May 27, 2025

Fenomena Eksploitasi Anak oleh Influencer: Tantangan Baru Parenting di 2025

Fenomena Eksploitasi Anak oleh Influencer: Tantangan Baru Parenting di 2025 image

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan media sosial yang sangat pesat telah melahirkan banyak influencer dengan jutaan pengikut. Tak jarang, para influencer ini melibatkan anak-anak mereka dalam konten demi meraih perhatian, like, dan keuntungan materi. Namun, fenomena ini tidak selalu berdampak positif. Eksploitasi anak menjadi isu yang semakin sering diperbincangkan, terutama ketika anak-anak digunakan sebagai alat untuk meningkatkan popularitas atau mendapatkan penghasilan di dunia maya.

Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang fenomena eksploitasi anak oleh influencer, dampak yang bisa ditimbulkan bagi perkembangan anak, serta peran orang tua dan masyarakat dalam mengatasi masalah ini.

Apa Itu Eksploitasi Anak di Dunia Digital?

eksploitasi anak

Eksploitasi anak di era digital adalah situasi di mana anak-anak dimanfaatkan secara berlebihan untuk kepentingan konten, keuntungan ekonomi, atau popularitas, tanpa memperhatikan hak, kenyamanan, dan masa depan anak. Di ranah influencer, eksploitasi anak seringkali terlihat melalui:

  • Anak-anak dijadikan pemeran utama dalam konten keluarga, prank, atau unboxing mainan.
  • Kehidupan pribadi anak diekspos secara terus-menerus ke publik, bahkan hingga ke aspek sensitif seperti kemarahan, kesedihan, atau momen pribadi lainnya.
  • Anak diminta melakukan promosi produk, endorse, atau mengikuti tren yang belum tentu sesuai usia mereka.
  • Keuntungan yang didapatkan dari konten tidak digunakan untuk kepentingan anak, atau anak tidak diberi kesempatan menyuarakan keinginannya.

Mengapa Eksploitasi Anak oleh Influencer Menjadi Masalah Serius?

Ada beberapa alasan mengapa eksploitasi anak oleh influencer harus menjadi perhatian bersama:

  1. Pelanggaran Hak Anak
    Setiap anak memiliki hak untuk dilindungi privasinya, tumbuh dan berkembang secara sehat, serta tidak dijadikan objek komersial. Ketika eksploitasi anak terjadi di media sosial, hak-hak tersebut seringkali terabaikan demi popularitas.
  2. Risiko Kesehatan Mental
    Paparan publik yang berlebihan bisa menyebabkan anak merasa tertekan, kehilangan rasa aman, bahkan mengalami kecemasan. Komentar negatif, perundungan daring, atau tekanan untuk selalu tampil sempurna dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.
  3. Hilangnya Masa Kecil
    Anak-anak yang terlalu sering tampil di konten, harus berperan sesuai tuntutan kamera, atau terus-menerus terlibat dalam produksi video, berisiko kehilangan momen bermain dan belajar yang alami sesuai usianya.
  4. Dampak Jangka Panjang
    Eksploitasi anak dapat berpengaruh hingga dewasa. Anak mungkin kesulitan membangun identitas diri, mengalami gangguan kepercayaan diri, atau menyesal atas jejak digital yang sudah terlanjur tersebar luas.

Tanda-Tanda Eksploitasi Anak oleh Influencer

Orang tua dan masyarakat perlu lebih waspada dengan beberapa tanda berikut:

  • Anak tampak tidak nyaman, terpaksa, atau sering menangis saat syuting konten.
  • Anak dipaksa melakukan sesuatu yang tidak sesuai usianya demi konten.
  • Seluruh aktivitas anak didokumentasikan dan dipublikasikan tanpa batasan.
  • Orang tua lebih fokus pada jumlah viewer, like, dan komentar dibanding kenyamanan anak.
  • Anak tidak pernah ditanya pendapatnya tentang keikutsertaannya dalam konten.

