Nov 19, 2024

Timedoor Academy Menang SEA Coding Competition!

Timedoor Academy Menang SEA Coding Competition! image

Timedoor Academy Bersinar di Kompetisi Coding Anak Terbesar di Asia Tenggara!

Timedoor Academy dengan bangga mengumumkan pencapaian luar biasa siswa-siswanya dalam ajang Tech Kids Grand Prix ASEAN 2024, kompetisi coding anak terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh perusahaan ternama asal Jepang. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan talenta muda dari berbagai negara untuk menampilkan kreativitas, keahlian, dan inovasi mereka dalam dunia pemrograman.

Platform Bergengsi untuk Generasi Muda

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan hasil karya mereka, mulai dari aplikasi mobile, game interaktif, hingga presentasi multimedia. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, acara ini juga merupakan sarana bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri, mengasah keterampilan, serta membangun jejaring dengan teman-teman dari berbagai negara yang memiliki minat serupa.

Timedoor Academy dengan bangga mengumumkan bahwa tiga siswa kami berhasil meraih penghargaan atas proyek inovatif mereka. Selain itu, sejumlah siswa lainnya juga mendapatkan pengakuan sebagai peraih Top 30, mencerminkan dedikasi dan kerja keras seluruh komunitas Timedoor Academy.

Nadzkara Fakhri Madenda (Fay)

Fay menciptakan sebuah game interaktif kekayaan budaya Indonesia. Proyek ini memperkenalkan berbagai aspek budaya, seperti makanan tradisional, alat musik, pakaian, dan permainan rakyat daerah Indonesia. Fay meraih Presentation Award berkat kemampuannya dalam mempresentasikan proyek ini secara menarik dan detail di depan para juri.

Mohammad Fardeen

Fardeen dari Bangladesh, menciptakan sebuah aplikasi tabungan yang ditujukan untuk anak-anak. Fardeen terinspirasi dan merancang platform yang membantu anak-anak memahami pentingnya menabung dan literasi keuangan. Berkat visinya yang inovatif dan relevan, Fardeen berhasil meraih Product Award.

Luke Caesar Njoto Imanuel

Luke mengembangkan sebuah game shooter 3D yang mencerminkan kecintaannya terhadap dunia gaming. Proyek ini dirancang dengan grafis yang realistis dan gameplay yang seru, memberikan pengalaman bermain yang imersif. Keunggulan teknis dan kualitas game ini membuat Luke berhasil masuk ke dalam Top 10.

Penghargaan Top 30

Selain para pemenang utama, kami juga ingin memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berbakat kami yang berhasil masuk ke peringkat Top 30:

  • I Nyoman Aditya Basudeva Mahaputra (Gatsu Branch)
  • Gede Agasthya Putra Darmawan (Gatsu Branch)
  • Theodorus Giovanni D (Gayungan Branch)
  • Jabir Sharwar (Online Bangladesh)
  • Mahrus Rahman Ayan (Online Bangladesh)

Keberhasilan mereka menjadi bukti dedikasi tinggi dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini.

Dukungan dari Timedoor Academy

Untuk memberikan dukungan penuh kepada para siswa, Timedoor Academy turut mengirimkan perwakilannya ke Singapura, termasuk Yutaka Tokunaga (CEO), Ayu Krisnasari (Curriculum Manager), dan Bernadet Andini (Curriculum and Teacher Leader). Kehadiran mereka merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung siswa dalam setiap langkah perjalanan mereka.

Melangkah Menuju Masa Depan

Keikutsertaan dalam Tech Kids Grand Prix ASEAN 2024 memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa. Fay dan Fardeen secara khusus mengungkapkan rasa syukur mereka atas bimbingan dari Timedoor Academy dan para guru yang telah membantu mereka sepanjang perjalanan ini. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan diri.

Sebagai institusi pendidikan, Timedoor Academy terus berkomitmen untuk mendukung dan membimbing generasi muda dalam mengembangkan keterampilan di era digital. Kami percaya bahwa para siswa kami memiliki potensi besar untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang di masa depan.

