Jul 09, 2025

9 Top Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di 2025

9 Top Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di 2025 image

Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini menjadi topik penting yang harus dipahami oleh setiap orang tua. Bukan sekadar istilah baru dalam dunia pendidikan, perubahan kurikulum ini berdampak langsung terhadap cara anak belajar di sekolah. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua bisa lebih bijak dalam mendampingi anak agar proses belajar mereka berjalan optimal.

Kurikulum 2013 telah digunakan sejak satu dekade lalu. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai evaluasi menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada anak. Inilah yang kemudian melahirkan kurikulum merdeka sebagai penyegaran dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tapi apa sebenarnya perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini?

Artikel ini akan membahas secara lengkap sembilan aspek yang membedakan dua kurikulum tersebut, beserta dampaknya terhadap pembelajaran anak.

1. Tujuan Kurikulum

Kurikulum 2013 menekankan pada pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang. Di sisi lain, kurikulum merdeka lebih menitikberatkan pada pengembangan potensi siswa sesuai minat dan bakat mereka. Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini terlihat jelas dari cara tujuan pendidikan dirancang dan dijalankan di ruang kelas.

2. Struktur Pembelajaran

Dalam kurikulum 2013, semua materi pelajaran ditentukan oleh pusat. Guru memiliki ruang gerak terbatas dalam menyusun pembelajaran. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan lebih kepada sekolah untuk menyesuaikan struktur pembelajaran dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Ini menjadi perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini yang paling banyak diapresiasi oleh para guru.

3. Pendekatan Pembelajaran

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang menekankan pada proses observasi, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Sedangkan dalam kurikulum merdeka, pendekatannya bersifat diferensiatif, di mana guru menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing siswa.

4. Materi Pelajaran

Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini juga dapat dilihat dari bobot materi. Kurikulum merdeka menyederhanakan konten agar siswa tidak terlalu terbebani. Fokusnya adalah pada pendalaman konsep, bukan sekadar penguasaan banyak materi. Hal ini memungkinkan siswa belajar dengan lebih tenang dan memahami secara mendalam.

5. Penilaian Belajar

Dalam kurikulum 2013, penilaian sangat administratif dan kuantitatif. Banyak guru mengeluh tentang rumitnya pelaporan nilai. Sebaliknya, kurikulum merdeka mengedepankan asesmen formatif, yaitu penilaian yang dilakukan untuk melihat perkembangan siswa dan digunakan sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki proses belajar.

6. Peran Guru

Guru dalam kurikulum 2013 lebih berperan sebagai penyampai informasi. Di kurikulum merdeka, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mendampingi siswa dalam proses eksplorasi pengetahuan. Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini ini mencerminkan perubahan paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa.

7. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Kurikulum 2013 belum mengenal adanya projek tematik khusus. Di kurikulum merdeka, terdapat kegiatan P5 yang mendorong siswa untuk membangun karakter melalui tema-tema relevan seperti gotong royong, kreativitas, dan kebinekaan global. Ini merupakan perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini yang sangat terlihat dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

8. Fleksibilitas Waktu dan Kegiatan

Kurikulum 2013 cenderung memiliki jadwal pelajaran yang ketat dan padat. Sementara itu, kurikulum merdeka memberi ruang bagi sekolah untuk mengatur waktu pembelajaran dengan lebih fleksibel. Kegiatan belajar bisa dilakukan di luar kelas, melalui eksperimen, diskusi, bahkan kolaborasi dengan komunitas lokal.

9. Kesiapan Menghadapi Dunia Masa Depan

Perbedaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka dirancang untuk menghadapi tantangan abad 21. Fokus pada critical thinking, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital menjadi prioritas. Perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka, sekarang ini sangat terasa saat anak diperkenalkan dengan teknologi, kreativitas, dan cara berpikir terbuka terhadap perubahan.

Peran Orang Tua di Era Kurikulum Merdeka

Orang tua bukan hanya pelengkap, tapi partner penting dalam kurikulum merdeka. Anak membutuhkan pendampingan yang aktif dan suportif dari rumah. Salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan adalah mengenalkan anak pada aktivitas yang sesuai dengan semangat merdeka belajar, seperti belajar coding.

