May 26, 2025

Parenting VOC vs Gentle Parenting: Menimbang Pola Asuh Anak di 2025

<strong>Parenting VOC vs Gentle Parenting: Menimbang Pola Asuh Anak di 2025</strong> image

Perkembangan zaman membawa perubahan besar dalam pola pengasuhan anak di Indonesia. Jika dulu model parenting VOC menjadi standar yang banyak diterapkan, kini gentle parenting mulai populer di kalangan keluarga muda. Diskusi seputar parenting VOC vs gentle parenting seringkali menimbulkan pertanyaan besar: metode mana yang paling efektif membentuk karakter anak di era digital ini?

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang perbedaan mendasar parenting VOC dan gentle parenting, kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta bagaimana orang tua dapat memilih atau bahkan memadukan kedua pola asuh tersebut sesuai kebutuhan keluarga dan perkembangan anak.

Apa Itu Parenting VOC?

Istilah parenting VOC diadaptasi dari masa penjajahan Belanda di Indonesia, di mana ketegasan, kedisiplinan, dan kepatuhan menjadi nilai utama dalam keluarga. Pola parenting VOC menekankan hierarki yang jelas antara orang tua dan anak. Orang tua berperan sebagai pemimpin yang harus dihormati, sementara anak dituntut patuh, disiplin, serta tunduk pada aturan keluarga.

Ciri khas parenting VOC di antaranya:

  • Aturan yang tegas dan tidak mudah dinegosiasikan
  • Sanksi atau hukuman jika anak melanggar
  • Komunikasi satu arah, di mana pendapat anak kurang mendapat tempat
  • Penekanan pada prestasi, kemandirian, dan ketahanan mental anak

Gentle Parenting: Konsep Kebalikan Parenting VOC

Berbeda dengan parenting VOC, gentle parenting lebih menekankan pada pendekatan penuh empati, komunikasi dua arah, serta mengedepankan kebutuhan emosi anak. Orang tua berperan sebagai pendamping dan pembimbing, bukan hanya pemberi aturan. Pola ini mendorong anak untuk lebih percaya diri, terbuka, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Meski berbeda, gentle parenting bukan berarti tanpa batasan atau aturan. Justru, batasan diberikan dengan cara yang lebih humanis dan penuh pengertian. Dialog, validasi emosi, dan konsistensi menjadi kunci dalam gentle parenting.

Kelebihan dan Kekurangan Parenting VOC

parenting voc

Sebagai salah satu pola asuh klasik, parenting VOC masih banyak digunakan karena dinilai mampu membentuk karakter disiplin dan mandiri. Anak yang dibesarkan dengan parenting ini umumnya lebih kuat menghadapi tekanan dan terbiasa mengikuti aturan. Namun, pola ini juga berisiko membuat anak takut mengambil keputusan, kurang percaya diri, dan sulit mengungkapkan perasaan secara terbuka.

Di sisi lain, gentle parenting sering dianggap lebih cocok untuk anak zaman sekarang yang tumbuh dengan akses luas ke informasi dan teknologi. Namun tanpa batasan yang jelas, gentle parenting dapat membuat anak bingung membedakan mana yang benar dan salah.

Parenting VOC di Era Digital: Tantangan dan Adaptasi

Era digital membawa tantangan tersendiri bagi penerapan parenting VOC. Anak-anak kini tumbuh di tengah banjir informasi, media sosial, dan budaya instan. Ketegasan dan disiplin dalam parenting ini tetap penting, namun orang tua perlu menyesuaikan gaya komunikasi agar anak tidak merasa dikekang atau tidak dimengerti.

Salah satu cara efektif adalah dengan menggabungkan unsur positif dari parenting ini seperti ketegasan dan disiplin, dengan pendekatan gentle parenting yang penuh empati dan komunikasi terbuka. Hal ini akan membantu anak tetap tangguh, mandiri, namun tetap mampu mengelola emosi serta berpikir kritis.

Tips Memadukan Parenting VOC dan Gentle Parenting

Berikut beberapa tips agar pola parenting VOC tetap relevan di era modern:

  1. Buat Aturan Bersama Anak: Libatkan anak dalam proses pembuatan aturan keluarga. Jelaskan alasannya dan konsekuensinya.
  2. Konsisten Tapi Fleksibel: Tegaslah pada aturan utama, namun tetap terbuka pada perubahan jika memang dibutuhkan.
  3. Validasi Emosi Anak: Dengarkan keluh kesah anak dan bantu mereka menamai perasaan mereka, meskipun Anda tetap pada keputusan utama.
  4. Komunikasi Dua Arah: Sediakan waktu untuk berdialog, bukan hanya memberi perintah. Anak merasa dihargai dan lebih terbuka.
  5. Jadilah Contoh yang Baik: Anak meniru perilaku orang tua. Tunjukkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab dalam keseharian Anda.

