May 14, 2025

10 Daftar Makanan Tidak Sehat untuk Anak yang Perlu Dibatasi

10 Daftar Makanan Tidak Sehat untuk Anak yang Perlu Dibatasi image

Memastikan anak tumbuh sehat dan kuat menjadi prioritas bagi setiap orang tua. Salah satu faktor penting yang sering kali terabaikan adalah asupan makanan sehari-hari. Di tengah maraknya produk makanan modern, orang tua perlu lebih berhati-hati terhadap makanan tidak sehat untuk anak. Jenis makanan ini sering kali tampak menarik bagi anak-anak, namun mengandung risiko kesehatan yang serius jika dikonsumsi berlebihan.

Artikel ini akan membahas secara rinci 10 jenis makanan tidak sehat untuk anak yang sebaiknya dibatasi konsumsinya, serta alasan mengapa pengawasan terhadap pola makan anak menjadi semakin penting.

1. Makanan Cepat Saji

makanan tidak sehat untuk anak

Makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, dan ayam goreng menjadi favorit banyak anak karena rasanya yang gurih dan penyajiannya yang praktis. Namun, makanan ini mengandung lemak jenuh, kalori berlebih, dan garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme, menjadikannya sebagai salah satu contoh makanan tidak sehat untuk anak.

2. Mie Instan

makanan tidak sehat

Mie instan sering menjadi solusi praktis bagi keluarga yang sibuk. Sayangnya, mie instan mengandung sodium (garam) dan bahan pengawet dalam kadar tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, mie instan termasuk makanan tidak sehat untuk anak karena dapat membebani fungsi ginjal dan meningkatkan risiko hipertensi di usia muda.

3. Camilan Kemasan

Camilan seperti keripik, snack berbumbu, dan makanan ringan kemasan lainnya umumnya tinggi kandungan MSG, lemak trans, dan natrium. Meski digemari anak-anak, camilan ini minim kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Oleh sebab itu, camilan kemasan termasuk dalam daftar makanan tidak sehat untuk anak yang harus diawasi konsumsinya.

4. Permen dan Makanan Manis

Permen, cokelat, dan makanan manis lainnya mengandung gula tambahan yang sangat tinggi. Konsumsi berlebihan tidak hanya menyebabkan kerusakan gigi, tetapi juga meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Permen merupakan contoh klasik makanan tidak sehat untuk anak yang sering kali dikonsumsi tanpa batasan.

5. Minuman Bersoda

Minuman bersoda penuh dengan gula dan zat aditif seperti pewarna serta perasa buatan. Selain berkontribusi pada peningkatan berat badan, konsumsi minuman bersoda secara rutin dapat mengganggu kesehatan tulang dan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, minuman bersoda termasuk makanan tidak sehat untuk anak yang sebaiknya dihindari.

6. Sereal Manis

Banyak produk sereal dipromosikan sebagai sarapan sehat, padahal kenyataannya mengandung gula dalam jumlah tinggi dan rendah serat. Sereal dengan kadar gula berlebihan termasuk makanan tidak sehat untuk anak karena dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko resistensi insulin.

7. Es Krim Kemasan

Es krim kemasan memang menjadi camilan favorit anak-anak, namun produk ini biasanya mengandung lemak jenuh dan gula tambahan yang tinggi. Konsumsi rutin es krim tanpa pengawasan bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak, menjadikannya sebagai salah satu makanan tidak sehat untuk anak yang perlu dibatasi.

8. Minuman Boba dan Sejenisnya

Tren minuman kekinian seperti boba tea juga menarik perhatian anak-anak. Kandungan gula yang sangat tinggi serta tambahan krimer dan perasa buatan membuat minuman ini masuk dalam kategori makanan tidak sehat untuk anak. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolik dan kecanduan gula.

9. Gorengan Pinggir Jalan

Gorengan yang dijual di pinggir jalan sering kali menggunakan minyak yang telah dipakai berulang kali, meningkatkan kadar lemak trans yang berbahaya. Selain itu, standar kebersihan yang kurang memadai menambah risiko kontaminasi bakteri. Karena itu, gorengan termasuk dalam daftar makanan tidak sehat untuk anak.

10. Kue dan Roti Manis Berpengawet

Kue dan roti manis yang dijual secara massal biasanya mengandung pengawet, pewarna buatan, dan kadar gula tinggi. Meski tampak sepele, konsumsi produk ini secara rutin dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang, sehingga termasuk dalam makanan tidak sehat untuk anak.

Mengapa Pengawasan Pola Makan Anak Itu Penting?