Coba Kelas Coding Gratis di Timedoor Academy

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Timedoor Academy menawarkan kelas coding gratis yang dirancang khusus untuk anak-anak sesuai dengan usia dan minat mereka. Di sini, anak tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga melatih logika, kreativitas, dan kepercayaan diri.

Kelas disusun dengan pendekatan berbasis proyek, yang sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka. Anak akan diajak membuat game, animasi, atau aplikasi sederhana sambil belajar problem solving dan bekerja sama dengan teman. Dengan didampingi mentor profesional, anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan membangun masa depan yang lebih cerah. Ajak buah hati anda untuk merasakan pengalaman seru kelas coding gratis disini!

Artikel Lainnya

10 Best! Ide Sensory Play untuk Anak di 2025
10 Best! Ide Sensory Play untuk Anak di 2025
Sensory play untuk anak adalah kegiatan penting yang bisa membantu perkembangan motorik, kognitif, dan emosional sejak dini. Melalui permainan berbasis sensorik, anak mampu mengeksplorasi tekstur, warna, bau, dan suara dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Banyak orang tua mencari ide sensory play anak yang gampang dibuat di rumah dengan bahan sederhana. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 10 ide sensory play terbaik yang mudah dipraktikkan dengan anak. Semua ide ini dirancang agar sesuai untuk anak usia 2–6 tahun. Dengan menerapkan ide sensory play untuk anak ini, Anda membantu mereka merangsang kreativitas dan mengeksplorasi dunia melalui panca indera. 10 Ide Sensory Play untuk Anak 1. Main Pasir Kering dan Basah Gunakan kotak besar dan isi setengah dengan pasir kering, sisanya dengan pasir yang sedikit lembap. Anak bisa meremas, mencetak, dan menggali. Aktivitas ini adalah ide sensory play anak yang memadukan sensasi kasar dan lembut. 2. Botol Sensory Berisi Air dan Glitter Isi botol dengan air, glitter, dan sedikit minyak. Kocok dan biarkan glitter bergerak perlahan. Ini adalah inovasi simple untuk sensory play untuk anak yang merangsang visual dan konsentrasi. 3. Wadah Berisi Tepung dan Pewarna Makanan Sajikan tepung dengan beberapa tetes pewarna makanan. Anak bisa mencampur, menyusun, dan merasakan tekstur halus tepung. Ini contoh baik ide sensory play anak yang merangsang sentuhan dan kreativitas. 4. Papan Sensory Berbagai Tekstur Tempelkan kain beludru, bulu palsu, plastik gelembung, dan busa pada satu papan. Anak bisa meraba dan menebak tekstur. Sensory play untuk anak seperti ini membantu perkembangan bahasa deskriptif dan sensorik. 5. Es Berbentuk Warna-warni Bekukan potongan buah atau pewarna dalam cetakan es krim. Anak bisa menyentuh dan mencicip saat meleleh. Ini ide sensory play anak yang cocok untuk merangsang indra perasa sekaligus tangan mereka. 6. Lembar Ajaib dengan Pisau Sayur Gunakan lembar plastik tahan air dan isi sedikit air sabun. Anak dapat menoreh, menciptakan gelembung, dan membersihkan kembali. Ini termasuk ide sensory play anak yang menyenangkan dan aman. 7. Main Clay Beraroma Gunakan clay alami dan tambahkan aroma kayu manis atau vanila. Anak bisa membentuk dan merasakan aroma yang menenangkan. Sensory play untuk anak ini membantu relaksasi dan kreativitas. 8. Kotak Bau-Bauan Sediakan beberapa kotak, masing-masing berisi bahan berbeda (kopi, kayu, daun, buah). Tutup dan biarkan anak mencium aroma lalu menebak isinya. Ide sensory play anak seperti ini bagus untuk merangsang indera penciuman. 9. Papan Magnet dengan Keping Logam Buat papan kayu atau kardus berisi kepingan logam kecil. Anak menggunakan magnet untuk meraih dan memindahkan. Ini ide sensory play untuk anak yang memperkuat koordinasi mata-tangan dan pemahaman dasar magnetisme. 