May 16, 2025

Kamus Bahasa Gen Alpha: Panduan Memahami Gaya Komunikasi Anak Zaman Sekarang 2025

Kamus Bahasa Gen Alpha: Panduan Memahami Gaya Komunikasi Anak Zaman Sekarang 2025 image

“Gyatt!”, “Rizz banget!”, “Aku skibidi dulu ya.” Kalau Anda pernah mendengar anak berbicara seperti itu dan merasa bingung, Anda tidak sendirian. Kalimat-kalimat tersebut merupakan bagian dari bahasa Gen Alpha, yaitu gaya komunikasi yang digunakan anak-anak generasi yang tumbuh di era digital, terutama mereka yang lahir setelah tahun 2010.

Anak-anak Gen Alpha tidak hanya tumbuh bersama teknologi, mereka benar-benar hidup di dalamnya. Mereka belajar banyak hal melalui TikTok, YouTube Shorts, dan media sosial, bukan hanya dari buku pelajaran atau TV seperti generasi sebelumnya. Akibatnya, kosa kata mereka dipengaruhi oleh tren digital, meme, dan bahasa internet global, yang sering kali sulit dipahami oleh orang dewasa.

Untuk membantu para orang tua lebih dekat dengan dunia anak-anaknya, berikut ini adalah kamus istilah populer dalam bahasa Gen Alpha lengkap dengan arti dan contoh penggunaannya.

Kamus Bahasa Gen Alpha: Arti dan Contoh Istilah Populer

1. Rizz
– Makna:
Karisma atau kemampuan untuk memikat hati orang lain, biasanya dalam konteks percintaan atau pertemanan.
– Contoh: “Kakak itu rizz banget, ngomongnya tenang tapi langsung disukai.”
– Penjelasan: Istilah ini berasal dari kata charisma dan sering digunakan untuk menyebut seseorang yang punya daya tarik luar biasa.

2. Skibidi
– Makna:
Istilah yang berasal dari meme viral “Skibidi Toilet” dan sering digunakan untuk menyebut sesuatu yang aneh, menyeramkan, atau ‘nggak banget’.
– Contoh: “Jangan deh masuk ke ruangan itu, skibidi banget suasananya.”
– Penjelasan: Kata ini tidak punya arti literal tapi menjadi bagian penting dari ekspresi humor absurd ala Gen Alpha.

3. Gyatt
– Makna:
Ungkapan spontan karena terkejut atau kagum, berasal dari plesetan kata “goddamn”.
– Contoh: “Gyatt! Itu kamar kamu rapi banget hari ini.”
– Penjelasan: Biasanya digunakan ketika melihat sesuatu yang mengesankan atau mengejutkan secara positif.

4. Slay
– Makna:
Melakukan sesuatu dengan luar biasa, percaya diri, dan penuh gaya.
– Contoh: “Penampilannya tadi waktu lomba bener-bener slay!”
– Penjelasan: Kata ini digunakan sebagai pujian untuk penampilan atau pencapaian yang mengesankan.

5. NPC
Makna: Singkatan dari Non-Playable Character, istilah dalam game yang berarti karakter yang pasif dan kaku.
– Contoh: “Dia cuma diam aja di grup, kayak NPC.”
– Penjelasan: Istilah ini digunakan secara sarkastik untuk menyebut orang yang dianggap tidak punya inisiatif atau terlalu biasa.

6. Sigma
– Makna:
Seseorang yang tenang, mandiri, tidak suka pamer tapi tetap berpengaruh.
– Contoh: “Dia jarang bicara, tapi semua nurut — benar-benar sigma.”
– Penjelasan: Menggambarkan pribadi yang kuat tanpa harus mendominasi secara terbuka, kebalikan dari alpha male.

7. No cap
– Makna:
Jujur, tidak berbohong, benar-benar serius.
– Contoh: “Film itu keren banget, no cap.”
– Penjelasan: Digunakan untuk menekankan bahwa apa yang dikatakan adalah 100% benar.

