May 14, 2025

Cara Menghadapi Anak Tantrum: Tips Bijak agar Orang Tua Tetap Tenang

Cara Menghadapi Anak Tantrum: Tips Bijak agar Orang Tua Tetap Tenang image

Sebagai orang tua, menghadapi anak yang sedang tantrum memang sering jadi ujian kesabaran. Tiba-tiba anak menangis kencang, marah, berteriak, bahkan sampai melempar barang. Situasi ini bisa bikin siapa pun stres. Karena itu, penting banget buat orang tua tahu cara menghadapi anak tantrum dengan tenang dan tepat.

Di artikel ini, kita akan bahas tuntas cara menghadapi anak tantrum, dari kenapa anak bisa tantrum sampai langkah-langkah praktis untuk menghadapinya. Dengan pendekatan yang sabar dan positif, tantrum justru bisa jadi momen belajar yang berharga — bukan cuma buat anak, tapi juga untuk orang tuanya.

Kenapa Sih Anak Suka Tantrum?

cara menghadapi anak tantrum

Sebelum mencari tahu cara menghadapi anak tantrum, penting buat paham dulu alasannya. Tantrum sebenarnya hal yang wajar, terutama pada anak usia 1-4 tahun. Biasanya terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Jadi, saat mereka merasa lelah, lapar, kecewa, atau frustasi, tantrum pun terjadi sebagai cara “berkomunikasi”.

Bukan berarti anak nakal atau sengaja cari perhatian. Mereka hanya belum tahu cara yang tepat buat mengelola emosinya.

Cara Menghadapi Anak Tantrum Tanpa Ikutan Emosi

Berikut beberapa langkah simpel tapi efektif dalam cara menghadapi anak tantrum agar suasana tetap terkendali:

1. Orang Tua Harus Tetap Tenang

Langkah pertama dan terpenting adalah mengendalikan emosi diri sendiri. Anak butuh melihat contoh cara mengelola emosi. Kalau orang tuanya panik atau marah, anak justru makin sulit ditenangkan. Cara menghadapi anak tantrum dimulai dari ketenangan orang tua.

2. Akui dan Hargai Perasaan Anak

Jangan buru-buru menyuruh anak diam atau berhenti menangis. Sebaliknya, coba pahami dulu perasaannya. Misalnya, “Kamu kesal ya karena nggak boleh beli mainan itu?” Kalimat sederhana seperti ini bikin anak merasa dimengerti, bukan dimarahi.

3. Ajak Anak Alihkan Perhatian

Kalau memungkinkan, coba alihkan perhatian anak ke hal lain yang lebih positif. Bisa dengan main bareng, baca buku cerita, atau ajak melakukan aktivitas sederhana yang disukai. Ini salah satu cara menghadapi anak tantrum yang cukup ampuh buat anak kecil.

4. Tetap Konsisten dengan Aturan

Jangan langsung menyerah dan menuruti semua keinginan anak hanya supaya dia berhenti menangis. Memang instan, tapi efeknya jangka panjang bisa bikin anak belajar kalau tantrum itu cara dapat apa yang dia mau. Tetap tegas, tapi dengan cara yang lembut.

5. Latih Anak Mengatur Napas

Mengajarkan anak untuk menarik napas dalam-dalam saat marah adalah langkah bagus untuk jangka panjang. Ini bagian penting dari cara menghadapi anak tantrum karena membantu anak belajar mengendalikan dirinya sendiri.

Dari Tantrum ke Kegiatan Positif: Mengubah Energi Negatif Jadi Produktif

Anak-anak butuh cara untuk menyalurkan emosi dan energi mereka. Salah satu kegiatan yang ternyata bisa membantu adalah coding. Kok bisa? Karena coding mengajarkan anak untuk berpikir runtut, sabar, dan fokus saat menyusun langkah-langkah. Ini sejalan dengan tujuan utama dari cara menghadapi anak tantrum: melatih anak mengenali dan mengelola perasaannya sendiri.

