Jun 12, 2025

7 Ciri-Ciri Anak Autis yang Sering Orang Tua Tidak Sadari

7 Ciri-Ciri Anak Autis yang Sering Orang Tua Tidak Sadari image

Setiap anak tumbuh dan berkembang dengan cara yang berbeda. Namun, ada kalanya orang tua mulai merasa khawatir ketika anak menunjukkan perilaku yang tidak seperti anak-anak lain seusianya. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sejak dini adalah ciri-ciri anak autis, karena semakin cepat dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan dukungan yang tepat.

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Gejalanya bisa sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang lebih kompleks. Karena sifatnya yang spektrum, banyak orang tua yang mungkin tidak langsung menyadari bahwa anaknya menunjukkan tanda-tanda autisme.

Berikut ini beberapa ciri-ciri anak autis yang umum dijumpai dan sebaiknya tidak diabaikan oleh orang tua.

1. Kontak Mata yang Terbatas

ciri-ciri anak autis

Salah satu tanda awal yang bisa terlihat adalah anak jarang melakukan kontak mata. Misalnya, saat diajak bicara atau bermain, anak tampak tidak menatap wajah lawan bicaranya. Ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri anak autis yang paling awal muncul, dan sering kali dianggap sekadar anak pemalu atau kurang fokus.

2. Tidak Merespons Saat Dipanggil Namanya

Anak usia satu tahun umumnya sudah mulai merespons ketika namanya dipanggil. Namun, anak dengan autisme sering tidak memberikan reaksi apa pun. Mereka tampak asyik dengan dunianya sendiri, bukan karena gangguan pendengaran, tetapi karena adanya perbedaan dalam cara otak mereka memproses informasi sosial.

3. Minim Ekspresi dan Gerak Tubuh Sosial

Anak-anak biasanya menunjukkan emosi melalui senyuman, lambaian tangan, atau menunjuk sesuatu yang menarik perhatian. Jika anak Anda jarang melakukan hal-hal ini, bisa jadi itu termasuk dalam ciri-ciri anak autis. Anak autis cenderung memiliki ekspresi wajah yang datar dan tidak terlalu menunjukkan ketertarikan sosial.

4. Terlambat Bicara atau Tidak Menggunakan Bahasa untuk Berkomunikasi

Banyak anak autis mengalami keterlambatan berbicara. Beberapa mungkin bisa mengucapkan kata-kata, tetapi tidak menggunakannya untuk berkomunikasi. Bahkan ada yang lebih memilih menyampaikan kebutuhan melalui gestur daripada kata-kata. Ini termasuk salah satu ciri-ciri anak autis yang paling umum dikenali saat anak memasuki usia balita.

5. Pola Bermain yang Tidak Biasa

Anak-anak biasanya suka bermain peran atau berinteraksi dengan temannya. Tapi anak autis mungkin justru fokus pada bagian tertentu dari mainan, seperti hanya memutar roda mobil atau menyusun benda dengan pola tertentu berulang kali. Pola bermain yang kaku seperti ini merupakan salah satu ciri-ciri anak autis yang khas.

6. Sensitivitas yang Berlebihan atau Justru Tidak Pekah

Anak autis bisa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap suara keras, sentuhan ringan, atau cahaya terang. Sebaliknya, ada juga yang tidak merespons sama sekali terhadap rangsangan semacam itu. Sensitivitas yang tidak biasa terhadap lingkungan sekitar menjadi ciri-ciri anak autis yang sering kali membingungkan orang tua.

7. Sering Mengulang Gerakan atau Kata

Anak dengan autisme sering melakukan gerakan atau mengulang kata-kata tertentu tanpa henti, seperti mengepakkan tangan, melompat-lompat, atau mengucapkan kata yang sama berulang kali. Kebiasaan ini biasanya menjadi bentuk kenyamanan atau stimulasi diri dan merupakan ciri-ciri anak autis yang cukup mudah dikenali.

Haruskah Langsung Khawatir?

Menemukan beberapa dari ciri-ciri anak autis bukan berarti Anda harus langsung panik. Yang terpenting adalah mengamati secara konsisten dan berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog anak atau dokter tumbuh kembang. Diagnosis yang tepat membutuhkan evaluasi mendalam, dan tidak semua anak yang mengalami keterlambatan atau keunikan perilaku langsung masuk ke dalam spektrum autisme.