Peran Orang Tua: Batasan, Etika, dan Tanggung Jawab

Orang tua memegang peranan utama dalam mencegah eksploitasi anak di dunia digital. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Pahami Batasan Privasi
    Tidak semua momen anak layak untuk dipublikasikan. Hormati privasi anak, terutama saat mereka menunjukkan penolakan atau ketidaknyamanan.
  • Utamakan Kesehatan Mental Anak
    Pastikan anak tidak tertekan, tidak diekspos berlebihan, dan diberi ruang untuk menjadi diri sendiri di luar kamera.
  • Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan
    Ajak anak berdiskusi sebelum membuat konten, dengarkan keinginan dan perasaannya.
  • Edukasi tentang Risiko Dunia Maya
    Berikan pemahaman kepada anak tentang konsekuensi jejak digital, cyberbullying, dan dampak jangka panjang dari konten yang mereka tampilkan.
  • Fokus pada Kebutuhan Anak
    Pastikan jika ada penghasilan dari konten, hak anak tetap terjamin. Prioritaskan pendidikan, kenyamanan, dan perkembangan anak, bukan sekadar popularitas.

Peran Masyarakat dan Regulasi

Selain peran orang tua, masyarakat dan pembuat kebijakan juga punya andil dalam mengatasi eksploitasi anak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi terkait perlindungan anak di dunia digital, termasuk aturan penggunaan anak dalam konten komersial, transparansi pengelolaan penghasilan anak, serta edukasi bagi influencer dan orang tua.

Masyarakat juga bisa turut mengedukasi dan menegur jika menemukan konten yang mengandung unsur eksploitasi anak. Dukungan lingkungan sangat penting agar fenomena ini tidak dianggap biasa atau bahkan dibenarkan demi hiburan semata.

Ajarkan Anak Batasan di Era Digital

Penting juga bagi orang tua untuk mengajarkan anak mengenal batasan dan hak mereka sendiri di dunia digital. Libatkan anak dalam diskusi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan di media sosial, serta latih mereka untuk berani menolak jika merasa tidak nyaman. Dengan begitu, anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan paham akan pentingnya perlindungan diri sejak dini.

Bijak Lindungi Anak, Bekali Keterampilan Digital

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Eksploitasi anak oleh influencer adalah tantangan nyata di era digital yang tidak bisa diabaikan. Orang tua, masyarakat, dan pembuat kebijakan perlu bekerja sama untuk melindungi anak-anak dari paparan dan tekanan yang berlebihan di dunia maya. Prioritaskan hak, kenyamanan, dan masa depan anak di atas segalanya.

Selain membatasi eksposur anak di media sosial, orang tua juga dapat membekali anak dengan keterampilan positif yang relevan, seperti belajar coding. Dengan mengikuti kelas coding di Timedoor Academy, anak dapat mengasah kreativitas, berpikir logis, serta belajar teknologi dengan cara yang menyenangkan, tanpa harus tampil di depan kamera.

Ayo, daftarkan anak Anda ke free trial class di Timedoor Academy agar mereka bisa merasakan pengalaman belajar coding yang seru, edukatif, dan membangun kepercayaan diri. Jadikan media sosial sebagai sarana edukasi dan kreativitas, bukan alat eksploitasi anak demi popularitas.