Tentu, bukan berarti coding langsung bikin anak nggak tantrum. Tapi perlahan-lahan, aktivitas seperti ini bisa membantu anak belajar memecahkan masalah dengan kepala dingin.

Kunci Utama: Kesabaran dan Konsistensi

Perlu diingat, cara menghadapi anak tantrum itu proses. Tidak ada solusi instan. Anak butuh waktu untuk belajar mengatur emosinya. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesabaran dari orang tua dalam menghadapi setiap situasi.

Tantrum bukan bencana, tapi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang cara menghadapi rasa kecewa dan marah dengan cara yang lebih sehat.

Dukung Anak Tumbuh dengan Emosi yang Sehat

Tantrum memang melelahkan, tapi dengan pendekatan yang tepat, ini bisa jadi momen belajar bagi anak dan orang tua. Cara menghadapi anak tantrum bukan soal siapa yang lebih keras, tapi siapa yang lebih sabar dan bijak.

Sebagai tambahan, membiasakan anak dengan aktivitas yang membangun seperti belajar coding bisa jadi cara baru melatih kesabaran, logika, dan problem-solving mereka sejak dini.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Mau tahu caranya? Timedoor Academy punya program kelas coding gratis yang dikemas dengan cara menyenangkan dan ramah anak. Yuk, daftarkan anak Anda dan berikan pengalaman belajar yang seru untuk si buah hati!