Kenapa Bahasa Gen Alpha Perlu Dipahami?

bahasa gen alpha

Bahasa adalah alat komunikasi utama, dan jika orang tua ingin tetap terhubung dengan anak-anaknya, memahami bahasa Gen Alpha adalah langkah yang penting. Bukan berarti Anda harus ikut mengucapkan setiap istilah viral, tapi dengan memahami makna dan konteksnya, Anda bisa:

  • Mencegah kesalahpahaman dalam komunikasi
  • Membuka ruang dialog yang nyaman
  • Membangun kepercayaan anak karena mereka merasa dimengerti
  • Mengenali tren atau konten yang mungkin berisiko atau tidak sesuai

Bahasa Gen Alpha juga memberi kita wawasan tentang cara berpikir anak-anak zaman sekarang yang lebih cepat, visual, dan adaptif terhadap tren digital global.

Saatnya Arahkan Bahasa Mereka ke Hal yang Produktif

Jika anak sudah terbiasa dengan gaya komunikasi digital yang cepat dan kreatif, kenapa tidak diarahkan ke bahasa yang lebih fungsional seperti coding?

Coding adalah bentuk komunikasi antara manusia dan mesin. Ini mengajarkan struktur, logika, serta pemecahan masalah secara runtut — kualitas yang sangat dibutuhkan di masa depan. Untuk anak-anak Gen Alpha yang sudah sangat visual dan adaptif, belajar coding bisa menjadi jembatan yang ideal antara dunia kreatif mereka dan dunia teknologi yang akan mereka hadapi.

Bahasa Gen Alpha adalah Peluang, Bukan Ancaman

Daripada khawatir dengan istilah yang terdengar aneh, mari kita lihat bahasa Gen Alpha sebagai peluang untuk mendekatkan diri pada anak-anak. Ini bukan sekadar tren lewat, tapi cerminan dari dunia mereka yang terus berubah dan berkembang. Dengan memahami cara mereka berbicara, kita bisa memahami cara mereka berpikir. Dan dari situlah komunikasi yang saling menghargai bisa tumbuh.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Di Timedoor Academy, anak Anda bisa belajar coding dengan pendekatan yang menyenangkan dan visual — sesuai dengan gaya belajar Gen Alpha. Yuk, daftar sekarang dan coba kelas gratisnya. Siapa tahu, mereka bisa ‘slay’ juga di dunia coding. No cap.

