Aug 25, 2024

Bisakah Screen Time Menjadi Edukatif untuk Anak-anak? Kelas Coding Bisa Jadi Jawabannya

Bisakah Screen Time Menjadi Edukatif untuk Anak-anak? Kelas Coding Bisa Jadi Jawabannya image

Mengizinkan anak-anak untuk memiliki perangkat digital menjadi penting karena beberapa alasan, tetapi screen time yang berlebihan atau tidak terkontrol dapat berdampak negatif. Orang tua menjadi semakin bingung tentang cara mengontrolnya dan juga apakah mereka harus mengambil perangkat tersebut atau mencoba cara inovatif dan mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

 

 

Memahami Screen Time

Secara umum, screen time adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan dan melihat layar elektronik, seperti ponsel, tablet, laptop, atau televisi

Kekhawatiran Saat Ini tentang Screen Time

Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari semua usia, termasuk anak-anak. Sementara teknologi ini menawarkan manfaat pendidikan dan hiburan, penggunaannya yang luas telah memicu kekhawatiran. Untuk lebih memahami dampak screen time, penting untuk membedakan antara screen time pasif dan aktif.

Screen time pasif biasanya melibatkan menghabiskan waktu untuk konten yang memakan waktu tanpa interaksi yang signifikan. Contohnya seperti menonton acara TV atau film, di mana Anda sebagian besar hanya duduk dan menonton saja. Di sisi lain, screen time aktif membutuhkan lebih banyak keterlibatan dan interaksi. Dimana ini mengharuskan anak-anak untuk berpikir dan berpartisipasi saat menggunakan layar, seperti bermain game edukatif atau membuat seni digital.

Orang tua umumnya tidak ingin anak-anak mereka menghabiskan waktu berlebihan di depan layar, terutama dengan cara yang pasif dan tidak produktif. Meskipun beberapa screen time pasif tidak berbahaya secara inheren, terlalu banyak berpotensi menghambat perkembangan anak. Alasan di balik ini adalah bahwa hal tersebut tidak selalu melibatkan pikiran anak secara aktif seperti aktivitas lainnya.

 

 

Screen Time menjadi Edukatif

Belajar di Era Digital

Akibatnya, melibatkan anak-anak dalam konten screen time edukatif yang interaktif dapat memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan literasi digital yang penting dan dapat berguna di masa depan. Saat ini, banyak game dan aplikasi edukatif dirancang untuk meningkatkan keterampilan yang berharga dalam konteks akademis dan dunia nyata. Paparan positif dini terhadap dunia digital dapat sangat menguntungkan dalam mempersiapkan anak-anak untuk karir masa depan di pasar kerja yang semakin didorong oleh teknologi.

Pembelajaran Coding untuk Anak-anak

Di antara berbagai bentuk screen time edukatif aktif, satu area yang telah mendapatkan perhatian dan kepentingan signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah pendidikan coding untuk anak-anak. Keterampilan coding telah meningkat kepentingannya seiring naiknya digitalisasi masyarakat. Ini adalah salah satu cara untuk mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

Coding membutuhkan keterlibatan konstan dan partisipasi aktif anak-anak untuk memastikan program mereka berfungsi dengan benar. Jika sebuah program tidak berjalan dengan benar, mereka harus mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membutuhkan siklus pembelajaran dan perbaikan terus-menerus. Selain itu, anak-anak akan mendapatkan pemahaman yang lebih tentang cara kerja teknologi digital dengan belajar coding, menjadikan mereka pengguna teknologi yang lebih terinformasi dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, belajar coding menawarkan anak-anak cara transformatif untuk terlibat dengan teknologi, mengubah screen time pasif biasa menjadi pengalaman aktif, kreatif, dan merangsang intelektual. Tujuan lainnya adalah untuk menggeser mereka dari sekadar konsumen konten digital menjadi pembuat konten aktif. Dengan coding, screen time menjadi kesempatan untuk pertumbuhan dan akhirnya, screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

 

 

Baca Artikel Kami Lainnya:

Manfaat Coding: Bagaimana Anak-anak Dapat Melewati Rintangan Melalui Coding?

