Apr 15, 2025

4 Rekomendasi Online Homeschooling untuk Jenjang SMP

4 Rekomendasi Online Homeschooling untuk Jenjang SMP image

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup, semakin banyak orang tua di Indonesia yang mulai mempertimbangkan jalur pendidikan alternatif untuk anak-anak mereka. Salah satu pilihan yang kini kian populer adalah program online homeschooling—model pembelajaran yang fleksibel, personal, dan tetap mengacu pada standar kurikulum nasional.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), homeschooling online menawarkan solusi belajar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak, baik dari sisi waktu, gaya belajar, maupun kondisi emosional mereka. Anak tetap bisa memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus terikat pada sistem sekolah konvensional.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara lengkap tentang manfaat homeschool online untuk siswa SMP, serta berbagai platform terpercaya di Indonesia yang menyediakan homeschooling berbasis kurikulum nasional secara resmi dan legal.

Keuntungan Online Homeschooling untuk Siswa SMP

1. Jadwal Belajar Fleksibel

Siswa bisa belajar sesuai ritme dan waktu yang paling produktif untuk mereka. Ini membantu meningkatkan efektivitas belajar dan mengurangi stres.

2. Lingkungan Belajar yang Lebih Aman

Belajar dari rumah memberi rasa aman bagi anak, terutama jika mereka sebelumnya mengalami tekanan sosial atau kesulitan beradaptasi.

3. Bisa Disesuaikan dengan Minat

Program homeschool memberi ruang untuk eksplorasi. Selain mata pelajaran inti, anak bisa mengeksplor coding, seni digital, bahasa asing, atau bahkan bisnis sejak dini.

4. Orang Tua Terlibat Lebih Aktif

Homeschooling memungkinkan orang tua untuk berperan langsung dalam proses belajar anak, bukan hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai pendamping perkembangan karakter.

Rekomendasi Platform Online Homeschooling Berbasis Kurikulum Indonesia

1. Sekolah.mu Online Homeschooling

Sekolah.mu menawarkan program belajar daring dari PAUD hingga SMA. Mereka bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, menyediakan program homeschooling berbasis kurikulum nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Fitur Utama:

  • Kurikulum yang disesuaikan
  • Video pembelajaran interaktif
  • Pendampingan oleh guru profesional
  • Ujian dan laporan kemajuan

2. Kuttab Al-Fatih Online Homeschooling

Platform ini cocok untuk orang tua yang mencari homeschooling dengan pendekatan Islami. Kuttab Al-Fatih mengintegrasikan kurikulum yang berbasis nilai karakter dan akhlak dengan pelajaran umum, menjadikannya pilihan tepat untuk siswa yang membutuhkan pendidikan dengan nilai-nilai moral yang kuat.

Fitur Utama:

  • Pembelajaran integratif antara sains dan akhlak
  • Kurikulum tematik berbasis Islam
  • Interaksi harian secara online

3. Online Homeschooling Kak Seto (HSKS)

HSKS adalah salah satu pelopor homeschooling di Indonesia, yang telah mendapatkan akreditasi resmi dari Kemendikbud. Mereka menawarkan pembelajaran secara online maupun blended untuk siswa SMP.

Fitur Utama:

  • Legalitas ijazah setara sekolah formal
  • Pendekatan personal & psikologis
  • Evaluasi dan asesmen yang terstruktur

4. Primagama Online Homeschooling

Dikenal sebagai lembaga bimbingan belajar, Primagama kini juga menyediakan program homeschooling online untuk SMP. Mereka menggunakan kurikulum nasional dengan materi yang disampaikan melalui video call, e-learning, dan forum diskusi.

Fitur Utama:

  • Kurikulum berbasis nasional
  • Pembelajaran melalui video call dan e-learning
  • Forum diskusi interaktif

Tips Memilih Online Homeschooling Terbaik

  • Cek akreditasi: Pastikan programnya diakui secara resmi oleh Kemendikbudristek.
  • Evaluasi metode belajar: Pilih yang sesuai dengan gaya belajar anak Anda.
  • Perhatikan fitur tambahan: Misalnya kelas minat bakat, bahasa asing, atau coding.
  • Komunikasi dengan pengajar: Pastikan ada interaksi aktif, bukan sekadar tugas mandiri.

