Apr 29, 2025

J Trust Bank & Timedoor Academy Hadirkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem

J Trust Bank & Timedoor Academy Hadirkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem image

Karangasem, 27 April 2025 – Dalam upaya mendukung peningkatan literasi digital di Indonesia, PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) bekerja sama dengan Timedoor Academy, startup edukasi teknologi, meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Pendidikan IT untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali, dan ditujukan untuk 15 anak berusia 7–18 tahun dari kalangan yatim piatu dan dhuafa.

Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam hal ekonomi, infrastruktur pendidikan, dan akses terhadap perangkat teknologi. Melalui kolaborasi ini, J Trust Bank dan Timedoor Academy berharap membekali mereka dengan keterampilan digital untuk masa depan mereka.

Fokus Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Sebagai bentuk kontribusi nyata, program CSR Timedoor Academy dan J Trust Bank dirancang dengan pendekatan tiga pilar utama dalam mendukung pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa:

  1. Training of Trainers (TOT) – Pelatihan teknis dan pedagogis bagi guru lokal agar dapat mendampingi pembelajaran IT.
  2. Penyediaan Learning Management System (LMS) – Materi digital yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.
  3. Pelatihan Tatap Muka Rutin – Anak-anak mengikuti pelatihan intensif selama 12 bulan untuk memperkuat pemahaman dasar di bidang teknologi.

Melalui pendekatan ini, program ini memperkuat literasi digital sejak dini sekaligus membangun fondasi keterampilan teknologi bagi anak-anak.

Komitmen J Trust Bank untuk Meningkatkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa

pendidikan it untuk anak yatim

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menegaskan pentingnya pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa dalam membangun masa depan yang lebih adil.

“Sebagai perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, kami percaya pendidikan teknologi harus dapat diakses semua kalangan. Melalui program ini, kami ingin membuka jalan bagi anak yatim dan dhuafa untuk bisa sejajar dalam mengembangkan potensi diri mereka,” ujar Ritsuo.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari misi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan sosial berbasis teknologi.

Timedoor Academy dalam Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Sebagai mitra pelaksana, Timedoor Academy menyediakan LMS dan materi pembelajaran digital yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan peserta. Pelatihan kepada guru lokal memastikan keberlanjutan program pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa di komunitas setelah program selesai.

Timedoor Academy berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga mendorong kreativitas, logika berpikir, dan kemandirian anak-anak di era digital.

Dampak Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem

Program ini disambut positif oleh peserta, guru, dan masyarakat. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar coding dan aplikasi sederhana. Para guru yang mengikuti TOT menyatakan program ini memberikan pengalaman baru dalam pendekatan mengajar berbasis teknologi. Melalui semangat “Create a Bright Future for the Next Generation with IT Education,” kolaborasi ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang memperluas akses pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.