Adaptive Theme in iOS native

 

 

Manfaat Coding sebagai Screen Time Edukatif

Screen time menjadi edukatif

Sepanjang proses, anak-anak akan terbiasa memiliki screen time edukatif dan lebih produktif, itu bisa mengarah pada peningkatan keterampilan anak-anak yang akan menguntungkan mereka baik sekarang maupun di masa depan. Tantangan yang terus-menerus muncul dalam proyek coding menciptakan platform dinamis untuk memperoleh keterampilan baru dan memiliki rasa bahagia pada pencapaian.

Perkembangan Kognitif

Pemrograman memiliki proses yang perlu dinilai dengan hati-hati. Kesalahan dalam coding akan mempengaruhi hasil secara langsung dan menyebabkan kode tidak berfungsi dengan benar. Coder dituntut untuk berpikir dan memperhatikan sehingga mereka dapat belajar dan menunjukkan di mana letak kesalahan serta bagaimana menyelesaikannya. Mereka perlu memecah kode tertulis mereka sehingga hasil visual sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, mereka akan belajar, berpikir, dan bertindak berdasarkan alasan

Kreativitas

Dalam coding, mereka belajar untuk menciptakan dan mewujudkan imajinasi yang diharapkan melalui kode, memberdayakan mereka untuk mewujudkan ide-ide mereka dalam ranah digital. Dengan membuat game, animasi, atau cerita interaktif, anak-anak terlibat dalam pengalaman belajar praktis yang hanya dibatasi oleh imajinasi mereka. Selain itu, mereka belajar untuk menerjemahkan konsep abstrak menjadi kode fungsi, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran logis dalam prosesnya.

 

 

Persiapan untuk Karir Masa Depan

Di dunia yang berkembang pesat saat ini, kemampuan beradaptasi sangat penting dan prinsip ini berlaku untuk aspek yang lebih luas. Hampir setiap industri sedang mengalami transformasi digital saat ini, menjadikan literasi digital sebagai kebutuhan mendasar di berbagai bidang. Kemampuan untuk memahami teknologi digital bukan lagi hanya keterampilan yang menguntungkan tetapi menjadi kebutuhan mendasar untuk tetap relevan dan kompetitif di tempat kerja modern.

Coding memungkinkan anak-anak untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia modern dan bahkan memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk memiliki pasar kerja yang lebih luas. Keterampilan berharga yang diperoleh dari belajar coding dapat ditransfer dan diterapkan ke bidang lain, yang menguntungkan berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan. Oleh karena itu, coding adalah cara untuk mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak. Menulis kode dapat disajikan sebagai aktivitas interaktif dan produktif, membuat screen time edukatif lebih menarik bagi anak-anak.

 

 

Membimbing Pertumbuhan Anak dalam Konteks Pendidikan Positif

Lepaskan kemampuan anak-anak Anda dan kembangkan kemampuan analitis mereka melalui kelas coding inovatif kami. Ubah screen time menjadi kesempatan pembelajaran edukatif dengan Timedoor Academy, yang berfungsi sebagai pintu masuk anak-anak Anda ke dunia teknologi yang menarik. Kami menyediakan kursus coding untuk memberdayakan generasi cerdas berikutnya. Di Timedoor, pendidik ahli menawarkan pelajaran dinamis yang dengan mudah mengubah konsep yang menantang menjadi pengalaman yang menghibur bagi anak-anak, menjadikan screen time edukatif tidak hanya bermanfaat tetapi benar-benar menarik.

Bergabunglah dengan kelas free trial kami dan saksikan kegembiraan anak Anda dengan inovasi teknologi masa depan.