Makanan tidak sehat untuk anak tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh lebih rentan mengalami gangguan konsentrasi, kelelahan, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengatur asupan makanan sangatlah krusial. Memberikan edukasi tentang pentingnya makanan bergizi sejak dini akan membantu anak membangun kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan.

Sehatkan Pola Makan Anak, Cerdas di Era Digital

Selain menjaga pola makan, pengembangan potensi anak di bidang digital juga patut diperhatikan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengenalkan anak pada dunia coding. Belajar coding sejak dini dapat melatih logika, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah, yang semuanya bermanfaat bagi masa depan anak.

Timedoor Academy menyediakan program coding khusus anak dengan metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Daftarkan anak Anda sekarang di kelas gratis dari Timedoor Academy dan berikan bekal terbaik untuk masa depan sang buah hati.

Artikel Lainnya

Cara Menghadapi Anak Tantrum: Tips Bijak agar Orang Tua Tetap Tenang
Cara Menghadapi Anak Tantrum: Tips Bijak agar Orang Tua Tetap Tenang
Sebagai orang tua, menghadapi anak yang sedang tantrum memang sering jadi ujian kesabaran. Tiba-tiba anak menangis kencang, marah, berteriak, bahkan sampai melempar barang. Situasi ini bisa bikin siapa pun stres. Karena itu, penting banget buat orang tua tahu cara menghadapi anak tantrum dengan tenang dan tepat. Di artikel ini, kita akan bahas tuntas cara menghadapi anak tantrum, dari kenapa anak bisa tantrum sampai langkah-langkah praktis untuk menghadapinya. Dengan pendekatan yang sabar dan positif, tantrum justru bisa jadi momen belajar yang berharga — bukan cuma buat anak, tapi juga untuk orang tuanya.   Kenapa Sih Anak Suka Tantrum? Sebelum mencari tahu cara menghadapi anak tantrum, penting buat paham dulu alasannya. Tantrum sebenarnya hal yang wajar, terutama pada anak usia 1-4 tahun. Biasanya terjadi karena anak belum bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Jadi, saat mereka merasa lelah, lapar, kecewa, atau frustasi, tantrum pun terjadi sebagai cara "berkomunikasi". Bukan berarti anak nakal atau sengaja cari perhatian. Mereka hanya belum tahu cara yang tepat buat mengelola emosinya.   Cara Menghadapi Anak Tantrum Tanpa Ikutan Emosi Berikut beberapa langkah simpel tapi efektif dalam cara menghadapi anak tantrum agar suasana tetap terkendali: 1. Orang Tua Harus Tetap Tenang Langkah pertama dan terpenting adalah mengendalikan emosi diri sendiri. Anak butuh melihat contoh cara mengelola emosi. Kalau orang tuanya panik atau marah, anak justru makin sulit ditenangkan. Cara menghadapi anak tantrum dimulai dari ketenangan orang tua.   2. Akui dan Hargai Perasaan Anak Jangan buru-buru menyuruh anak diam atau berhenti menangis. Sebaliknya, coba pahami dulu perasaannya. Misalnya, “Kamu kesal ya karena nggak boleh beli mainan itu?” Kalimat sederhana seperti ini bikin anak merasa dimengerti, bukan dimarahi.   3. Ajak Anak Alihkan Perhatian Kalau memungkinkan, coba alihkan perhatian anak ke hal lain yang lebih positif. Bisa dengan main bareng, baca buku cerita, atau ajak melakukan aktivitas sederhana yang disukai. Ini salah satu cara menghadapi anak tantrum yang cukup ampuh buat anak kecil.   4. Tetap Konsisten dengan Aturan Jangan langsung menyerah dan menuruti semua keinginan anak hanya supaya dia berhenti menangis. Memang instan, tapi efeknya jangka panjang bisa bikin anak belajar kalau tantrum itu cara dapat apa yang dia mau. Tetap tegas, tapi dengan cara yang lembut.   5. Latih Anak Mengatur Napas Mengajarkan anak untuk menarik napas dalam-dalam saat marah adalah langkah bagus untuk jangka panjang. Ini bagian penting dari cara menghadapi anak tantrum karena membantu anak belajar mengendalikan dirinya sendiri.   Dari Tantrum ke Kegiatan Positif: Mengubah Energi Negatif Jadi Produktif Anak-anak butuh cara untuk menyalurkan emosi dan energi mereka. Salah satu kegiatan yang ternyata bisa membantu adalah coding. Kok bisa? Karena coding mengajarkan anak untuk berpikir runtut, sabar, dan fokus saat menyusun langkah-langkah. Ini sejalan dengan tujuan utama dari cara menghadapi anak tantrum: melatih anak mengenali dan mengelola perasaannya sendiri. Tentu, bukan berarti coding langsung bikin anak nggak tantrum. Tapi perlahan-lahan, aktivitas seperti ini bisa membantu anak belajar memecahkan masalah dengan kepala dingin.   