Mar 09, 2026

Kenapa Roblox Dibanned di Indonesia? Ini Penjelasan Komdigi dan Cara Anak Tetap Kreatif Tanpa Risiko!

Kenapa Roblox Dibanned di Indonesia? Ini Penjelasan Komdigi dan Cara Anak Tetap Kreatif Tanpa Risiko! image

Sumber: katadata.co.id

Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Di media sosial, pernyataan resmi mengenai pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah umur mulai ramai dibicarakan. Banyak orang tua yang bertanya-tanya: “Apakah benar Roblox akan dilarang?”

Melalui pernyataan resminya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari risiko digital. Komdigi menyatakan bahwa mulai 28 Maret 2026, akses ke media sosial (seperti TikTok dan Instagram) serta platform permainan seperti Roblox akan dibatasi bagi anak di bawah usia 16 tahun. Hal ini dilakukan karena platform tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi terhadap paparan konten yang tidak sesuai usia.

Mengapa Pemerintah Khawatir?

Kita harus mengakui bahwa keamanan anak di dunia maya adalah tantangan besar. Sebagai platform yang sangat populer, Roblox memang memiliki risiko jika digunakan tanpa pengawasan ketat, terutama terkait interaksi dengan orang asing atau konten buatan pengguna yang belum terfilter sepenuhnya. Hal inilah yang mendasari langkah tegas pemerintah untuk meminimalisir dampak negatif pada kesehatan mental dan keamanan anak-anak kita.

Kabar Baik: Roblox Terus Memperketat Keamanan

Meski ada isu pemblokiran, penting bagi Ayah Bunda untuk mengetahui bahwa secara global, Roblox sendiri terus melakukan pembaruan besar pada sistem keamanannya. Berdasarkan informasi dari Internet Matters dan The Guardian, Roblox telah meluncurkan fitur-fitur baru untuk memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua:

  • Akun Orang Tua (Parental Accounts): Orang tua kini bisa menautkan akun mereka ke akun anak untuk memantau aktivitas secara langsung.
  • Pembatasan Usia di Bawah 13 Tahun: Anak-anak di bawah usia 13 tahun kini dibatasi untuk mengakses fitur chat di luar permainan dan dilarang masuk ke kategori social hangout yang dianggap kurang edukatif.
  • Label Kematangan Konten: Sistem rating yang lebih jelas untuk memastikan anak hanya memainkan konten yang sesuai dengan kategori usianya.

Jangan Biarkan Anak Sedih, Alihkan Menjadi “Kreator” 

Melihat isu ini, kita perlu melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Masalah utamanya bukan pada “Roblox”-nya, melainkan pada bagaimana cara anak menggunakannya. Di Timedoor Academy, kami membantu anak-anak beralih dari sekadar Pemain (User) yang pasif menjadi Pencipta (Creator) yang produktif melalui Roblox Studio.

Mengapa belajar di Roblox Studio itu aman dan bermanfaat?

  1. Platform Produktif: Roblox Studio bukanlah tempat bermain game, melainkan tools pengembangan game profesional. Hingga saat ini, belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio karena fungsinya adalah untuk pendidikan dan kreativitas.
  2. Belajar Skill Masa Depan: Melalui kurikulum kami, anak belajar logika pemrograman (coding), matematika, hingga bahasa Inggris dengan cara yang sangat menyenangkan.
  3. Game Edukatif: Game yang kami ajarkan di Timedoor Academy difokuskan pada konten edukasi, sehingga anak belajar membangun dunia digital yang positif.