Kunjungi situs Timedoor Academy untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Lainnya

7 Ciri-Ciri Anak Autis yang Sering Orang Tua Tidak Sadari
7 Ciri-Ciri Anak Autis yang Sering Orang Tua Tidak Sadari
Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan cara yang berbeda. Namun, ada kalanya orang tua mulai merasa khawatir ketika anak menunjukkan perilaku yang tidak seperti anak-anak lain seusianya. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sejak dini adalah ciri-ciri anak autis, karena semakin cepat dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan dukungan yang tepat. Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Gejalanya bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang lebih kompleks. Karena sifatnya yang spektrum, banyak orang tua yang mungkin tidak langsung menyadari bahwa anaknya menunjukkan tanda-tanda autisme. Berikut ini beberapa ciri-ciri anak autis yang umum dijumpai dan sebaiknya tidak diabaikan oleh orang tua. 1. Kontak Mata yang Terbatas Salah satu tanda awal yang bisa terlihat adalah anak jarang melakukan kontak mata. Misalnya, saat diajak bicara atau bermain, anak tampak tidak menatap wajah lawan bicaranya. Ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri anak autis yang paling awal muncul, dan sering kali dianggap sekadar anak pemalu atau kurang fokus. 2. Tidak Merespons Saat Dipanggil Namanya Anak usia satu tahun umumnya sudah mulai merespons ketika namanya dipanggil. Namun, anak dengan autisme sering tidak memberikan reaksi apa pun. Mereka tampak asyik dengan dunianya sendiri, bukan karena gangguan pendengaran, tetapi karena adanya perbedaan dalam cara otak mereka memproses informasi sosial. 3. Minim Ekspresi dan Gerak Tubuh Sosial Anak-anak biasanya menunjukkan emosi melalui senyuman, lambaian tangan, atau menunjuk sesuatu yang menarik perhatian. Jika anak Anda jarang melakukan hal-hal ini, bisa jadi itu termasuk dalam ciri-ciri anak autis. Anak autis cenderung memiliki ekspresi wajah yang datar dan tidak terlalu menunjukkan ketertarikan sosial. 4. Terlambat Bicara atau Tidak Menggunakan Bahasa untuk Berkomunikasi Banyak anak autis mengalami keterlambatan berbicara. Beberapa mungkin bisa mengucapkan kata-kata, tetapi tidak menggunakannya untuk berkomunikasi. Bahkan ada yang lebih memilih menyampaikan kebutuhan melalui gestur daripada kata-kata. Ini termasuk salah satu ciri-ciri anak autis yang paling umum dikenali saat anak memasuki usia balita. 5. Pola Bermain yang Tidak Biasa Anak-anak biasanya suka bermain peran atau berinteraksi dengan temannya. Tapi anak autis mungkin justru fokus pada bagian tertentu dari mainan, seperti hanya memutar roda mobil atau menyusun benda dengan pola tertentu berulang kali. Pola bermain yang kaku seperti ini merupakan salah satu ciri-ciri anak autis yang khas. 6. Sensitivitas yang Berlebihan atau Justru Tidak Pekah Anak autis bisa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap suara keras, sentuhan ringan, atau cahaya terang. Sebaliknya, ada juga yang tidak merespons sama sekali terhadap rangsangan semacam itu. Sensitivitas yang tidak biasa terhadap lingkungan sekitar menjadi ciri-ciri anak autis yang sering kali membingungkan orang tua. 7. Sering Mengulang Gerakan atau Kata Anak dengan autisme sering melakukan gerakan atau mengulang kata-kata tertentu tanpa henti, seperti mengepakkan tangan, melompat-lompat, atau mengucapkan kata yang sama berulang kali. Kebiasaan ini biasanya menjadi bentuk kenyamanan atau stimulasi diri dan merupakan ciri-ciri anak autis yang cukup mudah dikenali. Haruskah Langsung Khawatir? Menemukan beberapa dari ciri-ciri anak autis bukan berarti Anda harus langsung panik. Yang terpenting adalah mengamati secara konsisten dan berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog anak atau dokter tumbuh kembang. Diagnosis yang tepat membutuhkan evaluasi mendalam, dan tidak semua anak yang mengalami keterlambatan atau keunikan perilaku