Semakin dini gejala dikenali, semakin besar kemungkinan anak mendapatkan intervensi dan dukungan yang sesuai. Baik itu terapi wicara, terapi okupasi, atau pendampingan sosial, semua akan membantu anak berkembang lebih optimal.

Tambahan: Mengenalkan Dunia Teknologi pada Anak

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Selain perhatian pada tumbuh kembang sosial dan emosional, anak juga bisa dikenalkan pada aktivitas yang membangun logika dan konsentrasi. Salah satunya adalah melalui kegiatan coding. Aktivitas ini melatih anak untuk berpikir sistematis, menyusun strategi, dan menyelesaikan masalah.

Timedoor Academy menyediakan kursus coding ramah anak yang cocok untuk berbagai karakter dan kebutuhan belajar, termasuk anak dengan gaya belajar visual dan logis. Coba kelas gratisnya sekarang dan lihat sendiri bagaimana teknologi bisa jadi sarana belajar yang menyenangkan.!

Artikel Lainnya

10 Daftar Makanan Tidak Sehat untuk Anak yang Perlu Dibatasi
10 Daftar Makanan Tidak Sehat untuk Anak yang Perlu Dibatasi
Memastikan anak tumbuh sehat dan kuat menjadi prioritas bagi setiap orang tua. Salah satu faktor penting yang sering kali terabaikan adalah asupan makanan sehari-hari. Di tengah maraknya produk makanan modern, orang tua perlu lebih berhati-hati terhadap makanan tidak sehat untuk anak. Jenis makanan ini sering kali tampak menarik bagi anak-anak, namun mengandung risiko kesehatan yang serius jika dikonsumsi berlebihan. Artikel ini akan membahas secara rinci 10 jenis makanan tidak sehat untuk anak yang sebaiknya dibatasi konsumsinya, serta alasan mengapa pengawasan terhadap pola makan anak menjadi semakin penting.   1. Makanan Cepat Saji Makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng menjadi favorit banyak anak karena rasanya yang gurih dan penyajiannya yang praktis. Namun, makanan ini mengandung lemak jenuh, kalori berlebih, dan garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme, menjadikannya sebagai salah satu contoh makanan tidak sehat untuk anak. 2. Mie Instan Mie instan sering menjadi solusi praktis bagi keluarga yang sibuk. Sayangnya, mie instan mengandung sodium (garam) dan bahan pengawet dalam kadar tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, mie instan termasuk makanan tidak sehat untuk anak karena dapat membebani fungsi ginjal dan meningkatkan risiko hipertensi di usia muda. 3. Camilan Kemasan Camilan seperti keripik, snack berbumbu, dan makanan ringan kemasan lainnya umumnya tinggi kandungan MSG, lemak trans, dan natrium. Meski digemari anak-anak, camilan ini minim kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Oleh sebab itu, camilan kemasan termasuk dalam daftar makanan tidak sehat untuk anak yang harus diawasi konsumsinya. 4. Permen dan Makanan Manis Permen, cokelat, dan makanan manis lainnya mengandung gula tambahan yang sangat tinggi. Konsumsi berlebihan tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi, tetapi juga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Permen merupakan contoh klasik makanan tidak sehat untuk anak yang sering kali dikonsumsi tanpa batasan. 5. Minuman Bersoda Minuman bersoda penuh dengan gula dan zat aditif seperti pewarna serta perasa buatan. Selain berkontribusi pada peningkatan berat badan, konsumsi minuman bersoda secara rutin dapat mengganggu kesehatan tulang dan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, minuman bersoda termasuk makanan tidak sehat untuk anak yang sebaiknya dihindari. 6. Sereal Manis Banyak produk sereal dipromosikan sebagai sarapan sehat, padahal kenyataannya mengandung gula dalam jumlah tinggi dan rendah serat. Sereal dengan kadar gula berlebihan termasuk makanan tidak sehat untuk anak karena dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko resistensi insulin. 7. Es Krim Kemasan Es krim kemasan memang menjadi camilan favorit anak-anak, namun produk ini biasanya mengandung lemak jenuh dan gula tambahan yang tinggi. Konsumsi rutin es krim tanpa pengawasan bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak, menjadikannya sebagai salah satu makanan tidak sehat untuk anak yang perlu dibatasi. 