Komitmen Keamanan di Timedoor Academy

Ayah Bunda, jangan khawatir! Di Timedoor Academy, kami berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan belajar anak-anak Anda. Kami memprioritaskan lingkungan belajar yang aman, terutama dalam pengajaran coding melalui Roblox Studio. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang kami ambil untuk melindungi siswa kami:

  • Tetap Mendampingi Sepenuhnya: Fokus utama kami adalah mengembangkan kemampuan produktif anak melalui coding. Oleh karena itu, kami akan terus mendampingi siswa dalam menggunakan Roblox Studio selama belum ada larangan resmi dari pemerintah. Ini memastikan pembelajaran siswa tetap berjalan lancar.
  • Verifikasi Identitas: Jika regulasi baru mewajibkan verifikasi yang lebih ketat, kami akan meminta persetujuan dari Anda sebagai orang tua untuk menggunakan ID resmi. Tujuannya? Memastikan akun anak tetap legal, aman, dan sepenuhnya sesuai dengan aturan pemerintah, sehingga Anda bisa tenang melihat anak berkreasi.
  • Transparansi Total untuk Orang Tua: Kami percaya pada keterbukaan penuh. Anda selalu bisa mengakses dan mengecek semua detail aktivitas anak selama kelas, mulai dari proyek coding hingga interaksi apa pun.

Dengan pendekatan ini, Timedoor Academy bukan hanya tempat belajar coding, tapi juga mitra terpercaya dalam mendidik anak dengan aman.

Kesimpulan untuk Ayah Bunda Daripada memfokuskan energi pada rasa kecewa anak karena akses bermain yang dibatasi, mari kita ajak mereka melihat peluang baru. Ubah rasa “kehilangan” mereka menjadi semangat untuk berkarya. Bersama Timedoor Academy, anak tidak lagi sekadar menghabiskan waktu di depan layar, tapi mereka sedang membangun masa depan mereka sendiri sebagai kreator teknologi.

Ingin konsultasi lebih lanjut tentang cara mengarahkan hobi teknologi anak menjadi lebih positif? Mari bergabung dengan komunitas kami di Timedoor Academy!

Siapkan masa depan si kecil melalui pengalaman belajar yang seru. Yuk, daftar sesi free trial sekarang!