langsung masuk ke dalam spektrum autisme. Semakin dini gejala dikenali, semakin besar kemungkinan anak mendapatkan intervensi dan dukungan yang sesuai. Baik itu terapi wicara, terapi okupasi, atau pendampingan sosial, semua akan membantu anak berkembang lebih optimal. Tambahan: Mengenalkan Dunia Teknologi pada Anak Selain perhatian pada tumbuh kembang sosial dan emosional, anak juga bisa dikenalkan pada aktivitas yang membangun logika dan konsentrasi. Salah satunya adalah melalui kegiatan coding. Aktivitas ini melatih anak untuk berpikir sistematis, menyusun strategi, dan menyelesaikan masalah. Timedoor Academy menyediakan kursus coding ramah anak yang cocok untuk berbagai karakter dan kebutuhan belajar, termasuk anak dengan gaya belajar visual dan logis. Coba kelas gratisnya sekarang dan lihat sendiri bagaimana teknologi bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan.!
The Role Of Ai For Kids Education
Peran AI dalam Pendidikan Anak — Manfaat dan Tantangan
Menyambut Masa Depan: AI dalam Pendidikan Anak Bayangkan seorang anak belajar Matematika dari tutor virtual yang bisa menjelaskan konsep rumit dengan sabar, kapan saja dibutuhkan. Atau belajar bahasa asing lewat game interaktif yang sesuai minat dan kecepatan belajar mereka. Ini bukan imajinasi—ini adalah hasil nyata dari kemajuan AI dalam pendidikan anak. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam dunia pendidikan, termasuk untuk anak-anak. Teknologi ini membuka pintu untuk pengalaman belajar yang lebih personal, fleksibel, dan menyenangkan. Tak hanya untuk siswa sekolah menengah atau perguruan tinggi, teknologi AI kini mulai dirancang khusus agar ramah bagi anak-anak usia dini hingga remaja. Ini berarti pendekatannya pun harus intuitif, visual, dan menyenangkan—karena cara belajar anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Mengapa AI Relevan dalam Pendidikan Anak? Anak-anak adalah pembelajar alami. Mereka memiliki rasa ingin tahu tinggi dan cepat beradaptasi. Inilah alasan mengapa AI dalam pendidikan anak sangat relevan—teknologi ini mampu menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dengan menggunakan algoritma cerdas, AI dapat: Menyusun materi belajar berdasarkan performa anak. Menyesuaikan metode belajar agar lebih efektif. Memberikan umpan balik instan saat anak mengalami kesulitan. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk memahami pola belajar anak—misalnya, topik apa yang membuat mereka kesulitan, kapan mereka lebih produktif, atau bagaimana gaya belajar mereka. Semuanya dilakukan secara otomatis dan terus berkembang seiring waktu. Manfaat AI dalam Pendidikan Anak 1. Pembelajaran Lebih Personal Setiap anak unik, dan AI memungkinkan sistem untuk memahami kebutuhan spesifik mereka. Anak bisa belajar dalam kecepatan mereka sendiri tanpa tekanan untuk “mengejar” teman sekelas. Ini sangat membantu anak yang membutuhkan waktu lebih untuk memahami materi atau justru mereka yang cepat menangkap pelajaran dan butuh tantangan baru. 2. Interaktif dan Menyenangkan AI mampu mengubah pelajaran menjadi pengalaman yang menyenangkan. Game edukatif, kuis adaptif, dan simulasi interaktif membuat anak-anak tetap tertarik dan terlibat. Anak merasa mereka sedang “bermain” padahal sebenarnya sedang belajar—sebuah pendekatan yang sangat efektif di usia dini. 3. Umpan Balik Real-Time AI tidak perlu waktu untuk mengoreksi tugas. Anak bisa tahu di mana mereka salah dan langsung memperbaikinya. Ini membantu membangun pemahaman lebih cepat dan percaya diri lebih tinggi. Bahkan, sistem AI bisa memberikan rekomendasi materi tambahan secara otomatis jika anak mengalami kesulitan dalam suatu topik. 4. Membantu Anak dengan Kebutuhan Khusus AI dapat menjadi alat bantu luar biasa untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar khusus atau tantangan tertentu. Misalnya, anak dengan disleksia dapat dibantu oleh program AI yang membaca teks keras-keras atau menyederhanakan instruksi. 