Artikel Lainnya

Jumbo 2025 Movie Poster
Jumbo dan Anak: 3 Pelajaran Inspiratif Tentang Imajinasi & Teknologi 
Di sebuah film berjudul Jumbo, kita diajak masuk ke dunia seorang anak perempuan bernama Jo. Ia menciptakan robot raksasa dari barang-barang rongsokan, memberinya nama “Jumbo”, dan menjadikannya teman bermain sekaligus pelindung. Apa yang tampak seperti kisah imajinasi belaka, sebenarnya mencerminkan kemampuan alami anak-anak untuk berkreasi, berimajinasi, dan mengekspresikan diri melalui teknologi. Sebagai orang tua, kita tentu ingin memahami dunia anak yang sering kali tampak “tidak masuk akal”—penuh fantasi, tapi juga penuh potensi. Di era digital saat ini, dunia imajinasi itu bukan hanya bisa diwujudkan lewat gambar atau tulisan tangan, tapi juga melalui media digital seperti coding, animasi, hingga game development. Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari kisah Jumbo tentang anak dan teknologi? 1. Jumbo: Imajinasi Anak Adalah Aset Terbesar Mereka Jo tidak menciptakan Jumbo karena disuruh, tapi karena ia merasa sendiri dan ingin teman. Anak-anak punya dunia batin yang kaya, dan imajinasi sering kali menjadi jembatan untuk mengekspresikan emosi atau menjelajahi ide-ide baru. Sayangnya, dalam sistem pendidikan yang terlalu fokus pada nilai akademis, imajinasi anak bisa terlupakan. Padahal, dalam dunia teknologi, kreativitas adalah kekuatan utama. Banyak inovasi besar lahir bukan dari pengetahuan, tapi dari keberanian untuk membayangkan hal-hal yang belum ada. Sebagai orang tua, kita bisa mulai dengan bertanya: “Kalau kamu bisa membuat robot seperti Jumbo, dia akan seperti apa? Bisa apa saja?” Dari situ, anak belajar berpikir kreatif dan menuangkan ide secara konkret. 2. Jumbo: Teknologi Bukan Musuh, Tapi Alat Ekspresi Dalam film Jumbo, teknologi hadir sebagai medium ekspresi—bukan sekadar alat hiburan. Sama seperti Jo yang membangun Jumbo dari barang bekas, anak-anak zaman sekarang juga bisa menciptakan sesuatu dari apa yang mereka miliki: laptop, tablet, dan koneksi internet. Namun, penggunaan teknologi harus diarahkan. Gadget tidak melulu buruk. Jika digunakan dengan tujuan yang jelas, ia bisa menjadi sarana anak belajar berpikir logis, berinovasi, bahkan menyampaikan perasaan mereka. Alih-alih melarang anak bermain gadget, kita bisa bertanya: “Apa yang bisa kamu buat dengan itu?” “Mau coba bikin game atau animasi sendiri?” Dari sinilah teknologi berubah fungsi: dari konsumsi pasif menjadi proses penciptaan aktif. 3. Jumbo: Setiap Anak Bisa Menjadi Pencipta, Bukan Hanya Pengguna Film Jumbo memberi kita satu pesan penting: anak-anak punya kapasitas untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa, asal mereka diberi kesempatan. Tidak semua anak harus jadi ilmuwan atau insinyur, tapi semua anak bisa menjadi creator—mereka hanya butuh wadah yang tepat. Saat ini, belajar teknologi seperti coding atau animasi sudah bisa dimulai sejak usia SD. Anak-anak tidak perlu langsung membuat robot, tapi mereka bisa mulai dengan membuat karakter, mengatur alur cerita, atau menciptakan permainan kecil. Proses ini melatih banyak hal: dari berpikir sistematis, pemecahan masalah, hingga kerja sama. Dan yang paling penting? mereka belajar percaya pada ide mereka sendiri. Jumbo: Siapkah Kita Memberi Anak Ruang untuk Berkarya? Sebagai orang tua, kita punya peran penting untuk mendampingi dan memfasilitasi eksplorasi anak—bukan mengarahkannya secara kaku. Imajinasi anak, seperti Jo dalam film Jumbo, sering kali menjadi fondasi awal dari keterampilan abad ke-21: kreativitas, empati, literasi teknologi, dan inovasi. Memberi ruang untuk bermain dan berimajinasi dengan teknologi bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak kita. Bantu Anak Anda Mewujudkan Ide Liar Mereka Bersama Timedoor Academy Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan dan bukan sekadar mengikuti. Melalui program seperti coding, animasi, dan desain digital, anak-anak diajak untuk mengasah imajinasi mereka dan menuangkannya ke dalam bentuk yang nyata: mulai dari game interaktif, karakter animasi, hingga proyek digital personal yang mencerminkan ide dan perasaan mereka. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan terstruktur, kami membantu anak memahami bahwa teknologi bukan sekadar konsumsi, tetapi juga ruang eksplorasi. Kelas-kelas kami bersifat online dan interaktif, dipandu oleh mentor profesional dari Indonesia dan Jepang, serta dirancang untuk anak usia 5 hingga 18 tahun dari berbagai latar belakang. Jadi jika anak Anda memiliki dunia imajinasi sebesar robot Jumbo, mungkin mereka hanya perlu satu hal: lingkungan yang tepat untuk mewujudkannya. Join kelas uji coba gratis kami sekarang juga!
Apa Itu Vibe Coding? Mengenal Konsep dan Manfaatnya untuk Anak
Apa Itu Vibe Coding? Mengenal Konsep dan Manfaatnya untuk Anak
Di era digital saat ini, anak-anak tidak hanya dituntut cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif, kolaboratif, dan mampu beradaptasi dengan teknologi. Salah satu metode belajar yang mulai dikenal dan berkembang dalam dunia pendidikan teknologi adalah vibe coding. Banyak orang tua dan pendidik mulai penasaran: apa itu vibe coding dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran anak? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu vibe coding, manfaatnya, serta mengapa metode ini sangat cocok sebagai pendekatan modern untuk memperkenalkan dunia pemrograman kepada anak-anak. Jika Anda sedang mempertimbangkan kursus coding yang lebih menyenangkan dan intuitif untuk buah hati Anda, vibe coding untuk anak bisa menjadi pilihan yang menarik. Apa Itu Vibe Coding? Untuk menjawab pertanyaan apa itu vibe coding, kita perlu melihat konsep dasar dari pendekatan ini. Vibe coding adalah metode pembelajaran coding yang mengutamakan suasana belajar yang menyenangkan, penuh kreativitas, dan sesuai dengan ritme belajar anak. Kata "vibe" sendiri merujuk pada suasana, perasaan, atau energi positif yang dibangun selama proses belajar berlangsung. Berbeda dengan pembelajaran pemrograman yang kaku dan teoritis, vibe coding untuk anak dirancang agar anak-anak bisa belajar coding sambil bermain, berekspresi, dan membangun sesuatu yang bermakna bagi diri mereka sendiri. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada hasil akhir berupa program atau aplikasi, tetapi juga pada pengalaman proses belajarnya itu sendiri. Kenapa Vibe Coding Cocok untuk Anak? Setelah memahami apa itu vibe coding, kini saatnya melihat mengapa metode ini sangat relevan untuk anak-anak. Anak-anak cenderung mudah bosan jika dihadapkan pada materi teknis yang sulit dipahami. Vibe coding untuk anak menghadirkan suasana belajar yang santai, interaktif, dan menggugah rasa ingin tahu mereka. Metode ini menggabungkan storytelling, animasi, musik, dan visual yang menarik sehingga anak tidak merasa sedang "belajar" dalam arti yang kaku, tetapi justru merasa sedang menciptakan sesuatu yang menyenangkan. Misalnya, anak bisa belajar coding melalui membuat game sendiri, mendesain karakter kartun, atau memprogram robot virtual yang bisa bergerak mengikuti perintah. Dengan suasana seperti ini, anak akan lebih mudah memahami konsep-konsep dasar coding seperti logika, urutan perintah, kondisi, dan pengulangan, tanpa tekanan atau rasa takut salah. Ini adalah esensi dari vibe coding untuk anak: membangun semangat belajar dengan pendekatan yang empatik dan fleksibel. Manfaat Vibe Coding untuk Anak Bagi orang tua yang masih ragu, penting untuk mengetahui bahwa vibe coding untuk anak tidak hanya meningkatkan kemampuan teknologi, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan kognitif anak secara menyeluruh. Berikut beberapa manfaat utamanya: Meningkatkan kreativitasAnak belajar menciptakan sesuatu dari ide mereka sendiri, seperti game, animasi, atau aplikasi sederhana. Melatih logika dan problem solvingWalau bernuansa