Apakah Online Homeschooling Mengurangi Sosialisasi?

Ini salah satu kekhawatiran utama orang tua. Padahal, banyak program homeschool online yang tetap menyediakan komunitas belajar. Anak-anak bisa mengikuti:

  • Diskusi kelompok secara daring
  • Kelas interaktif
  • Proyek kolaboratif
  • Perkumpulan komunitas homeschool lokal (online atau offline)

Dengan dukungan ini, siswa tetap bisa mengembangkan keterampilan sosial dan kerja sama.

Tambahkan Skill Digital Anak Lewat Kelas Tambahan

Belajar akademik saja tidak cukup. Anak-anak zaman sekarang juga perlu dibekali keterampilan digital, seperti:

  • Coding
  • Desain Grafis
  • Animasi
  • Pemrograman Game
 Image

Salah satu platform yang menyediakan kelas tambahan tersebut adalah Timedoor Academy, yang fokus pada pembelajaran teknologi dan coding untuk anak SMP hingga SMA.

Jika anak Anda sudah homeschool dan punya waktu fleksibel, mengikuti kelas coding bisa menjadi cara seru dan bermanfaat untuk mengisi waktu sekaligus membangun masa depan digital mereka. Timedoor Academy juga menyediakan kelas uji coba gratis di berbagai Kota di Indonesia!

Belajar dari Rumah, Tumbuh dengan Bebas!

Online Homeschooling kini bukan lagi solusi darurat, tapi justru menjadi alternatif pendidikan yang efektif, legal, dan semakin diminati di Indonesia. Dengan memilih program yang tepat dan mendampingi anak dengan baik, proses belajar dari rumah bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter yang kuat.

Jadi, apakah Anda siap mengeksplor homeschooling online untuk anak Anda?

