena itulah, mengenalkan AI pada anak menjadi langkah penting agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga memahami bagaimana teknologi itu bekerja. Sebagai orang tua, mungkin kamu bertanya-tanya apakah topik seperti AI tidak terlalu rumit untuk anak. Sebenarnya, AI bisa dikenalkan dengan cara yang sangat sederhana dan menyenangkan. Kuncinya adalah menggunakan contoh dari kehidupan sehari-hari yang sudah akrab bagi mereka.   Gunakan Contoh yang Dekat dengan Kehidupan Anak Langkah pertama dalam mengenalkan AI pada anak adalah dengan menunjukkan bahwa teknologi ini sudah ada di sekitar mereka. Misalnya, saat mereka bertanya ke Google Assistant atau berbicara dengan Siri di ponsel, jelaskan bahwa mereka sedang berinteraksi dengan AI. Begitu juga ketika YouTube atau Netflix merekomendasikan video yang mereka sukai, itu juga merupakan bentuk AI yang mempelajari kebiasaan mereka. Dengan menggunakan contoh seperti ini, anak akan lebih mudah menangkap konsep dasar tanpa perlu penjelasan teknis.   Ajak Anak Berdiskusi Lewat Cerita Anak-anak sangat suka cerita. Maka, salah satu cara efektif untuk mengenalkan AI pada anak adalah melalui dongeng atau ilustrasi. Kamu bisa membuat cerita tentang robot pintar yang membantu menyelesaikan masalah atau karakter animasi yang bisa belajar dari pengalaman. Ceritakan bahwa AI bekerja dengan cara "belajar" dari data, mirip seperti anak yang belajar dari pengalaman. Misalnya, robot dalam cerita bisa mengenali wajah teman-temannya karena sering melihat foto mereka, mirip seperti anak yang bisa mengenali wajah guru di sekolah.   Libatkan Anak dalam Aktivitas Interaktif Pembelajaran akan lebih efektif jika dilakukan secara aktif. Banyak aplikasi dan permainan edukatif yang bisa membantu anak mengenal AI dengan cara bermain. Misalnya, game yang mengajarkan logika berpikir, pengenalan pola, atau simulasi sederhana dari pengambilan keputusan otomatis. Dengan bermain, anak bisa memahami dasar-dasar konsep AI tanpa merasa sedang belajar hal sulit. Ini bisa menjadi langkah awal dalam mengenalkan AI pada anak dengan cara yang mereka sukai dan tidak membosankan.   Jelaskan Secara Bertahap Sesuai Usia Setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda. Untuk anak usia dini, cukup kenalkan bahwa ada teknologi yang bisa “belajar” dan membantu manusia. Untuk anak yang lebih besar, kamu bisa mulai menjelaskan bahwa AI bekerja dengan data dan algoritma. Tidak perlu menjelaskan istilah teknis seperti machine learning atau neural network. Yang penting adalah anak paham bahwa AI bukan sihir, tapi hasil kerja manusia melalui teknologi yang canggih. Mengenalkan AI pada anak bisa dimulai dari konsep dasar yang terus berkembang seiring bertambahnya usia mereka.   Tunjukkan Peran AI di Dunia Nyata Supaya lebih relevan, tunjukkan bagaimana AI digunakan dalam berbagai bidang. Misalnya, di dunia kesehatan, AI membantu menganalisis hasil rontgen. Di bidang transportasi, AI digunakan dalam mobil otomatis. Bahkan dalam pendidikan, AI bisa menjadi tutor virtual yang membantu anak belajar sesuai kebutuhan mereka. Saat anak melihat bahwa AI digunakan untuk hal-hal positif, mereka akan tertarik dan merasa bahwa mempelajari teknologi itu penting. Ini akan membuka wawasan mereka bahwa mengenalkan AI pada anak bukan sekadar pengenalan teknologi, tapi juga persiapan masa depan.   Dorong Anak untuk Bertanya dan Mengeksplorasi Setelah anak mulai mengenal AI, mereka pasti akan punya banyak pertanyaan. Orang tua bisa menjadi teman diskusi yang menyenangkan. Jawab pertanyaan mereka dengan cara yang sederhana dan, jika perlu, cari tahu jawabannya bersama-sama. Kamu juga bisa menunjukkan video pendek, artikel bergambar, atau proyek eksperimen yang relevan. Dorongan untuk mengeksplorasi akan membentuk rasa ingin tahu yang sehat. Mengenalkan AI pada anak adalah awal dari proses berpikir kritis dan terbuka terhadap teknologi baru.   Pastikan Anak Menggunakan Teknologi dengan Bijak Selain memahami manfaat AI, anak juga perlu diajarkan bagaimana menggunakannya dengan bertanggung jawab. Ajarkan etika digital seperti privasi, keamanan data, dan pentingnya bersikap sopan di ruang digital. Teknologi bisa menjadi alat yang luar biasa jika digunakan dengan benar. Dalam proses mengenalkan AI pada anak, nilai-nilai etika ini tidak boleh diabaikan. Jadikan proses belajar teknologi sebagai bagian dari pembentukan karakter.   Maksimalkan Pembelajaran AI Bersama Timedoor Academy Jika kamu ingin anak mengenal dunia teknologi dan AI dengan cara yang menyenangkan, Timedoor Academy menyediakan kelas online interaktif khusus untuk anak. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak bisa belajar coding, logika, dan dasar pemahaman teknologi yang berkaitan dengan AI. Timedoor Academy hadir dengan materi yang disesuaikan dengan usia anak, lengkap dengan proyek nyata dan pendampingan langsung dari mentor. Yuk, coba kelas gratis hari ini dan mulai perjalanan seru mengenalkan AI pada anak bersama Timedoor dari rumah!
float button