Parenting VOC dan Kesiapan Anak Hadapi Masa Depan

Penerapan parenting VOC yang adaptif sangat bermanfaat dalam membekali anak menghadapi dunia modern yang penuh tantangan. Disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab akan membantu anak sukses di sekolah, pergaulan, dan karier masa depan. Namun, jangan lupa imbangi dengan perhatian pada aspek emosional dan kreativitas anak.

Bekali Anak Keterampilan Masa Depan Bersama Timedoor Academy

Ingin tahu detail program? Image

Ingin tahu detail program?

Tak peduli pola asuh apa yang Anda pilih, membekali anak dengan keterampilan masa depan sangat penting. Salah satunya adalah belajar coding yang kini menjadi fondasi banyak profesi modern. Melalui kelas coding di Timedoor Academy, anak-anak dapat mengasah logika, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif.

Timedoor Academy menyediakan free trial class coding yang dapat diikuti anak-anak secara gratis sebelum mendaftar kelas reguler. Dengan dukungan pengajar profesional dan kurikulum yang ramah anak, buah hati Anda akan tumbuh menjadi generasi adaptif dan siap menghadapi masa depan.

Jangan ragu untuk memulai perjalanan baru bersama Timedoor Academy!

Artikel Lainnya

Fun and Easy Coding Lessons for Kids in 2025
Yuk! Intip Top Materi Belajar Coding Anak SD di 2025
Di era digital seperti sekarang, kemampuan coding menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting untuk masa depan anak. Tidak hanya untuk menjadi programmer, belajar coding dapat membantu anak mengasah logika, berpikir kritis, serta menyelesaikan masalah secara sistematis. Oleh karena itu, memperkenalkan materi belajar coding anak SD sejak dini adalah langkah bijak yang bisa dilakukan oleh orang tua maupun guru. Namun, mengajarkan coding kepada anak usia sekolah dasar tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan anak usia remaja atau dewasa. Materi yang disampaikan harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak, serta disajikan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif agar anak tidak merasa bosan. Lalu, seperti apa materi belajar coding anak SD yang cocok? Simak pembahasan berikut ini. Mengapa Anak SD Perlu Belajar Coding? Sebelum membahas materi belajar coding anak SD, penting untuk memahami manfaat belajar coding sejak dini. Beberapa manfaat tersebut antara lain: Mengasah kemampuan logika dan berpikir sistematisCoding membuat anak berpikir bagaimana cara kerja sesuatu secara berurutan. Ini membantu mereka menyusun logika berpikir yang rapi dan terstruktur. Meningkatkan kreativitasDengan coding, anak bisa menciptakan game, animasi, bahkan cerita interaktif. Ini tentu mendorong imajinasi dan kreativitas mereka. Mempersiapkan anak menghadapi masa depan digitalDunia kerja di masa depan akan sangat erat kaitannya dengan teknologi. Memahami dasar coding sejak SD akan memberi bekal penting untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Melatih ketekunan dan pemecahan masalahSaat coding tidak berjalan sesuai rencana, anak belajar untuk mencari solusi dan mencoba ulang. Ini melatih sikap pantang menyerah. Rekomendasi Materi Belajar Coding Anak SD Berikut ini adalah beberapa jenis materi belajar coding anak SD yang bisa diperkenalkan secara bertahap. 1. Pengenalan Logika Dasar dan Algoritma Sebelum masuk ke bahasa pemrograman, anak perlu memahami logika dasar seperti urutan instruksi, percabangan (jika-maka), dan pengulangan (looping). Materi ini bisa disampaikan melalui permainan kartu, aktivitas unplugged, atau puzzle logika seperti “Robot Tangan Kiri” dan “Berpikir Berurutan”. 2. Block-based Programming (Pemrograman Berbasis Blok) Jenis materi ini sangat populer di kalangan anak-anak. Anak akan menyusun blok kode seperti puzzle untuk membuat perintah. Beberapa platform yang cocok digunakan antara lain: Scratch: Dirancang khusus untuk anak-anak. Anak bisa membuat animasi, game, atau cerita digital. Code.org: Menyediakan modul pembelajaran coding dari tingkat pemula dengan karakter dan aktivitas yang disukai anak. Blockly: Mirip dengan Scratch, tetapi juga bisa digunakan sebagai pengantar sebelum anak belajar bahasa pemrograman yang lebih kompleks. Materi ini sangat efektif untuk anak SD karena bersifat visual dan intuitif. 