Artikel Lainnya

Berikut 5 Alasan Mengapa Anak Suka Bermain Game
Berikut 5 Alasan Mengapa Anak Suka Bermain Game
Mengapa anak suka bermain game? Bermain game telah menjadi aktivitas yang sangat populer di kalangan anak-anak saat ini. Dari perangkat ponsel, tablet, hingga konsol, game hadir dalam berbagai bentuk yang menarik perhatian anak. Orang tua sering kali khawatir dengan intensitas waktu yang dihabiskan untuk bermain, terutama ketika muncul fenomena anak kecanduan game. Namun, sebelum menghakimi sepenuhnya, penting bagi orang tua untuk memahami alasan mengapa anak begitu tertarik pada dunia permainan digital. Game Memberikan Tantangan dan Rasa Pencapaian Salah satu alasan utama anak menyukai game adalah adanya tantangan yang jelas. Game sering kali menghadirkan level atau misi yang harus diselesaikan. Ketika anak berhasil menyelesaikan sebuah misi, mereka akan merasakan kebanggaan dan pencapaian. Perasaan ini bisa menjadi sangat memotivasi, sehingga anak terdorong untuk terus bermain. Namun, jika tidak diarahkan, motivasi ini dapat berkembang menjadi anak kecanduan game karena terus mencari kepuasan dari kemenangan virtual. Game Sebagai Sarana Hiburan Game memberikan hiburan yang mudah diakses kapan saja. Dengan tampilan grafis menarik, musik yang seru, serta alur cerita yang menegangkan, anak-anak bisa merasa betah berlama-lama di depan layar. Hiburan ini sering kali menjadi cara anak melepas penat setelah sekolah. Meski demikian, jika waktu bermain tidak dibatasi, hiburan bisa berubah menjadi kebiasaan yang berlebihan sehingga menimbulkan anak kecanduan game. Faktor Sosial dan Interaksi dengan Teman Banyak game saat ini yang dirancang dengan fitur multiplayer, memungkinkan anak untuk berkomunikasi dan bermain bersama teman. Interaksi sosial ini membuat game terasa lebih seru karena anak bisa bekerja sama atau bahkan bersaing dengan orang lain. Namun, di balik sisi positifnya, intensitas interaksi virtual ini juga berpotensi membuat anak kecanduan game karena mereka merasa lebih nyaman bergaul di dunia maya dibandingkan dunia nyata. Game Sebagai Bentuk Eksplorasi dan Imajinasi Beberapa game dirancang dengan dunia fantasi yang luas dan bebas untuk dieksplorasi. Hal ini merangsang imajinasi anak, membuat mereka merasa seolah sedang menjelajah dunia baru. Bagi anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, game menjadi ruang untuk bereksperimen tanpa risiko nyata. Walaupun demikian, eksplorasi ini tetap perlu diarahkan agar tidak menjadi pintu menuju anak kecanduan game. Kurangnya Alternatif Aktivitas Menarik Tidak jarang anak terjebak bermain game berjam-jam karena kurangnya aktivitas lain yang menarik atau menantang di dunia nyata. Jika tidak tersedia wadah untuk mengembangkan kreativitas, bakat, atau keterampilan baru, maka game akan menjadi pelarian utama. Inilah yang membuat anak lebih rentan menjadi anak kecanduan game. Bagaimana Orang Tua Bisa Menghadapinya? Menyalahkan game sepenuhnya bukanlah solusi terbaik. Orang tua perlu memahami bahwa game hanyalah salah satu bentuk hiburan modern. Kuncinya ada pada pengawasan dan pendampingan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain: Membatasi waktu bermain dengan aturan yang konsisten. Mengenalkan aktivitas alternatif seperti olahraga, seni, atau kursus tambahan. Berkomunikasi terbuka dengan anak mengenai isi game yang mereka mainkan. Mencari game edukatif yang mampu menyeimbangkan kesenangan dan pembelajaran. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa tetap menikmati permainan tanpa terjebak menjadi anak kecanduan game. Peran Edukasi Digital dalam Mengatasi Tantangan Salah satu cara efektif untuk mengarahkan ketertarikan anak terhadap teknologi adalah melalui edukasi digital. Dengan mengikuti kursus yang tepat, anak dapat menyalurkan minatnya ke arah yang lebih produktif. Misalnya, belajar coding, desain digital, atau animasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan masa depan. Dengan begitu, anak tidak hanya menghabiskan waktu untuk bermain, tetapi juga mengembangkan potensi diri sehingga