10. Main Lumpur Vegetable Peelings Kumpulkan kulit sayuran dan campur dengan tanah serta air. Permainan ini sensori kasar dan bau. Sensory play anak dari peels sayur menstimulasi indera khas dan rasa ingin tahu anak. Tips Memaksimalkan Sensory Play Anak Variasi Tekstur dan IndraPastikan ide sensory play untuk anak melibatkan setidaknya dua hingga tiga indera seperti tangan, mata, dan hidung. Fokus KeamananPilihan bahan harus aman ditelan dan tidak menimbulkan alergi. Awasi anak selama bermain. Kegiatan Bersama Orang TuaAktivitas sensory play anak jadi lebih kaya bila orang tua terlibat, memberi arahan sekaligus menjaga interaksi hangat. Gunakan Wadah SederhanaGunakan baki atau kotak plastik yang bisa dicuci, sehingga ide sensory play untuk anak tidak membuat kotor rumah berlebihan. Evaluasi Reaksi AnakPerhatikan reaksi anak. Jika mereka puas atau tertarik, ulangi kegiatan tersebut. Kebalikannya, ganti dengan sensasi lain. Mengapa Sensory Play untuk Anak penting? Sensory play untuk anak seperti ini penting karena membantu mengembangkan kognitif, bahasa, dan motorik halus anak. Melalui ide sensory play anak yang variatif, kita mendukung anak untuk mengenal dunia dengan cara aktif. Perkembangan kreativitas, toleransi terhadap tekstur, dan cara berpikir saat mencoba sesuatu baru akan berefek positif dalam belajar formal nantinya. Keseimbangan Sensory Play dan Keterampilan Digital Setelah anak menikmati ide sensory play untuk anak, mereka siap untuk diajak belajar keterampilan abad 21 seperti coding. Di Timedoor Academy, anak belajar coding dengan pendekatan playful dan berbasis proyek. Coding melatih logika, sistematika, dan kreativitas secara digital. Perpaduan sensory play dan coding membentuk anak yang lengkap: peka indera dan siap masa depan. Coba kelas gratisnya sekarang di Timedoor Academy!
<strong>6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga</strong>
6 Top! Gunung Ramah Anak di Indonesia untuk Liburan Keluarga
Mendaki gunung kini bukan hanya menjadi aktivitas untuk petualang dewasa, tetapi juga menjadi pilihan liburan keluarga yang edukatif dan menyenangkan. Di Indonesia, sudah banyak orang tua yang mulai mengenalkan alam dan aktivitas outdoor kepada anak-anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak mendaki gunung ramah anak, yaitu gunung yang memiliki jalur pendakian mudah, suasana aman, dan fasilitas yang memadai untuk keluarga. Memilih gunung ramah anak tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi si kecil, tetapi juga dapat mempererat ikatan keluarga, menumbuhkan rasa cinta alam, dan melatih ketahanan fisik serta mental anak. Selain itu, kegiatan mendaki bisa melatih kemandirian, kerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Tidak heran jika akhir-akhir ini semakin banyak keluarga yang mencari destinasi gunung ramah anak sebagai alternatif liburan. Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, penting untuk memilih gunung ramah anak dengan jalur landai, tidak terlalu panjang, serta memiliki pemandangan menarik yang membuat anak semakin antusias. Berikut ini adalah 6 rekomendasi gunung ramah anak di Indonesia yang cocok untuk liburan keluarga. 1. Gunung Papandayan, Garut Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, adalah salah satu gunung ramah anak paling populer di Indonesia. Jalurnya relatif landai dan mudah diakses oleh anak-anak maupun pendaki pemula. Perjalanan menuju area camping ground dapat ditempuh sekitar 1-2 jam saja dengan pemandangan kawah, padang edelweis, serta hutan mati yang unik. Fasilitas di sekitar area basecamp juga sangat lengkap, mulai dari toilet, warung makan, hingga area parkir yang luas. Tak heran jika Gunung Papandayan menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu khawatir jalur berat. 2. Gunung Andong, Magelang Gunung ramah anak yang satu ini berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Gunung Andong hanya memiliki ketinggian 1.726 mdpl, namun menawarkan panorama luar biasa indah. Jalur pendakian relatif singkat dan cocok untuk anak usia 6 tahun ke atas yang sudah terbiasa hiking ringan. Selain puncak yang luas untuk berkemah, udara sejuk dan suasana persawahan di sekitar kaki gunung menambah keunikan destinasi ini. Banyak keluarga dan komunitas pecinta alam yang merekomendasikan Andong sebagai gunung ramah anak terbaik di Jawa Tengah. 