Apr 10, 2025

DIY Coding Yang Bisa Anda Lakukan Bersama Anak di Rumah – Belajar dan Berkreasi Bersama!

DIY Coding Yang Bisa Anda Lakukan Bersama Anak di Rumah – Belajar dan Berkreasi Bersama! image

Jika anak-anak Anda tertarik dengan dunia teknologi, mereka pasti akan senang mengeksplorasi coding dan membuat sesuatu yang bisa mereka interaksikan. Dan tahukah Anda? Coding itu tidak sesulit yang dibayangkan! Ini adalah pengalaman belajar yang menyenangkan dan edukatif yang bisa Anda dan anak-anak nikmati bersama.

Di Timedoor Academy, kami percaya pada kekuatan belajar melalui praktek. Proyek coding DIY tidak hanya mengajarkan keterampilan coding dasar, tetapi juga memicu kreativitas, pemecahan masalah, dan kerjasama tim. Kenapa tidak terjun ke dunia coding dan libatkan anak Anda dalam aktivitas belajar yang menarik hari ini?

Untuk memulai, kami telah menyusun daftar aktivitas coding yang menyenangkan yang sempurna untuk anak-anak usia 6 hingga 12 tahun. Ayo, jadikan belajar dan coding petualangan seru di rumah!

1. Membuat Animasi Sederhana Dengan Coding Menggunakan Scratch

Scratch adalah bahasa pemrograman visual yang ramah untuk pemula, yang memungkinkan anak-anak membuat cerita, game, dan animasi mereka sendiri. Dengan Scratch, anak-anak bisa membuat proyek interaktif hanya dengan menyeret dan menjatuhkan blok kode.

Ide Proyek:

• Buat animasi sederhana di mana karakter bergerak di layar atau saling berinteraksi. Misalnya, buat cerita di mana seekor kucing berbicara dengan anjing, atau karakter yang menari!

Kenapa Ini Menarik?

• Scratch mengajarkan anak-anak konsep dasar seperti urutan, perulangan, dan penanganan kejadian. Selain itu, ini adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas mereka!

2. Membuat Coding Website Interaktif dengan HTML & CSS

Ingin mengenalkan anak Anda pada dunia pengembangan web? Mulailah dengan dasar-dasar HTML (struktur situs web) dan CSS (penataan). Alat yang sederhana ini adalah dasar dari kebanyakan situs web dan merupakan cara yang bagus untuk mengajarkan coding sambil membangun sesuatu yang nyata.

Ide Proyek:

• Bantu anak Anda mendesain website pertama mereka—mungkin sebuah halaman pribadi, blog keluarga, atau situs tentang hobi favorit mereka. Tambahkan elemen menyenangkan seperti perubahan warna, tombol, dan gambar untuk membuatnya lebih unik!

Kenapa Ini Menarik?

• HTML dan CSS mudah dipelajari dan memberikan rasa pencapaian yang luar biasa begitu anak melihat situs mereka secara langsung. Ini juga keterampilan praktis yang bisa menginspirasi proyek web masa depan.

3. Membuat Game Pet Virtual Dengan Coding Menggunakan Scratch atau Python

Untuk proyek yang lebih menantang, Anda bisa mengenalkan anak Anda pada game berbasis teks atau grafis. Mulailah dengan Scratch untuk pengalaman yang lebih mudah, atau pindah ke Python untuk game yang lebih mendetail dan berbasis kode.

Ide Proyek:

• Buat game pet virtual sederhana di mana pemain dapat memberi makan, bermain, dan merawat hewan peliharaan mereka. Game ini bisa melibatkan timer untuk merawat pet dan memberikan poin saat tugas dilakukan dengan benar.

Kenapa Ini Menarik?

• Proyek ini mengajarkan desain game, logika, dan kondisi (misalnya, “Jika Anda memberi makan pet, ia menjadi lebih bahagia”). Ini adalah cara yang sempurna untuk memperkenalkan anak pada pemrograman yang lebih kompleks sambil membuat game yang menyenangkan!