8. Minuman Boba dan Sejenisnya Tren minuman kekinian seperti boba tea juga menarik perhatian anak-anak. Kandungan gula yang sangat tinggi serta tambahan krimer dan perasa buatan membuat minuman ini masuk dalam kategori makanan tidak sehat untuk anak. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolik dan kecanduan gula. 9. Gorengan Pinggir Jalan Gorengan yang dijual di pinggir jalan sering kali menggunakan minyak yang telah dipakai berulang kali, meningkatkan kadar lemak trans yang berbahaya. Selain itu, standar kebersihan yang kurang memadai menambah risiko kontaminasi bakteri. Karena itu, gorengan termasuk dalam daftar makanan tidak sehat untuk anak. 10. Kue dan Roti Manis Berpengawet Kue dan roti manis yang dijual secara massal biasanya mengandung pengawet, pewarna buatan, dan kadar gula tinggi. Meski tampak sepele, konsumsi produk ini secara rutin dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang, sehingga termasuk dalam makanan tidak sehat untuk anak. Mengapa Pengawasan Pola Makan Anak Itu Penting? Makanan tidak sehat untuk anak tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh lebih rentan mengalami gangguan konsentrasi, kelelahan, hingga penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengatur asupan makanan sangatlah krusial. Memberikan edukasi tentang pentingnya makanan bergizi sejak dini akan membantu anak membangun kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan. Sehatkan Pola Makan Anak, Cerdas di Era Digital Selain menjaga pola makan, pengembangan potensi anak di bidang digital juga patut diperhatikan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengenalkan anak pada dunia coding. Belajar coding sejak dini dapat melatih logika, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah, yang semuanya bermanfaat bagi masa depan anak. Timedoor Academy menyediakan program coding khusus anak dengan metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Daftarkan anak Anda sekarang di kelas gratis dari Timedoor Academy dan berikan bekal terbaik untuk masa depan sang buah hati.
10 Best! Les dan Kursus Bahasa Inggris di Semarang Terbaik Beserta Harga 2025
10 Best! Les dan Kursus Bahasa Inggris di Semarang Terbaik Beserta Harga 2025
Seiring meningkatnya kebutuhan kemampuan bahasa asing, banyak orang tua mulai mencari kursus bahasa Inggris di Semarang yang berkualitas. Menguasai bahasa Inggris sejak dini sangat penting, baik untuk dunia akademik, komunikasi, hingga kesiapan menghadapi masa depan. Saat ini, les bahasa Inggris di Semarang tersedia dalam berbagai format, mulai dari kelas tatap muka hingga program online. Semua dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dengan begitu, orang tua bisa memilih tempat belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak. Berikut ini adalah 10 rekomendasi terbaik tahun 2025 untuk kursus bahasa Inggris dan les bahasa Inggris di Semarang. 1. LBPP LIA Semarang Harga: Mulai dari Rp 850.000 per bulanFitur Utama: Program untuk anak hingga remaja Kurikulum komunikatif dan interaktif Pengajar profesional dan tersertifikasi  Alamat: Jl. Jenderal Sudirman No.123, SemarangWhatsApp: 0812-9000-1122 LIA dikenal sebagai kursus bahasa Inggris di Semarang dengan pendekatan yang fokus pada komunikasi aktif dan kepercayaan diri. 2. English First (EF) Semarang Harga: Mulai dari Rp 1.200.000 per bulanFitur Utama: Native speaker dan kurikulum global Suasana belajar interaktif Kelas anak hingga remaja Alamat: Jl. Pandanaran No.15, SemarangWhatsApp: 0812-8888-3344 EF menjadi pilihan les bahasa Inggris di Semarang yang populer karena suasana belajar yang menyenangkan dan modern. 