Mar 20, 2025

Pengumuman Peluncuran Program Timedoor Academy Coin Exchange

Pengumuman Peluncuran Program Timedoor Academy Coin Exchange image

Halo semuanya!
Timedoor Academy dengan bangga meluncurkan “Program Timedoor Gacha” untuk membuat belajar menjadi lebih menyenangkan! ?✨

 

 

? Apa itu Program Timedoor Gacha?

Dalam program ini, kalian bisa menukar koin yang diperoleh dari belajar dan menyelesaikan tugas dengan hadiah menarik! ?✨

? Bagaimana Cara Berpartisipasi?

1️⃣ Kumpulkan 1000 koin untuk mendapatkan 1 tiket undian Gacha.
2️⃣ Undian Gacha memberikan kesempatan untuk memenangkan hadiah menarik! ?
3️⃣ Kalian hanya bisa bermain Gacha 1 kali per minggu.
4️⃣ Jika ingin bermain Gacha, cukup beri tahu guru atau staf Admin.
5️⃣ Staf Admin akan membantu kalian bermain Gacha dan memberikan hadiah yang kalian menangkan! ??
6️⃣Program ini akan dimulai setelah libur Lebaran 2025.

 

? Siapa yang Bisa Ikut?

Program ini berlaku untuk siswa Timedoor Academy di cabang offline di Indonesia.
Untuk siswa online dan cabang lainnya, harap bersabar, program ini akan segera tersedia untuk kalian juga! ?✨

? Hadiah Gacha

Hadiah dibagi menjadi kategori Kids dan Teens, dengan banyak pilihan hadiah menarik yang pasti akan kalian sukai!

Semakin giat belajar, semakin banyak keseruan yang bisa kalian dapatkan! ??
Ayo kumpulkan koin sebanyak mungkin dan coba keberuntungan kalian di Gacha!

Kami menantikan kehadiran Anda di ruang kelas Timedoor Academy setelah libur Lebaran. Tukarkan koin yang Anda kumpulkan dengan barang dagangan.

 

Let’s learn, earn, and play! ???

 

