Mar 09, 2026

Kenapa Roblox Dibanned di Indonesia? Ini Penjelasan Komdigi dan Cara Anak Tetap Kreatif Tanpa Risiko!

Kenapa Roblox Dibanned di Indonesia? Ini Penjelasan Komdigi dan Cara Anak Tetap Kreatif Tanpa Risiko! image

Sumber: katadata.co.id

Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Di media sosial, pernyataan resmi mengenai pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah umur mulai ramai dibicarakan. Banyak orang tua yang bertanya-tanya: “Apakah benar Roblox akan dilarang?”

Melalui pernyataan resminya, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak dari risiko digital. Komdigi menyatakan bahwa mulai 28 Maret 2026, akses ke media sosial (seperti TikTok dan Instagram) serta platform permainan seperti Roblox akan dibatasi bagi anak di bawah usia 16 tahun. Hal ini dilakukan karena platform tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi terhadap paparan konten yang tidak sesuai usia.

Mengapa Pemerintah Khawatir?

Kita harus mengakui bahwa keamanan anak di dunia maya adalah tantangan besar. Sebagai platform yang sangat populer, Roblox memang memiliki risiko jika digunakan tanpa pengawasan ketat, terutama terkait interaksi dengan orang asing atau konten buatan pengguna yang belum terfilter sepenuhnya. Hal inilah yang mendasari langkah tegas pemerintah untuk meminimalisir dampak negatif pada kesehatan mental dan keamanan anak-anak kita.

Kabar Baik: Roblox Terus Memperketat Keamanan

Meski ada isu pemblokiran, penting bagi Ayah Bunda untuk mengetahui bahwa secara global, Roblox sendiri terus melakukan pembaruan besar pada sistem keamanannya. Berdasarkan informasi dari Internet Matters dan The Guardian, Roblox telah meluncurkan fitur-fitur baru untuk memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua:

  • Akun Orang Tua (Parental Accounts): Orang tua kini bisa menautkan akun mereka ke akun anak untuk memantau aktivitas secara langsung.
  • Pembatasan Usia di Bawah 13 Tahun: Anak-anak di bawah usia 13 tahun kini dibatasi untuk mengakses fitur chat di luar permainan dan dilarang masuk ke kategori social hangout yang dianggap kurang edukatif.
  • Label Kematangan Konten: Sistem rating yang lebih jelas untuk memastikan anak hanya memainkan konten yang sesuai dengan kategori usianya.

Jangan Biarkan Anak Sedih, Alihkan Menjadi “Kreator” 

Melihat isu ini, kita perlu melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Masalah utamanya bukan pada “Roblox”-nya, melainkan pada bagaimana cara anak menggunakannya. Di Timedoor Academy, kami membantu anak-anak beralih dari sekadar Pemain (User) yang pasif menjadi Pencipta (Creator) yang produktif melalui Roblox Studio.

Mengapa belajar di Roblox Studio itu aman dan bermanfaat?

  1. Platform Produktif: Roblox Studio bukanlah tempat bermain game, melainkan tools pengembangan game profesional. Hingga saat ini, belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio karena fungsinya adalah untuk pendidikan dan kreativitas.
  2. Belajar Skill Masa Depan: Melalui kurikulum kami, anak belajar logika pemrograman (coding), matematika, hingga bahasa Inggris dengan cara yang sangat menyenangkan.
  3. Game Edukatif: Game yang kami ajarkan di Timedoor Academy difokuskan pada konten edukasi, sehingga anak belajar membangun dunia digital yang positif.