terhindar dari masalah anak kecanduan game. Membangun Generasi Siap Masa Depan Bermain game adalah hal yang wajar bagi anak-anak di era digital. Ada banyak faktor yang membuat mereka tertarik, mulai dari hiburan, tantangan, hingga interaksi sosial. Namun, orang tua tetap harus waspada agar kesenangan tersebut tidak berubah menjadi masalah serius seperti anak kecanduan game. Pendampingan, komunikasi, dan memberikan alternatif aktivitas positif menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan.Jika Anda ingin membantu anak mengalihkan minatnya ke arah yang lebih bermanfaat, daftarkan mereka di Timedoor Academy. Melalui kursus yang menyenangkan dan mendidik, anak dapat belajar keterampilan digital yang relevan untuk masa depan. Segera daftar untuk free trial di Timedoor Academy dan berikan kesempatan bagi anak Anda untuk berkembang dengan cara yang positif dan menyenangkan.
Top 9! Sekolah Swasta dan Internasional Di Bali, Singaraja – Biaya, Kurikulum, dan Alamat
Top 9! Sekolah Swasta dan Internasional Di Bali, Singaraja – Biaya, Kurikulum, dan Alamat
Jelajahi daftar pilihan lengkap Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja tahun ajaran 2025/2026, mulai SD, SMP, hingga SMA. Anda akan menemukan detail biaya pendidikan, kurikulum yang digunakan, serta alamat sekolah untuk memudahkan proses pencarian. Singaraja, yang dikenal sebagai pusat sejarah dan budaya Bali Utara, juga menjadi rumah bagi banyak sekolah swasta dan internasional di Singaraja dengan kualitas akademik tinggi. Banyak Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja menawarkan biaya bervariasi sesuai fasilitas dan kurikulumnya, serta lingkungan belajar inspiratif yang menekankan pengembangan potensi dan karakter anak. Dengan banyaknya pilihan Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja, orang tua kini lebih mudah menentukan sekolah terbaik untuk masa depan anak. Bagi Anda yang mengutamakan pendidikan berkualitas, pilihan sekolah swasta dan internasional di Singaraja sangat beragam dan telah diakui secara nasional maupun internasional. Kami merangkum informasi mulai dari biaya sekolah, kurikulum, hingga alamat lengkap untuk membantu orang tua menemukan sekolah terbaik bagi anak. SD: Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja, Bali Singaraja Montessori School Sumber: Singaraja Montessori School (Google Maps) Alamat: Jalan Cempaka, Br. Dinas Lebahsiung, Desa Panji Anom, Sukasada, Buleleng 81161 Kurikulum: K-13 Kurikulum & Merdeka Curriculum. Biaya: Biaya Registrasi: Rp 375.000 (WNI/WNA) Biaya Infrastruktur: Rp 9.750.000 (WNI) | Rp 12.000.000 (WNA) SPP: Umur 6-12: Rp 12.180.000 (WNI) | Rp 15.300.000 (WNA) Biaya Perlengkapan dan Kegiatan: Biaya Perlengkapan: Rp 3.000.000 / tahun Baju Olahraga: Rp 175.000  Berenang: Rp 155.000 / bulan Hubungi bagian informasi sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website disini. Sekolah Dasar Dana Punia Singaraja Sumber: Sekolah Dasar Dana Punia Singaraja Alamat: Jl. Pulau Timor No.24, Banyuning, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81119 Kurikulum: Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Biaya: SPP: Rp 100.000 / bulan Biaya Infrastruktur:  Rp 150.000 Biaya Seragam dan Perlengkapan: Rp 400.000 SDK Karya Singaraja Sumber: Radar Buleleng Alamat: Jl. Kamboja No.3a, Banyuasri, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81116 Kurikulum: Kurikulum Merdeka Biaya: SPP: ± Rp 380.000 / bulan Biaya Pendaftaran: + Rp 3.000.000 SD Lab Undiksha Singaraja Sumber: SD Lab Undiksha Singaraja (Facebook) Alamat: Jl. Jatayu No.11a, Kaliuntu, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81115 Kurikulum: Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Biaya: SPP: Rp 425.000 / bulan Biaya Pendaftaran: ± Rp 3.700.000 SD Adi Widyalaya Saraswati Singaraja Alamat: Jl. Bisma No.4, Singaraja, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81117 Kurikulum: Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Biaya: Gratis biaya pendidikan, SPP, dan uang gedung Hubungi bagian informasi sekolah secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi Instagram disini. SMP: Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja, Bali SMP Lab Undiksha Sumber: SMP Lab Undiksha (Google Maps) Alamat: Jl. Jatayu No.10, Kaliuntu, Kec. Buleleng, Kabupaten Gianyar, Bali 81116 Kurikulum: Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Biaya: SPP: Rp 325.000 / bulan Biaya Pendaftaran: + Rp 3.700.000 SMPK Santo Paulus Singaraja Alamat: Jalan Kartini Nomor 3 Singaraja, Kec. Buleleng, Kabupaten Gianyar, Bali 81116 Kurikulum: Kurikulum KTSP Biaya: Formulir: Rp 100.000 Uang pangkal: Rp 5.500.000 SPP bulanan: Rp 650.000 SMP Mutiara Singaraja Sumber: Ucok (Youtube) Alamat: Jl. Ngurah Rai No. 25 Singaraja, Kec. Buleleng, Kabupaten Gianyar, Bali 81116 Kurikulum: Kurikulum Merdeka Biaya: SPP: Rp 50.000 Biaya Seragam: Rp 180.000 Uang Pangkal OSIS: Rp 70.000 Biaya infrastruktur: 500.000 SMA: Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja, Bali SMA Lab Undiksha Sumber: SMA Lab Undiksha (Google Maps) Alamat: Jl. Jatayu No.10, Kaliuntu, Kec. Buleleng, Kabupaten Gianyar, Bali 81116 Kurikulum: Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning Biaya: SPP: Rp 400.000 / bulan Biaya Pendaftaran: + Rp 4.200.000 Rekomendasi Destinasi Populer di Singaraja Singaraja, kota terbesar kedua di Bali setelah Denpasar, memiliki pesona sejarah dan alam yang kental. Banyak destinasi menarik yang cocok untuk wisata keluarga maupun pelancong yang ingin merasakan sisi autentik Bali Utara. Salah satunya adalah Museum Buleleng, yang menyimpan koleksi bersejarah tentang kerajaan Buleleng dan perjuangan rakyat Bali Utara. Ada juga Tugu Singa Ambara Raja, monumen ikonik di pusat kota yang melambangkan keberanian dan kejayaan masyarakat Buleleng. Tak kalah menarik, Pantai Lovina menjadi destinasi favorit wisatawan untuk melihat lumba-lumba di pagi hari serta menikmati suasana pantai yang lebih tenang dibandingkan Bali Selatan. Selain itu, terdapat juga Air Terjun Gitgit, salah satu air terjun paling terkenal di Bali yang dikelilingi suasana alam hijau dan asri. Sumber: Photo by Abdel Rahman-Ismail Itulah sejumlah rekomendasi destinasi menarik di Singaraja, mulai dari wisata sejarah, budaya, hingga alam. Selain berwisata, orang tua juga bisa memberikan edukasi tambahan bagi anak agar lebih cermat dalam menggunakan teknologi dan siap menghadapi dunia digital. Salah satu pilihan terbaik adalah dengan melibatkan mereka dalam kursus coding. Dengan mengikuti program ini, anak dapat menjadi lebih produktif sekaligus meningkatkan keterampilan digital yang kini sangat dibutuhkan. Langkah ini akan membantu mereka menjadi pionir di era mendatang, sejalan dengan kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh berbagai Sekolah Swasta dan Internasional di Singaraja. Kabar gembira untuk penduduk Kota Singaraja, Timedoor Academy kini hadir di kota Anda! Timedoor Academy menawarkan program pelatihan coding khusus untuk anak-anak dan pemula dengan metode pengajaran yang mudah dicerna bagi pemula, mengadopsi kurikulum berbasis standar Inggris dan Jepang. Daftarkan buah hati Anda untuk membekali mereka menghadapi transformasi di masa depan. Kami menyediakan kesempatan bagi anak-anak untuk menjelajahi bakat mereka dalam bidang pemrograman melalui sesi free trial. Untuk detail selengkapnya, silakan akses tautan disini.
<strong>5 Top! Rekomendasi Buku Bacaan untuk Anak Usia 5–10 Tahun</strong>
5 Top! Rekomendasi Buku Bacaan untuk Anak Usia 5–10 Tahun
Memilih buku bacaan untuk anak usia 5–10 tahun bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun minat baca sejak dini. Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu anak mengembangkan imajinasi, empati, dan kemampuan berpikir kritis. Di era digital seperti sekarang, mengenalkan buku bacaan untuk anak secara rutin dapat menjadi investasi jangka panjang bagi tumbuh kembang mereka. Namun, tidak semua buku bacaan untuk anak sesuai untuk usia dan tahap perkembangan anak. Sebaiknya, orang tua memilih buku dengan bahasa sederhana, cerita yang inspiratif, serta ilustrasi menarik yang bisa merangsang kreativitas. Berikut ini adalah 5 rekomendasi buku bacaan untuk anak usia 5–10 tahun yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral dan edukasi. 