3. ILP Semarang Harga: Mulai dari Rp 850.000 per bulanFitur Utama: Pengajaran aktif dan menyenangkan Program usia anak hingga dewasa Instruktur berpengalaman Alamat: Jl. Pemuda No.87, SemarangWhatsApp: 0812-8880-2211 ILP adalah salah satu kursus bahasa Inggris di Semarang yang sudah terpercaya sejak lama. 4. Briton English Education Semarang Harga: Mulai dari Rp 950.000 per bulanFitur Utama: Mitra Cambridge dan IELTS Program anak, remaja, hingga dewasa Fokus pada speaking dan writing skills  Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.40, SemarangWhatsApp: 0812-7654-3210 Briton adalah les bahasa Inggris di Semarang yang cocok untuk anak yang ingin lanjut ke sertifikasi internasional. 5. The British Institute (TBI) Semarang Harga: Mulai dari Rp 1.200.000 per bulanFitur Utama: Native speaker dan kurikulum internasional Suasana belajar eksklusif Program anak 5 tahun ke atas  Alamat: Jl. Diponegoro No.5, SemarangWhatsApp: 0813-8811-0099 TBI adalah kursus bahasa Inggris di Semarang yang mengutamakan kualitas pengajaran dan lingkungan belajar premium. 6. English Quantum Semarang Harga: Mulai dari Rp 500.000 per bulanFitur Utama: Sistem Quantum Learning Program English for Kids and Teens Metode visual dan menyenangkan  Alamat: Jl. Sriwijaya No.25, SemarangWhatsApp: 0812-4433-9900 English Quantum adalah les bahasa Inggris di Semarang yang membuat anak semangat belajar lewat metode kreatif. 7. English Castle Semarang Harga: Mulai dari Rp 500.000 per bulanFitur Utama: Belajar dengan storytelling dan lagu Cocok untuk anak usia prasekolah Guru bersertifikasi dan ramah anak  Alamat: Jl. Pahlawan No.18, SemarangWhatsApp: 0812-9000-7711 English Castle sangat cocok sebagai kursus bahasa Inggris di Semarang untuk anak usia dini. 8. LBPP LIA Tlogosari Harga: Mulai dari Rp 850.000 per bulanFitur Utama: Program anak dan remaja Pembelajaran tatap muka dan daring Fokus pada speaking dan writing  Alamat: Jl. Tlogosari Raya No.9, SemarangWhatsApp: 0813-2233-6677 LIA Tlogosari adalah cabang kursus bahasa Inggris di Semarang yang bisa jadi opsi untuk area timur kota. 9. Dago English Semarang Harga: Mulai dari Rp 400.000 per bulanFitur Utama: Program lengkap dari TK hingga SMA Fun learning dengan media digital Biaya fleksibel dan terjangkau  Alamat: Jl. Gajahmada No.65, SemarangWhatsApp: 0813-7774-8800 Les bahasa Inggris di Semarang ini cocok untuk orang tua yang ingin kualitas dengan harga bersahabat. 10. Fun English Semarang Harga: Mulai dari Rp 550.000 per bulanFitur Utama: Kelas kecil dan personal Kurikulum interaktif Lingkungan belajar ramah anak  Alamat: Jl. Dr. Cipto No.34, SemarangWhatsApp: 0812-6655-7744 Fun English menawarkan suasana les bahasa Inggris di Semarang yang hangat dan mendukung perkembangan anak. Bonus: Belajar Bahasa Inggris dan Coding Sekaligus di Timedoor Academy Di era digital, penting bagi anak tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga memahami teknologi. Di Timedoor Academy Semarang, anak-anak bisa belajar coding dan praktik bahasa Inggris melalui proyek digital yang menyenangkan. Dengan kurikulum berbasis Jepang dan pengajaran berbasis proyek, anak akan belajar dua keterampilan masa depan sekaligus. Kelas tersedia untuk usia 5 sampai 18 tahun. Daftarkan anak Anda sekarang dan dapatkan kelas trial coding gratis! Klik di sini untuk info lebih lanjut dan jadwal terbaru di Timedoor Academy.
5 Top! Cara Mengajarkan Anak Berhemat Sejak Dini
5 Top! Cara Mengajarkan Anak Berhemat Sejak Dini
Mengajarkan anak tentang cara mengajarkan anak berhemat merupakan salah satu bekal penting untuk masa depan mereka. Banyak orang tua fokus pada pendidikan akademik, tetapi lupa bahwa kecerdasan finansial juga harus ditanamkan sejak dini. Menanamkan kebiasaan baik seperti menabung dan mengelola uang sejak kecil dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri. Namun, mengajarkan konsep hemat kepada anak bukanlah hal yang mudah. Diperlukan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak. Melalui artikel ini, Anda akan menemukan 5 cara mengajarkan anak berhemat yang bisa diterapkan sehari-hari. 1. Jelaskan Nilai Uang dengan Cara yang Sederhana Langkah pertama dalam cara mengajarkan anak berhemat adalah mengenalkan mereka pada konsep dasar tentang uang. Anda bisa mulai dari hal paling sederhana, seperti membedakan koin dan uang kertas, serta fungsi uang untuk membeli barang dan jasa. Gunakan contoh konkret saat berbelanja. Misalnya, jelaskan bahwa satu es krim setara dengan uang sebesar Rp10.000, dan jika mereka ingin membeli mainan, mereka harus menabung lebih dulu. Anak usia 4–7 tahun sudah bisa memahami perbandingan ini dengan bantuan visual seperti gambar atau permainan peran. 