Kunci Utama: Kesabaran dan Konsistensi Perlu diingat, cara menghadapi anak tantrum itu proses. Tidak ada solusi instan. Anak butuh waktu untuk belajar mengatur emosinya. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesabaran dari orang tua dalam menghadapi setiap situasi. Tantrum bukan bencana, tapi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang cara menghadapi rasa kecewa dan marah dengan cara yang lebih sehat.   Dukung Anak Tumbuh dengan Emosi yang Sehat Tantrum memang melelahkan, tapi dengan pendekatan yang tepat, ini bisa jadi momen belajar bagi anak dan orang tua. Cara menghadapi anak tantrum bukan soal siapa yang lebih keras, tapi siapa yang lebih sabar dan bijak. Sebagai tambahan, membiasakan anak dengan aktivitas yang membangun seperti belajar coding bisa jadi cara baru melatih kesabaran, logika, dan problem-solving mereka sejak dini. Mau tahu caranya? Timedoor Academy punya program kelas coding gratis yang dikemas dengan cara menyenangkan dan ramah anak. Yuk, daftarkan anak Anda dan berikan pengalaman belajar yang seru untuk si buah hati!
Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak dengan Coding di 2025
Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak dengan Coding di 2025
Kepercayaan diri adalah hal penting yang perlu dikembangkan sejak dini pada setiap anak. Namun, bagi anak yang introvert, membangun rasa percaya diri bisa menjadi tantangan tersendiri. Anak introvert cenderung lebih pendiam, menyukai waktu sendiri, dan mungkin merasa canggung dalam situasi sosial. Salah satu cara meningkatkan kepercayaan diri anak yang efektif adalah melalui kegiatan coding. Artikel ini akan membahas bagaimana coding dapat menjadi media yang mendukung perkembangan anak introvert, sekaligus memberikan tips tentang cara meningkatkan kepercayaan diri anak secara umum. Memahami Anak Introvert dan Tantangan Kepercayaan Diri Anak introvert biasanya lebih suka beraktivitas sendiri atau dalam kelompok kecil, dan mereka lebih menikmati waktu tenang untuk berpikir dan berkreasi. Dalam lingkungan sosial yang luas, mereka mungkin merasa kurang nyaman atau sulit mengekspresikan diri, yang dapat berdampak pada rasa percaya diri mereka. Cara meningkatkan kepercayaan diri pada anak introvert bukan berarti harus memaksa mereka menjadi ekstrovert, tapi membantu mereka menemukan cara yang sesuai untuk merasa nyaman dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Di sinilah coding bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat. Coding sebagai Media Membangun Kepercayaan Diri Anak Introvert Coding adalah aktivitas yang memungkinkan anak belajar dan berkreasi dalam suasana yang terkontrol dan tidak menekan. Beberapa hal berikut menjelaskan bagaimana coding bisa orang tua dalam mengaplikasikan cara meningkatkan kepercayaan diri anak: 1. Ruang Kreatif untuk Ekspresi Diri Coding memberikan kesempatan kepada anak untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam bentuk nyata, seperti game, animasi, atau aplikasi sederhana. Anak introvert yang mungkin kesulitan mengekspresikan diri secara verbal, bisa menyalurkan kreativitas mereka melalui coding. Melihat hasil karya sendiri tentu sangat memuaskan dan meningkatkan rasa percaya diri. 2. Pembelajaran Berbasis Proyek yang Terukur Dalam coding, anak belajar melalui proyek yang jelas dan terukur. Setiap langkah coding yang berhasil membuat anak merasa pencapaiannya nyata. Proses ini membangun keyakinan bahwa mereka mampu mengatasi tantangan dan menyelesaikan masalah. 3. Fokus pada Keterampilan Individual Coding mengizinkan anak introvert untuk bekerja secara mandiri dengan fokus pada pemecahan masalah. Tanpa tekanan sosial yang berlebihan, mereka bisa lebih leluasa belajar dan berkembang dengan cara mereka sendiri. Hal ini memperkuat rasa percaya diri karena anak tahu mereka bisa berhasil tanpa harus mengikuti tekanan kelompok. 4. Lingkungan Belajar yang Mendukung Platform belajar coding yang ramah anak dan komunitas kecil memungkinkan anak introvert merasa aman dan diterima. Mereka bisa berinteraksi sesuai kemampuan dan kenyamanan mereka, tanpa harus merasa terbebani oleh ekspektasi sosial yang tinggi. Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Secara Umum Selain menggunakan coding sebagai media, ada beberapa alterantif lain yang bisa dilakukan orang tua dan pendidik sebagai cara meningkatkan kepercayaan diri anak, khususnya bagi anak introvert: 1. Kenali dan Hargai Keunikan Anak Setiap anak berbeda, dan penting untuk menerima karakter anak tanpa memaksakan perubahan. Menghargai keunikan anak membantu mereka merasa diterima dan percaya diri menjadi diri sendiri. 