4. Membuat Proyek Seni Digital Dengan Coding Menggunakan Tynker

Tynker adalah platform coding yang hebat untuk anak-anak yang mengajarkan coding lewat pelajaran interaktif yang menyenangkan. Ini adalah cara yang bagus untuk belajar coding sambil berkreasi.

Ide Proyek:

• Gunakan Tynker untuk membuat gambar digital atau animasi. Anak bisa membuat gambar mereka hidup dengan menggunakan blok kode dasar untuk menganimasikan bentuk atau objek!

Kenapa Ini Menarik?

• Tynker membuat belajar coding terasa seperti proyek seni yang kreatif. Ini adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menggabungkan minat mereka pada seni dan coding!

5. Membuat Robot DIY dengan Kit Coding

Jika Anda memiliki akses ke kit coding seperti LEGO Mindstorms, LittleBits, atau kit robotik lainnya, ini adalah proyek praktis yang sempurna untuk mengenalkan anak pada dunia coding.

Ide Proyek:

• Bangun dan program robot yang bisa bergerak, mendeteksi objek, atau mengikuti perintah sederhana. Anda bahkan bisa membuat tantangan di mana robot harus menavigasi labirin atau melakukan tugas, seperti mengambil benda-benda kecil.

Kenapa Ini Menarik?

• Robotika mengenalkan anak pada kedua aspek perangkat keras dan perangkat lunak, menjembatani dunia fisik dan digital. Ini mendorong pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kerjasama.

6. Membuat Pembuat Musik Dengan Coding

Jika anak Anda menyukai musik, menggabungkannya dengan coding bisa menjadi proyek yang seru. Ada beberapa platform yang memungkinkan anak-anak membuat musik menggunakan kode.

Ide Proyek:

• Bantu anak Anda membuat generator musik sederhana yang memainkan berbagai suara atau irama berdasarkan input tertentu. Platform seperti Sonic Pi memungkinkan anak membuat musik dengan kode dan bahkan menciptakan ritme dan melodi!

Kenapa Ini Menarik?

• Proyek ini menggabungkan kreativitas dengan coding, memberi anak-anak cara yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan musik dan teknologi.

7. Membuat Cerita Pilih-Adventure Sendiri Dengan Coding

Salah satu cara yang menyenangkan untuk belajar coding adalah dengan membuat cerita interaktif, seperti game “Choose Your Own Adventure”. Anda bisa menggunakan platform sederhana seperti Twine yang memungkinkan anak-anak menulis cerita dengan pilihan berbasis kode.

Ide Proyek:

• Tulis cerita interaktif di mana pembaca dapat memilih jalan cerita, yang akan mengarah pada hasil yang berbeda. Misalnya, “Haruskah karakter pergi ke kiri atau kanan?” Cerita akan bercabang dari sana!

Kenapa Ini Menarik?

• Ini mengajarkan anak-anak logika, urutan, dan bagaimana keputusan dalam coding bisa memengaruhi hasil. Selain itu, ini adalah cara yang bagus untuk anak-anak berlatih menulis dan bercerita.

Coding Itu Seru dan Bermanfaat!

Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa belajar coding itu tidak hanya tentang keterampilan teknis—tapi juga tentang memicu rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan mengikuti proyek DIY coding ini, Anda tidak hanya mengajarkan keterampilan pemrograman yang berharga kepada anak, tapi juga mempererat hubungan melalui pengalaman kreatif bersama.

Jadi, ambil alat Anda, mulai coding, dan yang terpenting, nikmati waktu bersama anak Anda! Ingat, cara terbaik untuk belajar adalah dengan melakukannya—dan tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar bersama selain melalui proyek kreatif yang menyenangkan.

Siap untuk menggali lebih dalam tentang coding?

Bergabunglah dengan salah satu kelas coding online di Timedoor Academy dan dukung perjalanan belajar anak Anda dalam lingkungan yang terstruktur, menyenangkan, dan penuh dukungan. Kami menawarkan Free Trial untuk memberikan pengalaman belajar pertama tanpa biaya, sehingga anak Anda dapat mencoba kelas kami sebelum memutuskan untuk melanjutkan. Kursus kami dirancang untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan coding mereka sambil tetap menikmati setiap langkahnya.