santai, vibe coding untuk anak tetap menanamkan konsep logika dasar yang sangat penting dalam dunia teknologi. Mendorong kolaborasi dan komunikasiBanyak kegiatan vibe coding dilakukan dalam kelompok, sehingga anak belajar berdiskusi, membagi tugas, dan bekerja sama. Menumbuhkan kepercayaan diriSaat anak berhasil membuat proyek kecil mereka sendiri, mereka merasa bangga dan percaya bahwa mereka mampu menciptakan sesuatu yang nyata. Membuka wawasan karier masa depanDengan mengenal coding sejak dini, anak bisa lebih siap menghadapi kebutuhan keterampilan masa depan yang semakin berorientasi teknologi. Vibe Coding di Timedoor Academy Setelah mengetahui apa itu vibe coding, mungkin Anda bertanya-tanya di mana anak bisa mempelajari metode ini secara sistematis dan menyenangkan. Timedoor Academy adalah salah satu penyedia kursus coding yang telah mengadopsi pendekatan vibe coding untuk anak dalam kurikulumnya. Dengan platform yang ramah anak, Timedoor mengajarkan coding melalui aktivitas berbasis proyek seperti membuat game, animasi, dan aplikasi sederhana. Semua dilakukan dengan suasana menyenangkan, interaktif, dan penuh dukungan dari mentor berpengalaman. Kelas di Timedoor Academy dirancang agar anak-anak merasa nyaman dan berani mencoba. Tidak ada tekanan nilai atau target hasil, yang ditekankan adalah eksplorasi, keberanian mencoba, dan proses belajar yang seru. Inilah semangat vibe coding untuk anak yang diterapkan dengan konsisten di setiap sesi pembelajaran. Kesimpulan: Saatnya Kenalkan Anak pada Vibe Coding Kini Anda sudah memahami apa itu vibe coding dan bagaimana pendekatan ini bisa membuat proses belajar coding menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak. Dalam dunia yang terus bergerak menuju digitalisasi, memperkenalkan coding sejak dini bukan lagi pilihan tambahan, tapi langkah strategis untuk membekali anak menghadapi masa depan. Jika Anda mencari tempat belajar coding yang tidak membosankan, penuh kreativitas, dan sesuai dengan dunia anak, maka vibe coding untuk anak di Timedoor Academy adalah jawabannya. Daftarkan anak Anda sekarang juga dan rasakan langsung serunya belajar coding dengan metode vibe coding. Coba kelas gratis di Timedoor Academy sekarang!
Is Coding Necessary for Kids? Let’s Find Out in 2025!
Coding untuk Anak Apakah Wajib? Temukan Faktanya di 2025!
Di era digital yang terus berkembang pesat seperti sekarang, banyak orang tua yang mulai mempertanyakan, coding untuk anak apakah wajib diajarkan sejak dini? Coding atau pemrograman memang menjadi salah satu keterampilan yang makin dibutuhkan, tapi apakah benar-benar wajib untuk anak-anak belajar coding? Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apakah coding itu wajib untuk anak, manfaatnya, tantangan yang mungkin dihadapi, serta bagaimana orang tua dapat memulainya dengan cara yang tepat, terutama lewat program belajar coding dari Timedoor Academy. Apakah Coding untuk Anak Apakah Wajib? Pertanyaan coding untuk anak apakah wajib memang sudah mulai sering muncul, terutama seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan. Secara formal, coding belum menjadi mata pelajaran wajib di semua sekolah di Indonesia. Namun, dunia kerja dan industri digital saat ini sangat menuntut kemampuan teknologi dan coding. Coding adalah bahasa dari teknologi yang menggerakkan hampir semua perangkat digital di dunia saat ini. Dengan mengajarkan coding sejak dini, anak-anak bisa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang sangat bergantung pada teknologi dan inovasi digital. Oleh karena itu, meskipun belum wajib secara regulasi, coding menjadi keterampilan yang sangat penting dan sebaiknya mulai dikenalkan sejak kecil. Manfaat Coding untuk Anak Membahas coding untuk anak apakah wajib, penting juga untuk mengenal manfaat belajar coding bagi anak. Pertama, coding melatih anak untuk berpikir logis dan sistematis. Dalam proses coding, anak belajar memecah masalah besar menjadi bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya secara berurutan. Selain itu, coding juga mengasah kreativitas anak karena mereka dapat membuat berbagai karya digital seperti game, animasi, dan aplikasi. Ini membuat belajar coding menjadi kegiatan yang menyenangkan dan membangun rasa percaya diri. Tidak hanya itu, belajar coding juga mengembangkan kemampuan problem solving dan ketekunan. Anak harus sabar dan teliti dalam mengikuti langkah-langkah agar program yang dibuat bisa berjalan dengan baik. Kemampuan ini sangat bermanfaat tidak hanya di bidang teknologi, tapi juga dalam aspek kehidupan lainnya. Tantangan dalam Belajar Coding untuk Anak Meski banyak manfaatnya, tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi anak saat belajar coding. Hal ini membuat beberapa orang tua bertanya lagi, coding untuk anak apakah wajib, mengingat proses belajar coding tidak selalu mudah bagi semua anak. Anak-anak bisa merasa kesulitan memahami konsep abstrak atau logika pemrograman yang cukup kompleks. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan dukungan ekstra, memilih metode belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak agar mereka tidak cepat bosan atau frustasi. Program kelas coding seperti yang disediakan oleh Timedoor Academy didesain khusus agar anak-anak bisa belajar coding secara interaktif dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan ini bisa diatasi dan anak-anak justru menjadi semakin tertarik dengan dunia teknologi. Bagaimana Memulai Belajar Coding untuk Anak? Jika masih bertanya-tanya, coding untuk anak apakah wajib, maka hal yang paling penting adalah bagaimana memulainya dengan cara yang tepat dan sesuai. Mulailah dengan konsep dasar yang sederhana seperti blok coding yang visual dan mudah dipahami. Timedoor Academy menawarkan kelas coding yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. Anak-anak bisa belajar coding dengan cara yang menyenangkan melalui proyek-proyek nyata yang membantu pemahaman mereka. Tidak hanya itu, Timedoor Academy menyediakan free trial class yang bisa diikuti secara gratis. Free trial class ini memberikan kesempatan bagi anak dan orang tua untuk merasakan langsung metode belajar coding yang interaktif dan menyenangkan sebelum memutuskan untuk bergabung penuh. Peran Orang Tua dalam Mendukung Pembelajaran Coding Anak Peran orang tua sangat krusial dalam keberhasilan anak belajar coding. Orang tua bisa membantu dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar coding dan menemani anak ketika mengerjakan tugas atau proyek dari kelas coding. Selain itu, orang tua dapat berdiskusi dan bertanya tentang hal-hal yang dipelajari anak supaya mereka merasa didukung dan termotivasi. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan memperkuat proses belajar coding dan membantu anak menghadapi kesulitan dengan lebih mudah. Orang tua juga harus mengingatkan anak agar tetap menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat agar anak tidak mudah lelah atau kehilangan semangat belajar. Kesimpulan: Coding untuk Anak Apakah Wajib? Jadi, apakah coding untuk anak apakah wajib? Meskipun coding belum menjadi mata pelajaran wajib di banyak sekolah, kemampuan coding sangat penting untuk masa depan anak. Mengajarkan coding sejak dini bukan hanya mempersiapkan anak untuk dunia kerja yang semakin digital, tapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan problem solving. Timedoor Academy hadir untuk membantu mewujudkan hal ini dengan menyediakan kelas coding yang ramah anak, interaktif, dan mudah diakses. Dengan adanya free trial class, orang tua dan anak bisa mencoba dulu sebelum bergabung secara penuh. Jangan tunda lagi! Daftarkan anak Anda di Timedoor Academy dan berikan mereka kesempatan untuk belajar coding dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Dengan bekal coding, anak Anda akan siap menghadapi dunia digital yang semakin maju dan penuh peluang.
float button