Artikel Lainnya

5 Dangerous Games for Kids Parents Should Watch Out For in 2025
5 Daftar Game yang Berbahaya untuk Anak: Waspadai Sebelum Terlambat!
Perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, termasuk untuk dunia pendidikan. Namun di sisi lain, kemudahan akses ke dunia digital juga membuka celah munculnya game yang berbahaya untuk anak. Banyak orang tua mungkin mengira semua game adalah hiburan biasa, padahal ada sejumlah game yang memiliki dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Dalam artikel ini, kita akan membahas daftar game yang berbahaya untuk anak, apa saja bahayanya, dan bagaimana orang tua bisa mengarahkan anak ke aktivitas digital yang lebih bermanfaat. Mengapa Game Bisa Berbahaya untuk Anak? Sebelum masuk ke daftar game yang berbahaya untuk anak, penting untuk memahami dulu apa saja bahaya game untuk anak. Beberapa efek negatif yang sering terjadi antara lain: Kecanduan BermainGame dengan sistem reward cepat atau endless play membuat anak sulit berhenti bermain, mengganggu waktu belajar dan istirahat. Konten Kekerasan dan AgresifGame bergenre tembak-menembak atau perkelahian bisa mempengaruhi emosi anak, membuat mereka lebih mudah marah dan meniru perilaku agresif. Interaksi Sosial yang NegatifGame online memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing tanpa filter, yang bisa mengarah ke cyberbullying atau paparan kata-kata kasar. Mengabaikan Aktivitas FisikTerlalu lama bermain game membuat anak malas bergerak, berdampak pada kesehatan fisik seperti obesitas atau gangguan postur tubuh. Paparan Iklan dan Transaksi MikroTanpa disadari, anak sering terjebak dalam pembelian item berbayar atau terpapar iklan yang tidak sesuai usianya. Daftar Game yang Berbahaya untuk Anak Berikut beberapa contoh game yang berbahaya untuk anak dan alasan mengapa sebaiknya dihindari atau diawasi ketat. 1. Free Fire Game battle royale ini dikenal dengan gameplay cepat dan visual kekerasan yang cukup intens. Meskipun populer, bahaya game untuk anak dari Free Fire adalah risiko kecanduan dan pengaruh agresivitas. 2. PUBG Mobile Sama seperti Free Fire, PUBG Mobile menampilkan adegan tembak-menembak yang kurang cocok untuk anak-anak. Game ini juga memicu kompetisi berlebihan yang bisa berdampak pada kesehatan mental anak. 3. Call of Duty Mobile Game ini mengandung konten kekerasan dengan level realistis yang lebih tinggi. Anak-anak rentan terpengaruh karena intensitas visual dan suara tembakannya. 4. Grand Theft Auto (GTA) Series GTA dikenal sebagai game dengan konten dewasa, kekerasan ekstrem, dan unsur kriminal. Sangat tidak disarankan untuk dimainkan anak-anak. 5. Roblox (Tanpa Pengawasan) Meskipun secara umum Roblox dianggap aman, namun banyak mini-game di dalamnya yang dibuat oleh pengguna tanpa filter konten ketat. Ini bisa membuka celah anak terpapar game dengan tema kekerasan atau perilaku negatif. Bahaya Game untuk Anak Jika Tidak Diawasi Tanpa pengawasan, bahaya game untuk anak bisa semakin luas. Tidak hanya soal waktu bermain, namun juga pola pikir, kebiasaan buruk, bahkan risiko keamanan data pribadi. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk terlibat aktif, bukan hanya dengan melarang, tapi mengarahkan. Alih-alih hanya melarang bermain, orang tua bisa mengenalkan aktivitas digital yang lebih positif dan terarah. Arahkan ke Kegiatan Digital yang Mendidik Salah satu cara untuk mengalihkan perhatian anak dari game yang berbahaya untuk anak adalah dengan mengenalkan mereka pada aktivitas digital yang lebih bermanfaat, seperti coding. Belajar coding tidak hanya menyenangkan, tapi juga melatih logika, fokus, dan kesabaran. Kegiatan ini mengajarkan anak untuk berpikir runtut, memecahkan masalah, dan menciptakan sesuatu dari ide mereka sendiri. Dengan pendekatan yang fun dan interaktif, anak tetap bisa menikmati dunia digital tanpa terjebak dalam konten negatif. Tips Orang Tua dalam Menghadapi Bahaya Game untuk Anak Agar anak tidak terjebak dalam game yang berbahaya untuk anak, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan: Awasi jenis game yang dimainkan anak, cek rating usia dan ulasan dari sumber terpercaya. Batasi durasi bermain game dengan aturan yang konsisten. Libatkan anak dalam diskusi tentang bahaya game untuk anak, bukan hanya melarang sepihak. Arahkan anak ke aktivitas digital yang lebih produktif, seperti