3. Pengenalan Bahasa Pemrograman Dasar Setelah anak terbiasa dengan block-based coding, mereka bisa diperkenalkan dengan bahasa pemrograman yang lebih sederhana seperti: Python: Banyak digunakan karena sintaksisnya mudah dibaca dan ditulis. HTML & CSS: Cocok untuk anak yang tertarik membuat tampilan situs web sederhana. JavaScript Dasar: Sebagai pengantar logika pemrograman yang interaktif. Tentunya, materi ini hanya diperkenalkan secara bertahap dengan pendekatan sederhana dan didampingi tutor yang memahami cara komunikasi dengan anak. 4. Penerapan Coding dalam Kehidupan Sehari-hari Anak juga perlu diajak melihat bagaimana coding bisa digunakan dalam kehidupan nyata. Misalnya membuat game edukatif sederhana, simulasi lalu lintas, membuat kalender interaktif, hingga mengontrol robot sederhana seperti Micro:bit atau Lego Robotics. Materi seperti ini akan membuat anak merasa bahwa coding bukan hal yang membosankan, melainkan menyenangkan dan bermanfaat. Tips Mengajarkan Coding ke Anak SD Gunakan media visual dan interaktifAnak lebih mudah memahami sesuatu yang bisa dilihat langsung. Gunakan video, animasi, atau game edukatif. Belajar sambil bermainMetode gamifikasi sangat efektif untuk anak-anak. Sertakan tantangan ringan, sistem poin, atau badge untuk meningkatkan semangat belajar. Berikan apresiasi kecil setiap pencapaianHal ini akan membangun kepercayaan diri anak dan mendorong mereka untuk terus belajar. Lakukan secara bertahap dan konsistenJangan memaksakan semua materi sekaligus. Fokus pada satu konsep terlebih dahulu hingga anak benar-benar paham. Belajar Coding Sejak Dini, Bekal Anak di Era Digital Bagi orang tua yang ingin anaknya mulai belajar coding dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan sesuai usia, Anda bisa mempertimbangkan program belajar coding dari Timedoor Academy. Timedoor menyediakan kurikulum interaktif dan tutor berpengalaman yang siap membantu anak Anda belajar dengan cara yang menyenangkan. Tertarik mencoba? Daftarkan anak Anda di kelas coding anak Timedoor dan ikuti free trial class sekarang juga. Ini bisa menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan dunia teknologi secara tepat kepada buah hati Anda.
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) di Kabupaten Badung
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) di Kabupaten Badung
Suasana pelatihan koding dan kecerdasan artifisial di Kabupaten Badung terasa berbeda pagi itu. Deretan guru sekolah dasar tampak antusias menatap layar laptop mereka, beberapa berdiskusi sambil tersenyum, dan sebagian lain mencatat dengan serius setiap materi yang disampaikan oleh tim pendamping dari Timedoor Academy. Bukan sekadar pelatihan teknologi biasa, kegiatan ini menjadi langkah nyata bagaimana dunia pendidikan di Badung beradaptasi dengan perkembangan zaman, membekali para guru dengan keterampilan koding dan pemahaman kecerdasan artifisial (AI) sebagai bekal menghadapi era digital yang semakin pesat. Mempersiapkan Guru dan Siswa Menghadapi Era Digital Suasana pelatihan dipenuhi semangat para guru yang antusias belajar koding dan penerapan AI. Dari layar laptop di ruang pelatihan, semangat transformasi pendidikan lahir di Kabupaten Badung. Pelatihan yang dilaksanakan sejak 22 September hingga 1 Oktober 2025 ini merupakan bagian dari upaya besar Pemerintah Kabupaten Badung untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif. Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru Sekolah Dasar”, sebanyak 100 guru dari 50 sekolah dasar mengikuti pembekalan intensif yang mencakup materi berpikir komputasional, koding, literasi digital, dan penerapan AI dalam pembelajaran sehari-hari. Dampaknya diproyeksikan akan menjangkau lebih dari 5.000 siswa di seluruh Kabupaten Badung, yang akan merasakan manfaat langsung dari pembelajaran berbasis teknologi modern. Langkah progresif ini menjadi bukti nyata keseriusan Kabupaten Badung dalam menindaklanjuti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait integrasi pembelajaran teknologi ke dalam kurikulum sekolah dasar. Jika tahun sebelumnya pelatihan serupa hanya diikuti oleh 10 guru, kini cakupannya meningkat sepuluh kali lipat. Lonjakan ini bukan hanya angka, tetapi juga simbol dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendorong transformasi pendidikan di tingkat dasar. Peran Timedoor Academy sebagai Mitra Strategis Para guru berkolaborasi memahami dasar berpikir komputasional dan logika