Aug 25, 2024

Bisakah Screen Time Menjadi Edukatif untuk Anak-anak? Kelas Coding Bisa Jadi Jawabannya

Bisakah Screen Time Menjadi Edukatif untuk Anak-anak? Kelas Coding Bisa Jadi Jawabannya image

Mengizinkan anak-anak untuk memiliki perangkat digital menjadi penting karena beberapa alasan, tetapi screen time yang berlebihan atau tidak terkontrol dapat berdampak negatif. Orang tua menjadi semakin bingung tentang cara mengontrolnya dan juga apakah mereka harus mengambil perangkat tersebut atau mencoba cara inovatif dan mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

 

 

Memahami Screen Time

Secara umum, screen time adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan dan melihat layar elektronik, seperti ponsel, tablet, laptop, atau televisi

Kekhawatiran Saat Ini tentang Screen Time

Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari semua usia, termasuk anak-anak. Sementara teknologi ini menawarkan manfaat pendidikan dan hiburan, penggunaannya yang luas telah memicu kekhawatiran. Untuk lebih memahami dampak screen time, penting untuk membedakan antara screen time pasif dan aktif.

Screen time pasif biasanya melibatkan menghabiskan waktu untuk konten yang memakan waktu tanpa interaksi yang signifikan. Contohnya seperti menonton acara TV atau film, di mana Anda sebagian besar hanya duduk dan menonton saja. Di sisi lain, screen time aktif membutuhkan lebih banyak keterlibatan dan interaksi. Dimana ini mengharuskan anak-anak untuk berpikir dan berpartisipasi saat menggunakan layar, seperti bermain game edukatif atau membuat seni digital.

Orang tua umumnya tidak ingin anak-anak mereka menghabiskan waktu berlebihan di depan layar, terutama dengan cara yang pasif dan tidak produktif. Meskipun beberapa screen time pasif tidak berbahaya secara inheren, terlalu banyak berpotensi menghambat perkembangan anak. Alasan di balik ini adalah bahwa hal tersebut tidak selalu melibatkan pikiran anak secara aktif seperti aktivitas lainnya.

 

 

Screen Time menjadi Edukatif

Belajar di Era Digital

Akibatnya, melibatkan anak-anak dalam konten screen time edukatif yang interaktif dapat memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan literasi digital yang penting dan dapat berguna di masa depan. Saat ini, banyak game dan aplikasi edukatif dirancang untuk meningkatkan keterampilan yang berharga dalam konteks akademis dan dunia nyata. Paparan positif dini terhadap dunia digital dapat sangat menguntungkan dalam mempersiapkan anak-anak untuk karir masa depan di pasar kerja yang semakin didorong oleh teknologi.

Pembelajaran Coding untuk Anak-anak

Di antara berbagai bentuk screen time edukatif aktif, satu area yang telah mendapatkan perhatian dan kepentingan signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah pendidikan coding untuk anak-anak. Keterampilan coding telah meningkat kepentingannya seiring naiknya digitalisasi masyarakat. Ini adalah salah satu cara untuk mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

Coding membutuhkan keterlibatan konstan dan partisipasi aktif anak-anak untuk memastikan program mereka berfungsi dengan benar. Jika sebuah program tidak berjalan dengan benar, mereka harus mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membutuhkan siklus pembelajaran dan perbaikan terus-menerus. Selain itu, anak-anak akan mendapatkan pemahaman yang lebih tentang cara kerja teknologi digital dengan belajar coding, menjadikan mereka pengguna teknologi yang lebih terinformasi dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, belajar coding menawarkan anak-anak cara transformatif untuk terlibat dengan teknologi, mengubah screen time pasif biasa menjadi pengalaman aktif, kreatif, dan merangsang intelektual. Tujuan lainnya adalah untuk menggeser mereka dari sekadar konsumen konten digital menjadi pembuat konten aktif. Dengan coding, screen time menjadi kesempatan untuk pertumbuhan dan akhirnya, screen time menjadi edukatif bagi anak-anak.

 

 

Baca Artikel Kami Lainnya:

Manfaat Coding: Bagaimana Anak-anak Dapat Melewati Rintangan Melalui Coding?