coding, desain, atau animasi. Jadwalkan aktivitas fisik dan waktu berkualitas di luar layar untuk menjaga keseimbangan. Bijak dalam Menghadapi Dunia Digital Tidak semua game itu buruk, namun penting bagi orang tua untuk bisa membedakan mana game yang berbahaya untuk anak dan mana yang masih dalam batas aman. Kuncinya bukan hanya soal membatasi, tapi juga mengarahkan anak agar dunia digital menjadi sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Mengenalkan anak pada coding bisa menjadi langkah awal yang bagus. Coding tidak hanya melatih pola pikir, tapi juga membuka peluang bagi anak untuk memahami dunia digital dari sisi positif dan kreatif. Daftar Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy Timedoor Academy menyediakan program kelas coding gratis untuk anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Ini bisa menjadi alternatif menarik agar anak tetap produktif di dunia digital. Klik di sini untuk mendaftar dan kenalkan anak pada aktivitas digital yang bermanfaat: Daftar Kelas Gratis Timedoor Academy
The Role Of Ai For Kids Education
Peran AI dalam Pendidikan Anak — Manfaat dan Tantangan
Menyambut Masa Depan: AI dalam Pendidikan Anak Bayangkan seorang anak belajar Matematika dari tutor virtual yang bisa menjelaskan konsep rumit dengan sabar, kapan saja dibutuhkan. Atau belajar bahasa asing lewat game interaktif yang sesuai minat dan kecepatan belajar mereka. Ini bukan imajinasi—ini adalah hasil nyata dari kemajuan AI dalam pendidikan anak. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam dunia pendidikan, termasuk untuk anak-anak. Teknologi ini membuka pintu untuk pengalaman belajar yang lebih personal, fleksibel, dan menyenangkan. Tak hanya untuk siswa sekolah menengah atau perguruan tinggi, teknologi AI kini mulai dirancang khusus agar ramah bagi anak-anak usia dini hingga remaja. Ini berarti pendekatannya pun harus intuitif, visual, dan menyenangkan—karena cara belajar anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Mengapa AI Relevan dalam Pendidikan Anak? Anak-anak adalah pembelajar alami. Mereka memiliki rasa ingin tahu tinggi dan cepat beradaptasi. Inilah alasan mengapa AI dalam pendidikan anak sangat relevan—teknologi ini mampu menghadirkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dengan menggunakan algoritma cerdas, AI dapat: Menyusun materi belajar berdasarkan performa anak. Menyesuaikan metode belajar agar lebih efektif. Memberikan umpan balik instan saat anak mengalami kesulitan. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk memahami pola belajar anak—misalnya, topik apa yang membuat mereka kesulitan, kapan mereka lebih produktif, atau bagaimana gaya belajar mereka. Semuanya dilakukan secara otomatis dan terus berkembang seiring waktu. Manfaat AI dalam Pendidikan Anak 1. Pembelajaran Lebih Personal Setiap anak unik, dan AI memungkinkan sistem untuk memahami kebutuhan spesifik mereka. Anak bisa belajar dalam kecepatan mereka sendiri tanpa tekanan untuk “mengejar” teman sekelas. Ini sangat membantu anak yang membutuhkan waktu lebih untuk memahami materi atau justru mereka yang cepat menangkap pelajaran dan butuh tantangan baru. 2. Interaktif dan Menyenangkan AI mampu mengubah pelajaran menjadi pengalaman yang menyenangkan. Game edukatif, kuis adaptif, dan simulasi interaktif membuat anak-anak tetap tertarik dan terlibat. Anak merasa mereka sedang “bermain” padahal sebenarnya sedang belajar—sebuah pendekatan yang sangat efektif di usia dini. 3. Umpan Balik Real-Time AI tidak perlu waktu untuk mengoreksi tugas. Anak bisa tahu di mana mereka salah dan langsung memperbaikinya. Ini membantu membangun pemahaman lebih cepat dan percaya diri lebih tinggi. Bahkan, sistem AI bisa memberikan rekomendasi materi tambahan secara otomatis jika anak mengalami kesulitan dalam suatu topik. 4. Membantu Anak dengan Kebutuhan Khusus AI dapat menjadi alat bantu luar biasa untuk anak-anak yang memiliki gaya belajar khusus atau tantangan tertentu. Misalnya, anak dengan disleksia dapat dibantu oleh program AI yang membaca teks keras-keras atau menyederhanakan instruksi. 