Mar 18, 2026

5 Best! Rekomendasi Kursus dan Les Matematika Anak Beserta Harga 2026

5 Best! Rekomendasi Kursus dan Les Matematika  Anak Beserta Harga 2026 image

Di era modern, kemampuan matematika menjadi salah satu keterampilan penting yang membantu anak mengembangkan logika berpikir, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Tak heran jika semakin banyak orang tua mencari kursus matematika anak atau les matematika anak yang terpercaya agar anak mampu memahami konsep berhitung, logika, dan penalaran sejak dini, baik untuk kebutuhan belajar maupun pengembangan minat di bidang sains dan teknologi.

Dengan mengikuti kursus matematika anak dan les matematika anak yang berkualitas, anak-anak dapat belajar konsep matematika secara bertahap, melatih pola pikir logis, serta meningkatkan kemampuan problem solving. Berikut adalah 5 rekomendasi kursus dan les matematika anak terbaik tahun 2026 lengkap dengan harga, program, dan keunggulannya masing-masing.

1. Kumon

Les matematika anak

Sumber: https://www.educenter.id

Harga: Mulai Rp 440.000 – Rp 575.000 per bulan

Kumon merupakan lembaga kursus internasional yang terkenal dengan metode self-learning atau belajar mandiri. Program matematika Kumon dirancang agar anak belajar secara bertahap melalui lembar kerja (worksheet) yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. 

Fitur Utama: 

  • Metode belajar mandiri (self-learning)
  • Worksheet bertahap sesuai level kemampuan anak
  • Pemantauan perkembangan belajar oleh instruktur

Alamat: Offline (di berbagai kota di Indonesia)

Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini.

2. Mantappu Academy

Les matematika anak

Sumber: https://mantappuacademy.com/

Harga: Mulai Rp 100.000 per sesi

Mantappu Academy adalah platform edukasi yang didirikan oleh kreator edukasi Jerome Polin. Program matematika di sini dirancang agar siswa dapat memahami konsep matematika dengan cara yang lebih menyenangkan dan aplikatif melalui kelas interaktif serta pembahasan soal yang sistematis.

Fitur Utama: 

  • Pengajar berpengalaman dan tutor khusus
  • Kelas interaktif secara online
  • Pembahasan soal step-by-step

Alamat: Online

Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini.

3. Superprof

Les matematika anak

Sumber: https://superprof.co.id/

Harga: Mulai Rp 50.000 – Rp 500.000 per jam

Superprof adalah platform yang mempertemukan siswa dengan tutor privat untuk berbagai mata pelajaran, termasuk matematika. Melalui platform ini, orang tua dapat memilih guru matematika sesuai kebutuhan anak, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel baik secara online maupun tatap muka.

Fitur Utama: 

  • Pilihan tutor matematika yang beragam
  • Bisa memilih kelas online atau tatap muka
  • Sistem pencarian tutor berdasarkan lokasi dan harga

Alamat: Online & On Site (tergantung lokasi tutor)

Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini.

4. Math Champs by Ruangguru

Les matematika anak

Sumber: https://www.ruangguru.com

Harga: Mulai Rp 412.000 – Rp 767.000 per bulan (tergantung sesi)

Math Champs merupakan program kursus matematika dari Ruangguru yang dirancang untuk anak usia 4–15 tahun. Program ini membantu anak memahami konsep matematika secara bertahap mulai dari visual hingga abstrak.

Fitur Utama: 

  • Kurikulum Singapore Math (Concrete-Pictorial-Abstract)
  • Kelas matematika, logika, dan sempoa
  • Tips dan trik hitung cepat

Alamat: Online & Offline 

Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini.

5. Sakamoto Indonesia

Les matematika anak

Sumber: https://sakamoto.id/

Harga: Mulai Rp 850.000 per bulan

Sakamoto Indonesia merupakan kursus matematika yang menggunakan metode pembelajaran kreatif untuk meningkatkan kemampuan berhitung dan logika anak. Programnya dirancang agar anak dapat memahami konsep matematika melalui latihan soal yang bertahap serta aktivitas yang menyenangkan.