Artikel Lainnya

<strong>7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar</strong>
7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar
Teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan salah satu inovasi paling menarik yang sedang membentuk masa depan adalah Virtual Reality (VR). Dulu, VR mungkin terdengar seperti konsep dari film fiksi ilmiah, tetapi sekarang, teknologi ini sudah menjadi bagian nyata dari dunia pendidikan, hiburan, dan bahkan pelatihan profesional. Dengan kemampuannya menciptakan pengalaman imersif yang mendalam, fungsi VR di masa depan diprediksi akan menjadi salah satu elemen paling penting dalam dunia digital yang terus berevolusi. Virtual Reality memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan buatan yang terasa sangat nyata melalui headset dan sensor. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini bukan hanya sekadar alat hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. Anak-anak dapat menjelajahi dunia luar angkasa, mempelajari anatomi tubuh manusia, atau bahkan melakukan eksperimen ilmiah secara virtual tanpa risiko nyata. Namun, seberapa penting sebenarnya fungsi VR di masa depan, dan bagaimana teknologi ini bisa membentuk cara anak-anak kita belajar dan berkembang? Berikut tujuh alasan kuat mengapa setiap orang tua perlu memahami potensi besar dari teknologi ini. 1. Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Lebih Realistis Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling menjanjikan adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam dan nyata. Alih-alih hanya membaca dari buku atau menonton video, anak-anak dapat “masuk” langsung ke dalam materi pembelajaran. Misalnya, ketika mempelajari sejarah, mereka bisa menjelajahi piramida Mesir atau menyaksikan peristiwa bersejarah seolah mereka benar-benar berada di sana. Pembelajaran berbasis pengalaman ini meningkatkan pemahaman konsep dan daya ingat anak. Dengan keterlibatan indera yang lebih banyak, otak mereka memproses informasi dengan cara yang lebih bermakna. 2. Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Anak Belajar sering kali menjadi tantangan bagi anak-anak, terutama jika metode pembelajaran terasa monoton. Melalui fungsi VR di masa depan, kegiatan belajar dapat berubah menjadi sesuatu yang seru dan penuh petualangan. Bayangkan anak-anak yang belajar coding, fisika, atau biologi dalam dunia virtual di mana setiap pelajaran menjadi permainan interaktif. VR memberikan sensasi eksplorasi dan penemuan yang membuat anak lebih termotivasi untuk belajar. Tidak hanya itu, teknologi ini juga membantu anak yang memiliki gaya belajar visual atau kinestetik untuk lebih memahami materi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. 3. Mengembangkan Empati dan Pemahaman Sosial Selain pendidikan formal, fungsi VR di masa depan juga dapat berperan penting dalam mengembangkan empati dan kesadaran sosial. Dengan VR, anak-anak dapat merasakan bagaimana rasanya berada dalam situasi orang lain, seperti mengalami kehidupan di negara berbeda atau memahami tantangan yang dihadapi oleh individu dengan keterbatasan fisik. Pengalaman ini memperluas perspektif anak dan menumbuhkan nilai-nilai seperti kepedulian, empati, dan rasa hormat terhadap keberagaman. Di era globalisasi, kemampuan ini sangat berharga untuk membentuk generasi yang lebih inklusif dan berwawasan luas. 4. Mendukung Pembelajaran Keterampilan Teknis dan Praktis Dalam dunia kerja masa depan, banyak profesi akan memanfaatkan VR untuk pelatihan dan simulasi. Oleh karena itu, memahami fungsi VR di masa depan menjadi penting sejak dini. Misalnya, di bidang kedokteran, mahasiswa kedokteran dapat menggunakan VR untuk berlatih operasi tanpa risiko terhadap pasien nyata. Di industri penerbangan, calon pilot dapat belajar mengendalikan pesawat melalui simulasi realistis. Bahkan di dunia desain, arsitek dapat membuat dan “menjelajahi” bangunan secara virtual sebelum benar-benar dibangun. Dengan demikian, anak-anak yang terbiasa menggunakan VR sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan karena mereka memahami cara teknologi ini bekerja dan bagaimana mengaplikasikannya secara praktis. 5. Mendorong Kreativitas dan Inovasi VR bukan hanya tentang melihat dunia buatan, tetapi juga tentang menciptakannya. Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling kuat adalah kemampuannya untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Melalui platform VR, anak-anak bisa merancang dunia virtual mereka sendiri, membuat karakter, atau bahkan memprogram interaksi di dalamnya. Ini memberi peluang besar untuk menggabungkan imajinasi, seni, dan teknologi. Selain menyenangkan, proses ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving yang penting untuk masa depan. 6. Menyediakan Lingkungan Aman untuk Eksperimen dan Kesalahan Salah satu keunggulan besar dari fungsi VR di masa depan adalah kemampuannya menciptakan lingkungan yang aman untuk belajar dari kesalahan. Dalam dunia virtual, anak-anak dapat mencoba berbagai eksperimen tanpa takut gagal atau menimbulkan kerugian nyata. Hal ini sangat berguna dalam pembelajaran sains, teknik, dan pemrograman, di mana kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar. Anak-anak dapat melakukan simulasi berulang kali hingga mereka memahami konsep dengan benar, membangun rasa percaya diri dan keingintahuan yang sehat. 7. Membuka Peluang Baru di Dunia Pendidikan dan Karier Teknologi VR membuka jalan baru dalam dunia pendidikan global. Dengan fungsi VR di masa depan, anak-anak dari berbagai belahan dunia dapat belajar bersama dalam ruang kelas virtual, berinteraksi dengan guru dari negara lain, dan mengakses sumber daya pendidikan berkualitas tinggi tanpa batas geografis. Selain itu, industri yang berbasis VR seperti desain game, pengembangan aplikasi, pelatihan digital, dan hiburan juga akan terus berkembang pesat. Anak-anak yang memahami dan mampu beradaptasi dengan teknologi ini akan memiliki peluang karier yang lebih luas dan menarik di masa depan. Bagaimana Timedoor Academy Membekali Anak dengan Pemahaman Teknologi Masa Depan Timedoor Academy percaya bahwa masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga oleh pemahaman mereka terhadap teknologi. Melalui pembelajaran interaktif dan menyenangkan, siswa diperkenalkan pada dunia coding, desain digital, dan teknologi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk fungsi VR di masa depan. Di bawah bimbingan mentor profesional, setiap anak diajak untuk menjelajahi teknologi dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kreativitas. Tujuannya adalah membantu anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta yang inovatif dan berpikiran maju. Mulai Perjalanan Teknologi Anak Anda Hari Ini Teknologi seperti VR bukan hanya tren sesaat, melainkan bagian penting dari masa depan pendidikan dan karier anak. Jika Anda ingin anak Anda siap menghadapi masa depan dengan keterampilan digital yang kuat dan pemahaman mendalam tentang fungsi VR di masa depan, kini saatnya mengambil langkah pertama.Daftarkan anak Anda untuk kelas uji coba gratis di Timedoor Academy hari ini dan temukan bagaimana pembelajaran digital dapat menjadi pengalaman yang seru, aman, dan penuh inspirasi bagi masa depan mereka.
10 Best! Ide Sensory Play untuk Anak di 2025
10 Best! Ide Sensory Play untuk Anak di 2025
Sensory play untuk anak adalah kegiatan penting yang bisa membantu perkembangan motorik, kognitif, dan emosional sejak dini. Melalui permainan berbasis sensorik, anak mampu mengeksplorasi tekstur, warna, bau, dan suara dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Banyak orang tua mencari ide sensory play anak yang gampang dibuat di rumah dengan bahan sederhana. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 10 ide sensory play terbaik yang mudah dipraktikkan dengan anak. Semua ide ini dirancang agar sesuai untuk anak usia 2–6 tahun. Dengan menerapkan ide sensory play untuk anak ini, Anda membantu mereka merangsang kreativitas dan mengeksplorasi dunia melalui panca indera. 10 Ide Sensory Play untuk Anak 1. Main Pasir Kering dan Basah Gunakan kotak besar dan isi setengah dengan pasir kering, sisanya dengan pasir yang sedikit lembap. Anak bisa meremas, mencetak, dan menggali. Aktivitas ini adalah ide sensory play anak yang memadukan sensasi kasar dan lembut. 2. Botol Sensory Berisi Air dan Glitter Isi botol dengan air, glitter, dan sedikit minyak. Kocok dan biarkan glitter bergerak perlahan. Ini adalah inovasi simple untuk sensory play untuk anak yang merangsang visual dan konsentrasi. 3. Wadah Berisi Tepung dan Pewarna Makanan Sajikan tepung dengan beberapa tetes pewarna makanan. Anak bisa mencampur, menyusun, dan merasakan tekstur halus tepung. Ini contoh baik ide sensory play anak yang merangsang sentuhan dan kreativitas. 