2. Ajarkan Perbedaan antara Kebutuhan dan Keinginan Salah satu bagian penting dari cara mengajarkan anak berhemat adalah mengajari mereka membedakan mana yang disebut kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan alat sekolah harus diutamakan, sedangkan keinginan seperti mainan baru atau snack tambahan bisa ditunda. Saat anak meminta sesuatu, ajak mereka berdiskusi. Tanyakan, “Apakah ini sesuatu yang kamu butuh, atau kamu hanya ingin?” Dengan latihan berulang, anak akan belajar berpikir sebelum membeli dan menjadi lebih sadar akan pengeluaran mereka. 3. Buatkan Celengan atau Rekening Tabungan Khusus Anak Memberikan anak celengan atau membuka rekening tabungan anak bisa menjadi alat bantu nyata dalam mengajarkan mereka konsep menabung. Anda bisa memberi tantangan sederhana, seperti menabung dari uang jajan atau hadiah ulang tahun. Untuk anak yang lebih besar, ajarkan bagaimana menargetkan jumlah tertentu. Misalnya, jika ingin membeli mainan seharga Rp50.000, mereka bisa menabung Rp10.000 setiap minggu. Ini bukan hanya mengajarkan anak berhemat, tetapi juga mengenalkan konsep perencanaan dan konsistensi. 4. Beri Contoh Langsung dari Kebiasaan Orang Tua Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka belajar lebih banyak dari perilaku orang tua dibandingkan dari nasihat lisan. Oleh karena itu, salah satu cara mengajarkan anak berhemat yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tunjukkan bahwa Anda juga membuat daftar belanja, memilih barang berdasarkan harga dan kebutuhan, atau menolak membeli barang yang tidak penting. Ketika anak melihat bahwa orang tuanya hidup hemat tanpa merasa kekurangan, mereka akan lebih mudah mengadopsi kebiasaan tersebut. 5. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan Keuangan Sederhana Melibatkan anak dalam diskusi keuangan keluarga (yang ringan dan sesuai usia) dapat membantu mereka memahami proses berpikir di balik pengeluaran. Misalnya, ajak mereka menentukan menu mingguan sambil memperhitungkan anggaran belanja atau membandingkan harga barang saat belanja bulanan. Dengan keterlibatan ini, anak tidak hanya belajar berhemat, tetapi juga memahami pentingnya memilih dan merencanakan sesuatu dengan bijak. Ini juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan percaya diri mereka dalam mengambil keputusan kecil. Kenapa Keterampilan Hemat Penting untuk Masa Depan Anak? Menanamkan kebiasaan hemat sejak kecil dapat membentuk karakter dan pola pikir yang bertanggung jawab dalam diri anak. Mereka akan belajar menunda kepuasan, membuat prioritas, dan memahami nilai kerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Keterampilan ini akan sangat berguna saat mereka mulai menerima uang saku sendiri, hingga nanti ketika mereka dewasa dan harus mengelola keuangan pribadi. Anak yang terbiasa berhemat juga cenderung lebih mampu menghadapi tantangan hidup, karena mereka belajar merencanakan dan menyesuaikan diri dengan keterbatasan. Maka dari itu, membiasakan hidup hemat bukan berarti pelit, tapi merupakan bagian dari mendidik anak menjadi pribadi yang cerdas secara finansial. Hemat Itu Penting, tapi Bekal Digital Juga Tak Kalah Penting Selain mengenalkan anak pada cara mengelola uang, penting juga bagi orang tua untuk mulai memperkenalkan keterampilan digital seperti coding. Di masa depan, kemampuan seperti ini akan sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan. Timedoor Academy menyediakan kursus coding online yang menyenangkan dan ramah anak, cocok untuk melatih cara berpikir logis, problem solving, dan kreativitas. Coba kelas gratisnya sekarang di Timedoor Academy!
float button