5. Efisiensi bagi Orang Tua dan Guru Dengan laporan otomatis dari platform berbasis AI, orang tua dan guru bisa lebih mudah memantau kemajuan anak. Waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk koreksi tugas bisa digunakan untuk memberikan perhatian lebih secara emosional atau membimbing secara langsung. Contoh Nyata Penggunaan AI dalam Pendidikan Anak Beberapa platform pembelajaran sudah menerapkan AI secara aktif dan terbukti berdampak positif: Socratic by Google: Anak hanya perlu memotret soal pelajaran dan aplikasi ini akan menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya. Tynker: Mengajarkan coding secara visual dan menarik melalui misi-misi kreatif. Duolingo: Belajar bahasa baru dengan pendekatan yang adaptif berdasarkan performa pengguna. Khan Academy Kids: Menggunakan AI untuk menyesuaikan materi belajar anak usia dini dengan animasi dan aktivitas seru. Semua platform ini menunjukkan bagaimana AI dalam pendidikan anak bisa menjembatani antara kebutuhan belajar dan teknologi modern. Tantangan dan Hal yang Perlu Diwaspadai Untuk AI Dalam pendidikan anak Meski penuh potensi, penerapan AI dalam pendidikan juga perlu diseimbangkan dengan kehati-hatian. Khususnya saat melibatkan anak-anak, ada beberapa aspek penting: Privasi dan Keamanan DataAnak-anak adalah kelompok yang rentan secara digital. Platform pembelajaran harus memiliki perlindungan data yang ketat agar informasi anak tidak disalahgunakan. Interaksi Sosial Masih DibutuhkanAI bisa jadi teman belajar, tapi bukan pengganti teman bermain. Anak tetap perlu bersosialisasi dan berinteraksi secara nyata untuk mengembangkan empati, kerja sama, dan keterampilan sosial lainnya. Kesenjangan Akses TeknologiMasih banyak anak yang belum memiliki akses ke perangkat atau koneksi internet yang layak. Ini tantangan besar agar implementasi AI dalam pendidikan anak bisa benar-benar merata. Ketergantungan Berlebih pada TeknologiJika tidak didampingi dengan bijak, anak bisa jadi terlalu bergantung pada AI. Padahal, penting juga bagi mereka untuk mengalami proses belajar manual, seperti membaca buku atau menulis tangan. Peran Orang Tua dan Guru: Pendamping Utama Teknologi Meskipun AI dapat mengoptimalkan proses belajar, peran manusia tetap tak tergantikan. Orang tua dan guru adalah pendamping terbaik bagi anak-anak saat mereka mengeksplorasi teknologi. Tips yang bisa diterapkan: Pilih platform yang terpercaya dan sesuai usia anak. Dampingi anak saat menggunakan aplikasi berbasis AI. Ajarkan etika digital sejak dini, seperti pentingnya menjaga data pribadi dan menggunakan teknologi secara bijak. Jadwalkan waktu belajar dan bermain dengan seimbang. Menuju Pendidikan Masa Depan yang Lebih Cerdas AI dalam pendidikan anak bukan tentang menggantikan guru atau orang tua. Ini tentang menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, adaptif, dan inklusif. Dengan penggunaan yang bijak, teknologi ini bisa membantu anak tumbuh menjadi pembelajar mandiri yang siap menghadapi tantangan masa depan. Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa masa depan pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada cara kita menggunakannya. Saat AI menjadi bagian dari proses belajar anak, kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi pusat dari semua inovasi. Coba kelas gratis kami sekarang!
Pengumuman Pemenang Bootcamp Desember 2024
Pengumuman Pemenang Bootcamp Desember 2024