Fitur Utama: 

  • Menggunakan metode Sakamoto Jepang
  • Latihan soal bertahap sesuai kemampuan anak
  • Penekanan pada logika, bukan menghafal

Alamat: Online & Offline (berbagai kota di Indonesia)

Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini.

Kenapa Kursus dan Les Matematika untuk Anak Penting?

Mengikuti kursus matematika anak maupun les matematika anak akan memberikan bekal penting untuk masa depan. Anak belajar mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis dalam memecahkan berbagai masalah. Keterampilan ini juga sangat berguna saat anak mengikuti lomba, presentasi sekolah, atau saat berorganisasi.

Selain pengembangan logis, jangan lupa pentingnya menyeimbangkan kemampuan anak dengan keahlian teknologi seperti coding. Di era digital, penguasaan teknologi akan melengkapi anak agar semakin siap menghadapi tantangan zaman.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Jika Anda ingin anak mengembangkan keterampilan digital, kenalkan mereka pada kelas coding kreatif di Timedoor Academy. Coba free trial class coding Timedoor Academy, agar anak lebih percaya diri, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan!

Artikel Lainnya

<strong>Apa Itu Deepfake? Dampaknya untuk Anak di 2025 dan Cara Bijak Menghadapinya</strong>
Apa Itu Deepfake? Dampaknya untuk Anak di 2025 dan Cara Bijak Menghadapinya
Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah menghadirkan banyak inovasi, salah satunya adalah teknologi deepfake. Belakangan ini, istilah “deepfake” semakin sering diperbincangkan, terutama setelah beredarnya video palsu yang tampak sangat nyata di media sosial. Namun, apa itu deepfake sebenarnya, dan mengapa orang tua perlu memahami serta waspada terhadap teknologi ini, terutama untuk perlindungan anak-anak? Artikel ini akan membahas apa itu deepfake, bagaimana cara kerjanya, serta dampak yang bisa ditimbulkan bagi anak. Selain itu, akan dibahas pula langkah-langkah yang bisa diambil orang tua untuk membekali anak menghadapi tantangan di era digital. Apa Itu Deepfake? Mengenal Teknologi di Balik Wajah Palsu Sebelum memahami dampaknya, penting bagi orang tua dan anak untuk tahu apa itu deepfake. Deepfake merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut video, gambar, atau audio yang dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sehingga tampak seperti asli, padahal sebenarnya palsu. Teknologi ini mampu mengganti wajah, suara, atau bahkan membuat seseorang berkata dan melakukan sesuatu yang tidak pernah terjadi di dunia nyata. Apa itu deepfake awalnya dikembangkan untuk tujuan hiburan dan sinematik, seperti membuat efek spesial di film. Namun, seiring kemajuan teknologi, deepfake kini banyak disalahgunakan, mulai dari pembuatan video hoaks, penipuan, hingga perundungan digital. Inilah sebabnya mengapa literasi digital dan edukasi soal deepfake menjadi semakin penting bagi keluarga Indonesia. Bagaimana Cara Kerja Deepfake? Agar anak-anak dan orang tua lebih memahami apa itu deepfake, mari kita bahas secara sederhana bagaimana teknologi ini bekerja. Deepfake menggunakan teknik machine learning, khususnya deep learning, untuk menganalisis dan meniru ekspresi wajah, suara, dan gerakan seseorang. Dengan kumpulan data video atau foto target, AI akan “belajar” pola-pola unik dari subjek, lalu menerapkannya pada video baru sehingga tampak sangat nyata. Hasil akhir deepfake sangat sulit dibedakan dengan rekaman asli, apalagi jika dilihat secara sekilas. Inilah yang membuat teknologi deepfake berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah, terutama untuk anak-anak yang belum