Kunjungi website kami atau hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut tentang kursus terbaik untuk anak Anda, termasuk cara mendapatkan free trial yang kami tawarkan!

Artikel Lainnya

<strong>6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga</strong>
6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga
Mendaki gunung kini bukan hanya menjadi aktivitas untuk petualang dewasa, tetapi juga menjadi pilihan liburan keluarga yang edukatif dan menyenangkan. Di Indonesia, sudah banyak orang tua yang mulai mengenalkan alam dan aktivitas outdoor kepada anak-anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak mendaki gunung ramah anak, yaitu gunung yang memiliki jalur pendakian mudah, suasana aman, dan fasilitas yang memadai untuk keluarga. Memilih gunung ramah anak tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi si kecil, tetapi juga dapat mempererat ikatan keluarga, menumbuhkan rasa cinta alam, dan melatih ketahanan fisik serta mental anak. Selain itu, kegiatan mendaki bisa melatih kemandirian, kerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Tidak heran jika akhir-akhir ini semakin banyak keluarga yang mencari destinasi gunung ramah anak sebagai alternatif liburan. Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, penting untuk memilih gunung ramah anak dengan jalur landai, tidak terlalu panjang, serta memiliki pemandangan menarik yang membuat anak semakin antusias. Berikut ini adalah 6 rekomendasi gunung ramah anak di Indonesia yang cocok untuk liburan keluarga. 1. Gunung Papandayan, Garut Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, adalah salah satu gunung ramah anak paling populer di Indonesia. Jalurnya relatif landai dan mudah diakses oleh anak-anak maupun pendaki pemula. Perjalanan menuju area camping ground dapat ditempuh sekitar 1-2 jam saja dengan pemandangan kawah, padang edelweis, serta hutan mati yang unik. Fasilitas di sekitar area basecamp juga sangat lengkap, mulai dari toilet, warung makan, hingga area parkir yang luas. Tak heran jika Gunung Papandayan menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu khawatir jalur berat. 2. Gunung Andong, Magelang Gunung ramah anak yang satu ini berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Andong hanya memiliki ketinggian 1.726 mdpl, namun menawarkan panorama luar biasa indah. Jalur pendakian relatif singkat dan cocok untuk anak usia 6 tahun ke atas yang sudah terbiasa hiking ringan. Selain puncak yang luas untuk berkemah, udara sejuk dan suasana persawahan di sekitar kaki gunung menambah keunikan destinasi ini. Banyak keluarga dan komunitas pecinta alam yang merekomendasikan Andong sebagai gunung ramah anak terbaik di Jawa Tengah. 3. Gunung Prau, Dieng Dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia, Gunung Prau di kawasan Dieng juga masuk dalam daftar gunung ramah anak. Ketinggiannya yang hanya 2.565 mdpl dan jalur menanjak landai membuatnya aman untuk pendaki pemula maupun anak-anak. Waktu tempuh ke puncak rata-rata hanya 2-3 jam, sehingga tidak membuat anak cepat lelah. Di puncak Prau, anak-anak bisa menikmati lautan awan dan padang savana yang memesona. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan hangat karena suhu di puncak cukup dingin, terutama saat pagi hari. 4. Gunung Bromo, Jawa Timur Bromo sudah terkenal sebagai destinasi wisata keluarga, dan juga termasuk gunung ramah anak. Akses menuju kawah dan lautan pasir Bromo sangat mudah, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda dari area parkir. Anak-anak akan sangat menikmati pengalaman menyaksikan matahari terbit di Penanjakan, bermain pasir, serta belajar tentang kebudayaan Suku Tengger. Fasilitas wisata di kawasan Bromo sangat memadai, termasuk penginapan, toilet umum, serta banyak pilihan makanan khas setempat. 