pemrograman. Dengan pendekatan praktis, konsep koding kini terasa dekat dan mudah diterapkan di ruang kelas. Dalam pelaksanaannya, Timedoor Academy dipercaya menjadi mitra strategis yang mendampingi seluruh proses pelatihan. Sebagai lembaga pendidikan yang telah berpengalaman lebih dari lima tahun dalam mengembangkan program koding untuk anak dan guru, Timedoor Academy menghadirkan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Para fasilitator membantu guru memahami konsep dasar logika pemrograman, cara berpikir komputasional, hingga penerapan sederhana AI yang bisa diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar. Suasana pelatihan terasa hangat namun bersemangat. Guru-guru tidak hanya belajar dari materi, tetapi juga saling berbagi ide dan pengalaman tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna. Kabupaten Badung, Pelopor Pendidikan Digital di Bali Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Ibu Rai Twisjayanti, memberikan sambutan pembuka dan apresiasi atas antusiasme para guru yang menjadi pionir pembelajaran digital di Bali. Menurut Ibu Rai Twisjayanti, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, keberhasilan program ini sangat bergantung pada semangat para guru yang menjadi ujung tombak perubahan. “Keberhasilan program ini bukan hanya bergantung pada materi dan pendampingan yang diberikan, tetapi juga pada semangat dan partisipasi aktif dari Bapak/Ibu guru. Melalui tangan Bapak/Ibu, generasi penerus kita tidak hanya akan mahir dalam teknologi, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks,” ujarnya dengan penuh keyakinan.” Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Badung dan Timedoor Academy ini tidak hanya melahirkan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan. Dengan jaringan lebih dari 70 Sekolah Koding di Indonesia dan kawasan ASEAN, Timedoor Academy berkomitmen mendampingi Badung secara menyeluruh. Mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca-kegiatan. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: memastikan setiap guru mampu menularkan semangat dan keterampilan digital kepada murid-muridnya di kelas. Pendekatan Pembelajaran Interaktif dan Aplikatif Tim pendamping Timedoor Academy memberikan bimbingan langsung agar setiap guru memahami cara mengintegrasikan koding dan AI dalam proses belajar mengajar. Pendekatan interaktif ini menumbuhkan kepercayaan diri para peserta. Melalui inisiatif ini, Kabupaten Badung tidak hanya menjalankan visi pendidikan yang progresif, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai pelopor pendidikan digital di Bali. Setiap senyum dan semangat yang terpancar dari para guru selama pelatihan menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari ruang-ruang belajar kecil. Dari mereka yang setiap hari mendidik dengan hati, kini juga dengan teknologi. Bersama Timedoor Academy, Siapkan Generasi Cerdas Digital Langkah Kabupaten Badung bersama Timedoor Academy menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan digital bukan sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan melalui kolaborasi dan semangat belajar tanpa henti. Timedoor Academy terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif bagi anak-anak Indonesia melalui pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial yang menyenangkan, relevan, dan mudah dipahami. Bagi sekolah, guru, maupun orang tua yang ingin memperkenalkan anak-anak pada dunia teknologi dengan cara yang seru dan aman, Timedoor Academy membuka kesempatan free trial. Di kelas ini, peserta dapat merasakan langsung bagaimana metode pembelajaran interaktif berbasis proyek membuat anak lebih percaya diri dalam berkreasi dengan teknologi.
Cheap Laptops For Kids
10 Rekomendasi Laptop Murah untuk Anak 2025: Harga dan Spesifikasi Terbaru