Adaptive Theme in iOS native

 

 

Manfaat Coding sebagai Screen Time Edukatif

Screen time menjadi edukatif

Sepanjang proses, anak-anak akan terbiasa memiliki screen time edukatif dan lebih produktif, itu bisa mengarah pada peningkatan keterampilan anak-anak yang akan menguntungkan mereka baik sekarang maupun di masa depan. Tantangan yang terus-menerus muncul dalam proyek coding menciptakan platform dinamis untuk memperoleh keterampilan baru dan memiliki rasa bahagia pada pencapaian.

Perkembangan Kognitif

Pemrograman memiliki proses yang perlu dinilai dengan hati-hati. Kesalahan dalam coding akan mempengaruhi hasil secara langsung dan menyebabkan kode tidak berfungsi dengan benar. Coder dituntut untuk berpikir dan memperhatikan sehingga mereka dapat belajar dan menunjukkan di mana letak kesalahan serta bagaimana menyelesaikannya. Mereka perlu memecah kode tertulis mereka sehingga hasil visual sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, mereka akan belajar, berpikir, dan bertindak berdasarkan alasan

Kreativitas

Dalam coding, mereka belajar untuk menciptakan dan mewujudkan imajinasi yang diharapkan melalui kode, memberdayakan mereka untuk mewujudkan ide-ide mereka dalam ranah digital. Dengan membuat game, animasi, atau cerita interaktif, anak-anak terlibat dalam pengalaman belajar praktis yang hanya dibatasi oleh imajinasi mereka. Selain itu, mereka belajar untuk menerjemahkan konsep abstrak menjadi kode fungsi, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran logis dalam prosesnya.

 

 

Persiapan untuk Karir Masa Depan

Di dunia yang berkembang pesat saat ini, kemampuan beradaptasi sangat penting dan prinsip ini berlaku untuk aspek yang lebih luas. Hampir setiap industri sedang mengalami transformasi digital saat ini, menjadikan literasi digital sebagai kebutuhan mendasar di berbagai bidang. Kemampuan untuk memahami teknologi digital bukan lagi hanya keterampilan yang menguntungkan tetapi menjadi kebutuhan mendasar untuk tetap relevan dan kompetitif di tempat kerja modern.

Coding memungkinkan anak-anak untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia modern dan bahkan memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk memiliki pasar kerja yang lebih luas. Keterampilan berharga yang diperoleh dari belajar coding dapat ditransfer dan diterapkan ke bidang lain, yang menguntungkan berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan. Oleh karena itu, coding adalah cara untuk mengubah screen time menjadi edukatif bagi anak-anak. Menulis kode dapat disajikan sebagai aktivitas interaktif dan produktif, membuat screen time edukatif lebih menarik bagi anak-anak.

 

 

Membimbing Pertumbuhan Anak dalam Konteks Pendidikan Positif

Lepaskan kemampuan anak-anak Anda dan kembangkan kemampuan analitis mereka melalui kelas coding inovatif kami. Ubah screen time menjadi kesempatan pembelajaran edukatif dengan Timedoor Academy, yang berfungsi sebagai pintu masuk anak-anak Anda ke dunia teknologi yang menarik. Kami menyediakan kursus coding untuk memberdayakan generasi cerdas berikutnya. Di Timedoor, pendidik ahli menawarkan pelajaran dinamis yang dengan mudah mengubah konsep yang menantang menjadi pengalaman yang menghibur bagi anak-anak, menjadikan screen time edukatif tidak hanya bermanfaat tetapi benar-benar menarik.

Bergabunglah dengan kelas free trial kami dan saksikan kegembiraan anak Anda dengan inovasi teknologi masa depan.

Kunjungi situs Timedoor Academy untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Lainnya