5. Gunung Penanggungan, Mojokerto Gunung ramah anak berikutnya adalah Gunung Penanggungan yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun ketinggiannya mencapai 1.653 mdpl, jalur pendakiannya cukup landai dan bisa ditempuh dalam 2-3 jam. Sepanjang perjalanan, anak-anak akan diajak melewati situs-situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang membuat perjalanan semakin edukatif. Area camping ground yang luas dan pemandangan sunrise yang indah menjadikan Gunung Penanggungan pilihan tepat untuk petualangan keluarga. 6. Gunung Puntang, Bandung Gunung Puntang yang terletak di Bandung Selatan menjadi destinasi gunung ramah anak selanjutnya. Jalurnya tidak terlalu terjal, banyak sumber air, dan terdapat area camping ground yang aman untuk anak-anak. Selain mendaki, keluarga juga bisa berkemah, bersepeda, atau sekadar piknik menikmati suasana hutan pinus yang sejuk. Gunung Puntang cocok untuk mengenalkan anak pada kegiatan luar ruang secara aman dan menyenangkan. Tips Aman Mendaki Gunung Ramah Anak Agar pengalaman mendaki lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan keluarga: Pilih gunung ramah anak dengan jalur pendek, landai, dan fasilitas yang memadai. Siapkan perlengkapan mendaki yang sesuai usia anak (jaket, sepatu, topi, makanan ringan, dan air minum). Selalu dampingi anak saat mendaki, jangan biarkan berjalan sendiri jauh dari rombongan. Buat perjalanan menyenangkan dengan mengajak anak mengenal flora dan fauna di sekitar jalur. Jangan lupa dokumentasikan momen seru keluarga selama pendakian. Menyeimbangkan Aktivitas Outdoor dan Digital untuk Anak Mengenalkan anak pada petualangan di gunung ramah anak sangat penting untuk menanamkan cinta alam dan keberanian. Namun, jangan lupa juga untuk membekali anak dengan keterampilan abad 21 seperti coding dan literasi digital. Keseimbangan antara pengalaman outdoor dan penguasaan teknologi akan membuat anak semakin siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Jika Anda ingin anak mengenal coding secara seru dan interaktif, cobalah daftarkan anak Anda ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Biarkan mereka tumbuh menjadi generasi petualang yang cinta alam sekaligus cakap teknologi!
7 Top! Rekomendasi Film untuk Anak 2024 – 2025 yang Wajib Ditonton Keluarga
7 Top! Rekomendasi Film untuk Anak 2024 – 2025 yang Wajib Ditonton Keluarga
Menonton film untuk anak bersama keluarga bukan hanya hiburan semata, tetapi juga sarana edukatif yang dapat mempererat hubungan dan menanamkan nilai-nilai positif. Tahun 2024 hingga 2025 menghadirkan berbagai film animasi dan live-action yang menarik, penuh petualangan, dan sarat pesan moral. Berikut adalah tujuh rekomendasi film untuk anak yang layak ditonton bersama keluarga: 1. Jumbo (2025) Dirilis pada 31 Maret 2025, "Jumbo" adalah film animasi Indonesia yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Film ini mengisahkan Don, seorang anak yatim piatu yang sering diremehkan karena tubuhnya yang besar. Dengan bantuan peri kecil bernama Meri, Don memulai petualangan ajaib untuk menemukan makna persahabatan dan keberanian. "Jumbo" menjadi film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa dengan lebih dari dua juta penonton dalam sebelas hari pertama penayangannya.  2. Inside Out 2 (2024) "Inside Out 2" dirilis pada 14 Juni 2024 dan melanjutkan kisah Riley yang kini memasuki masa remaja. Film ini mengeksplorasi emosi-emosi baru yang muncul, seperti kecemasan dan rasa malu, yang menggambarkan dinamika emosional remaja dengan akurat. Sebagai film untuk anak, "Inside Out 2" memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya mengenali dan mengelola emosi.  