1. Seri “Aku Bisa” – Penulis: Clara Ng Seri “Aku Bisa” karya Clara Ng merupakan salah satu buku bacaan untuk anak yang sangat cocok untuk usia prasekolah dan awal sekolah dasar. Buku ini berisi kisah-kisah sederhana tentang keseharian anak, seperti belajar memakai sepatu sendiri, merapikan mainan, hingga membantu orang tua di rumah. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak diajak belajar mandiri dan percaya diri. Ilustrasinya yang ceria juga membuat anak semakin betah membaca. 2. Kumpulan Dongeng Nusantara – Penulis: Eko Prabowo Untuk anak usia 5–10 tahun, dongeng nusantara selalu menjadi favorit. Buku ini berisi kumpulan cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Malin Kundang, Timun Mas, hingga Bawang Merah Bawang Putih. Buku bacaan untuk anak ini tidak hanya memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan persahabatan. Cerita yang singkat dan bahasa yang mudah dipahami membuat buku ini pas dijadikan teman sebelum tidur. 3. Seri “Why? Indonesian Children’s Science Comics” Jika anak Anda suka sains dan selalu penasaran dengan berbagai hal di sekitar, seri komik edukasi ini sangat direkomendasikan. Seri “Why?” adalah buku bacaan untuk anak yang menggabungkan cerita fiksi dan fakta sains melalui komik yang lucu dan mudah dipahami. Setiap buku membahas tema berbeda, mulai dari tubuh manusia, luar angkasa, hingga lingkungan hidup. Anak-anak bisa belajar sambil tertawa dan tanpa merasa bosan. 4. “Aku Ingin Tahu: 100 Pertanyaan Paling Populer Anak” – Penulis: Dwi Astuti Buku ini cocok untuk anak yang selalu penuh rasa ingin tahu. Disusun dalam format tanya jawab, buku ini menghadirkan 100 pertanyaan yang sering diajukan anak usia 5–10 tahun, mulai dari “Kenapa langit berwarna biru?” hingga “Bagaimana pelangi bisa muncul?”. Setiap jawaban diberikan penjelasan singkat, mudah dipahami, dan dilengkapi gambar menarik. Buku bacaan untuk anak ini sangat membantu orang tua yang sering kehabisan ide menjawab pertanyaan anak. 5. Seri “Petualangan Si Kancil” Tokoh Kancil dikenal luas sebagai hewan cerdik dalam cerita anak Indonesia. Seri “Petualangan Si Kancil” merupakan salah satu buku bacaan untuk anak yang terus diminati lintas generasi. Melalui kisah-kisah Kancil yang penuh trik, anak-anak belajar tentang kecerdikan, kerja sama, dan akibat dari perbuatan curang. Ilustrasi warna-warni dan cerita yang singkat membuat buku ini cocok dibacakan bersama orang tua setiap hari. Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia 5–10 Tahun Agar manfaat dari buku bacaan untuk anak semakin maksimal, orang tua dapat menerapkan beberapa tips berikut: Sediakan waktu khusus untuk membaca bersama setiap hari, misalnya sebelum tidur atau di akhir pekan. Pilih buku dengan ilustrasi menarik dan cerita sesuai minat anak. Libatkan anak dalam memilih buku bacaan di toko atau perpustakaan. Ajak anak berdiskusi tentang isi cerita setelah membaca, misalnya dengan bertanya, “Menurut kamu, apa pelajaran dari kisah ini?” Jadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan kewajiban. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pembaca aktif yang haus ilmu dan selalu ingin tahu tentang dunia di sekitarnya. Menghubungkan Literasi dan Keterampilan Digital Selain membiasakan anak membaca buku bacaan untuk anak, orang tua juga perlu membekali anak dengan keterampilan digital seperti coding dan pemikiran logis. Keseimbangan antara literasi dan teknologi akan membuat anak siap menghadapi tantangan masa depan. Membaca melatih imajinasi dan pemahaman, sementara coding membangun kemampuan analitis dan problem solving. Jika Anda ingin anak memiliki bekal literasi dan digital sekaligus, daftarkan mereka ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Dengan pembelajaran yang interaktif, anak-anak bisa belajar teknologi sambil tetap mencintai dunia buku. Kunjungi website Timedoor Academy dan temukan pengalaman belajar yang menyenangkan!
float button