4. Papan Sensory Berbagai Tekstur Tempelkan kain beludru, bulu palsu, plastik gelembung, dan busa pada satu papan. Anak bisa meraba dan menebak tekstur. Sensory play untuk anak seperti ini membantu perkembangan bahasa deskriptif dan sensorik. 5. Es Berbentuk Warna-warni Bekukan potongan buah atau pewarna dalam cetakan es krim. Anak bisa menyentuh dan mencicip saat meleleh. Ini ide sensory play anak yang cocok untuk merangsang indra perasa sekaligus tangan mereka. 6. Lembar Ajaib dengan Pisau Sayur Gunakan lembar plastik tahan air dan isi sedikit air sabun. Anak dapat menoreh, menciptakan gelembung, dan membersihkan kembali. Ini termasuk ide sensory play anak yang menyenangkan dan aman. 7. Main Clay Beraroma Gunakan clay alami dan tambahkan aroma kayu manis atau vanila. Anak bisa membentuk dan merasakan aroma yang menenangkan. Sensory play untuk anak ini membantu relaksasi dan kreativitas. 8. Kotak Bau-Bauan Sediakan beberapa kotak, masing-masing berisi bahan berbeda (kopi, kayu, daun, buah). Tutup dan biarkan anak mencium aroma lalu menebak isinya. Ide sensory play anak seperti ini bagus untuk merangsang indera penciuman. 9. Papan Magnet dengan Keping Logam Buat papan kayu atau kardus berisi kepingan logam kecil. Anak menggunakan magnet untuk meraih dan memindahkan. Ini ide sensory play untuk anak yang memperkuat koordinasi mata-tangan dan pemahaman dasar magnetisme. 10. Main Lumpur Vegetable Peelings Kumpulkan kulit sayuran dan campur dengan tanah serta air. Permainan ini sensori kasar dan bau. Sensory play anak dari peels sayur menstimulasi indera khas dan rasa ingin tahu anak. Tips Memaksimalkan Sensory Play Anak Variasi Tekstur dan IndraPastikan ide sensory play untuk anak melibatkan setidaknya dua hingga tiga indera seperti tangan, mata, dan hidung. Fokus KeamananPilihan bahan harus aman ditelan dan tidak menimbulkan alergi. Awasi anak selama bermain. Kegiatan Bersama Orang TuaAktivitas sensory play anak jadi lebih kaya bila orang tua terlibat, memberi arahan sekaligus menjaga interaksi hangat. Gunakan Wadah SederhanaGunakan baki atau kotak plastik yang bisa dicuci, sehingga ide sensory play untuk anak tidak membuat kotor rumah berlebihan. Evaluasi Reaksi AnakPerhatikan reaksi anak. Jika mereka puas atau tertarik, ulangi kegiatan tersebut. Kebalikannya, ganti dengan sensasi lain. Mengapa Sensory Play untuk Anak penting? Sensory play untuk anak seperti ini penting karena membantu mengembangkan kognitif, bahasa, dan motorik halus anak. Melalui ide sensory play anak yang variatif, kita mendukung anak untuk mengenal dunia dengan cara aktif. Perkembangan kreativitas, toleransi terhadap tekstur, dan cara berpikir saat mencoba sesuatu baru akan berefek positif dalam belajar formal nantinya. Keseimbangan Sensory Play dan Keterampilan Digital Setelah anak menikmati ide sensory play untuk anak, mereka siap untuk diajak belajar keterampilan abad 21 seperti coding. Di Timedoor Academy, anak belajar coding dengan pendekatan playful dan berbasis proyek. Coding melatih logika, sistematika, dan kreativitas secara digital. Perpaduan sensory play dan coding membentuk anak yang lengkap: peka indera dan siap masa depan. Coba kelas gratisnya sekarang di Timedoor Academy!
Is Coding Necessary for Kids? Let’s Find Out in 2025!
Coding untuk Anak Apakah Wajib? Temukan Faktanya di 2025!
Di era digital yang terus berkembang pesat seperti sekarang, banyak orang tua yang mulai mempertanyakan, coding untuk anak apakah wajib diajarkan sejak dini? Coding atau pemrograman memang menjadi salah satu keterampilan yang makin dibutuhkan, tapi apakah benar-benar wajib untuk anak-anak belajar coding? Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apakah coding itu wajib untuk anak, manfaatnya, tantangan yang mungkin dihadapi, serta bagaimana orang tua dapat memulainya dengan cara yang tepat, terutama lewat program belajar coding dari Timedoor Academy. Apakah Coding untuk Anak Apakah Wajib? Pertanyaan coding untuk anak apakah wajib memang sudah mulai sering muncul, terutama seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan. Secara formal, coding belum menjadi mata pelajaran wajib di semua sekolah di Indonesia. Namun, dunia kerja dan industri digital saat ini sangat menuntut kemampuan teknologi dan coding. Coding adalah bahasa dari teknologi yang menggerakkan hampir semua perangkat digital di dunia saat ini. Dengan mengajarkan coding sejak dini, anak-anak bisa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang sangat bergantung pada teknologi dan inovasi digital. Oleh karena itu, meskipun belum wajib secara regulasi, coding menjadi keterampilan yang sangat penting dan sebaiknya mulai dikenalkan sejak kecil. Manfaat Coding untuk Anak Membahas coding untuk anak apakah wajib, penting juga untuk mengenal manfaat belajar coding bagi anak. Pertama, coding melatih anak untuk berpikir logis dan sistematis. Dalam proses coding, anak belajar memecah masalah besar menjadi bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya secara berurutan. Selain itu, coding juga mengasah kreativitas anak karena mereka dapat membuat berbagai karya digital seperti game, animasi, dan aplikasi. Ini membuat belajar coding menjadi kegiatan yang menyenangkan dan membangun rasa percaya diri. Tidak hanya itu, belajar coding juga mengembangkan kemampuan problem solving dan ketekunan. Anak harus sabar dan teliti dalam mengikuti langkah-langkah agar program yang dibuat bisa berjalan dengan baik. Kemampuan ini sangat bermanfaat tidak hanya di bidang teknologi, tapi juga dalam aspek kehidupan lainnya. Tantangan dalam Belajar Coding untuk Anak Meski banyak manfaatnya, tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi anak saat belajar coding. Hal ini membuat beberapa orang tua bertanya lagi, coding untuk anak apakah wajib, mengingat proses belajar coding tidak selalu mudah bagi semua anak. Anak-anak bisa merasa kesulitan memahami konsep abstrak atau logika pemrograman yang cukup kompleks. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan dukungan ekstra, memilih metode belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak agar mereka tidak cepat bosan atau frustasi. Program kelas coding seperti yang disediakan oleh Timedoor Academy didesain khusus agar anak-anak bisa belajar coding secara interaktif dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan ini bisa diatasi dan anak-anak justru menjadi semakin tertarik dengan dunia teknologi. Bagaimana Memulai Belajar Coding untuk Anak? Jika masih bertanya-tanya, coding untuk anak apakah wajib, maka hal yang paling penting adalah bagaimana memulainya dengan cara yang tepat dan sesuai. Mulailah dengan konsep dasar yang sederhana seperti blok coding yang visual dan mudah dipahami. Timedoor Academy menawarkan kelas coding yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. Anak-anak bisa belajar coding dengan cara yang menyenangkan melalui proyek-proyek nyata yang membantu pemahaman mereka. Tidak hanya itu, Timedoor Academy menyediakan free trial class yang bisa diikuti secara gratis. Free trial class ini memberikan kesempatan bagi anak dan orang tua untuk merasakan langsung metode belajar coding yang interaktif dan menyenangkan sebelum memutuskan untuk bergabung penuh. Peran Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran Coding Anak Peran orang tua sangat krusial dalam keberhasilan anak belajar coding. Orang tua bisa membantu dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar coding dan menemani anak ketika mengerjakan tugas atau proyek dari kelas coding. Selain itu, orang tua dapat berdiskusi dan bertanya tentang hal-hal yang dipelajari anak supaya mereka merasa didukung dan termotivasi. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan memperkuat proses belajar coding dan membantu anak menghadapi kesulitan dengan lebih mudah. Orang tua juga harus mengingatkan anak agar tetap menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat agar anak tidak mudah lelah atau kehilangan semangat belajar. Kesimpulan: Coding untuk Anak Apakah Wajib? Jadi, apakah coding untuk anak apakah wajib? Meskipun coding belum menjadi mata pelajaran wajib di banyak sekolah, kemampuan coding sangat penting untuk masa depan anak. Mengajarkan coding sejak dini bukan hanya mempersiapkan anak untuk dunia kerja yang semakin digital, tapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan problem solving. Timedoor Academy hadir untuk membantu mewujudkan hal ini dengan menyediakan kelas coding yang ramah anak, interaktif, dan mudah diakses. Dengan adanya free trial class, orang tua dan anak bisa mencoba dulu sebelum bergabung secara penuh. Jangan tunda lagi! Daftarkan anak Anda di Timedoor Academy dan berikan mereka kesempatan untuk belajar coding dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Dengan bekal coding, anak Anda akan siap menghadapi dunia digital yang semakin maju dan penuh peluang.
float button