Komitmen Keamanan di Timedoor Academy

Ayah Bunda, jangan khawatir! Di Timedoor Academy, kami berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan belajar anak-anak Anda. Kami memprioritaskan lingkungan belajar yang aman, terutama dalam pengajaran coding melalui Roblox Studio. Berikut adalah langkah-langkah konkret yang kami ambil untuk melindungi siswa kami:

  • Tetap Mendampingi Sepenuhnya: Fokus utama kami adalah mengembangkan kemampuan produktif anak melalui coding. Oleh karena itu, kami akan terus mendampingi siswa dalam menggunakan Roblox Studio selama belum ada larangan resmi dari pemerintah. Ini memastikan pembelajaran siswa tetap berjalan lancar.
  • Verifikasi Identitas: Jika regulasi baru mewajibkan verifikasi yang lebih ketat, kami akan meminta persetujuan dari Anda sebagai orang tua untuk menggunakan ID resmi. Tujuannya? Memastikan akun anak tetap legal, aman, dan sepenuhnya sesuai dengan aturan pemerintah, sehingga Anda bisa tenang melihat anak berkreasi.
  • Transparansi Total untuk Orang Tua: Kami percaya pada keterbukaan penuh. Anda selalu bisa mengakses dan mengecek semua detail aktivitas anak selama kelas, mulai dari proyek coding hingga interaksi apa pun.

Dengan pendekatan ini, Timedoor Academy bukan hanya tempat belajar coding, tapi juga mitra terpercaya dalam mendidik anak dengan aman.

Kesimpulan untuk Ayah Bunda Daripada memfokuskan energi pada rasa kecewa anak karena akses bermain yang dibatasi, mari kita ajak mereka melihat peluang baru. Ubah rasa “kehilangan” mereka menjadi semangat untuk berkarya. Bersama Timedoor Academy, anak tidak lagi sekadar menghabiskan waktu di depan layar, tapi mereka sedang membangun masa depan mereka sendiri sebagai kreator teknologi.

Ingin konsultasi lebih lanjut tentang cara mengarahkan hobi teknologi anak menjadi lebih positif? Mari bergabung dengan komunitas kami di Timedoor Academy!

Siapkan masa depan si kecil melalui pengalaman belajar yang seru. Yuk, daftar sesi free trial sekarang!