5. Efisiensi bagi Orang Tua dan Guru Dengan laporan otomatis dari platform berbasis AI, orang tua dan guru bisa lebih mudah memantau kemajuan anak. Waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk koreksi tugas bisa digunakan untuk memberikan perhatian lebih secara emosional atau membimbing secara langsung. Contoh Nyata Penggunaan AI dalam Pendidikan Anak Beberapa platform pembelajaran sudah menerapkan AI secara aktif dan terbukti berdampak positif: Socratic by Google: Anak hanya perlu memotret soal pelajaran dan aplikasi ini akan menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya. Tynker: Mengajarkan coding secara visual dan menarik melalui misi-misi kreatif. Duolingo: Belajar bahasa baru dengan pendekatan yang adaptif berdasarkan performa pengguna. Khan Academy Kids: Menggunakan AI untuk menyesuaikan materi belajar anak usia dini dengan animasi dan aktivitas seru. Semua platform ini menunjukkan bagaimana AI dalam pendidikan anak bisa menjembatani antara kebutuhan belajar dan teknologi modern. Tantangan dan Hal yang Perlu Diwaspadai Untuk AI Dalam pendidikan anak Meski penuh potensi, penerapan AI dalam pendidikan juga perlu diseimbangkan dengan kehati-hatian. Khususnya saat melibatkan anak-anak, ada beberapa aspek penting: Privasi dan Keamanan DataAnak-anak adalah kelompok yang rentan secara digital. Platform pembelajaran harus memiliki perlindungan data yang ketat agar informasi anak tidak disalahgunakan. Interaksi Sosial Masih DibutuhkanAI bisa jadi teman belajar, tapi bukan pengganti teman bermain. Anak tetap perlu bersosialisasi dan berinteraksi secara nyata untuk mengembangkan empati, kerja sama, dan keterampilan sosial lainnya. Kesenjangan Akses TeknologiMasih banyak anak yang belum memiliki akses ke perangkat atau koneksi internet yang layak. Ini tantangan besar agar implementasi AI dalam pendidikan anak bisa benar-benar merata. Ketergantungan Berlebih pada TeknologiJika tidak didampingi dengan bijak, anak bisa jadi terlalu bergantung pada AI. Padahal, penting juga bagi mereka untuk mengalami proses belajar manual, seperti membaca buku atau menulis tangan. Peran Orang Tua dan Guru: Pendamping Utama Teknologi Meskipun AI dapat mengoptimalkan proses belajar, peran manusia tetap tak tergantikan. Orang tua dan guru adalah pendamping terbaik bagi anak-anak saat mereka mengeksplorasi teknologi. Tips yang bisa diterapkan: Pilih platform yang terpercaya dan sesuai usia anak. Dampingi anak saat menggunakan aplikasi berbasis AI. Ajarkan etika digital sejak dini, seperti pentingnya menjaga data pribadi dan menggunakan teknologi secara bijak. Jadwalkan waktu belajar dan bermain dengan seimbang. Menuju Pendidikan Masa Depan yang Lebih Cerdas AI dalam pendidikan anak bukan tentang menggantikan guru atau orang tua. Ini tentang menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, adaptif, dan inklusif. Dengan penggunaan yang bijak, teknologi ini bisa membantu anak tumbuh menjadi pembelajar mandiri yang siap menghadapi tantangan masa depan. Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa masa depan pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada cara kita menggunakannya. Saat AI menjadi bagian dari proses belajar anak, kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi pusat dari semua inovasi. Coba kelas gratis kami sekarang!
6 Best! Rekomendasi Kursus dan Les Coding Anak   Beserta Harga 2026
6 Best! Rekomendasi Kursus dan Les Coding Anak Beserta Harga 2026
Di era modern, kemampuan coding menjadi salah satu keterampilan penting yang membantu anak mengembangkan logika berpikir, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Tak heran jika semakin banyak orang tua mencari kursus coding anak atau les coding anak yang terpercaya agar anak mampu memahami teknologi sejak dini dan menciptakan karya digital sederhana, baik untuk kebutuhan belajar maupun pengembangan minat di bidang teknologi. Dengan mengikuti kursus coding anak dan les coding anak yang berkualitas, anak-anak dapat belajar konsep pemrograman secara bertahap, melatih pola pikir logis, serta meningkatkan kemampuan problem solving melalui berbagai proyek menarik seperti membuat game sederhana, animasi, atau aplikasi dasar. Berikut adalah 6 rekomendasi kursus dan les coding anak terbaik tahun 2026 lengkap dengan harga, program, dan keunggulannya masing-masing. 