3. Elio (2025) Dijadwalkan rilis pada 13 Juni 2025, "Elio" adalah film animasi dari Pixar yang menceritakan seorang anak laki-laki bernama Elio yang secara tidak sengaja diculik oleh organisasi alien dan ditunjuk sebagai duta besar Bumi. Film ini menawarkan petualangan intergalaksi yang penuh warna dan pesan tentang keberanian serta menemukan jati diri.  4. The Wild Robot (2024) Dirilis pada 27 September 2024, "The Wild Robot" mengisahkan Roz, sebuah robot yang terdampar di pulau terpencil dan harus belajar beradaptasi dengan lingkungan alam serta makhluk-makhluk di sekitarnya. Film ini menyampaikan pesan tentang kasih sayang, adaptasi, dan pentingnya hubungan antar makhluk hidup, menjadikannya rekomendasi film untuk anak yang mendidik dan menyentuh. 5. Zootopia 2 (2025) "Zootopia 2" dijadwalkan tayang pada 25 November 2025 dan melanjutkan petualangan Judy Hopps dan Nick Wilde dalam memecahkan misteri di kota Zootopia. Film ini diharapkan menghadirkan cerita yang menarik dengan pesan tentang keberagaman, kerja sama, dan keadilan, menjadikannya rekomendasi film untuk anak yang penuh nilai positif.  6. Space Cadet (2025) "Space Cadet" adalah film animasi Kanada yang tayang perdana pada 16 Februari 2025 di Berlin International Film Festival. Film ini, tanpa dialog, menceritakan hubungan antara seorang astronot muda dan robot penjaganya, mengeksplorasi tema kehilangan, cinta, dan pencarian tempat di alam semesta. Sebagai film untuk anak, "Space Cadet" menawarkan pengalaman visual dan emosional yang mendalam.  7. Sauvages (2024) Dirilis pada 18 Mei 2024, "Sauvages" adalah film animasi stop-motion yang mengisahkan Kéria, seorang gadis muda yang tinggal di Borneo dan berjuang melawan deforestasi bersama sepupunya dan seekor orangutan. Film ini menyampaikan pesan tentang pelestarian lingkungan dan identitas budaya, menjadikannya rekomendasi film untuk anak yang edukatif dan relevan. Tips Menonton Film Bersama Anak Untuk memaksimalkan pengalaman menonton film untuk anak, berikut beberapa tips: Pilih film sesuai usia anak: Pastikan konten film sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Diskusikan setelah menonton: Ajak anak berdiskusi tentang pesan moral dan nilai-nilai yang dapat dipelajari dari film. Gabungkan dengan aktivitas lain: Misalnya, membaca buku yang berkaitan dengan tema film atau membuat kerajinan tangan yang terinspirasi dari cerita. Batasi waktu menonton: Seimbangkan waktu menonton dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial. Seimbangkan Hiburan dan Pembelajaran Digital Selain menonton dan memilah rekomendasi film untuk anak, penting juga untuk memperkenalkan anak pada keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Mengajarkan dasar-dasar coding dan logika pemrograman dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Jika Anda ingin anak mengembangkan keterampilan digital sejak dini, pertimbangkan untuk mendaftarkan mereka ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak dapat belajar sambil bermain dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih cerah.
Apakah Wajib untuk Anak Belajar Coding di Tahun 2025?
Apakah Wajib untuk Anak Belajar Coding di Tahun 2025?
Di zaman sekarang, teknologi berkembang sangat cepat. Banyak orang tua mulai bertanya-tanya, apakah anak belajar coding itu sudah menjadi kebutuhan penting, seperti membaca atau berhitung? Apalagi di tahun 2025 nanti, hampir semua hal akan semakin terhubung dengan dunia digital. Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak siap menghadapi masa depan. Tapi pertanyaannya, apakah coding memang perlu diajarkan sejak dini? Artikel ini akan membantu menjawab pertanyaan tersebut, dengan sudut pandang yang sederhana dan mudah dicerna.   Coding Bukan Hanya Buat Jadi Programmer Sering kali orang tua mengira bahwa belajar coding hanya untuk anak yang ingin jadi programmer. Padahal, coding itu sebenarnya bisa membantu anak berpikir lebih teratur dan logis. Anak belajar coding bisa melatih cara mereka menyelesaikan masalah secara bertahap dan tenang. Ini bukan cuma bermanfaat untuk hal teknis. Pola pikir seperti ini juga berguna untuk pelajaran sekolah lain, seperti matematika atau sains. Bahkan bisa membantu mereka lebih percaya diri saat menghadapi tantangan.   