Artikel Lainnya

Apakah Belajar Coding Worth It di 2025?
Apakah Belajar Coding Worth It di 2025?
Seiring teknologi yang terus berkembang dan mengubah cara kita hidup, belajar, dan bekerja, banyak orang tua mulai bertanya: apakah belajar coding worth it di 2025? Dengan ekonomi digital yang terus tumbuh dan ketergantungan yang semakin besar pada teknologi, kemampuan coding menjadi semakin penting. Namun, apakah belajar coding benar-benar bermanfaat untuk anak-anak? Artikel ini akan mengulas mengapa belajar coding merupakan investasi yang layak, keterampilan apa saja yang didapat, dan bagaimana hal ini mempersiapkan anak menghadapi masa depan.   Mengapa Orang Tua Bertanya: Apakah Belajar Coding Worth It? Dulu, coding dianggap sebagai kemampuan khusus untuk para ahli di bidang IT. Kini, coding sudah menjadi literasi dasar, sama pentingnya dengan membaca dan menulis. Orang tua pun bertanya-tanya apakah menginvestasikan waktu dan biaya untuk kursus coding anak-anak mereka akan memberikan hasil yang sepadan. Jadi, apakah belajar coding worth it mengingat tuntutan dunia pendidikan dan pasar kerja saat ini? Jawabannya bergantung pada pendekatan pendidikan coding dan manfaat yang diperoleh anak selain sekadar menulis kode. Coding mengajarkan cara berpikir logis, memecahkan masalah, kreativitas, dan ketangguhan — semua keterampilan yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan.   Belajar Coding Mengasah Kemampuan Memecahkan Masalah dan Berpikir Logis Salah satu manfaat utama belajar coding adalah membantu anak mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Ketika anak belajar coding, mereka diajarkan untuk memecah masalah kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Pola pikir logis ini membantu anak dalam menganalisis situasi dan menemukan solusi, keterampilan yang sangat penting di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Memahami struktur coding juga melatih urutan langkah dan ketelitian. Anak belajar mengidentifikasi kesalahan dan memperbaikinya, sehingga menumbuhkan kesabaran dan ketekunan. Jadi, jika ditanya apakah belajar coding worth it untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, jawabannya adalah pasti iya.   Belajar Coding Mendorong Kreativitas dan Inovasi Coding tidak hanya soal aturan dan algoritma; coding juga membuka ruang bagi anak untuk berkreasi. Ketika anak membuat game, animasi, atau aplikasi sederhana, mereka menggunakan imajinasi mereka untuk mendesain dan membangun sesuatu yang unik. Proses ini memacu pemikiran inovatif dan memberi anak rasa pencapaian. Banyak platform belajar coding untuk anak mendorong eksplorasi dan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan, sehingga coding menjadi aktivitas yang menarik dan seru. Aspek kreatif ini juga menjawab bagian lain dari pertanyaan: apakah belajar coding worth it karena membantu menumbuhkan kreativitas sejak dini.   Mempersiapkan Masa Depan yang Berbasis Teknologi Pasar kerja terus berubah dengan cepat, banyak profesi kini membutuhkan pemahaman dasar tentang teknologi dan coding. Bahkan pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan pemrograman tetap mendapat manfaat dari pengetahuan coding karena meningkatkan literasi digital. Dengan belajar coding sejak dini, anak mendapat keunggulan kompetitif dalam pendidikan dan karier masa depan. Mereka menjadi lebih nyaman menggunakan teknologi dan mudah beradaptasi dengan alat digital baru. Maka, apakah belajar coding worth it untuk kesiapan masa depan? Tentu saja, karena coding membekali anak dengan keterampilan penting di hampir semua bidang industri.   Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi dan Komunikasi Proyek coding sering kali mengharuskan anak bekerja dalam tim dan berbagi ide, khususnya di lingkungan kelas atau klub. Anak belajar bagaimana berkolaborasi, mengkomunikasikan ide dengan jelas, dan bekerja bersama mencapai tujuan. Keterampilan sosial ini sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Jadi, saat mempertimbangkan apakah belajar coding worth it, ingat bahwa coding juga membantu anak mengembangkan keterampilan interpersonal yang berguna sepanjang hidup mereka.   