memahami cara memverifikasi kebenaran informasi. Dampak Deepfake untuk Anak Setelah memahami apa itu deepfake, penting untuk mengenali berbagai dampak negatif yang bisa terjadi pada anak-anak di era digital: Penyebaran Hoaks dan DisinformasiAnak-anak bisa dengan mudah percaya pada video atau audio deepfake yang tampak meyakinkan, sehingga rentan terpapar berita palsu, fitnah, atau isu provokatif. Cyberbullying dan EksploitasiDeepfake bisa digunakan untuk membuat konten palsu yang mempermalukan atau mencemarkan nama baik anak, bahkan dijadikan alat perundungan atau eksploitasi secara digital. Penipuan dan Ancaman PrivasiData pribadi anak bisa dicuri lalu dipakai untuk membuat deepfake yang berpotensi digunakan dalam penipuan, pemerasan, atau tindak kriminal lain. Keraguan Diri dan Kesehatan MentalJika anak menjadi korban deepfake, mereka dapat mengalami stres, rasa malu, hingga trauma yang berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mental. Sulit Membedakan Fakta dan ManipulasiDi usia tumbuh kembang, anak belum sepenuhnya mampu membedakan konten asli dan palsu. Kurangnya literasi digital membuat mereka lebih mudah tertipu oleh manipulasi deepfake. Peran Orang Tua: Edukasi dan Perlindungan Memahami apa itu deepfake saja tidak cukup. Orang tua juga harus aktif memberikan edukasi dan membimbing anak untuk tetap aman di dunia digital. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan: Ajarkan Literasi Digital Sejak DiniDiskusikan bersama anak tentang apa itu deepfake, ciri-ciri konten palsu, serta pentingnya tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima online. Bangun Komunikasi TerbukaAjak anak selalu berdiskusi jika mereka menemukan konten mencurigakan atau merasa tidak nyaman dengan sesuatu di internet. Perkuat Proteksi Data PribadiBerikan pemahaman pada anak tentang pentingnya menjaga data pribadi, seperti foto, video, atau informasi identitas, agar tidak mudah tersebar. Jadilah TeladanOrang tua harus bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta tidak mudah menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Kenalkan Aktivitas Digital yang PositifAlihkan perhatian anak pada aktivitas digital yang edukatif dan produktif, seperti belajar coding, membuat karya digital, atau eksplorasi pengetahuan baru. Coding: Cara Cerdas Melindungi Anak di Dunia Digital Salah satu langkah konkret untuk membekali anak menghadapi era deepfake adalah dengan mengenalkan mereka pada dunia coding. Dengan belajar coding, anak bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga paham bagaimana teknologi bekerja. Coding melatih logika, kemampuan analisis, serta membangun mental kritis dan kreatif. Anak yang belajar coding lebih mudah mengenali manipulasi digital dan memahami cara kerja AI di balik deepfake. Timedoor Academy menawarkan program belajar coding yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai usia anak. Anak-anak bisa belajar membuat aplikasi, game sederhana, hingga memahami konsep dasar AI dengan metode yang ramah dan mudah diikuti. Saatnya Cerdas Hadapi Deepfake, Mulai dari Rumah Di era digital, pengetahuan tentang apa itu deepfake wajib dimiliki setiap keluarga. Dengan pemahaman yang benar, edukasi literasi digital, dan keterampilan teknologi seperti coding, anak-anak akan lebih siap menghadapi ancaman dan peluang di dunia maya. Jangan biarkan anak jadi korban manipulasi digital! Daftarkan anak Anda ke free trial class di Timedoor Academy dan kenalkan mereka pada coding serta keamanan digital sejak dini.
Aplikasi Belajar Anak SD
10 Aplikasi Belajar Anak SD Terbaik di Tahun 2025