J Trust Bank & Timedoor Academy Hadirkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem
J Trust Bank & Timedoor Academy Hadirkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem
Karangasem, 27 April 2025 – Dalam upaya mendukung peningkatan literasi digital di Indonesia, PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) bekerja sama dengan Timedoor Academy, startup edukasi teknologi, meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Pendidikan IT untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali, dan ditujukan untuk 15 anak berusia 7–18 tahun dari kalangan yatim piatu dan dhuafa. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam hal ekonomi, infrastruktur pendidikan, dan akses terhadap perangkat teknologi. Melalui kolaborasi ini, J Trust Bank dan Timedoor Academy berharap membekali mereka dengan keterampilan digital untuk masa depan mereka. Fokus Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa Sebagai bentuk kontribusi nyata, program CSR Timedoor Academy dan J Trust Bank dirancang dengan pendekatan tiga pilar utama dalam mendukung pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa: Training of Trainers (TOT) – Pelatihan teknis dan pedagogis bagi guru lokal agar dapat mendampingi pembelajaran IT. Penyediaan Learning Management System (LMS) – Materi digital yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Pelatihan Tatap Muka Rutin – Anak-anak mengikuti pelatihan intensif selama 12 bulan untuk memperkuat pemahaman dasar di bidang teknologi. Melalui pendekatan ini, program ini memperkuat literasi digital sejak dini sekaligus membangun fondasi keterampilan teknologi bagi anak-anak. Komitmen J Trust Bank untuk Meningkatkan Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menegaskan pentingnya pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa dalam membangun masa depan yang lebih adil. “Sebagai perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, kami percaya pendidikan teknologi harus dapat diakses semua kalangan. Melalui program ini, kami ingin membuka jalan bagi anak yatim dan dhuafa untuk bisa sejajar dalam mengembangkan potensi diri mereka,” ujar Ritsuo. Kolaborasi ini menjadi bagian dari misi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan sosial berbasis teknologi. Timedoor Academy dalam Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa Sebagai mitra pelaksana, Timedoor Academy menyediakan LMS dan materi pembelajaran digital yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan peserta. Pelatihan kepada guru lokal memastikan keberlanjutan program pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa di komunitas setelah program selesai. Timedoor Academy berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga mendorong kreativitas, logika berpikir, dan kemandirian anak-anak di era digital. Dampak Program Pendidikan IT untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Karangasem Program ini disambut positif oleh peserta, guru, dan masyarakat. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar coding dan aplikasi sederhana. Para guru yang mengikuti TOT menyatakan program ini memberikan pengalaman baru dalam pendekatan mengajar berbasis teknologi. Melalui semangat “Create a Bright Future for the Next Generation with IT Education,” kolaborasi ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang memperluas akses pendidikan IT untuk anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.
Jumbo 2025 Movie Poster
Jumbo dan Anak: 3 Pelajaran Inspiratif Tentang Imajinasi & Teknologi 
Di sebuah film berjudul Jumbo, kita diajak masuk ke dunia seorang anak perempuan bernama Jo. Ia menciptakan robot raksasa dari barang-barang rongsokan, memberinya nama “Jumbo”, dan menjadikannya teman bermain sekaligus pelindung. Apa yang tampak seperti kisah imajinasi belaka, sebenarnya mencerminkan kemampuan alami anak-anak untuk berkreasi, berimajinasi, dan mengekspresikan diri melalui teknologi. Sebagai orang tua, kita tentu ingin memahami dunia anak yang sering kali tampak “tidak masuk akal”—penuh fantasi, tapi juga penuh potensi. Di era digital saat ini, dunia imajinasi itu bukan hanya bisa diwujudkan lewat gambar atau tulisan tangan, tapi juga melalui media digital seperti coding, animasi, hingga game development. Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari kisah Jumbo tentang anak dan teknologi? 1. Jumbo: Imajinasi Anak Adalah Aset Terbesar Mereka Jo tidak menciptakan Jumbo karena disuruh, tapi karena ia merasa sendiri dan ingin teman. Anak-anak punya dunia batin yang kaya, dan imajinasi sering kali menjadi jembatan untuk mengekspresikan emosi atau menjelajahi ide-ide baru. Sayangnya, dalam sistem pendidikan yang terlalu fokus pada nilai akademis, imajinasi anak bisa terlupakan. Padahal, dalam dunia teknologi, kreativitas adalah kekuatan utama. Banyak inovasi besar lahir bukan dari pengetahuan, tapi dari keberanian untuk membayangkan hal-hal yang belum ada. Sebagai orang tua, kita bisa mulai dengan bertanya: “Kalau kamu bisa membuat robot seperti Jumbo, dia akan seperti apa? Bisa apa saja?” Dari situ, anak belajar berpikir kreatif dan menuangkan ide secara konkret. 