Ikuti terus perkembangan dan cerita inspiratif dari Timedoor Academy dalam mendukung generasi inovator masa depan!

Kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi potensi mereka dalam dunia pemrograman dengan adanya sesi free trial.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan disini.

Artikel Lainnya

<strong>7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar</strong>
7 Alasan Penting Mengapa Memahami Fungsi VR di Masa Depan Akan Mengubah Cara Anak Belajar
Teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan salah satu inovasi paling menarik yang sedang membentuk masa depan adalah Virtual Reality (VR). Dulu, VR mungkin terdengar seperti konsep dari film fiksi ilmiah, tetapi sekarang, teknologi ini sudah menjadi bagian nyata dari dunia pendidikan, hiburan, dan bahkan pelatihan profesional. Dengan kemampuannya menciptakan pengalaman imersif yang mendalam, fungsi VR di masa depan diprediksi akan menjadi salah satu elemen paling penting dalam dunia digital yang terus berevolusi. Virtual Reality memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan buatan yang terasa sangat nyata melalui headset dan sensor. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini bukan hanya sekadar alat hiburan, tetapi juga menjadi jembatan untuk pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. Anak-anak dapat menjelajahi dunia luar angkasa, mempelajari anatomi tubuh manusia, atau bahkan melakukan eksperimen ilmiah secara virtual tanpa risiko nyata. Namun, seberapa penting sebenarnya fungsi VR di masa depan, dan bagaimana teknologi ini bisa membentuk cara anak-anak kita belajar dan berkembang? Berikut tujuh alasan kuat mengapa setiap orang tua perlu memahami potensi besar dari teknologi ini. 1. Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Lebih Realistis Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling menjanjikan adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman belajar yang mendalam dan nyata. Alih-alih hanya membaca dari buku atau menonton video, anak-anak dapat “masuk” langsung ke dalam materi pembelajaran. Misalnya, ketika mempelajari sejarah, mereka bisa menjelajahi piramida Mesir atau menyaksikan peristiwa bersejarah seolah mereka benar-benar berada di sana. Pembelajaran berbasis pengalaman ini meningkatkan pemahaman konsep dan daya ingat anak. Dengan keterlibatan indera yang lebih banyak, otak mereka memproses informasi dengan cara yang lebih bermakna. 2. Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Anak Belajar sering kali menjadi tantangan bagi anak-anak, terutama jika metode pembelajaran terasa monoton. Melalui fungsi VR di masa depan, kegiatan belajar dapat berubah menjadi sesuatu yang seru dan penuh petualangan. Bayangkan anak-anak yang belajar coding, fisika, atau biologi dalam dunia virtual di mana setiap pelajaran menjadi permainan interaktif. VR memberikan sensasi eksplorasi dan penemuan yang membuat anak lebih termotivasi untuk belajar. Tidak hanya itu, teknologi ini juga membantu anak yang memiliki gaya belajar visual atau kinestetik untuk lebih memahami materi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. 3. Mengembangkan Empati dan Pemahaman Sosial Selain pendidikan formal, fungsi VR di masa depan juga dapat berperan penting dalam mengembangkan empati dan kesadaran sosial. Dengan VR, anak-anak dapat merasakan bagaimana rasanya berada dalam situasi orang lain, seperti mengalami kehidupan di negara berbeda atau memahami tantangan yang dihadapi oleh individu dengan keterbatasan fisik. Pengalaman ini memperluas perspektif anak dan menumbuhkan nilai-nilai seperti kepedulian, empati, dan rasa hormat terhadap keberagaman. Di era globalisasi, kemampuan ini sangat berharga untuk membentuk