Artikel Lainnya

6 Best! Kursus anak di Singaraja dan les anak di Singaraja Beserta Harga 2025
6 Best! Kursus anak di Singaraja dan les anak di Singaraja Beserta Harga 2025
Masa kanak-kanak adalah masa terbaik untuk belajar dan mengembangkan berbagai keterampilan. Di era digital seperti sekarang, semakin banyak orang tua mencari kursus anak di Singaraja yang dapat membantu si kecil belajar dengan cara yang menyenangkan dan produktif. Baik dalam bidang teknologi, seni, musik, maupun bahasa, ada banyak pilihan kursus yang bisa menjadi sarana tumbuh kembang anak secara holistik. Dalam artikel ini, kami akan merekomendasikan beberapa kursus anak di Singaraja yang terpercaya, lengkap dengan informasi harga, fasilitas, alamat, dan kontak yang bisa Anda hubungi. Berikut ini 6 rekomendasi Kursus Anak di Singaraja terbaik untuk anak Anda di tahun 2025 1. Timedoor Academy Singaraja Timedoor Academy adalah tempat Kursus Anak di Singaraja yang mengajarkan coding, membuat game, dan desain digital dalam suasana yang seru dan edukatif. Anak-anak akan diajarkan logika berpikir dan kreativitas melalui metode pembelajaran berbasis proyek. Alamat: Ruko Jl. Kemuning, Kaliuntu, Kab.Buleleng WhatsApp: 082333887789 Harga: Mulai dari Rp 500.000 per bulan Fitur Unggulan: Kelas coding dan animasi untuk anak usia 5–18 tahun Kurikulum internasional dari Jepang dan Inggris Belajar berbasis proyek nyata, bukan hanya teori Pengajar profesional dan berpengalaman dalam mendampingi anak 2. Kumon Sudirman Singaraja Kumon adalah salah satu pilihan tempat Kursus Anak di Singaraja, cocok untuk membantu anak menjadi lebih disiplin dan mandiri dalam belajar. Alamat: Jl. Teleng No.3, Banyuasri, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng WhatsApp: (0362) 28389 Harga: Mulai dari Rp 450.000 per bulan Fitur Unggulan: Program Matematika dan Bahasa Inggris Belajar mandiri dengan sistem bertahap Penguatan dasar akademik secara konsisten 3. Bimbel Brain Academy Ruangguru Brain Academy adalah kursus anak di Singaraja yang sangat direkomendasikan untuk anak yang sedang mempersiapkan ujian atau ingin meningkatkan prestasi akademik. Alamat: Jl. A. Yani No.18, Kp. Anyar, Singaraja, Kabupaten Buleleng WhatsApp: 62 821-4132-1940 Harga: Mulai dari Rp 250.000 per bulan Fitur Unggulan: Bimbingan belajar berbasis teknologi digital Pendampingan langsung dari mentor personal Kelas interaktif dan bisa online atau offline 4. Mini English Masters Mini English Masters adalah tempat kursus anak di singaraja, kursus ini merupakan termpat khusus les Bahasa Inggris privat dan online untuk anak-anak dan dewasa. Alamat: Panji Anom, Batupulu, Buleleng WhatsApp: 62 812-3770-8797 Harga: Mulai dari Rp 50.000 per sesi Fitur Unggulan: Vocabulary Grammar Speaking Class 5. Sunshine Learning Center Sunshine Learning Center adalah Kursus Anak di Singaraja, Sunshine Learning Center juga merupakan tempat yang cocok bagi orang tua yang ingin anaknya kursus belajar bahasa inggris dengan metode fun learning, atau belajar seperti bermain games. Alamat: Jl. LC VIII No. 77x, Baktiseraga, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Singaraja WhatsApp: 62 896-8777-6888 Harga: Mulai dari Rp 1.730.000 per bulan Fitur Unggulan: Kegiatan tema bahasa Inggris dan kegiatan fun learning Anak-anak belajar seperti bermain games dan kegiatan lainnya 6. Anemone Singaraja Anemone adalah tempat Kursus Anak di Singaraja yang cocok untuk anak supaya bisa belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan cepat. Alamat: Jl. Udayana No.5, Br. Jawa, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng WhatsApp: 62 851-0124-0546 Harga: Mulai dari Rp 335.000 per bulan Fitur Unggulan: Program baca tulis untuk anak usia 5–8 tahun Pengajar berpengalaman dalam mendampingi anak Kenapa Kursus Anak Itu Penting? Mengikutsertakan anak dalam kursus sejak dini membawa berbagai manfaat jangka panjang. Anak belajar mengenal minat dan bakatnya lebih awal, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih kedisiplinan dan kerja tim. Selain itu, kursus anak di Singaraja tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kreativitas. Jika Anda sedang mencari kursus anak di Singaraja yang terpercaya dan terbukti memberikan dampak positif bagi anak, maka Timedoor Academy adalah jawabannya. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan materi yang aplikatif, anak Anda tidak hanya belajar tetapi juga tumbuh menjadi individu kreatif dan percaya diri. Daftarkan anak Anda untuk uji coba gratis di Timedoor Academy hari ini!Hubungi kami melalui WhatsApp atau datang ke lokasi untuk informasi lebih lanjut.
5 Top Rekomendasi Aplikasi AI Untuk Anak Gratis
5 Top Rekomendasi Aplikasi AI Untuk Anak Gratis
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, aplikasi AI untuk anak menjadi salah satu inovasi paling menarik yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua. Kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya digunakan di dunia industri atau bisnis, tetapi juga hadir dalam bentuk aplikasi yang mendukung proses belajar anak. Mulai dari membantu anak membaca, berhitung, hingga meningkatkan kreativitas mereka, teknologi AI bisa menjadi partner belajar yang menyenangkan sekaligus efektif. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum mengenal apa saja aplikasi AI untuk anak yang tersedia secara gratis dan aman digunakan. Artikel ini akan membahas lima rekomendasi aplikasi AI yang dirancang khusus untuk mendukung proses belajar anak secara positif. Semua aplikasi dalam daftar ini mudah digunakan, ramah anak, dan bisa diakses secara gratis. 1. Khan Academy Kids Khan Academy Kids adalah salah satu contoh aplikasi AI untuk anak yang sangat direkomendasikan. Aplikasi ini menggabungkan pembelajaran interaktif dengan teknologi AI untuk menyesuaikan materi sesuai kemampuan dan perkembangan anak. Tersedia berbagai aktivitas seperti membaca, matematika, seni, dan keterampilan sosial yang disesuaikan untuk anak usia 2 sampai 8 tahun. Dengan antarmuka yang ramah anak dan sistem rekomendasi berbasis AI, anak bisa belajar dalam suasana menyenangkan tanpa tekanan. Kontennya pun dikembangkan oleh para ahli pendidikan dan bersifat adaptif terhadap kebutuhan masing-masing anak. 2. Duolingo ABC Duolingo ABC adalah turunan dari aplikasi belajar bahasa populer Duolingo yang dirancang khusus untuk anak-anak yang sedang belajar membaca. Aplikasi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan memberikan umpan balik secara real-time saat anak belajar mengenal huruf, kata, dan suara. Sebagai aplikasi AI untuk anak, Duolingo ABC sangat berguna untuk meningkatkan literasi bahasa sejak dini, terutama dalam Bahasa Inggris. Aplikasi ini tersedia secara gratis tanpa iklan, sehingga aman dan nyaman digunakan oleh anak-anak di bawah pengawasan orang tua. 3. Socratic by Google Socratic merupakan aplikasi AI untuk anak yang membantu menjawab pertanyaan akademik dengan cara yang mudah dipahami. Cukup dengan mengambil foto soal atau mengetikkan pertanyaan, AI dalam Socratic akan mencari dan menyajikan penjelasan dari berbagai sumber terpercaya. Meskipun ditujukan untuk anak usia sekolah dasar hingga menengah, Socratic sangat membantu anak dalam memahami pelajaran seperti matematika, sains, sejarah, dan bahasa. Aplikasi ini membantu anak belajar secara mandiri sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis mereka. 4. Quillionz Quillionz adalah aplikasi berbasis AI yang memungkinkan anak membuat kuis atau pertanyaan berdasarkan topik tertentu. Ini adalah cara menyenangkan untuk mendorong anak berpikir aktif dan memahami materi pelajaran lebih dalam. Aplikasi ini cocok digunakan saat anak ingin mengulang pelajaran dengan metode yang tidak membosankan. Sebagai salah satu aplikasi AI untuk anak, Quillionz juga bisa digunakan bersama orang tua atau guru sebagai sarana latihan dan diskusi. Anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diajak menjadi pembuat konten pembelajaran. 