Artikel Lainnya

Effects of Internet on Children in 2025: Positive Impacts, Risks, and the Role of Coding in Preparing for the Future
Pengaruh Internet pada Anak: Dampak Positif, Risiko, dan Peran Coding dalam Mempersiapkan Masa Depan
Pengaruh internet pada anak saat ini menjadi topik yang sangat penting diperhatikan oleh orang tua dan pendidik. Di era digital yang semakin maju, internet menawarkan kemudahan akses informasi yang luar biasa, namun juga membawa tantangan besar terutama bagi perkembangan anak. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang berbagai pengaruh internet pada anak, dari sisi positif dan negatif, serta bagaimana pembelajaran coding dapat membantu anak menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.   Dampak Positif Pengaruh Internet pada Anak Internet memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi perkembangan anak. Dengan adanya internet, anak dapat belajar secara mandiri melalui sumber belajar digital seperti video edukasi, permainan interaktif, dan artikel pengetahuan yang mudah diakses kapan saja. Pengaruh internet pada anak yang positif ini dapat memperkaya wawasan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, internet memungkinkan anak untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teman maupun guru dari jarak jauh. Ini sangat membantu proses belajar, terutama dalam situasi pembelajaran jarak jauh atau daring yang kini semakin umum. Dengan akses ke beragam informasi, anak dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya lebih luas daripada sebelumnya.   Risiko dan Dampak Negatif Pengaruh Internet pada Anak Meski banyak manfaatnya, pengaruh internet pada anak juga membawa risiko yang perlu diwaspadai. Anak yang tidak mendapatkan pengawasan atau bimbingan dari orang tua rentan terpapar konten yang tidak sesuai seperti kekerasan, pornografi, atau informasi palsu. Hal ini dapat berdampak buruk pada psikologis dan perkembangan moral anak. Kecanduan gadget juga menjadi masalah serius yang muncul akibat penggunaan internet tanpa batas. Anak yang terlalu lama menatap layar dapat mengalami gangguan kesehatan seperti mata lelah, kurang tidur, dan berkurangnya interaksi sosial langsung. Risiko keamanan digital seperti perundungan siber (cyberbullying) dan pencurian data pribadi juga meningkat. Oleh sebab itu, orang tua dan guru harus aktif mengawasi dan membimbing anak agar penggunaan internet menjadi positif dan aman.   Pentingnya Pembelajaran Coding dalam Menghadapi Pengaruh Internet Salah satu cara efektif untuk mempersiapkan anak menghadapi pengaruh internet pada anak adalah dengan membekali mereka keterampilan digital melalui pembelajaran coding. Belajar coding tidak hanya mengajarkan anak cara membuat program atau aplikasi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir logis, sistematis, serta memecahkan masalah. Dengan memahami dasar-dasar teknologi, anak menjadi lebih kritis dan tidak hanya menjadi pengguna pasif internet. Mereka bisa lebih waspada terhadap konten negatif dan mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal positif dan produktif. Pembelajaran coding juga meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri anak dalam berinteraksi di dunia digital. Timedoor Academy menyediakan program belajar coding yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan metode yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak dapat mulai belajar coding sejak dini dengan pendampingan guru profesional, sehingga mereka tidak hanya paham teknologi, tapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab.   Cara Orang Tua Mendukung Anak Menghadapi Pengaruh Internet Orang tua memiliki peran penting dalam mengelola pengaruh internet pada anak agar berdampak positif. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: Batasi durasi penggunaan gadget dan internet sesuai usia anak. Awasi dan kontrol konten yang diakses anak agar sesuai dengan usianya. Ajak anak berdiskusi tentang manfaat dan risiko internet untuk menumbuhkan kesadaran digital. Dorong anak mengikuti kelas coding agar mereka memiliki pemahaman teknologi yang baik. Dengan peran aktif orang tua dan pendidikan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.   Membangun Masa Depan Anak dengan Literasi Digital dan Coding Pengaruh internet pada anak membawa dua sisi yang berbeda: banyak manfaat sekaligus risiko yang perlu diantisipasi. Untuk menghadapi tantangan ini, pembelajaran coding menjadi solusi efektif yang membantu anak menjadi pengguna teknologi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui coding, anak tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan problem solving yang berguna sepanjang hidup. Orang tua yang ingin memberikan bekal terbaik bagi anak dapat mencoba program belajar coding di Timedoor Academy, yang menawarkan kelas dengan guru berpengalaman serta fasilitas free trial class. Jangan tunda lagi kesempatan untuk membekali anak Anda dengan keterampilan digital masa depan. Daftar sekarang di Timedoor Academy dan mulai perjalanan belajar coding yang menyenangkan dan bermanfaat!
<strong>6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga</strong>
6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga
Mendaki gunung kini bukan hanya menjadi aktivitas untuk petualang dewasa, tetapi juga menjadi pilihan liburan keluarga yang edukatif dan menyenangkan. Di Indonesia, sudah banyak orang tua yang mulai mengenalkan alam dan aktivitas outdoor kepada anak-anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak mendaki gunung ramah anak, yaitu gunung yang memiliki jalur pendakian mudah, suasana aman, dan fasilitas yang memadai untuk keluarga. Memilih gunung ramah anak tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi si kecil, tetapi juga dapat mempererat ikatan keluarga, menumbuhkan rasa cinta alam, dan melatih ketahanan fisik serta mental anak. Selain itu, kegiatan mendaki bisa melatih kemandirian, kerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Tidak heran jika akhir-akhir ini semakin banyak keluarga yang mencari destinasi gunung ramah anak sebagai alternatif liburan. Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, penting untuk memilih gunung ramah anak dengan jalur landai, tidak terlalu panjang, serta memiliki pemandangan menarik yang membuat anak semakin antusias. Berikut ini adalah 6 rekomendasi gunung ramah anak di Indonesia yang cocok untuk liburan keluarga. 1. Gunung Papandayan, Garut Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, adalah salah satu gunung ramah anak paling populer di Indonesia. Jalurnya relatif landai dan mudah diakses oleh anak-anak maupun pendaki pemula. Perjalanan menuju area camping ground dapat ditempuh sekitar 1-2 jam saja dengan pemandangan kawah, padang edelweis, serta hutan mati yang unik. Fasilitas di sekitar area basecamp juga sangat lengkap, mulai dari toilet, warung makan, hingga area parkir yang luas. Tak heran jika Gunung Papandayan menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu khawatir jalur berat. 2. Gunung Andong, Magelang Gunung ramah anak yang satu ini berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Andong hanya memiliki ketinggian 1.726 mdpl, namun menawarkan panorama luar biasa indah. Jalur pendakian relatif singkat dan cocok untuk anak usia 6 tahun ke atas yang sudah terbiasa hiking ringan. Selain puncak yang luas untuk berkemah, udara sejuk dan suasana persawahan di sekitar kaki gunung menambah keunikan destinasi ini. Banyak keluarga dan komunitas pecinta alam yang merekomendasikan Andong sebagai gunung ramah anak terbaik di Jawa Tengah. 3. Gunung Prau, Dieng Dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia, Gunung Prau di kawasan Dieng juga masuk dalam daftar gunung ramah anak. Ketinggiannya yang hanya 2.565 mdpl dan jalur menanjak landai membuatnya aman untuk pendaki pemula maupun anak-anak. Waktu tempuh ke puncak rata-rata hanya 2-3 jam, sehingga tidak membuat anak cepat lelah. Di puncak Prau, anak-anak bisa menikmati lautan awan dan padang savana yang memesona. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan hangat karena suhu di puncak cukup dingin, terutama saat pagi hari. 4. Gunung Bromo, Jawa Timur Bromo sudah terkenal sebagai destinasi wisata keluarga, dan juga termasuk gunung ramah anak. Akses menuju kawah dan lautan pasir Bromo sangat mudah, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda dari area parkir. Anak-anak akan sangat menikmati pengalaman menyaksikan matahari terbit di Penanjakan, bermain pasir, serta belajar tentang kebudayaan Suku Tengger. Fasilitas wisata di kawasan Bromo sangat memadai, termasuk penginapan, toilet umum, serta banyak pilihan makanan khas setempat. 5. Gunung Penanggungan, Mojokerto Gunung ramah anak berikutnya adalah Gunung Penanggungan yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun ketinggiannya mencapai 1.653 mdpl, jalur pendakiannya cukup landai dan bisa ditempuh dalam 2-3 jam. Sepanjang perjalanan, anak-anak akan diajak melewati situs-situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang membuat perjalanan semakin edukatif. Area camping ground yang luas dan pemandangan sunrise yang indah menjadikan Gunung Penanggungan pilihan tepat untuk petualangan keluarga. 6. Gunung Puntang, Bandung Gunung Puntang yang terletak di Bandung Selatan menjadi destinasi gunung ramah anak selanjutnya. Jalurnya tidak terlalu terjal, banyak sumber air, dan terdapat area camping ground yang aman untuk anak-anak. Selain mendaki, keluarga juga bisa berkemah, bersepeda, atau sekadar piknik menikmati suasana hutan pinus yang sejuk. Gunung Puntang cocok untuk mengenalkan anak pada kegiatan luar ruang secara aman dan menyenangkan. Tips Aman Mendaki Gunung Ramah Anak Agar pengalaman mendaki lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan keluarga: Pilih gunung ramah anak dengan jalur pendek, landai, dan fasilitas yang memadai. Siapkan perlengkapan mendaki yang sesuai usia anak (jaket, sepatu, topi, makanan ringan, dan air minum). Selalu dampingi anak saat mendaki, jangan biarkan berjalan sendiri jauh dari rombongan. Buat perjalanan menyenangkan dengan mengajak anak mengenal flora dan fauna di sekitar jalur. Jangan lupa dokumentasikan momen seru keluarga selama pendakian. Menyeimbangkan Aktivitas Outdoor dan Digital untuk Anak Mengenalkan anak pada petualangan di gunung ramah anak sangat penting untuk menanamkan cinta alam dan keberanian. Namun, jangan lupa juga untuk membekali anak dengan keterampilan abad 21 seperti coding dan literasi digital. Keseimbangan antara pengalaman outdoor dan penguasaan teknologi akan membuat anak semakin siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Jika Anda ingin anak mengenal coding secara seru dan interaktif, cobalah daftarkan anak Anda ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Biarkan mereka tumbuh menjadi generasi petualang yang cinta alam sekaligus cakap teknologi!
<strong>Apa Itu Deepfake? Dampaknya untuk Anak di 2025 dan Cara Bijak Menghadapinya</strong>
Apa Itu Deepfake? Dampaknya untuk Anak di 2025 dan Cara Bijak Menghadapinya
Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah menghadirkan banyak inovasi, salah satunya adalah teknologi deepfake. Belakangan ini, istilah “deepfake” semakin sering diperbincangkan, terutama setelah beredarnya video palsu yang tampak sangat nyata di media sosial. Namun, apa itu deepfake sebenarnya, dan mengapa orang tua perlu memahami serta waspada terhadap teknologi ini, terutama untuk perlindungan anak-anak? Artikel ini akan membahas apa itu deepfake, bagaimana cara kerjanya, serta dampak yang bisa ditimbulkan bagi anak. Selain itu, akan dibahas pula langkah-langkah yang bisa diambil orang tua untuk membekali anak menghadapi tantangan di era digital. Apa Itu Deepfake? Mengenal Teknologi di Balik Wajah Palsu Sebelum memahami dampaknya, penting bagi orang tua dan anak untuk tahu apa itu deepfake. Deepfake merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut video, gambar, atau audio yang dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sehingga tampak seperti asli, padahal sebenarnya palsu. Teknologi ini mampu mengganti wajah, suara, atau bahkan membuat seseorang berkata dan melakukan sesuatu yang tidak pernah terjadi di dunia nyata. Apa itu deepfake awalnya dikembangkan untuk tujuan hiburan dan sinematik, seperti membuat efek spesial di film. Namun, seiring kemajuan teknologi, deepfake kini banyak disalahgunakan, mulai dari pembuatan video hoaks, penipuan, hingga perundungan digital. Inilah sebabnya mengapa literasi digital dan edukasi soal deepfake menjadi semakin penting bagi keluarga Indonesia. Bagaimana Cara Kerja Deepfake? Agar anak-anak dan orang tua lebih memahami apa itu deepfake, mari kita bahas secara sederhana bagaimana teknologi ini bekerja. Deepfake menggunakan teknik machine learning, khususnya deep learning, untuk menganalisis dan meniru ekspresi wajah, suara, dan gerakan seseorang. Dengan kumpulan data video atau foto target, AI akan “belajar” pola-pola unik dari subjek, lalu menerapkannya pada video baru sehingga tampak sangat nyata. Hasil akhir deepfake sangat sulit dibedakan dengan rekaman asli, apalagi jika dilihat secara sekilas. Inilah yang membuat teknologi deepfake berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah, terutama untuk anak-anak yang belum memahami cara memverifikasi kebenaran informasi. Dampak Deepfake untuk Anak Setelah memahami apa itu deepfake, penting untuk mengenali berbagai dampak negatif yang bisa terjadi pada anak-anak di era digital: Penyebaran Hoaks dan DisinformasiAnak-anak bisa dengan mudah percaya pada video atau audio deepfake yang tampak meyakinkan, sehingga rentan terpapar berita palsu, fitnah, atau isu provokatif. Cyberbullying dan EksploitasiDeepfake bisa digunakan untuk membuat konten palsu yang mempermalukan atau mencemarkan nama baik anak, bahkan dijadikan alat perundungan atau eksploitasi secara digital. Penipuan dan Ancaman PrivasiData pribadi anak bisa dicuri lalu dipakai untuk membuat deepfake yang berpotensi digunakan dalam penipuan, pemerasan, atau tindak kriminal lain. Keraguan Diri dan Kesehatan MentalJika anak menjadi korban deepfake, mereka dapat mengalami stres, rasa malu, hingga trauma yang berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mental. Sulit Membedakan Fakta dan ManipulasiDi usia tumbuh kembang, anak belum sepenuhnya mampu membedakan konten asli dan palsu. Kurangnya literasi digital membuat mereka lebih mudah tertipu oleh manipulasi deepfake. Peran Orang Tua: Edukasi dan Perlindungan Memahami apa itu deepfake saja tidak cukup. Orang tua juga harus aktif memberikan edukasi dan membimbing anak untuk tetap aman di dunia digital. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan: Ajarkan Literasi Digital Sejak DiniDiskusikan bersama anak tentang apa itu deepfake, ciri-ciri konten palsu, serta pentingnya tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima online. Bangun Komunikasi TerbukaAjak anak selalu berdiskusi jika mereka menemukan konten mencurigakan atau merasa tidak nyaman dengan sesuatu di internet. Perkuat Proteksi Data PribadiBerikan pemahaman pada anak tentang pentingnya menjaga data pribadi, seperti foto, video, atau informasi identitas, agar tidak mudah tersebar. Jadilah TeladanOrang tua harus bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta tidak mudah menyebarkan konten yang belum terverifikasi. Kenalkan Aktivitas Digital yang PositifAlihkan perhatian anak pada aktivitas digital yang edukatif dan produktif, seperti belajar coding, membuat karya digital, atau eksplorasi pengetahuan baru. Coding: Cara Cerdas Melindungi Anak di Dunia Digital Salah satu langkah konkret untuk membekali anak menghadapi era deepfake adalah dengan mengenalkan mereka pada dunia coding. Dengan belajar coding, anak bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga paham bagaimana teknologi bekerja. Coding melatih logika, kemampuan analisis, serta membangun mental kritis dan kreatif. Anak yang belajar coding lebih mudah mengenali manipulasi digital dan memahami cara kerja AI di balik deepfake. Timedoor Academy menawarkan program belajar coding yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai usia anak. Anak-anak bisa belajar membuat aplikasi, game sederhana, hingga memahami konsep dasar AI dengan metode yang ramah dan mudah diikuti. Saatnya Cerdas Hadapi Deepfake, Mulai dari Rumah Di era digital, pengetahuan tentang apa itu deepfake wajib dimiliki setiap keluarga. Dengan pemahaman yang benar, edukasi literasi digital, dan keterampilan teknologi seperti coding, anak-anak akan lebih siap menghadapi ancaman dan peluang di dunia maya. Jangan biarkan anak jadi korban manipulasi digital! Daftarkan anak Anda ke free trial class di Timedoor Academy dan kenalkan mereka pada coding serta keamanan digital sejak dini.
float button