Cara Membuat Belajar Coding Menyenangkan dan Mudah Diakses Anak Agar belajar coding benar-benar bermanfaat, proses pembelajarannya harus menyenangkan dan sesuai usia. Banyak program edukasi kini menggunakan permainan, bahasa pemrograman visual seperti Scratch, dan alat interaktif yang membuat coding mudah dipahami anak-anak. Orang tua dan pendidik sebaiknya memilih program yang menekankan kreativitas, pemecahan masalah, dan pengembangan keterampilan secara bertahap, bukan sekadar menghafal. Dengan pendekatan yang tepat, anak lebih termotivasi dan tertarik belajar coding dalam jangka panjang.   Mendukung Perjalanan Belajar Coding Anak Anda Jika Anda bertanya-tanya apakah belajar coding worth it bagi anak Anda, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan membiarkan mereka mencoba sendiri. Banyak akademi coding dan platform online menawarkan kelas percobaan gratis atau kursus pemula untuk anak-anak. Misalnya, Timedoor Academy menyediakan program belajar coding yang dirancang khusus dan menyenangkan untuk anak-anak dari berbagai usia. Mereka juga menyediakan kelas percobaan gratis sehingga orang tua dan anak dapat mengenal dunia coding tanpa harus langsung berkomitmen.   Apakah Belajar Coding Worth It di 2025? Jawaban atas pertanyaan apakah belajar coding worth it di 2025 adalah sangat pasti: iya. Pendidikan coding membekali anak dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan digital penting yang akan sangat berguna sepanjang hidup. Selain belajar pemrograman, anak juga mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, dan beradaptasi dalam dunia yang terus berubah. Untuk mendukung perjalanan belajar coding anak Anda, pertimbangkan mendaftarkan mereka ke program seperti Timedoor Academy yang menawarkan pelajaran coding menarik dan sesuai usia. Dengan adanya kelas percobaan gratis, anak dapat mencoba belajar coding dengan cara yang menyenangkan dan tanpa tekanan sebelum memutuskan melanjutkan. Memulai belajar coding sejak dini bisa menjadi salah satu investasi terbaik untuk masa depan anak Anda.
5 Top! Cara Mengajarkan Anak Berhemat Sejak Dini
5 Top! Cara Mengajarkan Anak Berhemat Sejak Dini
Mengajarkan anak tentang cara mengajarkan anak berhemat merupakan salah satu bekal penting untuk masa depan mereka. Banyak orang tua fokus pada pendidikan akademik, tetapi lupa bahwa kecerdasan finansial juga harus ditanamkan sejak dini. Menanamkan kebiasaan baik seperti menabung dan mengelola uang sejak kecil dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri. Namun, mengajarkan konsep hemat kepada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Melalui artikel ini, Anda akan menemukan 5 cara mengajarkan anak berhemat yang bisa diterapkan sehari-hari. 1. Jelaskan Nilai Uang dengan Cara yang Sederhana Langkah pertama dalam cara mengajarkan anak berhemat adalah mengenalkan mereka pada konsep dasar tentang uang. Anda bisa mulai dari hal paling sederhana, seperti membedakan koin dan uang kertas, serta fungsi uang untuk membeli barang dan jasa. Gunakan contoh konkret saat berbelanja. Misalnya, jelaskan bahwa satu es krim setara dengan uang sebesar Rp10.000, dan jika mereka ingin membeli mainan, mereka harus menabung lebih dulu. Anak usia 4–7 tahun sudah bisa memahami perbandingan ini dengan bantuan visual seperti gambar atau permainan peran. 2. Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan Salah satu bagian penting dari cara mengajarkan anak berhemat adalah mengajari mereka membedakan mana yang disebut kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan alat sekolah harus diutamakan, sedangkan keinginan seperti mainan baru atau snack tambahan bisa ditunda. Saat anak meminta sesuatu, ajak mereka berdiskusi. Tanyakan, “Apakah ini sesuatu yang kamu butuh, atau kamu hanya ingin?” Dengan latihan berulang, anak akan belajar berpikir sebelum membeli dan menjadi lebih sadar akan pengeluaran mereka. 3. Buatkan Celengan atau Rekening Tabungan Khusus Anak Memberikan anak celengan atau membuka rekening tabungan anak bisa menjadi alat bantu nyata dalam mengajarkan mereka konsep menabung. Anda bisa memberi tantangan sederhana, seperti menabung dari uang jajan atau hadiah ulang tahun. Untuk anak yang lebih besar, ajarkan bagaimana menargetkan jumlah tertentu. Misalnya, jika ingin membeli mainan seharga Rp50.000, mereka bisa menabung Rp10.000 setiap minggu. Ini bukan hanya mengajarkan anak berhemat, tetapi juga mengenalkan konsep perencanaan dan konsistensi. 