5. Google Read Along Google Read Along adalah aplikasi AI untuk anak yang dirancang untuk membantu mereka belajar membaca dengan suara keras. AI dalam aplikasi ini akan mendengarkan bacaan anak dan memberikan respons serta koreksi secara langsung. Anak dapat memilih berbagai cerita yang menarik dan menyesuaikan kecepatan belajar mereka sendiri. Keunggulan utama aplikasi ini adalah mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam membaca dan membuat mereka lebih tertarik pada buku. Dengan fitur pelacakan kemajuan, orang tua juga dapat memantau perkembangan membaca anak secara berkala. Arahkan Anak Belajar Teknologi yang Positif Penggunaan aplikasi AI untuk anak bisa menjadi langkah awal untuk memperkenalkan teknologi dengan cara yang sehat dan mendidik. Namun, penting bagi orang tua untuk tetap mendampingi dan mengarahkan agar teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti interaksi nyata dan proses belajar yang seimbang. Salah satu cara terbaik untuk memperkenalkan teknologi secara positif adalah dengan mengajak anak belajar coding. Di Timedoor Academy, anak-anak bisa mengikuti kelas coding yang dirancang khusus sesuai usia mereka. Melalui pendekatan belajar berbasis proyek, anak akan lebih percaya diri, berpikir logis, dan mampu memahami cara kerja teknologi sejak dini. Coba Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy Jika Anda tertarik melihat bagaimana anak bisa tumbuh menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan kreatif, coba kelas coding gratis di Timedoor Academy. Anak tidak hanya belajar membuat game atau animasi, tapi juga dilatih untuk memecahkan masalah dan berkomunikasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Dengan bimbingan mentor profesional dan materi belajar yang mudah dipahami, coding bisa menjadi aktivitas favorit baru anak Anda. Yuk, bantu anak belajar teknologi yang membangun masa depan mereka mulai hari ini.
<strong>Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital 2025</strong>
Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital 2025
Meningkatkan minat baca anak merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua di era digital seperti sekarang. Dengan semakin banyaknya hiburan digital seperti game, media sosial, dan video, anak-anak cenderung lebih tertarik pada aktivitas yang serba instan dibanding membaca buku. Padahal, kebiasaan membaca sejak dini sangat penting untuk membangun pengetahuan, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis anak. Lalu, apa saja cara meningkatkan minat baca anak yang efektif dan relevan untuk kondisi masa kini? Minat baca tidak muncul dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui kebiasaan, lingkungan yang mendukung, serta contoh positif dari orang dewasa di sekitarnya. Orang tua memiliki peran utama dalam menciptakan suasana yang membuat anak senang dan antusias terhadap kegiatan membaca. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai strategi praktis cara meningkatkan minat baca anak di rumah maupun di sekolah. Mengapa Minat Baca Anak Penting? Minat baca adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Anak yang gemar membaca umumnya memiliki kosakata yang lebih luas, mampu berpikir logis, serta mudah memahami pelajaran di sekolah. Selain itu, membaca dapat membantu anak mengenal dunia luar, membangun empati, dan melatih daya imajinasi. Oleh karena itu, menemukan cara meningkatkan minat baca anak menjadi langkah awal untuk membekali mereka dengan kemampuan belajar seumur hidup. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Anak Sebelum membahas cara meningkatkan minat baca anak, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca. Beberapa faktor tersebut antara lain: Lingkungan keluarga: Rumah yang menyediakan akses mudah ke buku dan bacaan bermutu akan memudahkan anak untuk mulai membaca. Peran orang tua: Anak-anak yang sering melihat orang tuanya membaca biasanya akan lebih tertarik mengikuti kebiasaan tersebut. Akses ke bahan bacaan: Koleksi buku yang bervariasi dan sesuai minat anak sangat berpengaruh pada tumbuhnya minat baca. Dukungan dari sekolah: Sekolah yang aktif mengadakan program literasi dan perpustakaan yang menarik akan meningkatkan motivasi anak untuk membaca. Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Rumah Berikut beberapa tips cara meningkatkan minat baca anak yang dapat dilakukan di rumah: Jadikan Membaca sebagai Kegiatan RutinBiasakan membaca buku bersama anak setiap hari, misalnya sebelum tidur atau saat waktu luang. Rutinitas ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif pada anak. Beri Contoh NyataAnak adalah peniru ulung. Jika orang tua terlihat sering membaca buku atau artikel, anak pun akan merasa penasaran dan tertarik untuk melakukan hal yang sama. Ciptakan Sudut Baca yang MenarikBuat area khusus di rumah sebagai sudut baca yang nyaman dan penuh warna. Tambahkan rak buku dengan koleksi bacaan yang sesuai usia dan minat anak. Berikan Pilihan Buku yang VariatifSediakan berbagai jenis buku, mulai dari cerita bergambar, komik edukatif, hingga buku pengetahuan umum. Biarkan anak memilih buku favoritnya agar mereka merasa memiliki kendali dalam memilih bacaan. Libatkan Anak dalam Aktivitas LiterasiAjak anak ke perpustakaan, toko buku, atau acara bedah buku. Aktivitas ini akan membuat anak mengenal dunia literasi lebih luas dan menemukan inspirasi dari luar rumah. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Sekolah juga memegang peranan penting dalam menerapkan cara meningkatkan minat baca anak. Guru dapat mengadakan program membaca bersama, lomba resensi buku, atau menyediakan perpustakaan kelas dengan koleksi buku menarik. Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan agar minat baca anak terus tumbuh secara konsisten. Selain itu, teknologi juga bisa menjadi alat bantu yang efektif. Banyak aplikasi literasi digital yang dapat digunakan sebagai cara meningkatkan minat baca anak dengan format yang lebih interaktif dan modern. Anak bisa membaca e-book, mengikuti audio book, atau bahkan diskusi online mengenai buku yang telah dibaca. Hubungan Minat Baca dengan Keterampilan Lain Minat baca yang baik sangat berkaitan dengan kemampuan anak dalam berpikir kritis, menulis, dan memahami berbagai konsep baru, termasuk dalam bidang teknologi seperti coding. Anak yang terbiasa membaca biasanya lebih mudah memahami instruksi, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, cara meningkatkan minat baca anak juga secara tidak langsung membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan belajar coding dan teknologi digital. Coding dan Minat Baca: Modal Anak Masa Kini Belajar coding kini semakin mudah dan menyenangkan untuk anak-anak berkat materi yang sudah dikemas menarik seperti cerita interaktif, teka-teki, hingga proyek kreatif berbasis cerita. Di Timedoor Academy, anak bisa belajar coding sambil meningkatkan kemampuan membaca dan memahami instruksi. Metode belajar yang digunakan tidak hanya mengajarkan logika pemrograman, tetapi juga memperkuat keterampilan literasi digital anak. Coba Free Trial Class Coding di Timedoor Academy Ingin anak Anda lebih gemar membaca sekaligus siap menghadapi dunia digital? Cobalah gabungkan rutinitas membaca dengan mengenalkan coding secara menyenangkan. Daftarkan anak Anda di free trial class coding bersama Timedoor Academy! Dengan mengikuti kelas gratis ini, anak bisa mencoba pengalaman belajar coding secara interaktif, kreatif, dan tetap mengasah minat baca. Segera kunjungi website atau akun sosial media Timedoor Academy untuk info lebih lengkap dan jadwalkan free trial class sekarang juga! Meningkatkan minat baca anak bukanlah proses instan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Dengan mendukung minat baca dan mengenalkan coding sejak dini, Anda telah memberikan bekal berharga bagi anak agar mampu bersaing dan beradaptasi di dunia yang semakin digital.
float button