Artikel Lainnya

Pentingnya Anak SD Memiliki Soft-Skill untuk Masa Depan
Pentingnya Anak SD Memiliki Soft-Skill untuk Masa Depan
Dalam era digital yang terus berkembang, kecerdasan akademis bukan lagi satu-satunya bekal yang diperlukan anak untuk meraih kesuksesan. Kemampuan lain seperti soft-skill semakin diakui sebagai faktor penting dalam membangun kepercayaan diri, membentuk karakter, dan mempersiapkan anak menghadapi tantangan global. Salah satu soft-skill yang sangat berharga untuk dikuasai sejak dini adalah Skill Public Speaking. Sebagai orang tua, kita tentu ingin melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu mengekspresikan diri dengan baik. Public speaking bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang, melainkan juga tentang menyampaikan ide secara jelas, meyakinkan, dan penuh percaya diri. Keterampilan ini akan menjadi fondasi penting bagi anak dalam kehidupan sosial maupun akademisnya. Mengapa Soft-Skill Penting untuk Anak SD? Pada masa sekolah dasar, anak sedang berada dalam tahap perkembangan kognitif dan emosional yang pesat. Mereka belajar mengenali diri sendiri, memahami orang lain, serta membangun kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa. Soft-skill seperti komunikasi, empati, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama dapat membantu mereka beradaptasi lebih baik di berbagai situasi. Di antara berbagai soft-skill tersebut, Skill Public Speaking menempati posisi penting. Kemampuan berbicara dengan jelas akan membantu anak dalam presentasi sekolah, lomba akademik, maupun saat berinteraksi dengan teman sebaya. Lebih jauh lagi, keterampilan ini melatih anak untuk mendengarkan audiens, mengelola rasa gugup, serta menyampaikan pesan dengan terstruktur. Manfaat Menguasai Skill Public Speaking Sejak Dini Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak yang terbiasa tampil di depan umum akan lebih percaya diri dalam mengekspresikan pendapat. Rasa percaya diri ini tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Membentuk Kemampuan Berpikir Terstruktur Saat anak menyiapkan presentasi, mereka belajar mengatur ide secara sistematis. Hal ini membantu mereka dalam berpikir kritis dan analitis. Meningkatkan Kemampuan Sosial Skill Public Speaking melatih anak untuk memperhatikan audiens, menjaga kontak mata, serta memahami reaksi orang lain. Hal ini memperkuat kemampuan sosial dan empati mereka. Persiapan Menghadapi Masa Depan Di dunia kerja maupun pendidikan tinggi, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang sangat dicari. Dengan menguasai public speaking sejak SD, anak memiliki keunggulan kompetitif yang akan bertahan lama. Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Orang tua berperan besar dalam mendorong anak untuk berani berbicara. Dukungan berupa apresiasi, kesempatan untuk tampil, serta lingkungan yang aman dari kritik berlebihan akan membuat anak merasa nyaman. Latihan sederhana seperti membiarkan anak bercerita di depan keluarga, membaca puisi, atau mempresentasikan hasil karya dapat menjadi langkah awal yang efektif. Selain itu, orang tua dapat mengarahkan anak pada program belajar yang terstruktur. Program semacam ini tidak hanya melatih teknik berbicara, tetapi juga mengajarkan anak cara mengendalikan rasa gugup, menyusun kata dengan baik, dan berinteraksi dengan audiens. Bagaimana Timedoor Academy Membantu Anak? Timedoor Academy memahami pentingnya membangun soft-skill sejak usia sekolah dasar. Melalui kurikulum yang dirancang dengan baik, anak-anak dapat belajar Skill Public Speaking dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif. Tutor berpengalaman mendampingi mereka untuk mengasah kemampuan berbicara, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Dengan metode belajar yang ramah anak, setiap sesi dirancang agar siswa merasa terlibat aktif. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan berbicara di depan teman-teman. Pendekatan ini membantu anak terbiasa dengan berbagai situasi, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Membangun Generasi Siap Masa Depan Soft-skill adalah bekal yang sama pentingnya dengan kemampuan akademis. Dengan Skill Public Speaking, anak-anak akan lebih percaya diri, kritis, serta siap untuk menjadi bagian dari masyarakat global yang dinamis. Semakin dini keterampilan ini dipelajari, semakin besar dampak positifnya bagi perkembangan mereka. Sebagai orang tua, memberikan kesempatan kepada anak untuk berlatih dan mengembangkan soft-skill adalah bentuk investasi jangka panjang. Dengan dukungan yang tepat, anak tidak hanya tumbuh cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial. Siap Membantu Anak Anda? Jika Anda ingin anak Anda berkembang menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan, ajak mereka mencoba program di Timedoor Academy. Daftarkan anak Anda untuk mengikuti free trial dan biarkan mereka merasakan pengalaman belajar Skill Public Speaking yang menyenangkan, interaktif, dan bermanfaat. Melalui program ini, anak akan menemukan cara baru untuk mengekspresikan diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi unggul di era modern.