4. Beri Contoh Langsung dari Kebiasaan Orang Tua Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka belajar lebih banyak dari perilaku orang tua dibandingkan dari nasihat lisan. Oleh karena itu, salah satu cara mengajarkan anak berhemat yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tunjukkan bahwa Anda juga membuat daftar belanja, memilih barang berdasarkan harga dan kebutuhan, atau menolak membeli barang yang tidak penting. Ketika anak melihat bahwa orang tuanya hidup hemat tanpa merasa kekurangan, mereka akan lebih mudah mengadopsi kebiasaan tersebut. 5. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan Keuangan Sederhana Melibatkan anak dalam diskusi keuangan keluarga (yang ringan dan sesuai usia) dapat membantu mereka memahami proses berpikir di balik pengeluaran. Misalnya, ajak mereka menentukan menu mingguan sambil memperhitungkan anggaran belanja atau membandingkan harga barang saat belanja bulanan. Dengan keterlibatan ini, anak tidak hanya belajar berhemat, tetapi juga memahami pentingnya memilih dan merencanakan sesuatu dengan bijak. Ini juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan percaya diri mereka dalam mengambil keputusan kecil. Kenapa Keterampilan Hemat Penting untuk Masa Depan Anak? Menanamkan kebiasaan hemat sejak kecil dapat membentuk karakter dan pola pikir yang bertanggung jawab dalam diri anak. Mereka akan belajar menunda kepuasan, membuat prioritas, dan memahami nilai kerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Keterampilan ini akan sangat berguna saat mereka mulai menerima uang saku sendiri, hingga nanti ketika mereka dewasa dan harus mengelola keuangan pribadi. Anak yang terbiasa berhemat juga cenderung lebih mampu menghadapi tantangan hidup, karena mereka belajar merencanakan dan menyesuaikan diri dengan keterbatasan. Maka dari itu, membiasakan hidup hemat bukan berarti pelit, tapi merupakan bagian dari mendidik anak menjadi pribadi yang cerdas secara finansial. Hemat Itu Penting, tapi Bekal Digital Juga Tak Kalah Penting Selain mengenalkan anak pada cara mengelola uang, penting juga bagi orang tua untuk mulai memperkenalkan keterampilan digital seperti coding. Di masa depan, kemampuan seperti ini akan sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan. Timedoor Academy menyediakan kursus coding online yang menyenangkan dan ramah anak, cocok untuk melatih cara berpikir logis, problem solving, dan kreativitas. Coba kelas gratisnya sekarang di Timedoor Academy!
Pemrograman Java untuk anak SMA
Pemrograman Java untuk Anak SMA: Membuka Pintu Dunia Coding
Di era digital yang semakin cepat, kemampuan coding menjadi bekal penting untuk generasi muda. Untuk anak SMA yang ingin memulai perjalanan di dunia pemrograman, pemrograman Java untuk anak SMA merupakan pilihan yang tepat. Java adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia, dikenal karena fleksibilitas, keandalan, dan kemudahan dalam proses belajar. Bahasa ini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari aplikasi mobile hingga sistem perusahaan berskala besar. Apakah anak Anda tertarik membuat game mobile, membangun website, atau menjelajahi kecerdasan buatan? Pemrograman Java untuk anak SMA memberi fondasi kuat bagi semua tujuan tersebut. Artikel ini akan membahas alasan mengapa Java cocok dipelajari sejak SMA, manfaat mengikuti kelas Java, dan apa saja yang akan dipelajari di dalamnya.   Mengapa Pemrograman Java Cocok untuk Anak SMA 1. Bahasa Universal dan Fleksibel Java dikenal sebagai bahasa lintas platform. Artinya, kode yang ditulis di satu perangkat bisa dijalankan di sistem lain seperti Windows, macOS, atau Linux tanpa perlu perubahan besar. Hal ini membuat Java sangat cocok untuk pemula yang ingin mencoba coding di berbagai perangkat. 2. Fondasi untuk Bahasa Lain Pemrograman Java untuk anak SMA merupakan langkah awal yang bagus karena konsep dasarnya bisa diterapkan ke bahasa lain seperti Python, C++, atau JavaScript. Anak akan belajar struktur kode, penggunaan variabel, loop, conditional statements, dan dasar pemrograman berorientasi objek. 