generasi yang lebih inklusif dan berwawasan luas. 4. Mendukung Pembelajaran Keterampilan Teknis dan Praktis Dalam dunia kerja masa depan, banyak profesi akan memanfaatkan VR untuk pelatihan dan simulasi. Oleh karena itu, memahami fungsi VR di masa depan menjadi penting sejak dini. Misalnya, di bidang kedokteran, mahasiswa kedokteran dapat menggunakan VR untuk berlatih operasi tanpa risiko terhadap pasien nyata. Di industri penerbangan, calon pilot dapat belajar mengendalikan pesawat melalui simulasi realistis. Bahkan di dunia desain, arsitek dapat membuat dan “menjelajahi” bangunan secara virtual sebelum benar-benar dibangun. Dengan demikian, anak-anak yang terbiasa menggunakan VR sejak dini akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan karena mereka memahami cara teknologi ini bekerja dan bagaimana mengaplikasikannya secara praktis. 5. Mendorong Kreativitas dan Inovasi VR bukan hanya tentang melihat dunia buatan, tetapi juga tentang menciptakannya. Salah satu fungsi VR di masa depan yang paling kuat adalah kemampuannya untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Melalui platform VR, anak-anak bisa merancang dunia virtual mereka sendiri, membuat karakter, atau bahkan memprogram interaksi di dalamnya. Ini memberi peluang besar untuk menggabungkan imajinasi, seni, dan teknologi. Selain menyenangkan, proses ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving yang penting untuk masa depan. 6. Menyediakan Lingkungan Aman untuk Eksperimen dan Kesalahan Salah satu keunggulan besar dari fungsi VR di masa depan adalah kemampuannya menciptakan lingkungan yang aman untuk belajar dari kesalahan. Dalam dunia virtual, anak-anak dapat mencoba berbagai eksperimen tanpa takut gagal atau menimbulkan kerugian nyata. Hal ini sangat berguna dalam pembelajaran sains, teknik, dan pemrograman, di mana kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar. Anak-anak dapat melakukan simulasi berulang kali hingga mereka memahami konsep dengan benar, membangun rasa percaya diri dan keingintahuan yang sehat. 7. Membuka Peluang Baru di Dunia Pendidikan dan Karier Teknologi VR membuka jalan baru dalam dunia pendidikan global. Dengan fungsi VR di masa depan, anak-anak dari berbagai belahan dunia dapat belajar bersama dalam ruang kelas virtual, berinteraksi dengan guru dari negara lain, dan mengakses sumber daya pendidikan berkualitas tinggi tanpa batas geografis. Selain itu, industri yang berbasis VR seperti desain game, pengembangan aplikasi, pelatihan digital, dan hiburan juga akan terus berkembang pesat. Anak-anak yang memahami dan mampu beradaptasi dengan teknologi ini akan memiliki peluang karier yang lebih luas dan menarik di masa depan. Bagaimana Timedoor Academy Membekali Anak dengan Pemahaman Teknologi Masa Depan Timedoor Academy percaya bahwa masa depan anak-anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis, tetapi juga oleh pemahaman mereka terhadap teknologi. Melalui pembelajaran interaktif dan menyenangkan, siswa diperkenalkan pada dunia coding, desain digital, dan teknologi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk fungsi VR di masa depan. Di bawah bimbingan mentor profesional, setiap anak diajak untuk menjelajahi teknologi dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kreativitas. Tujuannya adalah membantu anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta yang inovatif dan berpikiran maju. Mulai Perjalanan Teknologi Anak Anda Hari Ini Teknologi seperti VR bukan hanya tren sesaat, melainkan bagian penting dari masa depan pendidikan dan karier anak. Jika Anda ingin anak Anda siap menghadapi masa depan dengan keterampilan digital yang kuat dan pemahaman mendalam tentang fungsi VR di masa depan, kini saatnya mengambil langkah pertama.Daftarkan anak Anda untuk kelas uji coba gratis di Timedoor Academy hari ini dan temukan bagaimana pembelajaran digital dapat menjadi pengalaman yang seru, aman, dan penuh inspirasi bagi masa depan mereka.