5 Top! Penyebab Stunting Pada Anak dan Pencegahannya
5 Top! Penyebab Stunting Pada Anak dan Pencegahannya
Penyebab stunting pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius yang dihadapi oleh Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi meskipun menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang lebih pendek dari rata-rata, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak dalam jangka panjang. Untuk mencegah kondisi ini sejak dini, penting bagi orang tua dan calon orang tua untuk memahami apa saja penyebab stunting pada anak dan bagaimana langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 penyebab utama stunting pada anak dan solusi konkret yang bisa diterapkan agar anak tumbuh sehat dan optimal. 1. Kurangnya Asupan Gizi Selama Masa Kehamilan Salah satu penyebab stunting pada anak yang paling sering terjadi adalah kurangnya asupan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan. Ibu hamil yang tidak mendapatkan makanan bergizi seimbang berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang merupakan salah satu faktor awal penyebab stunting. Janin sangat bergantung pada gizi yang dikonsumsi oleh ibunya untuk berkembang secara maksimal. Kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, dan kalsium dapat menghambat pertumbuhan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya dan memperhatikan pola makan seimbang sejak awal kehamilan. 2. Pemberian ASI yang Tidak Optimal Penyebab stunting pada anak berikutnya adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. ASI mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, termasuk antibodi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi. Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif atau menerima makanan tambahan terlalu dini berisiko mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada pertumbuhan. Setelah usia enam bulan, bayi sebaiknya mulai diberikan makanan pendamping ASI yang bergizi dan sesuai dengan usianya. Peralihan dari ASI ke makanan padat harus dilakukan secara bertahap dan tetap memperhatikan kualitas gizi makanan. 3. Pola Makan yang Tidak Seimbang pada Balita Setelah masa ASI, anak perlu mendapatkan asupan makanan bergizi setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu penyebab stunting pada anak yang sering ditemukan adalah pola makan balita yang hanya mengandalkan karbohidrat tanpa cukup protein, vitamin, dan mineral. Makanan sehari-hari anak seharusnya mencakup berbagai jenis bahan pangan seperti sumber protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta sumber energi seperti nasi atau umbi. Memberikan makanan yang bervariasi dan penuh warna adalah cara sederhana untuk memastikan anak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan optimal. 4. Infeksi Berulang dan Sanitasi yang Buruk Infeksi berulang seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan cacingan juga menjadi penyebab stunting pada anak. Ketika anak sering sakit, tubuhnya akan fokus memulihkan diri dan tidak dapat menyerap nutrisi secara maksimal. Akibatnya, pertumbuhan anak bisa terhambat secara perlahan. Sanitasi lingkungan yang buruk, seperti air yang tidak bersih dan kurangnya akses terhadap toilet yang higienis, dapat meningkatkan risiko penyakit menular pada anak. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan memastikan anak memiliki kebiasaan cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau setelah dari toilet. 5. Kurangnya Pengetahuan Orang Tua tentang Gizi dan Tumbuh Kembang Kurangnya edukasi mengenai gizi dan kesehatan anak menjadi faktor tidak langsung penyebab stunting pada anak. Banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin dan mengabaikan tanda-tanda awal kekurangan gizi. Kunjungan ke posyandu, mengikuti kelas parenting, dan memanfaatkan layanan konsultasi gizi anak secara online dapat membantu meningkatkan pemahaman orang tua. Dengan informasi yang cukup, orang tua bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal dan memastikan anak tumbuh sehat sesuai standar usianya. Bagaimana Mencegah Stunting Pada Anak Secara Efektif Stunting pada anak bukanlah kondisi yang muncul tiba-tiba. Umumnya, kondisi ini berkembang akibat akumulasi dari berbagai faktor yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun pertama kehidupan anak. Masa seribu hari pertama kehidupan merupakan waktu yang sangat krusial dan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain: Memastikan asupan gizi seimbang selama kehamilan Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan Menyediakan makanan pendamping yang kaya zat gizi Menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi Rutin memantau pertumbuhan anak melalui posyandu Selain itu, kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menekan angka stunting di Indonesia. Edukasi gizi harus terus diperluas hingga ke daerah pelosok agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh optimal. Gizi Oke, Skill Coding Juga Jangan Sampai Ketinggalan! Dengan memahami penyebab stunting pada anak dan cara pencegahannya, orang tua dapat mengambil peran aktif dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi. Selain menjaga kesehatan fisik dan gizi anak, penting juga untuk mulai mengenalkan keterampilan masa depan seperti coding sejak dini. Timedoor Academy menyediakan kelas coding online yang menyenangkan dan ramah anak, cocok untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kreatif. Coba kelas gratisnya sekarang di Timedoor Academy!