BootCamp Timedoor Academy 2024 diselenggarakan dari tanggal 9 hingga 27 Desember 2024, dengan lebih dari 200 peserta dari kelas Online dan Offline di seluruh Indonesia. Tahun ini, kami juga memiliki dua program baru yang menarik: Kids Machine Learning dan Entrepreneurship, yang menambah antusiasme para siswa kami. Timedoor Academy menghadirkan BootCamp dinamis selama 5 hari, dengan berbagai program yang dapat dipilih siswa sesuai minat mereka. Coding Camp mencakup berbagai kursus seperti Game Development, Website Development, Python Development, Roblox Development, Artificial Intelligence, dan Internet of Things (IoT). Sementara itu, Design Camp berfokus pada pengembangan kreativitas siswa melalui program seperti Animation Creation, Branding Design, UI/UX Design, dan Comic Making. Di Timedoor Academy, kami bertujuan membantu siswa menjadi programmer, desainer, dan komikus yang andal hanya dalam waktu 5 hari dengan menantang mereka untuk menciptakan proyek-proyek terbaik menggunakan platform mutakhir. Pengalaman ini membekali mereka untuk menjadi ahli digital yang siap menghadapi tantangan masa kini dan masa depan! Hari ini, kami dengan bangga mengumumkan para penerima penghargaan tertinggi dari setiap kategori program. Para pemenang ini diakui atas pencapaian mereka dalam Best Project dan Best Participant. Lihat daftar pemenangnya di bawah ini! JUNIOR ANIMATOR CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Malik Akbar Pahlevi Cimanggu, Bogor Best Participant Made Indah Widyasari Renon JUNIOR 3D GAME CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Ibra Maimun Medan Best Participant Azfar Milo Respati Gatsu JUNIOR CONSTRUCT CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Randall Elmer Keeley Sanjaya Citraland Best Participant Brigita Clarisa Kanaya Bandaso Cikarang KIDS CONSTRUCT BEGINNER + WEBSITE CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Muhammad Iqbal Rachman Jambi Best Participant M.Abizar Maimun Medan KIDS MACHINE LEARNING CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Nabila Syahquita Pontianak Best Participant I Gede Agasthya Putra Darmawan Gatsu KIDS ANDROID APP DEVELOPER CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Raisa Raya Sabriya Jambi Best Participant Fatih Rizqi Mubarok Jambi KIDS ROBLOX CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Tyo Putra Daud Gorontalo Best Participant Natanael Halim Cikarang KIDS PYTHON CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Reinhart Amadeus Christianto Online ID Best Participant Olivia Kisya Mahendra Jimbaran KIDS AI DEVELOPER CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Jason Andrew Cikarang Best Participant Gabriel Prathama Wijaya Online ID TEENS PHASER CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Naufal Arfan Online ID Best Participant Muhammad Rizki Mahendra Online ID TEENS WEB DEVELOPER CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Arkaan Fatih Safaraz Pekanbaru Best Participant Faeyza Nur Huda Online ID TEENS ROBLOX CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Affa Danendra Sarwoko Pontianak Best Participant Muhammad Vedro Alfadillah Pontianak TEENS PYTHON CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Gregory Gaven Greenlake Best Participant Komang Gede Bayu Sefti Wiguna Renon TEENS APP DEV CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project I Gusti Ayu Ari Cahya Widiadnyani Gatsu Best Participant Valkyrie Chan Online ID TEENS AI DEV CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Filigon Bryliant El Fikri Sirait Kelapa Gading Best Participant Aghniya Kelapa Gading  COMIC KIDS CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Razita Maryam Hernanda Online ID Best Participant Christopher Martin Susanto Online ID  COMIC TEENS CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Joanne Gracia Susanto Online ID Best Participant Ulinnuha Inma Ghozali Online ID  DESIGN BRANDING CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Kanaka Mahabarata Online ID Best Participant Anja Ruci Berlian Online ID  DESIGN ANIMATION CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Manuel Angelo Siburian Online ID Best Participant Justin Clarence Luckijaya Gatsu  DESIGN UI/UX WEB CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Jovan Wang Online ID Best Participant Jonathan Wang Online ID IOT KIDS & TEENS CATEGORY PARTICIPANT’S NAME BRANCH Best Project Kevin Hansel Wibowo Citraland Best Participant Kadek Nirwasita Danaswara Gatsu
float button