<strong>Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital 2025</strong>
Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital 2025
Meningkatkan minat baca anak merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua di era digital seperti sekarang. Dengan semakin banyaknya hiburan digital seperti game, media sosial, dan video, anak-anak cenderung lebih tertarik pada aktivitas yang serba instan dibanding membaca buku. Padahal, kebiasaan membaca sejak dini sangat penting untuk membangun pengetahuan, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis anak. Lalu, apa saja cara meningkatkan minat baca anak yang efektif dan relevan untuk kondisi masa kini? Minat baca tidak muncul dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui kebiasaan, lingkungan yang mendukung, serta contoh positif dari orang dewasa di sekitarnya. Orang tua memiliki peran utama dalam menciptakan suasana yang membuat anak senang dan antusias terhadap kegiatan membaca. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai strategi praktis cara meningkatkan minat baca anak di rumah maupun di sekolah. Mengapa Minat Baca Anak Penting? Minat baca adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Anak yang gemar membaca umumnya memiliki kosakata yang lebih luas, mampu berpikir logis, serta mudah memahami pelajaran di sekolah. Selain itu, membaca dapat membantu anak mengenal dunia luar, membangun empati, dan melatih daya imajinasi. Oleh karena itu, menemukan cara meningkatkan minat baca anak menjadi langkah awal untuk membekali mereka dengan kemampuan belajar seumur hidup. Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Anak Sebelum membahas cara meningkatkan minat baca anak, penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca. Beberapa faktor tersebut antara lain: Lingkungan keluarga: Rumah yang menyediakan akses mudah ke buku dan bacaan bermutu akan memudahkan anak untuk mulai membaca. Peran orang tua: Anak-anak yang sering melihat orang tuanya membaca biasanya akan lebih tertarik mengikuti kebiasaan tersebut. Akses ke bahan bacaan: Koleksi buku yang bervariasi dan sesuai minat anak sangat berpengaruh pada tumbuhnya minat baca. Dukungan dari sekolah: Sekolah yang aktif mengadakan program literasi dan perpustakaan yang menarik akan meningkatkan motivasi anak untuk membaca. Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Rumah Berikut beberapa tips cara meningkatkan minat baca anak yang dapat dilakukan di rumah: Jadikan Membaca sebagai Kegiatan RutinBiasakan membaca buku bersama anak setiap hari, misalnya sebelum tidur atau saat waktu luang. Rutinitas ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif pada anak. Beri Contoh NyataAnak adalah peniru ulung. Jika orang tua terlihat sering membaca buku atau artikel, anak pun akan merasa penasaran dan tertarik untuk melakukan hal yang sama. Ciptakan Sudut Baca yang MenarikBuat area khusus di rumah sebagai sudut baca yang nyaman dan penuh warna. Tambahkan rak buku dengan koleksi bacaan yang sesuai usia dan minat anak. Berikan Pilihan Buku yang VariatifSediakan berbagai jenis buku, mulai dari cerita bergambar, komik edukatif, hingga buku pengetahuan umum. Biarkan anak memilih buku favoritnya agar mereka merasa memiliki kendali dalam memilih bacaan. Libatkan Anak dalam Aktivitas LiterasiAjak anak ke perpustakaan, toko buku, atau acara bedah buku. Aktivitas ini akan membuat anak mengenal dunia literasi lebih luas dan menemukan inspirasi dari luar rumah. Peran Sekolah dalam Meningkatkan Minat Baca Sekolah juga memegang peranan penting dalam menerapkan cara meningkatkan minat baca anak. Guru dapat mengadakan program membaca bersama, lomba resensi buku, atau menyediakan perpustakaan kelas dengan koleksi buku menarik. Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan agar minat baca anak terus tumbuh secara konsisten. Selain itu, teknologi juga bisa menjadi alat bantu yang efektif. Banyak aplikasi literasi digital yang dapat digunakan sebagai cara meningkatkan minat baca anak dengan format yang lebih interaktif dan modern. Anak bisa membaca e-book, mengikuti audio book, atau bahkan diskusi online mengenai buku yang telah dibaca. Hubungan Minat Baca dengan Keterampilan Lain Minat baca yang baik sangat berkaitan dengan kemampuan anak dalam berpikir kritis, menulis, dan memahami berbagai konsep baru, termasuk dalam bidang teknologi seperti coding. Anak yang terbiasa membaca biasanya lebih mudah memahami instruksi, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, cara meningkatkan minat baca anak juga secara tidak langsung membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan belajar coding dan teknologi digital. Coding dan Minat Baca: Modal Anak Masa Kini Belajar coding kini semakin mudah dan menyenangkan untuk anak-anak berkat materi yang sudah dikemas menarik seperti cerita interaktif, teka-teki, hingga proyek kreatif berbasis cerita. Di Timedoor Academy, anak bisa belajar coding sambil meningkatkan kemampuan membaca dan memahami instruksi. Metode belajar yang digunakan tidak hanya mengajarkan logika pemrograman, tetapi juga memperkuat keterampilan literasi digital anak. Coba Free Trial Class Coding di Timedoor Academy Ingin anak Anda lebih gemar membaca sekaligus siap menghadapi dunia digital? Cobalah gabungkan rutinitas membaca dengan mengenalkan coding secara menyenangkan. Daftarkan anak Anda di free trial class coding bersama Timedoor Academy! Dengan mengikuti kelas gratis ini, anak bisa mencoba pengalaman belajar coding secara interaktif, kreatif, dan tetap mengasah minat baca. Segera kunjungi website atau akun sosial media Timedoor Academy untuk info lebih lengkap dan jadwalkan free trial class sekarang juga! Meningkatkan minat baca anak bukanlah proses instan, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Dengan mendukung minat baca dan mengenalkan coding sejak dini, Anda telah memberikan bekal berharga bagi anak agar mampu bersaing dan beradaptasi di dunia yang semakin digital.
Gen Alpha Slangs: A Guide to Understand How Kids Talk Today in 2025
Kamus Bahasa Gen Alpha: Panduan Memahami Gaya Komunikasi Anak Zaman Sekarang 2025
“Gyatt!”, “Rizz banget!”, “Aku skibidi dulu ya.” Kalau Anda pernah mendengar anak berbicara seperti itu dan merasa bingung, Anda tidak sendirian. Kalimat-kalimat tersebut merupakan bagian dari bahasa Gen Alpha, yaitu gaya komunikasi yang digunakan anak-anak generasi yang tumbuh di era digital, terutama mereka yang lahir setelah tahun 2010. Anak-anak Gen Alpha tidak hanya tumbuh bersama teknologi, mereka benar-benar hidup di dalamnya. Mereka belajar banyak hal melalui TikTok, YouTube Shorts, dan media sosial, bukan hanya dari buku pelajaran atau TV seperti generasi sebelumnya. Akibatnya, kosa kata mereka dipengaruhi oleh tren digital, meme, dan bahasa internet global, yang sering kali sulit dipahami oleh orang dewasa. Untuk membantu para orang tua lebih dekat dengan dunia anak-anaknya, berikut ini adalah kamus istilah populer dalam bahasa Gen Alpha lengkap dengan arti dan contoh penggunaannya. Kamus Bahasa Gen Alpha: Arti dan Contoh Istilah Populer 1. Rizz- Makna: Karisma atau kemampuan untuk memikat hati orang lain, biasanya dalam konteks percintaan atau pertemanan.