Memasuki tahun 2025, peran teknologi dalam pendidikan semakin penting, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar. Saat ini, ada banyak aplikasi belajar anak SD yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas, fokus belajar, dan semangat anak dalam memahami berbagai materi. Tidak hanya berguna di dalam kelas, aplikasi-aplikasi ini juga bisa membantu anak belajar secara mandiri di rumah. Melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, anak-anak bisa mengembangkan kemampuan dasar yang akan berguna hingga jenjang pendidikan selanjutnya. Berikut 10 aplikasi belajar anak SD terbaik di tahun 2025 yang wajib dicoba untuk mendukung proses belajar anak Anda:   10 Aplikasi Belajar Anak SD Terbaik di Tahun 2025   1. Kahoot! Fokus: Kuis interaktif dan pembelajaran menyenangkanKahoot! mengubah proses belajar menjadi kuis seru yang membuat anak-anak merasa seperti sedang bermain game. Dengan tampilan warna-warni dan pertanyaan yang interaktif, Kahoot! berhasil menjadi salah satu aplikasi belajar anak SD paling favorit hingga kini. Cara Menggunakannya: Orang tua atau guru bisa membuat kuis sendiri sesuai pelajaran seperti matematika atau IPA. Anak bisa bermain sendiri atau berkelompok dan langsung mendapatkan skor berdasarkan jawaban mereka. 2. Seesaw Fokus: Portofolio digital dan komunikasi orang tua-guruSeesaw memungkinkan anak untuk mengunggah tugas sekolah, gambar, atau video sebagai dokumentasi belajar mereka. Aplikasi ini juga membantu orang tua memantau perkembangan anak secara real-time. Cara Menggunakannya: Anak-anak dapat memotret hasil karya mereka atau merekam suara untuk menjelaskan tugas. Guru dan orang tua dapat memberikan komentar atau arahan langsung di aplikasi. 3. Google Classroom Fokus: Manajemen tugas dan materi pelajaranGoogle Classroom termasuk aplikasi belajar anak SD yang efektif untuk mengatur tugas, jadwal, dan materi pelajaran. Semua data tersimpan dalam satu platform yang mudah diakses kapan saja. Cara Menggunakannya: Guru bisa memberikan tugas atau ujian, sementara siswa dapat mengumpulkan tugas mereka langsung dari HP atau laptop. Integrasi dengan Google Drive juga memudahkan kerja kelompok. 4. Scratch Fokus: Belajar coding dan kreativitasScratch mengajarkan anak-anak dasar-dasar coding dengan cara visual dan menyenangkan. Anak bisa membuat game, cerita interaktif, atau animasi mereka sendiri. Cara Menggunakannya: Dengan sistem drag-and-drop, anak-anak bisa memprogram karakter untuk bergerak atau berbicara. Ini adalah langkah awal yang bagus untuk mengenalkan logika pemrograman sejak dini. 5. Epic! Fokus: Perpustakaan digital untuk anakEpic! adalah perpustakaan digital yang menawarkan ribuan buku, audiobook, dan video edukatif untuk anak SD. Ini adalah salah satu aplikasi belajar anak SD terbaik untuk meningkatkan minat baca. Cara Menggunakannya: Anak-anak bisa memilih buku sesuai tingkat membaca mereka. Ada juga fitur membaca dengan suara yang sangat membantu anak dalam memahami cerita. 6. ClassDojo Fokus: Penguatan perilaku positif dan komunikasi kelasClassDojo adalah aplikasi yang mendorong perilaku baik di kelas dan di rumah. Anak-anak mendapat poin ketika melakukan tindakan positif, seperti membantu teman atau disiplin belajar. Cara Menggunakannya: Guru atau orang tua dapat memberikan penghargaan berupa poin dan komentar positif. Anak-anak pun belajar tentang tanggung jawab dan kerja sama. 7. TinkerCAD Fokus: Desain 3D dan teknik dasarTinkerCAD mengenalkan anak-anak pada dunia desain dan rekayasa dengan cara membuat objek 3D sederhana. Cocok untuk anak yang suka menggambar atau membuat sesuatu. Cara Menggunakannya: Anak bisa membuat desain seperti gantungan kunci, rumah, atau robot. Ini jadi cara yang menyenangkan untuk belajar geometri dan kreativitas visual. 