Dunia Kerja Anak Nanti Akan Penuh Teknologi Kita tidak tahu pasti seperti apa pekerjaan anak nanti. Tapi satu hal yang pasti, teknologi akan jadi bagian penting dalam hampir semua bidang. Anak belajar coding dari sekarang bisa jadi bekal untuk masa depan mereka, bahkan jika mereka tidak memilih pekerjaan di bidang teknologi. Misalnya, saat anak nanti jadi desainer, dokter, atau pengusaha, kemampuan memahami teknologi dasar akan sangat membantu. Coding bisa menjadi salah satu kunci agar anak tidak ketinggalan di era digital.   Anak Belajar Coding = Belajar Sabar Belajar coding bukan cuma soal komputer, tapi juga soal melatih ketekunan. Saat menulis kode, anak pasti mengalami kesalahan. Tapi dari situ, mereka belajar untuk memperbaiki, mencoba lagi, dan tidak cepat menyerah. Ini adalah pelajaran hidup yang sangat penting. Dengan belajar coding, anak jadi tahu bahwa kesalahan itu wajar dan selalu ada cara untuk memperbaikinya. Orang tua tentu ingin anak punya mental seperti ini, bukan?   Belajar Coding Bisa Dimulai Pelan-Pelan Tidak semua anak harus langsung belajar coding secara mendalam. Tapi kalau anak mulai menunjukkan minat pada komputer, game, atau suka berpikir logis, ini bisa jadi tanda bahwa mereka siap dikenalkan pada coding. Anak belajar coding bisa dimulai dari hal-hal yang ringan. Ada banyak aktivitas yang mengajarkan logika tanpa menggunakan komputer. Yang penting, kita sebagai orang tua ikut mendampingi dan melihat apakah anak menikmatinya.   Coding Itu Menyenangkan, Bukan Menakutkan Sebagian orang tua mungkin merasa coding itu sulit atau hanya untuk anak yang “jenius.” Padahal, saat ini sudah banyak platform belajar coding yang dibuat khusus untuk anak. Isinya penuh warna, cerita, dan permainan yang membuat proses belajar jadi menyenangkan. Dengan pendekatan yang ramah anak, mereka tidak merasa tertekan. Bahkan banyak anak yang tidak sadar bahwa mereka sedang belajar sesuatu yang penting karena bentuknya seperti bermain. Ini cara belajar yang sangat efektif dan menyenangkan.   Tidak Perlu Mahal dan Rumit Kabar baiknya, anak belajar coding sekarang tidak harus mahal. Banyak program online yang terjangkau bahkan bisa dicoba gratis. Kita tidak perlu beli laptop canggih atau ikut les mahal. Yang penting adalah konsistensi dan suasana belajar yang positif di rumah. Orang tua bisa mulai dari kelas-kelas online yang sudah terstruktur. Salah satunya seperti yang ditawarkan oleh Timedoor Academy. Anak bisa belajar coding dengan cara yang disesuaikan dengan usia dan minat mereka.   Jadi, Perlukah Anak Belajar Coding? Jawabannya: sangat dianjurkan. Bukan karena ingin memaksakan tren, tapi karena coding bisa membantu anak berpikir lebih jernih, lebih sabar, dan lebih siap menghadapi dunia masa depan. Tidak harus jadi ahli, tapi cukup punya pemahaman dasar tentang teknologi. Sebagai orang tua, kita bisa mulai mengenalkan coding secara ringan dan menyenangkan. Yang terpenting, anak merasa didukung dan ditemani dalam proses belajar. Saat mereka menikmati, manfaatnya akan terasa jangka panjang.   Belajar Coding Jadi Lebih Mudah Bersama Timedoor Academy Kalau Anda ingin anak belajar coding dengan cara yang menyenangkan dan tidak membebani, Timedoor Academy menyediakan kelas online interaktif yang cocok untuk anak-anak. Dengan materi yang disesuaikan dengan usia dan didampingi oleh mentor berpengalaman, anak bisa belajar coding dari rumah dengan nyaman. Yuk, coba kelas gratisnya hari ini dan lihat bagaimana coding bisa membuka dunia baru yang seru dan penuh manfaat untuk masa depan anak Anda.
float button