Di era pembelajaran digital, laptop menjadi alat penting dalam mendukung aktivitas belajar anak. Mulai dari kelas online, tugas sekolah, hingga aktivitas kreatif seperti membuat animasi atau belajar coding, semua bisa dilakukan dari layar laptop. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memberikan perangkat yang sesuai tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dalam artikel ini, kami menyajikan rekomendasi laptop murah untuk anak tahun 2025, dengan memperhatikan kualitas, spesifikasi, serta harga yang ramah di kantong. Semua laptop dalam daftar ini cocok untuk anak SD hingga SMP yang membutuhkan perangkat belajar dengan performa stabil. Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Laptop Murah untuk Anak? Memilih laptop murah untuk anak tidak bisa sembarangan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan: 1. Harga TerjangkauIdealnya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 jutaan, cukup untuk spesifikasi dasar yang mendukung pembelajaran tanpa memberatkan anggaran. 2. RAM dan PenyimpananMinimal 4 GB RAM dan 64–256 GB penyimpanan SSD agar laptop bisa digunakan untuk membuka aplikasi belajar, browsing, hingga video call. 3. Baterai Tahan LamaBaterai yang awet 6–10 jam akan memudahkan anak belajar tanpa harus sering mengisi daya. 4. Layar dan BobotUkuran 11–14 inci sudah cukup untuk anak, terutama agar lebih mudah dibawa ke sekolah atau les. 5. Sistem OperasiLaptop dengan Windows 10/11 atau ChromeOS biasanya memiliki dukungan aplikasi edukasi yang lengkap. 10 Rekomendasi Laptop Murah untuk Anak 2025 Berikut ini adalah 10 laptop murah untuk anak yang direkomendasikan berdasarkan spesifikasi dan harganya yang bersahabat per April 2025: 1. ASUS Chromebook C204 Harga: Sekitar Rp3.200.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4000RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Tangguh, ringan, dan tahan banting. Cocok untuk anak SD yang aktif. 2. Lenovo IdeaPad Slim 1 Harga: Sekitar Rp4.000.000Layar: 14 inci HDProsesor: AMD 3020eRAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 8 jam Minimalis dan cukup tangguh untuk keperluan belajar harian anak sekolah dasar. 3. Acer Aspire 3 Slim A314 Harga: Sekitar Rp4.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: Intel Celeron N4500RAM & Storage: 4 GB RAM, 256 GB SSDBaterai: Hingga 9 jam Cocok untuk anak yang mulai tertarik dengan coding dasar atau desain grafis ringan. 4. HP Chromebook 11A G8 Harga: Sekitar Rp3.400.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: AMD A4RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Penggunaan ChromeOS membuatnya aman dan mudah digunakan oleh anak-anak. 5. Zyrex Sky 232 S2 Harga: Sekitar Rp3.000.000Layar: 14 inci Full HDProsesor: Intel Celeron N3350RAM & Storage: 4 GB RAM, 128 GB SSDBaterai: Hingga 7 jam Laptop lokal yang cocok untuk aktivitas belajar dasar dan browsing ringan. 6. Axioo MyBook 14E Harga: Sekitar Rp3.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: Intel Celeron N4020RAM & Storage: 4 GB RAM, 128 GB SSDBaterai: Hingga 8 jam Ringan dan cocok untuk anak SMP yang memiliki mobilitas tinggi. 7. Samsung Chromebook 4 Harga: Sekitar Rp4.000.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4000RAM & Storage: 4 GB RAM, 32 GB eMMCBaterai: Hingga 12.5 jam Simpel, hemat daya, dan ideal untuk tugas-tugas dasar anak usia sekolah dasar. 8. Dell Inspiron 11 3180 Harga: Sekitar Rp4.200.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: AMD A9RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 9 jam Tampilan elegan dan performa cukup untuk aktivitas belajar daring. 9. Lenovo Chromebook 3 14 Harga: Sekitar Rp4.500.000Layar: 14 inci HDProsesor: MediaTek MT8183RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Ideal untuk anak yang sering menggunakan Google Classroom atau Zoom 10. HP Stream 11 Harga: Sekitar Rp3.600.000Layar: 11.6 inci HDProsesor: Intel Celeron N4020RAM & Storage: 4 GB RAM, 64 GB eMMCBaterai: Hingga 10 jam Pilihan ekonomis untuk sekolah online dan tugas-tugas ringan. Laptop Murah Untuk Anak Sebagai Bentuk Dukungan Orang Tua Memberikan laptop murah untuk anak bukan soal harga semata, tapi tentang bagaimana perangkat tersebut bisa menjadi jembatan untuk belajar, bereksplorasi, dan menciptakan hal-hal baru. Namun, teknologi tanpa arahan yang tepat bisa jadi hanya sekadar hiburan. Maka dari itu, yuk arahkan penggunaan laptop ke arah yang lebih bermanfaat! Di Timedoor Academy, kami menyediakan kelas coding, animasi, dan keterampilan digital lainnya untuk anak usia 7–18 tahun. Semua kelas dirancang interaktif, menyenangkan, dan dipandu oleh mentor profesional. Yang paling penting, anak bisa coba dulu lewat kelas percobaan gratis loh! Kunjungi halaman sosial media kami dan daftarkan anak ke kelas uji coba gratis hari ini. Jadikan laptop barunya sebagai langkah pertama menuju masa depan digital yang cerah.
float button