2. Berikan Dukungan Positif dan Apresiasi Memberikan pujian yang tulus atas usaha dan pencapaian anak dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri. Fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir. 3. Dorong Anak Mengambil Risiko yang Sesuai Biarkan anak mencoba hal-hal baru dalam lingkungan yang aman. Pengalaman berhasil melewati tantangan akan membangun rasa percaya diri mereka. 4. Latih Keterampilan Sosial secara Bertahap Bantu anak introvert berlatih berinteraksi dalam situasi sosial yang nyaman dan terkontrol. Misalnya, ikut klub kecil atau kegiatan yang sesuai minat mereka. 5. Jadilah Contoh yang Baik Orang tua yang menunjukkan sikap percaya diri dan positif akan menjadi contoh bagi anak untuk meniru. Mendukung Anak dengan Program Coding yang Menyenangkan Untuk memaksimalkan manfaat coding dalam cara meningkatkan kepercayaan diri anak, pilihlah program belajar coding yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami. Timedoor Academy adalah salah satu program yang menawarkan pendekatan seperti ini. Timedoor Academy menyediakan kelas coding yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, serta mendampingi anak belajar dengan cara yang interaktif dan penuh semangat. Orang tua pun bisa merasakan tenang karena metode pembelajaran yang digunakan sangat ramah untuk anak introvert sekalipun. Selain itu, Timedoor Academy menyediakan free trial class sehingga anak dan orang tua bisa mencoba belajar coding tanpa komitmen. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk merasakan pengalaman belajar coding yang menyenangkan dan mendukung pengembangan kepercayaan diri mereka.
<strong>7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar</strong>
7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar
Teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan salah satu inovasi paling menarik yang sedang membentuk masa depan adalah Virtual Reality (VR). Dulu, VR mungkin terdengar seperti konsep dari film fiksi ilmiah, tetapi sekarang, teknologi ini sudah menjadi bagian nyata dari dunia pendidikan, hiburan, dan bahkan pelatihan profesional. Dengan kemampuannya menciptakan pengalaman imersif yang mendalam, fungsi VR di masa depan diprediksi akan menjadi salah satu elemen paling penting dalam dunia digital yang terus berevolusi. Virtual Reality memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan buatan yang terasa sangat nyata melalui headset dan sensor. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini bukan hanya sekadar alat hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. Anak-anak dapat menjelajahi dunia luar angkasa, mempelajari anatomi tubuh manusia, atau bahkan melakukan eksperimen ilmiah secara virtual tanpa risiko nyata. Namun, seberapa penting sebenarnya fungsi VR di masa depan, dan bagaimana teknologi ini bisa membentuk cara anak-anak kita belajar dan berkembang? Berikut tujuh alasan kuat mengapa setiap orang tua perlu memahami potensi besar dari teknologi ini. 1. Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Lebih Realistis Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling menjanjikan adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam dan nyata. Alih-alih hanya membaca dari buku atau menonton video, anak-anak dapat “masuk” langsung ke dalam materi pembelajaran. Misalnya, ketika mempelajari sejarah, mereka bisa menjelajahi piramida Mesir atau menyaksikan peristiwa bersejarah seolah mereka benar-benar berada di sana. Pembelajaran berbasis pengalaman ini meningkatkan pemahaman konsep dan daya ingat anak. Dengan keterlibatan indera yang lebih banyak, otak mereka memproses informasi dengan cara yang lebih bermakna. 2. Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Anak Belajar sering kali menjadi tantangan bagi anak-anak, terutama jika metode pembelajaran terasa monoton. Melalui fungsi VR di masa depan, kegiatan belajar dapat berubah menjadi sesuatu yang seru dan penuh petualangan. Bayangkan anak-anak yang belajar coding, fisika, atau biologi dalam dunia virtual di mana setiap pelajaran menjadi permainan interaktif. VR memberikan sensasi eksplorasi dan penemuan yang membuat anak lebih termotivasi untuk belajar. Tidak hanya itu, teknologi ini juga membantu anak yang memiliki gaya belajar visual atau kinestetik untuk lebih memahami materi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. 