3. Gunung Prau, Dieng Dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia, Gunung Prau di kawasan Dieng juga masuk dalam daftar gunung ramah anak. Ketinggiannya yang hanya 2.565 mdpl dan jalur menanjak landai membuatnya aman untuk pendaki pemula maupun anak-anak. Waktu tempuh ke puncak rata-rata hanya 2-3 jam, sehingga tidak membuat anak cepat lelah. Di puncak Prau, anak-anak bisa menikmati lautan awan dan padang savana yang memesona. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan hangat karena suhu di puncak cukup dingin, terutama saat pagi hari. 4. Gunung Bromo, Jawa Timur Bromo sudah terkenal sebagai destinasi wisata keluarga, dan juga termasuk gunung ramah anak. Akses menuju kawah dan lautan pasir Bromo sangat mudah, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menunggang kuda dari area parkir. Anak-anak akan sangat menikmati pengalaman menyaksikan matahari terbit di Penanjakan, bermain pasir, serta belajar tentang kebudayaan Suku Tengger. Fasilitas wisata di kawasan Bromo sangat memadai, termasuk penginapan, toilet umum, serta banyak pilihan makanan khas setempat. 5. Gunung Penanggungan, Mojokerto Gunung ramah anak berikutnya adalah Gunung Penanggungan yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun ketinggiannya mencapai 1.653 mdpl, jalur pendakiannya cukup landai dan bisa ditempuh dalam 2-3 jam. Sepanjang perjalanan, anak-anak akan diajak melewati situs-situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang membuat perjalanan semakin edukatif. Area camping ground yang luas dan pemandangan sunrise yang indah menjadikan Gunung Penanggungan pilihan tepat untuk petualangan keluarga. 6. Gunung Puntang, Bandung Gunung Puntang yang terletak di Bandung Selatan menjadi destinasi gunung ramah anak selanjutnya. Jalurnya tidak terlalu terjal, banyak sumber air, dan terdapat area camping ground yang aman untuk anak-anak. Selain mendaki, keluarga juga bisa berkemah, bersepeda, atau sekadar piknik menikmati suasana hutan pinus yang sejuk. Gunung Puntang cocok untuk mengenalkan anak pada kegiatan luar ruang secara aman dan menyenangkan. Tips Aman Mendaki Gunung Ramah Anak Agar pengalaman mendaki lebih nyaman, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan keluarga: Pilih gunung ramah anak dengan jalur pendek, landai, dan fasilitas yang memadai. Siapkan perlengkapan mendaki yang sesuai usia anak (jaket, sepatu, topi, makanan ringan, dan air minum). Selalu dampingi anak saat mendaki, jangan biarkan berjalan sendiri jauh dari rombongan. Buat perjalanan menyenangkan dengan mengajak anak mengenal flora dan fauna di sekitar jalur. Jangan lupa dokumentasikan momen seru keluarga selama pendakian. Menyeimbangkan Aktivitas Outdoor dan Digital untuk Anak Mengenalkan anak pada petualangan di gunung ramah anak sangat penting untuk menanamkan cinta alam dan keberanian. Namun, jangan lupa juga untuk membekali anak dengan keterampilan abad 21 seperti coding dan literasi digital. Keseimbangan antara pengalaman outdoor dan penguasaan teknologi akan membuat anak semakin siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Jika Anda ingin anak mengenal coding secara seru dan interaktif, cobalah daftarkan anak Anda ke kelas coding gratis di Timedoor Academy. Biarkan mereka tumbuh menjadi generasi petualang yang cinta alam sekaligus cakap teknologi!
Screen Time Isn’t the Enemy: Why Screen Time for Kids Should Focus on Quality in 2025
Screen Time Bukanlah Musuh: Kualitas Screen Time Anak yang Lebih Penting di 2025
Di era digital, topik screen time anak kerap menjadi pembahasan hangat di kalangan orang tua. Banyak yang khawatir waktu anak di depan layar bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial mereka. Padahal, faktanya, screen time anak tidak selalu identik dengan hal negatif. Jika dikelola dengan bijak dan diisi dengan aktivitas yang tepat, justru screen time anak bisa memberi banyak manfaat positif. Artikel ini akan membahas mengapa kualitas screen time anak jauh lebih penting daripada sekadar membatasi durasinya. Kita juga akan mengulas contoh aktivitas digital yang produktif, tips mengelola screen time, dan bagaimana orang tua bisa menjadikan momen di depan layar sebagai sarana edukasi dan bonding keluarga. Jangan Hanya Melihat Durasi Selama ini, diskusi soal screen time anak sering hanya fokus pada durasi: berapa lama anak boleh menatap layar dalam sehari. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dampak screen time anak lebih ditentukan oleh jenis aktivitas yang dilakukan dan pendampingan dari orang tua. Misalnya, menonton film edukasi, mengikuti kelas coding, atau membuat karya digital jelas lebih bermanfaat daripada hanya sekadar bermain game tanpa tujuan atau menonton video hiburan secara berlebihan. American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri merekomendasikan agar orang tua lebih memperhatikan konten, kualitas, dan interaksi saat anak menggunakan gadget, bukan hanya membatasi jam layar secara kaku. Kenalin Screen Time Yang Berkualitas Untuk Anak Screen time yang berkualitas adalah ketika waktu di depan layar dimanfaatkan untuk hal-hal yang edukatif, kreatif, dan membangun karakter. Contohnya, anak belajar coding, membuat animasi, mengikuti kelas seni digital, membaca e-book, atau berkomunikasi secara positif dengan teman dan keluarga. Kualitas screen time juga bisa ditingkatkan jika aktivitas digital dilakukan bersama orang tua. Melibatkan anak dalam memilih aplikasi edukasi, berdiskusi tentang film yang ditonton, atau mengerjakan proyek digital bersama bisa mempererat bonding dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Manfaat Screen Time Anak Jika Dikelola dengan Baik Banyak penelitian menunjukkan bahwa screen time anak yang berkualitas dapat meningkatkan berbagai kemampuan penting, seperti: Literasi digital dan teknologi: Anak lebih siap menghadapi dunia modern yang serba digital. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif: Terlatih dari memecahkan tantangan di coding, membuat proyek digital, atau mengedit video. Keterampilan komunikasi dan kolaborasi: Saat anak terlibat dalam kelas online, forum belajar, atau kerja tim dalam proyek digital. Pengembangan karakter: Melatih disiplin, rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Risiko Screen Time Anak yang Tidak Terarah Sebaliknya, jika screen time anak tidak diarahkan dengan baik, risiko seperti kecanduan gadget, gangguan tidur, menurunnya interaksi sosial, dan perilaku pasif bisa meningkat. Oleh karena itu, orang tua perlu hadir dan terlibat secara aktif dalam mengawasi dan mendampingi screen time anak. Tips Mengelola Screen Time Anak Agar Produktif Agar screen time anak memberikan manfaat optimal, berikut tips yang dapat diterapkan: Seleksi Konten EdukatifPilih aplikasi, website, atau program edukasi yang sesuai usia anak. Hindari konten negatif atau tidak sesuai usia. Buat Jadwal SeimbangAtur waktu layar anak dan seimbangkan dengan aktivitas fisik, bermain di luar rumah, serta waktu istirahat yang cukup. Dampingi dan DiskusikanSelalu dampingi anak saat mereka beraktivitas digital, ajak diskusi tentang apa yang dipelajari atau tontonan yang mereka nikmati. Berikan Pilihan Aktivitas Digital yang KreatifAjak anak mencoba aktivitas seperti coding, desain grafis, membuat vlog, atau eksperimen sains sederhana berbasis aplikasi. Jadwalkan Screen Time Produktif sebagai Kegiatan KeluargaContoh: belajar coding bareng, menonton film dokumenter bersama, atau membuat proyek digital keluarga. Kursus Coding Anak: Contoh Screen Time Anak yang Berkualitas Salah satu bentuk screen time anak yang sangat direkomendasikan adalah mengikuti kursus coding. Belajar coding bukan sekadar tren, tapi juga bermanfaat untuk menstimulasi logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Coding juga mengajarkan anak tentang kesabaran, kolaborasi, dan keberanian mencoba hal baru. Dengan mengikuti kursus coding anak seperti di Timedoor Academy, waktu di depan layar jadi lebih produktif, menantang, dan menyenangkan. Timedoor Academy menawarkan kurikulum coding yang dirancang khusus untuk anak-anak, dengan materi interaktif, proyek nyata, dan komunitas yang suportif. Ada juga kelas gratis (free trial class) untuk mencoba tanpa komitmen, sehingga anak bisa mengeksplorasi dunia coding dengan cara yang seru dan aman.
float button