8. Google Earth Fokus: Eksplorasi geografi duniaGoogle Earth memberi pengalaman menjelajahi dunia secara virtual. Anak-anak bisa mempelajari negara, kota, dan keajaiban alam langsung dari layar. Cara Menggunakannya: Anak bisa menjelajahi tempat-tempat terkenal seperti Menara Eiffel atau Gunung Fuji, sambil belajar geografi dan budaya secara interaktif. 9. Duolingo Fokus: Belajar bahasa asingDuolingo adalah aplikasi belajar anak SD yang menyenangkan untuk mempelajari bahasa baru seperti Inggris, Spanyol, atau Jepang. Format gamifikasi membuat anak-anak semangat berlatih setiap hari. Cara Menggunakannya: Anak bisa menyelesaikan tantangan harian berupa kosakata, percakapan, dan kuis sederhana. Aplikasi ini juga menyediakan suara dan ilustrasi yang menarik. 10. BrainPOP Fokus: Video edukatif dan kuis interaktifBrainPOP menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk video animasi pendek yang lucu dan informatif. Cocok untuk menjelaskan konsep yang sulit secara visual. Cara Menggunakannya: Guru atau orang tua bisa memutar video sesuai topik, lalu mengajak anak menjawab kuis atau berdiskusi bersama untuk menguji pemahaman mereka.   Mengapa Aplikasi Belajar Anak SD Penting di 2025? Aplikasi belajar anak SD bukan hanya alat bantu, tapi bagian penting dari proses pendidikan modern. Dengan pendekatan yang interaktif dan adaptif, aplikasi-aplikasi ini membantu anak belajar sesuai gaya dan kecepatannya masing-masing. Anak yang kesulitan bisa belajar lebih perlahan, sementara anak yang cepat tangkap bisa mengeksplorasi lebih jauh. Melalui aplikasi belajar anak SD, pembelajaran jadi lebih menyenangkan, fleksibel, dan bisa diakses di mana saja. Baik di rumah maupun di sekolah, teknologi membantu anak menjadi pembelajar aktif dan kreatif.   Coba Kelas Gratis Bersama Timedoor Academy! Ingin anak Anda semakin semangat belajar sambil bermain? Timedoor Academy menghadirkan program belajar digital yang seru dan penuh kreativitas. Coba kelas trial gratis hari ini dan temukan bagaimana kami mendampingi anak Anda berkembang dengan teknologi edukatif terbaik.
Gen Alpha Slangs: A Guide to Understand How Kids Talk Today in 2025
Kamus Bahasa Gen Alpha: Panduan Memahami Gaya Komunikasi Anak Zaman Sekarang 2025
“Gyatt!”, “Rizz banget!”, “Aku skibidi dulu ya.” Kalau Anda pernah mendengar anak berbicara seperti itu dan merasa bingung, Anda tidak sendirian. Kalimat-kalimat tersebut merupakan bagian dari bahasa Gen Alpha, yaitu gaya komunikasi yang digunakan anak-anak generasi yang tumbuh di era digital, terutama mereka yang lahir setelah tahun 2010. Anak-anak Gen Alpha tidak hanya tumbuh bersama teknologi, mereka benar-benar hidup di dalamnya. Mereka belajar banyak hal melalui TikTok, YouTube Shorts, dan media sosial, bukan hanya dari buku pelajaran atau TV seperti generasi sebelumnya. Akibatnya, kosa kata mereka dipengaruhi oleh tren digital, meme, dan bahasa internet global, yang sering kali sulit dipahami oleh orang dewasa. Untuk membantu para orang tua lebih dekat dengan dunia anak-anaknya, berikut ini adalah kamus istilah populer dalam bahasa Gen Alpha lengkap dengan arti dan contoh penggunaannya. Kamus Bahasa Gen Alpha: Arti dan Contoh Istilah Populer 1. Rizz- Makna: Karisma atau kemampuan untuk memikat hati orang lain, biasanya dalam konteks percintaan atau pertemanan.- Contoh: “Kakak itu rizz banget, ngomongnya tenang tapi langsung disukai.”