1. Timedoor Academy Sumber: https://timedooracademy Harga: Mulai Rp 470.000 (4x pertemuan) Timedoor Academy adalah sekolah coding yang menyediakan program teknologi untuk anak hingga remaja berdasarkan pendekatan STEM. Junior Coders akan mengeksplorasi logika pemrograman melalui aktivitas interaktif dan membangun situs web mereka sendiri untuk memamerkan karya mereka. Fitur Utama:  Kurikulum internasional Jepang dan UKPengajar global yang bersertifikatModul pembelajaran diakhiri dengan membuat portofolio (project based learning) Alamat: Online & Offline (Bali, Jakarta, Surabaya, Bogor, dll) Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. 2. Kodekiddo Sumber: https://kodekiddo.com/ Harga: Mulai Rp 350.000 - Rp 950.000 per bulan KodeKiddo merupakan kursus coding untuk anak yang dirancang untuk memperkenalkan konsep coding dan AI sejak dini. Fokus utamanya adalah mengajarkan logika pemrograman melalui metode yang menyenangkan dengan berbagai alat bantu seperti robotika dan game development. Fitur Utama:  Kombinasi personalized learning dan group challengesRuangan open space Kurikulum coding standar internasional dari pemula hingga advanced Alamat: Online & Offline (Jabodetabek, Bali, dll) Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. 3. Kodland Sumber: https://kodland.org/id Harga: Mulai Rp 200.000 (1x pertemuan) Kodland adalah sekolah coding internasional yang fokus pada anak-anak dan remaja usia 6–17 tahun. Dengan pendekatan belajar yang interaktif, Kodland membantu siswa mengubah hobi bermain game menjadi keahlian digital.  Fitur Utama:  Pilihan kelas individu dan grupKurikulum berbasis proyekPengembangan soft skills (berpikir kritis, logika, kreativitas) Alamat: Online Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. 4. Coding Bee Academy Sumber: https://codingbee.id/ Harga: Mulai Rp 3.000.000 (12x pertemuan) Coding Bee Academy adalah lembaga pendidikan coding yang menyediakan program pembelajaran komputer untuk anak usia 4 tahun hingga remaja. Kurikulumnya dirancang berdasarkan standar internasional dan fokus pada pengembangan kreativitas serta kemampuan problem solving Fitur Utama:  Kurikulum coding berbasis internasional (STEM)Pembelajaran dari dasar ilmu komputer hingga advanced programmingPengembangan holistik soft skills (kreativitas, logika, dan problem solving) Alamat: Online & On Site (Jakarta, Surabaya, Tangerang, dll) Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. 5. Koding Akademi Sumber: https://www.kodingakademi.id/ Harga: Mulai Rp 482.300 per bulan (4 kali pertemuan) Koding Akademi menawarkan pendidikan teknologi yang komprehensif mulai dari coding hingga robotika. Lembaga ini menekankan pada pembentukan karakter kreatif di era digital bagi anak-anak dan remaja. Fitur Utama:  Pembelajaran coding berbasis proyek (game dan animasi)Kurikulum standar internasional bertahap untuk pemula hingga level lanjutPengenalan konsep Artificial Intelligence Alamat: Online & Offline (Bali, Sidoarjo, Banyuwangi, Jember, Surabaya) Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. 6. Dumet School Sumber: https://www.dumetschool.com Harga: Mulai Rp 3.850.000 (10x pertemuan kelas privat) Dumet School adalah lembaga kursus IT yang menyediakan berbagai kelas digital, termasuk pemrograman untuk anak dan remaja. Materi pembelajaran mencakup dasar coding, pengembangan website, hingga pembuatan game sederhana dengan metode praktik langsung. Fitur Utama:  1 murid 1 instrukturSebagai Google Partner Indonesia dalam hal digitalBebas memilih hari & jam kursus  Alamat: Online & Offline (Jakarta, Depok) Hubungi bagian informasi kursus secara langsung untuk mendapatkan informasi selengkapnya atau kunjungi website di sini. Kenapa Kursus dan Les Coding Anak Penting? Mengikuti kursus coding anak maupun les coding anak akan memberikan bekal penting untuk masa depan. Anak belajar mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis dalam memecahkan berbagai masalah. Keterampilan ini juga sangat berguna saat anak mengikuti lomba, presentasi sekolah, atau saat berorganisasi. Selain pengembangan logis, jangan lupa pentingnya menyeimbangkan kemampuan kreativitas anak dengan penguasaan teknologi yang mumpuni dalam coding. Di era digital, penguasaan teknologi akan melengkapi anak agar semakin siap menghadapi tantangan zaman. Jika Anda ingin anak mengembangkan keterampilan digital, kenalkan mereka pada kelas coding kreatif di Timedoor Academy. Timedoor Academy adalah kursus coding No.1 dengan 10.000+ siswa dari seluruh dunia. Coba free trial class coding Timedoor Academy, agar anak lebih percaya diri, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan!
float button