2. Jumbo: Teknologi Bukan Musuh, Tapi Alat Ekspresi Dalam film Jumbo, teknologi hadir sebagai medium ekspresi—bukan sekadar alat hiburan. Sama seperti Jo yang membangun Jumbo dari barang bekas, anak-anak zaman sekarang juga bisa menciptakan sesuatu dari apa yang mereka miliki: laptop, tablet, dan koneksi internet. Namun, penggunaan teknologi harus diarahkan. Gadget tidak melulu buruk. Jika digunakan dengan tujuan yang jelas, ia bisa menjadi sarana anak belajar berpikir logis, berinovasi, bahkan menyampaikan perasaan mereka. Alih-alih melarang anak bermain gadget, kita bisa bertanya: “Apa yang bisa kamu buat dengan itu?” “Mau coba bikin game atau animasi sendiri?” Dari sinilah teknologi berubah fungsi: dari konsumsi pasif menjadi proses penciptaan aktif. 3. Jumbo: Setiap Anak Bisa Menjadi Pencipta, Bukan Hanya Pengguna Film Jumbo memberi kita satu pesan penting: anak-anak punya kapasitas untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa, asal mereka diberi kesempatan. Tidak semua anak harus jadi ilmuwan atau insinyur, tapi semua anak bisa menjadi creator—mereka hanya butuh wadah yang tepat. Saat ini, belajar teknologi seperti coding atau animasi sudah bisa dimulai sejak usia SD. Anak-anak tidak perlu langsung membuat robot, tapi mereka bisa mulai dengan membuat karakter, mengatur alur cerita, atau menciptakan permainan kecil. Proses ini melatih banyak hal: dari berpikir sistematis, pemecahan masalah, hingga kerja sama. Dan yang paling penting? mereka belajar percaya pada ide mereka sendiri. Jumbo: Siapkah Kita Memberi Anak Ruang untuk Berkarya? Sebagai orang tua, kita punya peran penting untuk mendampingi dan memfasilitasi eksplorasi anak—bukan mengarahkannya secara kaku. Imajinasi anak, seperti Jo dalam film Jumbo, sering kali menjadi fondasi awal dari keterampilan abad ke-21: kreativitas, empati, literasi teknologi, dan inovasi. Memberi ruang untuk bermain dan berimajinasi dengan teknologi bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak kita. Bantu Anak Anda Mewujudkan Ide Liar Mereka Bersama Timedoor Academy Di Timedoor Academy, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan dan bukan sekadar mengikuti. Melalui program seperti coding, animasi, dan desain digital, anak-anak diajak untuk mengasah imajinasi mereka dan menuangkannya ke dalam bentuk yang nyata: mulai dari game interaktif, karakter animasi, hingga proyek digital personal yang mencerminkan ide dan perasaan mereka. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan terstruktur, kami membantu anak memahami bahwa teknologi bukan sekadar konsumsi, tetapi juga ruang eksplorasi. Kelas-kelas kami bersifat online dan interaktif, dipandu oleh mentor profesional dari Indonesia dan Jepang, serta dirancang untuk anak usia 5 hingga 18 tahun dari berbagai latar belakang. Jadi jika anak Anda memiliki dunia imajinasi sebesar robot Jumbo, mungkin mereka hanya perlu satu hal: lingkungan yang tepat untuk mewujudkannya. Join kelas uji coba gratis kami sekarang juga!
<strong>7 Manfaat Hebat Pelatihan Literasi Keamanan Digital untuk Siswa di Era Teknologi</strong>
7 Manfaat Hebat Pelatihan Literasi Keamanan Digital untuk Siswa di Era Teknologi
Di era digital yang berkembang pesat, kemampuan anak dalam menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman tentang keamanan di dunia maya. Banyak anak sudah terampil menggunakan gadget, tetapi belum memahami risiko yang mungkin mereka hadapi di internet. Karena itu, literasi keamanan digital untuk siswa menjadi hal penting yang perlu diajarkan sejak dini agar mereka dapat menjelajahi dunia digital dengan aman, cerdas, dan bertanggung jawab. Timedoor Academy memahami pentingnya hal ini. Melalui program pembelajaran interaktif, siswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menjaga diri mereka di dunia maya. Dengan begitu, pelatihan literasi keamanan digital untuk siswa bukan sekadar teori, tetapi juga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka. Apa Itu Literasi Keamanan Digital untuk Siswa? Literasi keamanan digital untuk siswa adalah kemampuan memahami, mengidentifikasi, dan mengelola risiko di dunia maya. Ini termasuk kemampuan untuk melindungi data pribadi, menghindari penipuan online, serta memahami etika dalam berkomunikasi di internet. Dalam konteks pendidikan, literasi ini tidak hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi, tetapi juga cara