3. Mengembangkan Empati dan Pemahaman Sosial Selain pendidikan formal, fungsi VR di masa depan juga dapat berperan penting dalam mengembangkan empati dan kesadaran sosial. Dengan VR, anak-anak dapat merasakan bagaimana rasanya berada dalam situasi orang lain, seperti mengalami kehidupan di negara berbeda atau memahami tantangan yang dihadapi oleh individu dengan keterbatasan fisik. Pengalaman ini memperluas perspektif anak dan menumbuhkan nilai-nilai seperti kepedulian, empati, dan rasa hormat terhadap keberagaman. Di era globalisasi, kemampuan ini sangat berharga untuk membentuk generasi yang lebih inklusif dan berwawasan luas. 4. Mendukung Pembelajaran Keterampilan Teknis dan Praktis Dalam dunia kerja masa depan, banyak profesi akan memanfaatkan VR untuk pelatihan dan simulasi. Oleh karena itu, memahami fungsi VR di masa depan menjadi penting sejak dini. Misalnya, di bidang kedokteran, mahasiswa kedokteran dapat menggunakan VR untuk berlatih operasi tanpa risiko terhadap pasien nyata. Di industri penerbangan, calon pilot dapat belajar mengendalikan pesawat melalui simulasi realistis. Bahkan di dunia desain, arsitek dapat membuat dan “menjelajahi” bangunan secara virtual sebelum benar-benar dibangun. Dengan demikian, anak-anak yang terbiasa menggunakan VR sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan karena mereka memahami cara teknologi ini bekerja dan bagaimana mengaplikasikannya secara praktis. 5. Mendorong Kreativitas dan Inovasi VR bukan hanya tentang melihat dunia buatan, tetapi juga tentang menciptakannya. Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling kuat adalah kemampuannya untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Melalui platform VR, anak-anak bisa merancang dunia virtual mereka sendiri, membuat karakter, atau bahkan memprogram interaksi di dalamnya. Ini memberi peluang besar untuk menggabungkan imajinasi, seni, dan teknologi. Selain menyenangkan, proses ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving yang penting untuk masa depan. 6. Menyediakan Lingkungan Aman untuk Eksperimen dan Kesalahan Salah satu keunggulan besar dari fungsi VR di masa depan adalah kemampuannya menciptakan lingkungan yang aman untuk belajar dari kesalahan. Dalam dunia virtual, anak-anak dapat mencoba berbagai eksperimen tanpa takut gagal atau menimbulkan kerugian nyata. Hal ini sangat berguna dalam pembelajaran sains, teknik, dan pemrograman, di mana kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar. Anak-anak dapat melakukan simulasi berulang kali hingga mereka memahami konsep dengan benar, membangun rasa percaya diri dan keingintahuan yang sehat. 7. Membuka Peluang Baru di Dunia Pendidikan dan Karier Teknologi VR membuka jalan baru dalam dunia pendidikan global. Dengan fungsi VR di masa depan, anak-anak dari berbagai belahan dunia dapat belajar bersama dalam ruang kelas virtual, berinteraksi dengan guru dari negara lain, dan mengakses sumber daya pendidikan berkualitas tinggi tanpa batas geografis. Selain itu, industri yang berbasis VR seperti desain game, pengembangan aplikasi, pelatihan digital, dan hiburan juga akan terus berkembang pesat. Anak-anak yang memahami dan mampu beradaptasi dengan teknologi ini akan memiliki peluang karier yang lebih luas dan menarik di masa depan. Bagaimana Timedoor Academy Membekali Anak dengan Pemahaman Teknologi Masa Depan Timedoor Academy percaya bahwa masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga oleh pemahaman mereka terhadap teknologi. Melalui pembelajaran interaktif dan menyenangkan, siswa diperkenalkan pada dunia coding, desain digital, dan teknologi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk fungsi VR di masa depan. Di bawah bimbingan mentor profesional, setiap anak diajak untuk menjelajahi teknologi dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kreativitas. Tujuannya adalah membantu anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta yang inovatif dan berpikiran maju. Mulai Perjalanan Teknologi Anak Anda Hari Ini Teknologi seperti VR bukan hanya tren sesaat, melainkan bagian penting dari masa depan pendidikan dan karier anak. Jika Anda ingin anak Anda siap menghadapi masa depan dengan keterampilan digital yang kuat dan pemahaman mendalam tentang fungsi VR di masa depan, kini saatnya mengambil langkah pertama.Daftarkan anak Anda untuk kelas uji coba gratis di Timedoor Academy hari ini dan temukan bagaimana pembelajaran digital dapat menjadi pengalaman yang seru, aman, dan penuh inspirasi bagi masa depan mereka.
float button