3. Peluang Karier yang Luas Bahasa Java sangat dibutuhkan di dunia kerja, terutama di bidang software development, pembuatan aplikasi, pengembangan game, dan kecerdasan buatan. Belajar Java sejak SMA bisa membuka jalan karier yang menjanjikan di masa depan. 4. Meningkatkan Kemampuan Logika dan Problem Solving Pemrograman Java untuk anak SMA membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis. Mereka akan belajar menyusun solusi dari masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah diselesaikan. 5. Relevan dengan Dunia Nyata Java digunakan di berbagai industri, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hiburan, hingga pendidikan. Dengan mempelajari Java, anak dapat memahami cara kerja aplikasi yang digunakan sehari-hari dan bahkan bisa membuat aplikasi sendiri.   Manfaat Mengikuti Kelas Pemrograman Java untuk Anak SMA 1. Kurikulum Terstruktur dan Terarah Meskipun banyak tutorial online, mengikuti kelas pemrograman Java untuk anak SMA memberikan pembelajaran yang sistematis. Anak akan dipandu oleh mentor profesional yang memahami cara mengajarkan konsep rumit dengan cara yang mudah dimengerti. 2. Praktik Langsung dan Proyek Nyata Belajar coding paling efektif dilakukan dengan praktik. Di kelas Java, anak-anak akan mengerjakan berbagai proyek seperti membuat kalkulator sederhana, aplikasi kuis, atau game kecil yang melatih kreativitas mereka. 3. Akses ke Mentor Ahli Belajar sendiri bisa membingungkan bagi pemula. Dengan mengikuti kelas, anak dapat bertanya langsung saat menemui kesulitan, mendapatkan feedback, dan motivasi dari mentor. 4. Kolaborasi dan Soft Skill Kelas Java sering melibatkan kerja tim dalam proyek kelompok. Anak belajar komunikasi, kerja sama, serta cara menyelesaikan konflik—semua itu penting di dunia kerja modern. 5. Membangun Portofolio Digital Setiap proyek yang dikerjakan bisa dimasukkan dalam portofolio yang bermanfaat saat melamar kuliah atau beasiswa. Ini menjadi bukti nyata kemampuan anak dalam coding sejak dini.   Apa Saja yang Dipelajari dalam Kelas Pemrograman Java untuk Anak SMA? Kelas pemrograman Java untuk anak SMA mencakup banyak materi penting, seperti: Pengenalan Java: Instalasi tools dan penulisan kode sederhana. Variabel dan Tipe Data: Mengenal integer, string, boolean, dan operasi dasar. Kontrol Alur Program: Penggunaan if-else, for-loop, dan while-loop. Pemrograman Berorientasi Objek (OOP): Pengenalan class, objek, inheritance, dan encapsulation. Fungsi dan Metode: Menulis metode agar kode lebih efisien dan modular. Array dan Koleksi Data: Menyimpan dan mengelola data dalam array dan list. Penanganan Error (Exception Handling): Menyusun program agar tidak crash ketika error terjadi. Pengembangan GUI Sederhana: Membuat antarmuka interaktif menggunakan tombol, teks, dan gambar. Proyek Akhir: Mengerjakan proyek besar seperti game, aplikasi produktivitas, atau sistem manajemen sederhana.   Kelas Pemrograman Java di Timedoor Academy Timedoor Academy menawarkan kelas pemrograman Java untuk anak SMA yang dirancang khusus agar anak belajar coding dengan cara menyenangkan dan efektif. Kurikulum kami lengkap, dimulai dari dasar hingga materi lanjutan. Anak akan belajar bersama mentor berpengalaman melalui pembelajaran interaktif, proyek nyata, dan kerja sama tim. Kelas kami juga tersedia secara online, jadi bisa diikuti dari mana saja. Kami percaya bahwa belajar coding harus menyenangkan, dan kami siap mendampingi anak-anak membuka potensi mereka di bidang teknologi.   Saatnya Belajar Pemrograman Java untuk Anak SMA Pemrograman Java untuk anak SMA adalah investasi keterampilan masa depan. Dengan mengikuti kelas yang tepat, anak tidak hanya belajar menulis kode, tapi juga memahami cara berpikir kreatif, logis, dan inovatif. Keterampilan ini akan sangat berguna di berbagai bidang, baik akademik maupun profesional. Yuk, mulai perjalanan coding anak Anda hari ini bersama Timedoor Academy. Coba dulu gratis lewat kelas trial dan lihat sendiri bagaimana anak bisa berkembang di dunia pemrograman!
float button