- Penjelasan: Istilah ini berasal dari kata charisma dan sering digunakan untuk menyebut seseorang yang punya daya tarik luar biasa. 2. Skibidi- Makna: Istilah yang berasal dari meme viral “Skibidi Toilet” dan sering digunakan untuk menyebut sesuatu yang aneh, menyeramkan, atau ‘nggak banget’.- Contoh: “Jangan deh masuk ke ruangan itu, skibidi banget suasananya.”- Penjelasan: Kata ini tidak punya arti literal tapi menjadi bagian penting dari ekspresi humor absurd ala Gen Alpha. 3. Gyatt- Makna: Ungkapan spontan karena terkejut atau kagum, berasal dari plesetan kata “goddamn”.- Contoh: “Gyatt! Itu kamar kamu rapi banget hari ini.”- Penjelasan: Biasanya digunakan ketika melihat sesuatu yang mengesankan atau mengejutkan secara positif. 4. Slay- Makna: Melakukan sesuatu dengan luar biasa, percaya diri, dan penuh gaya.- Contoh: “Penampilannya tadi waktu lomba bener-bener slay!”- Penjelasan: Kata ini digunakan sebagai pujian untuk penampilan atau pencapaian yang mengesankan. 5. NPC- Makna: Singkatan dari Non-Playable Character, istilah dalam game yang berarti karakter yang pasif dan kaku.- Contoh: “Dia cuma diam aja di grup, kayak NPC.”- Penjelasan: Istilah ini digunakan secara sarkastik untuk menyebut orang yang dianggap tidak punya inisiatif atau terlalu biasa. 6. Sigma- Makna: Seseorang yang tenang, mandiri, tidak suka pamer tapi tetap berpengaruh.- Contoh: “Dia jarang bicara, tapi semua nurut — benar-benar sigma.”- Penjelasan: Menggambarkan pribadi yang kuat tanpa harus mendominasi secara terbuka, kebalikan dari alpha male. 7. No cap- Makna: Jujur, tidak berbohong, benar-benar serius.- Contoh: “Film itu keren banget, no cap.”- Penjelasan: Digunakan untuk menekankan bahwa apa yang dikatakan adalah 100% benar. Kenapa Bahasa Gen Alpha Perlu Dipahami? Bahasa adalah alat komunikasi utama, dan jika orang tua ingin tetap terhubung dengan anak-anaknya, memahami bahasa Gen Alpha adalah langkah yang penting. Bukan berarti Anda harus ikut mengucapkan setiap istilah viral, tapi dengan memahami makna dan konteksnya, Anda bisa: Mencegah kesalahpahaman dalam komunikasi Membuka ruang dialog yang nyaman Membangun kepercayaan anak karena mereka merasa dimengerti Mengenali tren atau konten yang mungkin berisiko atau tidak sesuai Bahasa Gen Alpha juga memberi kita wawasan tentang cara berpikir anak-anak zaman sekarang yang lebih cepat, visual, dan adaptif terhadap tren digital global. Saatnya Arahkan Bahasa Mereka ke Hal yang Produktif Jika anak sudah terbiasa dengan gaya komunikasi digital yang cepat dan kreatif, kenapa tidak diarahkan ke bahasa yang lebih fungsional seperti coding? Coding adalah bentuk komunikasi antara manusia dan mesin. Ini mengajarkan struktur, logika, serta pemecahan masalah secara runtut — kualitas yang sangat dibutuhkan di masa depan. Untuk anak-anak Gen Alpha yang sudah sangat visual dan adaptif, belajar coding bisa menjadi jembatan yang ideal antara dunia kreatif mereka dan dunia teknologi yang akan mereka hadapi. Bahasa Gen Alpha adalah Peluang, Bukan Ancaman Daripada khawatir dengan istilah yang terdengar aneh, mari kita lihat bahasa Gen Alpha sebagai peluang untuk mendekatkan diri pada anak-anak. Ini bukan sekadar tren lewat, tapi cerminan dari dunia mereka yang terus berubah dan berkembang. Dengan memahami cara mereka berbicara, kita bisa memahami cara mereka berpikir. Dan dari situlah komunikasi yang saling menghargai bisa tumbuh. Di Timedoor Academy, anak Anda bisa belajar coding dengan pendekatan yang menyenangkan dan visual — sesuai dengan gaya belajar Gen Alpha. Yuk, daftar sekarang dan coba kelas gratisnya. Siapa tahu, mereka bisa ‘slay’ juga di dunia coding. No cap.
float button