Coding for Kids: How Coding Courses Can Boost Your Child’s IQ and Creativity in the Digital Age 2025
Kursus Coding Anak: Cara Meningkatkan IQ dan Kreativitas Si Kecil di Era Digital 2025
Di era digital seperti sekarang, kursus coding anak semakin diminati oleh banyak orang tua. Banyak yang percaya bahwa kursus coding bukan hanya membantu anak mengenal teknologi sejak dini, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan IQ, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana kursus coding mampu memberi dampak positif pada perkembangan otak dan karakter anak, serta tips memilih kursus coding terbaik untuk buah hati Anda. Mengapa Kursus Coding Anak Semakin Penting? Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat anak-anak saat ini tumbuh di tengah arus digital yang sangat kuat. Kursus coding memberikan kesempatan bagi si kecil untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital. Dengan mengikuti kursus coding anak, anak akan belajar memahami logika komputer, pola berpikir sistematis, dan cara memecahkan masalah secara kreatif. Berdasarkan berbagai penelitian, anak yang mengikuti kursus coding menunjukkan peningkatan kemampuan analisa, pemecahan masalah, bahkan skor IQ yang lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak terpapar coding. Hal ini karena aktivitas coding menstimulasi bagian otak yang berperan dalam berpikir logis dan kreatif secara bersamaan. Kursus Coding dan Peningkatan IQ Salah satu alasan utama mengapa kursus coding direkomendasikan adalah dampaknya terhadap peningkatan IQ. Ketika anak belajar coding, mereka terbiasa untuk berpikir logis, menyusun langkah demi langkah, dan mengevaluasi solusi. Proses trial and error saat membuat program atau game sederhana melatih daya tahan mental dan kemampuan analisis anak. Studi juga menunjukkan bahwa anak yang terbiasa mengikuti kursus coding akan lebih mudah memahami konsep matematika, sains, dan bahkan bahasa. Mereka menjadi lebih cepat dalam menangkap pola, memahami instruksi, dan mengembangkan solusi inovatif untuk tantangan sehari-hari. Kursus Coding Anak Melatih Kreativitas Selain berpengaruh pada IQ, kursus coding juga sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas. Dalam coding, anak didorong untuk membuat proyek-proyek unik sesuai imajinasi mereka, seperti membuat game sederhana, animasi, atau aplikasi kecil. Proses ini menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian mencoba hal baru, dan kemampuan untuk berpikir di luar kebiasaan. Kursus coding juga mengajarkan pentingnya kolaborasi. Banyak platform kursus coding menyediakan ruang bagi anak untuk bekerja dalam tim, berbagi ide, dan membangun proyek bersama teman-temannya. Tips Memilih Kursus Coding Anak Terbaik Agar manfaat kursus bisa dirasakan optimal, berikut beberapa tips memilih kursus coding anak yang tepat: Pilih yang Kurikulumnya Jelas dan TerstrukturKursus coding yang baik harus memiliki kurikulum yang mudah dipahami, sesuai usia, dan bertahap dari dasar ke tingkat lanjut. Pengajar Berpengalaman dan Ramah AnakPengajar yang sabar dan berpengalaman sangat penting agar anak merasa nyaman dan antusias saat belajar. Belajar Melalui Proyek NyataPastikan kursus coding yang dipilih mengajak anak membuat proyek langsung, bukan hanya teori. Tersedia Kelas Online dan Free TrialFleksibilitas waktu belajar bisa didapat jika kursus coding menawarkan kelas online dan trial gratis sebelum daftar penuh. Lingkungan Belajar yang MendukungKursus coding anak yang baik biasanya memiliki komunitas atau forum tempat anak bisa berdiskusi, tanya jawab, dan berbagi karya. Manfaat Jangka Panjang Kursus Coding Anak Dengan mengikuti kursus coding anak secara rutin, anak tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga karakter positif seperti disiplin, pantang menyerah, dan mampu bekerja sama. Di masa depan, keahlian coding akan sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan, sehingga kursus coding anak bisa menjadi bekal berharga untuk kesuksesan mereka. Timedoor Academy: Pilihan Kursus Coding Anak yang Menyenangkan Salah satu rekomendasi untuk kursus coding anak terbaik adalah Timedoor Academy. Di sini, anak bisa belajar coding dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Materi kursus coding anak di Timedoor Academy disesuaikan dengan usia, mulai dari pemula hingga mahir. Anak akan diajak membuat proyek nyata seperti game, animasi, atau aplikasi sederhana. Timedoor Academy juga menawarkan free trial class, sehingga anak bisa mencoba belajar coding tanpa komitmen terlebih dahulu. Pengajar di Timedoor Academy berpengalaman dan sangat paham bagaimana mengajar anak dengan metode yang ramah dan seru.
float button