berpikir kritis terhadap informasi yang mereka temui secara daring. Misalnya, bagaimana mengenali berita palsu, memahami privasi data, dan menggunakan media sosial dengan bijak. Pelatihan semacam ini menjadi pondasi penting bagi siswa agar mereka tumbuh menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab dan beretika. Mengapa Literasi Keamanan Digital Itu Penting? Kemudahan akses internet membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan, tetapi juga membuka peluang munculnya risiko seperti cyberbullying, pencurian data, atau konten yang tidak pantas. Anak-anak seringkali belum memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang aman dan mana yang berbahaya. Dengan literasi keamanan digital untuk siswa, mereka akan belajar cara mengenali tanda-tanda bahaya di dunia maya. Misalnya, bagaimana menghindari tautan mencurigakan, tidak sembarangan memberikan informasi pribadi, dan memahami konsekuensi dari tindakan mereka di internet. Ketika siswa memiliki pengetahuan ini, mereka menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Manfaat Pelatihan Literasi Keamanan Digital untuk Siswa Pelatihan literasi keamanan digital untuk siswa memberikan berbagai manfaat yang signifikan, baik bagi anak-anak maupun bagi orang tua. Berikut beberapa manfaat utamanya: Meningkatkan Kesadaran Keamanan Online Anak-anak belajar mengenali ancaman online seperti penipuan, peretasan, dan cyberbullying. Mereka memahami langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri. Menumbuhkan Sikap Bertanggung Jawab di Dunia Maya Dengan literasi yang baik, siswa memahami bahwa aktivitas di dunia digital juga memiliki konsekuensi nyata. Mereka menjadi lebih berhati-hati dalam setiap interaksi online. Melatih Kritis dalam Mengonsumsi Informasi Pelatihan ini membantu anak membedakan mana informasi yang benar dan mana yang palsu, sehingga mereka tidak mudah termakan hoaks atau konten menyesatkan. Membangun Reputasi Digital yang Positif Anak-anak belajar menjaga jejak digital mereka dengan baik. Mereka memahami pentingnya membangun reputasi positif di dunia maya yang dapat berpengaruh di masa depan. Meningkatkan Kolaborasi Aman dalam Pembelajaran Online Saat belajar menggunakan platform daring, siswa akan memahami pentingnya keamanan data, penggunaan kata sandi yang kuat, serta etika bekerja dalam tim digital. Melindungi Privasi dan Data Pribadi Mereka belajar tidak sembarangan memberikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, atau foto pribadi di media sosial. Mendukung Perkembangan Karakter Digital yang Positif Literasi ini tidak hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang bagaimana bersikap sopan, menghargai orang lain, dan menggunakan teknologi untuk hal-hal bermanfaat. Peran Orang Tua dalam Literasi Keamanan Digital Orang tua memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan literasi keamanan digital untuk siswa. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci utama. Orang tua perlu mengajarkan anak tentang batasan dalam menggunakan internet, serta menjadi contoh dalam berperilaku digital yang baik. Timedoor Academy juga mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, edukasi keamanan digital tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di rumah. Melalui pendekatan yang positif, orang tua dapat membantu anak memahami bahwa internet adalah alat yang luar biasa jika digunakan dengan bijak. Bagaimana Timedoor Academy Menerapkan Literasi Keamanan Digital Timedoor Academy mengintegrasikan literasi keamanan digital untuk siswa ke dalam setiap program pembelajaran. Setiap kelas tidak hanya fokus pada keterampilan teknis seperti coding atau desain, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika digital. Siswa diajak untuk memahami bahwa teknologi bukan hanya soal kemampuan membuat sesuatu, tetapi juga tanggung jawab terhadap penggunaannya. Pembelajaran dilakukan dengan metode yang interaktif, menggunakan studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok agar anak lebih mudah memahami risiko nyata di dunia digital. Daftar Sekarang di Timedoor Academy! Pelatihan literasi keamanan digital untuk siswa merupakan langkah penting dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia digital. Dengan kemampuan ini, anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga beretika dan bertanggung jawab. Sebagai orang tua, memberikan akses pelatihan yang tepat bagi anak merupakan investasi besar untuk masa depan mereka. Ingin anak Anda menjadi cerdas digital dan aman di dunia maya? Daftarkan sekarang untuk Free Trial Class di Timedoor Academy! Rasakan pengalaman belajar interaktif yang tidak hanya mengajarkan coding, tetapi juga membangun kesadaran literasi digital yang penting bagi masa depan anak Anda.
float button