- Contoh: “Kakak itu rizz banget, ngomongnya tenang tapi langsung disukai.”- Penjelasan: Istilah ini berasal dari kata charisma dan sering digunakan untuk menyebut seseorang yang punya daya tarik luar biasa. 2. Skibidi- Makna: Istilah yang berasal dari meme viral “Skibidi Toilet” dan sering digunakan untuk menyebut sesuatu yang aneh, menyeramkan, atau ‘nggak banget’.- Contoh: “Jangan deh masuk ke ruangan itu, skibidi banget suasananya.”- Penjelasan: Kata ini tidak punya arti literal tapi menjadi bagian penting dari ekspresi humor absurd ala Gen Alpha. 3. Gyatt- Makna: Ungkapan spontan karena terkejut atau kagum, berasal dari plesetan kata “goddamn”.- Contoh: “Gyatt! Itu kamar kamu rapi banget hari ini.”- Penjelasan: Biasanya digunakan ketika melihat sesuatu yang mengesankan atau mengejutkan secara positif. 4. Slay- Makna: Melakukan sesuatu dengan luar biasa, percaya diri, dan penuh gaya.- Contoh: “Penampilannya tadi waktu lomba bener-bener slay!”- Penjelasan: Kata ini digunakan sebagai pujian untuk penampilan atau pencapaian yang mengesankan. 5. NPC- Makna: Singkatan dari Non-Playable Character, istilah dalam game yang berarti karakter yang pasif dan kaku.- Contoh: “Dia cuma diam aja di grup, kayak NPC.”- Penjelasan: Istilah ini digunakan secara sarkastik untuk menyebut orang yang dianggap tidak punya inisiatif atau terlalu biasa. 6. Sigma- Makna: Seseorang yang tenang, mandiri, tidak suka pamer tapi tetap berpengaruh.- Contoh: “Dia jarang bicara, tapi semua nurut — benar-benar sigma.”- Penjelasan: Menggambarkan pribadi yang kuat tanpa harus mendominasi secara terbuka, kebalikan dari alpha male. 7. No cap- Makna: Jujur, tidak berbohong, benar-benar serius.- Contoh: “Film itu keren banget, no cap.”- Penjelasan: Digunakan untuk menekankan bahwa apa yang dikatakan adalah 100% benar. Kenapa Bahasa Gen Alpha Perlu Dipahami? Bahasa adalah alat komunikasi utama, dan jika orang tua ingin tetap terhubung dengan anak-anaknya, memahami bahasa Gen Alpha adalah langkah yang penting. Bukan berarti Anda harus ikut mengucapkan setiap istilah viral, tapi dengan memahami makna dan konteksnya, Anda bisa: Mencegah kesalahpahaman dalam komunikasi Membuka ruang dialog yang nyaman Membangun kepercayaan anak karena mereka merasa dimengerti Mengenali tren atau konten yang mungkin berisiko atau tidak sesuai Bahasa Gen Alpha juga memberi kita wawasan tentang cara berpikir anak-anak zaman sekarang yang lebih cepat, visual, dan adaptif terhadap tren digital global. Saatnya Arahkan Bahasa Mereka ke Hal yang Produktif Jika anak sudah terbiasa dengan gaya komunikasi digital yang cepat dan kreatif, kenapa tidak diarahkan ke bahasa yang lebih fungsional seperti coding? Coding adalah bentuk komunikasi antara manusia dan mesin. Ini mengajarkan struktur, logika, serta pemecahan masalah secara runtut — kualitas yang sangat dibutuhkan di masa depan. Untuk anak-anak Gen Alpha yang sudah sangat visual dan adaptif, belajar coding bisa menjadi jembatan yang ideal antara dunia kreatif mereka dan dunia teknologi yang akan mereka hadapi. Bahasa Gen Alpha adalah Peluang, Bukan Ancaman Daripada khawatir dengan istilah yang terdengar aneh, mari kita lihat bahasa Gen Alpha sebagai peluang untuk mendekatkan diri pada anak-anak. Ini bukan sekadar tren lewat, tapi cerminan dari dunia mereka yang terus berubah dan berkembang. Dengan memahami cara mereka berbicara, kita bisa memahami cara mereka berpikir. Dan dari situlah komunikasi yang saling menghargai bisa tumbuh. Di Timedoor Academy, anak Anda bisa belajar coding dengan pendekatan yang menyenangkan dan visual — sesuai dengan gaya belajar Gen Alpha. Yuk, daftar sekarang dan coba kelas gratisnya. Siapa tahu, mereka bisa ‘slay’ juga di dunia coding. No cap.
float button